Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Kepulangan Jeri


__ADS_3

Setelah Keyrani tertidur, Ray keluar dari kamar dengan langkah pelan agar Keyrani tidak terbangun. Ia berniat kembali ke dapur mengingat dirinya belum mengisi perutnya dan juga memakan obat seperti yang diperintahkan Keyrani tadi.


Bersamaan dengan Ray yang kini menuruni tangga, Rian dan Alana masuk ke dalam rumah. Dengan Rian yang langsung bergegas naik ke atas.


Namun langkah Rian saat menaiki tangga, segera dihentikan oleh Ray yang mengerti hanya dengan melihat wajah khawatir Rian.


"Dia baru saja tertidur, jangan mengganggunya" Tegur Ray mengerti jika Rian berniat menghampiri Keyrani


"Bagaimana keadaannya?"


"Masih demam, tapi sudah sedikit membaik" Jawab Ray


Rian menghela nafas lega mendengar penuturan Ray. Kemudian kembali melangkahkan kakinya naik ke atas menuju ke kamarnya.


"Maaf, aku pulang terlebih dahulu karena.. "


"Tidak apa-apa. Rian sudah memberitahuku" Potong Alana mengerti alasan Ray


"Hmmm.. Kalau begitu aku turun ke bawah. Kamu mandi dan istirahatlah" Ujar Ray menepuk bahu Alana kemudian kembali menuruni tangga menuju ke dapur.


...***...


Karena obat yang dimakannya tadi, Keyrani tertidur hingga malam hari. Ia baru tersadar saat jam menunjukkan pukul 9 malam.


Keyrani perlahan merenggangkan tubuhnya yang kini terasa lebih baik dari tadi siang. Kemudian turun dari kasur berniat keluar dari kamar.


Sesaat setelah ia menuruni tangga, pandangannya sontak tertuju pada seseorang yang kini duduk bersidekap di ruang tamu. Membuatnya mempercepat langkahnya menuruni tangga.


"Jeri... " Teriak Keyrani setengah berlari ke ruang tamu menghampirinya


"Key.. " Balas Jeri ikut senang melihat Keyrani kembali


Keyrani menubrukkan dirinya pada Jeri dan bergelantungan di lehernya "aku merindukanmu" Ucap Keyrani dengan wajah berbinar-binar karena senang akan kepulangan Jeri


"Aku juga" Ujar Jeri sembari melepas pelukannya "tunggu, kamu sakit? Wajah kamu kenapa pucat?" Tanya Jeri memperhatikan lekat-lekat wajah Keyrani yang masih sedikit pucat


"Hmm.. Aku demam tapi sudah membaik" Jawab Keyrani mengangguk


Jeri kemudian berbalik menatap Ray yang hanya di angguki oleh Ray "duduklah" Pinta Jeri membantu Keyrani duduk di dekatnya


"Apa urusanmu sudah selesai?" Tanya Keyrani kemudian


"Hmm.. Iya.. " Jawab Jeri mengangguk dengan raut wajah sedikit kurang yakin


"Kalau begitu kamu tidak akan pergi lagi kan? Ini sudah kedua kalinya kamu pergi" Gerutu Keyrani mengingat Jeri juga pernah pergi saat dirinya masih terbaring koma


"Untuk sekarang aku akan tinggal" Jawab Jeri mengusap kepala Keyrani

__ADS_1


Ketiganya duduk berbincang di ruang tamu, hingga tidak menyadari keberadaan Alana yang sudah sedari tadi berdiri di tangga memperhatikan ketiganya.


"Dia siapa?" Gumam Alana memperhatikan Jeri yang tampak begitu akrab dengan Keyrani


"Apa tidak masalah jika ikut bergabung?" Gumamnya sekali lagi bingung harus memhampiri ketiganya atau tidak


Hingga tiba-tiba ia dikejutkan oleh Rian yang baru saja turun dari kamarnya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Rian karena Alana berdiri menghalangi jalan


"Huh.. Itu.. Aku.. " Alana tergagap sembari menunjuk ke arah ruang tamu


Rian kemudian mengikuti arah tunjukan Alana "Kak Jeri?" Gumam Rian seketika tersenyum saat melihat sosok yang sudah tidak asing lagi bagi dirinya


Tanpa menghiraukan Alana, Rian segera melanjutkan langkahnya dan menghampiri Jeri.


Sementara Alana yang sedari tadi bingung, juga ikut menghampiri meski dengan langkah yang ragu-ragu.


"Kak.." Panggil Jeri antusias


"Rian.. " Balas Jeri menoleh ke arah Rian


"Kapan Kak Jeri tiba?"


"Hmm, belum cukup lama dan ini siapa??" Tanya Jeri melihat ke arah Alana yang berdiri di belakang Rian


"Oh.. Aku Jeri" Ujar Jeri menjulurkan tangannya meski dengan raut wajah penuh tanda tanya namun untuk sekarang ia urungkan


"Alana Kak" Balas Alana menerima uluran tangan Jeri


Setelah situasi yang sedikit canggung itu, ketiganya kembali duduk di sofa dengan Keyrani yang tetap setia memegang lengan Jeri.


"Apa kamu tidak membawakanku ole-ole?" Tanya Keyrani


"Ah.. Aku lupa" Jawab Jeri menepuk jidatnya


"Kamu lupa?" Tanya Keyrani mengerutkan keningnya


"Ada. Tapi aku lupa mengambilnya, ada di mobil" Jawab Jeri meluruskan


"Kalau begitu, ayo kita ambil" Pinta Keyrani berdiri sembari menarik tangan Jeri agar ikut berdiri


"Baiklah-baiklah.. Ayo" Ujar Jeri mengikuti keinginan Keyrani


"Bagaimana denganku?" Celetuk Rian ikut meminta ole-ole


Jeri menghela nafasnya melihat tingkah keduanya yang masih seperti anak-anak.

__ADS_1


"Ada" Jawab Jeri membuat Rian sontak berdiri


Ketiganya kemudian keluar menuju ke mobil Jeri meninggalkan Ray dan Alana di ruang tamu yang sedari tadi hanya terdiam.


"Kamu tidak apa-apa kan, kalau tidur bersama Keyrani malam ini?" Tanya Ray


"Kenapa?" Tanya Alana tidak mengerti


"Sepertinya Jeri akan tinggal malam ini dan kamar yang saat ini kamu tempati adalah kamar milik Jeri sebelumnya"


"Bagaimana dengan barang-barangku?"


"Biarkan saja, aku akan berbicara dengan Jeri nanti"


"Baiklah. Aku akan tidur dengan Keyrani, tapi apa kamu sudah memberitahunya?" Jawab Alana tidak masalah selama Keyrani tidak terganggu dengan kehadirannya


"Aku juga akan memberitahunya nanti" Jawab Ray yang kemudian di angguki dengan pasrah oleh Alana karena ia sama sekali tidak punya pilihan lain


...***...


Ray kemudian bangkit dari duduknya dan menghampiri Keyrani yang baru saja masuk ke dalam rumah bersama Jeri dan Rian.


"Key.. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Pinta Ray kemudian


"Hmm?" Keyrani menoleh dengan wajah penuh tanya kemudian mengikuti Ray


"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Keyrani saat keduanya tiba di kolam renang dekat tangga


"Kamu tidak apa-apa jika Alana tidur di kamarmu?" Tanya Ray ragu-ragu


"Alana?" Heran Keyrani hingga beberapa saat kemudian ia baru tersadar jika kamar yang ditempati Alana adalah kamar yang ditempati Jeri dulu


"Ahh.. Iya. Tidak apa-apa" Ucap Keyrani tidak masalah


"Terima kasih" Ujar Ray mengecup kening Keyrani singkat yang sudah mencoba mengerti akan keadaannya


"Ayolah Ray, kamu tidak perlu sedangkan itu dengan pacar sendiri" Ujar Keyrani tersenyum singkat sebelum akhirnya keduanya masuk kembali ke dalam rumah


"Bagaimana dengan Jeri? Kamu akan mengatakannya?" Tanya Keyrani


"Hmm.. Iya. Aku juga akan mengatakannya padanya. Percuma menyembunyikan sesuatu darinya, sejak tadi wajahnya sudah dipenuhi tanda tanya saat bertemu dengan Alana" Jawab Ray sadar akan perubahan raut wajah Jeri yang menurutnya terlihat begitu jelas


Tidak mungkin bagi Jeri untuk tidak merasa curiga akan keberadaan Alana, khususnya jika itu berhubungan dengan Keyrani.


"Sejelas itu?" Tanya Keyrani yang juga ikut sadar dan sengaja mengalihkan dengan menanyakan ole-ole pada Jeri


"Iya" Jawab Ray sebelum keduanya kembali ke ruang tamu menghampiri Jeri dan Rian yang saat ini terlihat begitu serius berbincang.

__ADS_1


__ADS_2