
Setelah kejadian Rian mengantar tas Keyrani ke kelas. Forum kampus menjadi ramai karena keduanya. Rian yang selalu memasang wajah kaku dan datar tiba-tiba saja memperlihatkan kedekatannya dengan salah satu mahasiswa yang juga terkenal karena sikap cuek dan bodoh amat nya.
Beberapa mahasiswa berhasil mengabadikan moment keduanya khususnya saat Rian mengusap kepala Keyrani.
"Wah parah nih kalian. Sekalinya masuk berita langsung jadi topik utama" Ujar Rani gemes dengan keuwuan keduanya
"Apa sih? Dari tadi heboh bener" Timpal Keyrani kemudian melihat ke arah ponsel Rani yang kini menunjukkan videonya saat Rian mengusap kepalanya
Sontak Keyrani mengeryitkan alisnya bingung dengan reaksi-reaksi yang didapatnya. Bahkan ada yang menjodohkan keduanya. Dan pastinya ada pula yang merasa tidak suka.
"Ini kenapa mereka seenak jidat jodoh-jodohin aku" Tukas Keyrani merasa risih sembari menscroll semua komentar orang lain pada postingan tersebut
"Loh? Bukannya kalian pacaran?" Tanya Rani bingung karena telah salah paham akan hubungan keduanya
"Hah? Siapa yang bilang?" Tanya Keyrani semakin bingung
"Nggak ada sih, tapi Aku pikir kalian pacaran soalnya sering banget bicara berdua, pulang bareng, dan ini? Rian bawain tas kamu dan megang kepala kamu sambil senyum-senyum? Jadi apa namanya ini kalau bukan pacaran?"
Keyrani menghela nafasnya panjang "Oh My God. Aku dan Rian cuma sebatas teman doang. Nggak lebih. Lagian aku punya pacar dan orangnya bukan Rian"
"What? Kamu punya pacar lain?" Teriak Rani kaget sembari berdiri dari duduknya membuat mahasiswa lain yang ada dikelas berbalik menatap bingung ke arahnya
"Ssst..." Geram Keyrani menarik tangan Rani kembali duduk "Yang punya pacar lain siapa, orang cuma punya satu pacar" Cetus Keyrani
"Jadi Rian... " Ujar Rani menjeda perkataannya sembari menggelengkan kepalanya
"Iya. Rian bukan pacar Aku. Jadi seterusnya nggak boleh salah paham lagi, soalnya ada hati yang mau dijaga" Jawab Keyrani memegang dadanya
Rani berpaling ke arah samping mual karena mendengar penuturan Keyrani yang tidak seperti biasanya. Seolah melihat versi bucin dari Keyrani yang biasanya cuek.
__ADS_1
"Jadi pacar kamu siapa?" Tanyanya kembali
"Ray" Bisik Keyrani di telinga Rani kemudian segera bangkit dari duduknya sembari menutup kupingnya karena yakin Rani akan teriak histeris
"WHAT?" Sesuai dengan perkiraan Keyrani, Sekali lagi Rani berteriak di dalam kelas sembari memukul meja di hadapannya membuatnya menjadi pusat perhatian mahasiswa lain sementara si biang keroknya kini berlalu pergi meninggalkan Rani tanpa rasa bersalah sedikit pun
Dengan sigap, Rani segera berlari keluar dari kelas berusaha mengejar Keyrani untuk meminta penjelasan lebih lanjut.
"Key... " Belum sempat Rani menyelesaikan ucapannya. Ia sudah dibuat bingung dengan beberapa mahasiswa yang tampak berlari menuju koridor sebelah
Rani mengurungkan niatnya mengejar Keyrani, kemudian ikut berlari ke arah kerumunan mahasiswa lainnya. Dengan susah payah, Rani berusaha menerobos kerumunan mahasiswa tersebut hingga dirinya berada di barisan terdepan.
Namun betapa terkejutnya dirinya saat mengetahui bahwa orang yang menjadi tontonan mahasiswa lainnya adalah Aaron dan Rian yang saat ini tengah berkelahi.
Rian yang memiliki memar di bagian mata sementara Aaron dengan luka memar di bagian bibir yang kini perlahan mengeluarkan cairan merah. Keduanya saling melempar tatapan tajam dan berusaha mengintimidasi satu sama lain.
Rian hanya terdiam tidak berniat menjawab. Memang benar ini salahnya, Ia mencintai seorang gadis yang juga dicintai oleh sahabatnya sendiri. Hati dan pikirannya tidak berjalan sesuai keinginannya. Karena sejatinya satu-satunya hal yang tidak bisa dikontrol oleh manusia adalah hati.
Kita tidak akan pernah tahu kepada siapa dan dimana hati kita akan jatuh. Itulah yang terjadi pada Rian. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya akan jatuh hati pada Keyrani yang baru saja dikenalnya ini.
Kata-kata Aaron tadi membuat Rani yang sedari tadi memperhatikan menjadi tersadar bahwa gadis yang disukai oleh Aaron tidak lain adalah Keyrani. Yang saat ini tengah berdiri di antara keduanya berusaha melerai pertengkaran mereka.
Ada rasa pilu dan kecewa dalam hati Rani, seharusnya dari awal dirinya sudah sadar akan hal ini. Seharusnya dirinya sadar ketika melihat Aaron dekat dan begitu perhatian dengan Keyrani.
Meski begitu, Rani tidak ingin terlalu terlarut dalam rasa sakit itu dan segera menghampiri ketiganya berniat membantu melerai keduanya.
"Aaron.. Rian.. " Bentak Keyrani kepada keduanya yang masih saling memegang kerah masing-masing "Aku bilang lepas" Pinta Keyrani tegas
Dengan terpaksa Rian melepas pegangannya menuruti perkataan Keyrani yang saat ini juga menunjukkan raut wajah kesal dan khawatir namun tidak dengan Aaron, membuat Keyrani sekali lagi geram "Aaron" Tukas Keyrani dengan nada pelan namun penuh penekanan
__ADS_1
Mendengar hal tersebut Aaron menatap mata Keyrani dalam sebelum akhirnya ia menghempaskan tangannya dan segera pergi meninggalkan keduanya dengan raut wajah penuh amarah. Sementara Rani yang baru saja ingin menghampiri ketiganya terhenti dan segera berbalik mengejar Aaron.
Begitu pun dengan Rian yang memutuskan untuk pergi. Sementara Keyrani yang melihat Rani mengejar Aaron memutuskan untuk mengejar Rian. Karena dirinya percaya Rani pasti akan menghibur Aaron.
"Rian.." Panggil Keyrani dan segera meraih tangannya berusaha menghentikannya
Rian memalingkan wajahnya ke samping tidak berani menatap wajah Keyrani. Dirinya benar-benar bingung harus bersikap seperti apa didepan Keyrani.
Keyrani memperhatikan lekat-lekat wajah Rian yang kini memar "Ikut Aku" Pinta Keyrani menarik tangan Rian menuju ke ruang UKS
"Duduk disini" Pinta Keyrani menyuruh Rian duduk di kasur sementara dirinya berjalan ke arah lemari untuk mengambil kotak P3K
Dengan pelan Keyrani mengoleskan antiseptik pada luka Rian yang tepat berada di bawah matanya. Rian tidak bergeming sama sekali dan masih tidak berani memandang ke arah Keyrani yang sedari tadi fokus mengobatinya.
Sementara itu di sisi lain kampus, Aaron yang tadinya meninggalkan kerumunan dengan penuh amarah melampiaskannya pada tanaman yang ada di taman. Ia mengacak-ngacak rambutnya dengan gusar kemudian duduk di kursi.
Aaron benar-benar tidak menyangka bahwa akan ada hari dimana dirinya akan berkelahi dengan Rian sahabatnya hanya karena seorang gadis.
Seharusnya ia sudah sadar dari sejak lama, saat Rian selalu merespon dan perhatian kepada Keyrani yang tidak pernah ditunjukkannya selama ini, khususnya saat Rian bercanda dan pulang bersama dengan Keyrani.
"Aarrggg" Geram Aaron kembali mengacak-acak rambutnya
Hingga tak berselang lama kemudian, Rani datang menghampirinya dengan kotak P3K yang tadi diambilnya di UKS sebelum menghampiri Aaron.
"Biar aku obati" Ujar Rani duduk di samping Aaron dan segera mengeluarkan antiseptik dan menuangnya pada kapas untuk dioleskan pada luka Aaron tanpa mendengar persetujuan dari Aaron yang sedari tadi tidak menoleh ke arahnya
Rani hanya terdiam tidak berniat bertanya karena dirinya sudah paham akan inti permasalahannya.
"Andai kamu tahu, ada hati yang sedari lama menunggumu dan berharap untuk dilihat olehmu" Batin Rani menatap lekat wajah Aaron
__ADS_1