
Mobil yang dikendarai oleh Ray perlahan memasuki halaman rumah Keyrani. Ray turun lebih dahulu dari mobil kemudia berjalan ke sisi sebelah untuk membantu Keyrani.
Sebelum Keyrani menginjakkan kakinya pada tanah, tangan Ray dengan cepat meraih tubuhnya dan mengangkatnya ala bridal style. Keyrani hanya terdiam mengikuti keinginan Ray. Dan lagi perutnya masih terasa nyeri jika harus berjalan menaiki tangga.
Keduanya kemudian masuk ke dalam rumah yang tampak sepi dan menuju ke kamar Keyrani yang berada di tingkat dua.
Ray menurunkan Keyrani dengan pelan di kasur saat keduanya tiba di kamar Keyrani. Kemudian duduk di pinggir kasur.
"Bagaimana perasaanmu?" Tanya Ray mengusap kening Keyrani
"Lumayan baik" Jawab Keyrani
"Istirahatlah. Aku akan pergi setelah kamu tertidur" Pinta Ray yang kemudian diangguki oleh Keyrani sembari menutup matanya, sementara Ray menarik selimut agar menutupi tubuh Keyrani.
Ray kemudian berjalan ke sofa dekat jendela kemudian duduk sembari memperhatikan seisi kamar Keyrani yang terlihat sederhana. Dengan beberapa bingkai foto yang terpajang.
Beberapa saat kemudian Ray menghampiri Keyrani yang kini sudah tertidur. Menatapnya lekat kemudian membungkuk mengecup singkat kening Keyrani. Sebelum akhirnya Ray beranjak pergi meninggalkan kamar Keyrani.
Namun belum Ray menuruni tangga, dirinya sudah dihentikan oleh seorang wanita paruh bayah. Yang tak lain adalah Tossy Vrisilia Ibu tiri Keyrani.
"Siapa kamu?" Tanya Tossy menghampiri Ray
"Saya Ray teman Keyrani" Jawab Ray
"Jadi apa yang kamu lakukan disini? Dimana Keyrani?" Tanyanya kembali
"Di kamar. Dia sakit untuk itu aku mengantarnya pulang"
"Sepertinya kamu bukan seorang mahasiswa?" Tanya Tossy memperhatikan pakaian yang digunakan Ray
"Tebakan anda benar, saya bukan seorang mahasiswa melainkan seorang dosen di kampus Keyrani"
Tossy menaikkan alisnya satu tidak menyangka dengan identitas Ray "Bukankah tidak wajar bagi seorang dosen mengantar mahasiswanya khususnya mahasiswa perempuan seperti Keyrani"
"Anda tidak perlu khawatir, kami memang seorang dosen dan mahasiswa. Tapi kami paham batasan-batasan diantara kami. Dan lagi wajar bagi seorang teman mengantar temannya yang lagi sakit" Ujar Ray dengan penuh penekanan "Kalau begitu saya pamit pergi karena saya masih ada urusan" Pamit Ray tanpa mendengar balasan dari Ibu Tiri Keyrani, dan tak lupa ia memperlihatkan sebuah senyuman kepada Ibu tiri Keyrani sebelum turun ke bawah
__ADS_1
"Menarik" Gumam Ibu tiri Keyrani sembari melihat kepergian Ray kemudian kembali ke dalam kamarnya
...***...
Malam harinyatepatnya pukul setengah 7 di meja makan, Ibu tiri Keyrani kembali membahas terkait kedatangan Ray tadi siangsiang dengan anaknya.
"Tadi Mama bertemu teman Keyrani" Ujar Tossy memulai pembicaraan
"Siapa Ma?" Tanya Devi penasaran
"Namanya Ray dosen Keyrani" Jawab Tossy
"Mama ketemu Ray dimana?" Tanya Devi kembali karena dirinya memang tidak bisa melupakan Ray sejak pertama kali melihatnya
"Tadi siang dia mengantar Keyrani pulang. Jadi Mama bertanya dia siapa, ternyata dosen kampus" Tutur Tossy dengan nada meremehkan
"Noo.. Dia bukan hanya seorang dosen. Mama tahu kan Kanza Alisbha, dia tante Ray" Ujar Devi mengungkit soal Kanza
Tossy yang mendengar hal tersebut tanpa sengaja tersedak makanannya. Dengan segera ia meraih gelas dihadapannya dan meminumnya "Kamu serius?" Tanyanya kemudian
"Kalau begitu, kamu harus cepat mendekatinya. Sebelum direbut oleh Keyrani" Usul Tossy kepada anaknya
"Tanpa Mama suruh juga aku akan mendekatinya. Bagaimana pun caranya aku harus bisa mendapatkannya" Ujar Devi dengan semua rasa percaya dirinya
Keduanya melanjutkan makan malamnya kemudian kembali ke kamar masing-masing-masing setelah selesai.
...***...
Sementara itu Keyrani yang sedari tadi tertidur perlahan membuka matanya. Memperhatikan sekitar ruangan kemudian berhenti pada jam dinding di hadapannya yang kini menunjukkan pukul 8 malam.
Keyrani menyentuh perutnya yang kini sudah membaik kemudian menanggalkan selimut yang dipakainya, kemudian beranjak bangun dan pergi ke dapur. Dirinya belum sempat makan karena tertidur seharian.
Sesampainya di dapur, tidak ada apa pun yang bisa dimakan oleh Keyrani. Dengan sedikit terpaksa, Keyrani kembali ke kamarnya kemudian memakai sebuah hodie dan berniat keluar rumah ke minimart terdekat.
Keurani memutuskan berjalan kaki menuju alfamart, karena dirinya terlalu malas untuk mengemudikan mobil karena motornya masih berada di bengkel. Keyrani berjalan dengan kepala yang sengaja ia sembunyikan di balik topi hodie kemudian kedua tangannya masuk ke dalam saku hoodie.
__ADS_1
Sesampainya di Minimartmart, Keyrani segera mengambil mie cup berniat untuk memakannya di sana. Karena Ia belum berniat untuk pulang ke rumah, jadi ia memutuskan untuk makan di Minimart.
Tak berselang lama, pesanan Keyrani jadi. Dan kini ia duduk di salah satu meja di minimart tersebut sembari menikmati mie cup pesanannya yang dipadukan dengan cola.
"Lisa.. " Teriak seorang pria dengan suara lantangnya dengan penuh amarah
Plakk..
Sebuah tamparan yang cukup keras menghantam pipi gadis tersebut hingga membuatnya jatuh tersungkur di tanah.
Keyrani yang saat ini tengah menikmati makanannya sontak kaget saat mendengar nama tersebut. Nama yang begitu akrab di telinganya. Ia sontak berdiri mengedarkan pandangannya mencari sumber suara tersebut.
"Dari mana saja kamu? Apa kamu tidak tahu Ibumu sedari tadi mencarimu" Bentuknya masih dengan suara melengking tanpa memperdulikan Lisa yang kini tersungkur sembari memegang wajahnya yang memerah
"Apa hubungannya denganmu jika Aku pulang malam, kamu bahkan bukan Ayah kandungku" Balas Lisa membentak pria tersebut yang merupakan ayah tirinya
Karena semakin emosi, pria itu meraih rambut Lisa dan menjambaknya cukup keras "Dasar anak si*lan. Tidak tahu di untung" Makinya kembali
"Akkhhh.. Lepaskan. Kamu tidak berhak berkata seperti itu kepadaku. Kamu bukan siapa-siapa" Balas Lisa berusaha melepas tangan ayah tirinya
"Sikap apa itu? Apa ini yang diajarkan Ibumu padamu? Hah.." Bentak pria itu semakin mengeratkan genggamannya pada rambut Lisa
"Lepaskan Aku. Dasar laki-laki bre**sek" Teriak Lisa masih berusaha melepas tangan ayah tirinya
"Dasar anak kurang ajar" Kesal Ayah tiri Lisa kemudian melepas genggamannya dan kembali melayangkan sebuah tamparan pada pipi Lisa
Keyrani yang baru saja tiba, segera menghampiri Lisa dan membantunya berdiri.
"Siapa kamu?" Bentak Ayah tiri Lisa saat Keyrani datang menyela
"Justru aku yang seharusnya bertanya, apa yang paman lakukan. Bagaimana bisa paman memukul seorang gadis seperti ini?" Ujar Keyrani kesal sembari menatap tajam Ayah tiri Lisa
"Bukan urusan kamu" Balas Ayah tiri Lisa sedikit mendorong tubuh Keyrani kemudian meraih tangan Lisa
Dengan sigap Keyrani memegang tangan Lisa tidak berniat melepasnya "Aku bisa melaporkan Paman atas tindakan penganiayaan pada seorang anak" Ujar Keyrani dengan penuh penekanan
__ADS_1
Dengan terpaksa Ayah tiri Lisa melepas pegangannya dan beranjak pergi setelah menatap kesal ke arah Lisa maupun Keyrani yang telah berani ikut campur dalam urusan keluarganya.