Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Mantan Saudara Tiri


__ADS_3

Di kantin kampus seperti biasa Keyrani tengah duduk bersama dengan ke lima sahabatnya sembari menikmati makan siang masing-masing.


Hingga kemudian pandangan Aaron teralihkan saat saudara tiri Keyrani yang bisa dibilang mantan saudara tiri masuk ke dalam kantin bersama dengan seorang pria yang kini merangkul pundaknya.


"Itu bukannya si Devi yah?" Tanya Aaron menatap ke arah pintu kantin


Keyrani berbalik sejenak kemudian kembali fokus pada makanannya. Dirinya sudah tidak perduli lagi dengan Devi, meski ia pernah menjadi satu keluarga. Tapi tetap saja perbuatan Devi terhadapnya masih begitu jelas di ingatannya hingga saat ini.


"Tapi tunggu, itu bukannya Arnold?" Sela Dafa memperhatikan lekat-lekat pria yang kini bersama dengan Devi


"Kamu kenal?" Tanya Lisa


"Iya. Dia itu terkenal banget di kampus dulu" Jawab Dafa


"Ahh.. Aku ingat dia bukannya senior yang itu.. " Sambung Aaron mulai mengingat kembali kejadian dulu yang kemudian di angguki oleh Dafa seolah mengerti dengan maksud dari Aaron


"Emang dia kenapa?" Tanya Lisa mulai penasaran


"Kalau nggak salah, dia senior yang waktu itu pernah di skor gara-gara melakukan kekerasan pada mahasiswa baru"


"Serius?"


"Iya. Aku masih ingat, karena kejadian itu terjadi saat kita bertiga masih jadi mahasiswa baru"


"Dan parahnya lagi korbannya itu sampai mengalami trauma" Sambung Aaron


Lisa menggidikkan bahunya ngeri mendengar penuturan Dafa dan juga Aaron.


Sementara Keyrani yang tadinya fokus menikmati makannya, kembali berbalik sejenak ke arah Devi setelah mendengar cerita tersebut. Entah mengapa, perasaannya tidak enak sekaligus khawatir setelah mendengar hal tersebut.


"Aku selesai, kalian lanjutkan saja" Ucap Keyrani tiba-tiba kemudian bangkit dari duduknya


"Kamu mau kemana?" Tanya Lisa memegang tangan Keyrani


"Hmm.. Aku ada janji" Jawab Keyrani  membuat Lisa melepas tangannya karena mengerti maksud dari sahabatnya ini yang ingin bertemu kekasihnya


Keyrani kemudian beranjak pergi meninggalkan mereka. Namun tepat sebelum keluar dari kantin, Keyrani tanpa sengaja melakukan kontak mata dengan Devi sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan kantin.


...***...


Keyrani berjalan menyusuri koridor kampus sembari mengenakan earphone di telinganya dengan ponsel yang sedari tadi di scroll nya untuk memilih lagu


Hingga kemudian tanpa sengaja, Keyrani menabrak tubuh seseorang karena terlalu fokus pada ponselnya.

__ADS_1


Bughh..


Keyrani memundurkan tubuhnya dan mendongak menatap sosok pria yang ditabrak nya, yang saat ini berdiri di depannya.


Seketika Keyrani mengkerut kan keningnya merasa tidak asing dengan pria itu yang mana dia adalah pria yang baru saja dibahasnya bersama dengan yang lainnya di kantin.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanyanya sembari mengusap kening Keyrani yang tertabrak di dadanya tadi


Dengan sigap Keyrani menepis tangannya "Aku tidak apa-apa. Sepertinya aku yang salah karena terlalu fokus pada ponselku. Tolong maafkan aku" Ujar Keyrani sedikit merendahkan kepalanya


"Tidak masalah, hanya saja.. " Arnold menghentikan ucapannya dan berniat merangkul pundak Keyrani hingga tiba-tiba dari arah belakang keduannya sebuah suara menghentikan gerakan Arnold


"Apa yang kalian lakukan?" Tanyanya dengan suara yang melengking seolah marah


"Bukan apa-apa" Jawab Keyrani sinis saat melihat Devi kemudian kembali melanjutkan langkahnya, bersikap cuek dan acuh pada kedua pasangan yang menurutnya begitu cocok


Arnold berbalik menatap kepergian Keyrani dengan sebuah smirk di wajahnya. Sementara Devi yang kini mulai risih segera mengalihkan perhatian Arnold kembali.


"Arnold.. " 


"Hmm.. Apa Honey.. " Jawab Arnold kembali berbalik ke arah Devi sembari merangkul pundaknya


"Ayo pergi, tidak perlu memperdulikan dia lagi. Aku muak melihat wajahnya" Ujar Devi


"Kamu mengenalnya?" Tanya Arnold sedikit penasaran


...***...


Sementara Keyrani kini berlalu pergi menuju ke gedung khusus dosen, karena tadinya ia memang berniat ke ruangan Ray setelah perkuliahannya berakhir.


"Ray.." Panggil Keyrani memunculkan kepalanya saja pada ruangan Ray


"Kamu disini.." Balas Ray mengangkat kepalanya sembari menutup laptopnya


"Mengapa kamu menutupnya?" Tanya Keyrani menghampiri Ray kemudian duduk di pangkuannya dengan lengan mengalun di lehernya


"Tidak penting. Kamu sudah makan?" Jawab Ray tidak perduli dengan pekerjaannya


"Hmm, tadi siang di kantin bareng yang lainnya" Jawab Keyrani sembari memainkan tangannya di dada Ray naik turun


"Tapi aku lapar" Ujar Ray dengan suara memelas nya


"Oh kalau begitu ayo.." Ujar Keyrani bangkit dari duduknya kemudian menarik tangan Ray

__ADS_1


Namun segera terhenti karena Ray bukannya bangkit dari duduknya tapi menarik Keyrani kembali duduk di pangkuannya.


"Kenapa? Kamu lapar kan? Ayo?" Tanya Keyrani heran


Ray menghela nafasnya sejenak "Maksud aku.. " Ujarnya sebelum akhirnya menarik tengkuk leher Keyrani menyatukan bibirnya dan me****t nya


Keyrani yang awalnya sedikit kaget, kini membalas l*****n Ray dan kembali mengalunkan tangannya pada leher Ray untuk semakin menekan kepala Ray.


Meski sudah sering melakukannya, Keyrani masih tetap kagum dengan ciuman Ray yang seolah membiusnya, membuatnya tidak berdaya dan mengikuti semua keinginannya.


Keyrani melepas tautannya, dengan hidung yang masih bersentuhan dan nafas yang menderu begitu pun dengan Ray yang bisa dengan jelas didengar oleh Keyrani.


"Ini di kampus, kamu tidak takut ketahuan?" Tanya Keyrani menatap dalam sorot mata Ray yang seolah mengartikan dirinya masih belum puas


"Kalau begitu kita lanjut di tempat lain" Putus Ray kemudian membantu Keyrani bangkit dari duduknya begitu pun dirinya Kemudian meraih kunci mobil dan tasnya


Keduanya keluar dari ruangan bersamaan namun segera berpisah di Koridor untuk menghindari kecurigaan.


Dengan langkah terburu-terburu, keduanya segera masuk ke dalam mobil saat tiba di parkiran.


Keyrani yang awalnya duduk dan berniat menyandarkan punggungnya, tersentak kaget saat Ray kembali menarik tengkuk lehernya dan menyatukan bibirnya.


"Emmph.....haahh.. Ray.. " Keyrani mendorong dada Ray karena kaget


"Ada apa?" Tanya Ray


"Kita masih di kampus.." Jawab Keyrani melihat ke sekitar


"Tapi ini di mobil. Tidak ada yang akan melihat"


"Tetap saja, ini di kampus Ray.. " Kekeh Keyrani takut jika sewaktu-waktu keduanya tertangkap basah di mobil


Ray menghela nafasnya pasrah kemudian segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya keluar dari kampus menuju ke rumahnya.


15 menit kemudian...


Mobil Ray perlahan memasuki pekarangan rumahnya dan berhenti tepat di depan rumah.


Keduanya kemudian turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah. Namun Keyrani yang baru saja melangkah masuk ke dalam rumah, Lagi-lagi dibuat kaget dengan Ray yang langsung mendorong tubuhnya ke dinding dan m*****t bibirnya dengan panasnya.


Awalnya Keyrani menerima dan membalasnya namun ia kembali mendorong tubuh Ray menjauh darinya.


"Ada apa lagi? Ini sudah di rumah bukan di kampus" Ujar Ray dengan nafas yang menderu

__ADS_1


"Tapi ada Bi Lastri, bagaimana jika dia melihat kita" Jawab Keyrani dengan segala alasannya


Ray menatap mata Keyrani kemudian menghela nafasnya dan berbalik naik ke kamarnya, dengan tangan naik menggaruk gusar rambutnya.


__ADS_2