
Saat ini Keyrani tengah berbaring di kasurnya, menatap langit-langit kamarnya dan sesekali memeriksa ponselnya.
Keyrani membuka aplikasi instagram di ponselnya berniat untuk mengupload foto terbarunya. Karena sudah lama sejak Ia mengupload foto di instagramnya.
Beranda instagramnya terbuka menampilkan foto ring basket yang dikenalnya. Yang merupakan lapangan basket tempatnya bermain pagi tadi.
"Mengapa dia memposting foto ini" Gumam Keyrani kemudian membuka instagram Ray yang ternyata baru memposting foto itu saja
Tanpa sadar sudut bibir Keyrani terangkat menampilkan sebuah senyum di wajahnya.
"Aku pasti sudah gila, bagaimana bisa aku tersenyum hanya karena foto ini" Ujar Keyrani segera membuyarkan lamunannya sembari memukul pelan kepalanya
Setelah mengintip beranda instagram Ray, Keyrani kembali pada tujuan awalnya yakni memposting fotonya. Karena kebetulan, ia sempat berfoto saat menghadiri pesta ulang tahun tante Ray.
Tak berselang lama setelah Keyrani mengupload fotonya, berbagai comentar kini memenuhi kolom komentar di postingannya.
Comment :
"Wah gila.. Kk cantik banget pake make up ๐"_ unknown
"Kyaa.. Panggil nama ku dong Kak"_unknown
"Duh manis banget, sampe kena diabetes ๐"_unknown
"Cantik"_Raymon.thessman
.....
Keyrani membulatkan matanya tidak percaya dengan komentar yang baru saja di bacanya. Ray mengomentari fotonya. Keyrani mengucek matanya mencoba memastikan kembali.
"Ini beneran? Dia komen foto aku? Ada apa dengannya? Tadi memposting ring basket sekarang mengomentari fotoku" Gumam Keyrani sedikit malu
Meski Keyrani sudah menganggap Ray sebagai temannya tapi tetap saja tidak ada alasan baginya untuk mengomentari fotonya terutama karena dia mengatakan cantik.
Keyrani memegang kedua pipinya yang perlahan memerah dan panas "Bisa gila aku lama-lama" Ujarnya kemudian mematikan ponselnya dan segera berbaring di kasur nya bersiap untuk tidur sebelum Ia berfikir yang tidak-tidak dan salah paham dengan maksud Ray.
...***...
Sementara di sisi lain, Ray yang tengah berada di ruang kerjanya iseng membuka ponselnya dan mendapati foto lapangan basket yang diambilnya tadi siang.
Sebuah ide muncul di pikirannya saat melihat foto tersebut. Foto yang memang sengaja diambilnya untuk menjadi koleksi kenangannya bersama Keyrani.
Ray berniat menguploadnya di instagram karena sejak Keyrani membuatnya akun Instagram Ia sama sekali tidak pernah mengupload foto. Untuk itu, ia berniat mengupload foto tersebut.
Namun saat Ray membuka aplikasi Instagram, ia dibuat kebingungan dengan berbagai tombol yang entah seperti apa kegunaannya.
Karena tak ingin kebingungan sediri, Ray segera menghubungi Jhon untuk datang ke ruang kerjanya.
Tak berselang lama, Jhon datang menghampiri Ray yang kini memperlihatkan raut wajah kebingungannya.
"Ada apa Tuan?" Tanya Jhon
"Kamu punya instagram?"
__ADS_1
"Punya Tuan. Tapi kalau Tuan tidak suka aku akan segera menghapusnya" Jawab Jhon salah paham karena melihat ekspresi Ray yang membingungkan
"Tidak perlu. Bukan itu maksudku. Aku ingin mengupload foto tapi aku tidak mengerti, terlalu banyak tombol disini" Ujar Ray memperlihatkan layar ponselnya
Jhon sedikit kaget dan tidak menyangka dengan permintaan Ray yang ternyata berniat mengupload foto. Seorang pria kaku dan dingin yang disegani banyak orang kini tertarik memainkan sosial media.
Dengan segera Jhon meraih ponsel Ray, kemudian berdiri di sampingnya untuk mengajarkannya.
"Bagaimana dengan captionnya Tuan?" Tanya Jhon saat ingin mengisi caption
"Caption?" Bingung Ray
"Oh, bisa juga disebut deskripsi singkat terkait foto yang di upload" Jawab Jhon menjelaskan
"Tidak perlu, cukup upload fotonya saja" Ujar Ray karena sebenarnya Ia masih merasa bingung
"Sudah Tuan" Ujar Jhon menyerahkan ponsel Ray sembari memperlihatkan postingannya
"Baiklah, kamu sudah bisa pergi" Pinta Ray sembari meraih ponselnya kembali memperhatikan foto yang baru saja di posting nya dengan sudut bibir yang perlahan terangkat
Hingga kemudian foto yang diposting nya menghilang dan menampilkan foto Keyrani yang baru saja di upload.
Ray yang sedari tadi tersenyum kini semakin naik memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi karena memperhatikan foto yang diambil Keyrani saat menghadiri pesta bersamanya.
"Cantik" Gumam Ray tak berhenti memperhatikannya
Pandangan Ray beralih pada komentar yang muncul di bawah foto Keyrani. Dahinya mengkerut melihat semua komentar tersebut. Dengan segera ia kembali menghubungi Jhon
Tak berselang lama, pintu kembali terbuka memperlihatkan Jhon yang datang dengan tergesa-gesa karena nada Ray yang terdengar kesal saat menelponnya.
"Bantu aku berkomentar" Jawab Ray menyerahkan kembali ponselnya
Jhon meraihnya dan betapa kagetnya lagi dirinya saat tahu bahwa Ray berniat mengomrntari foto seorang wanita.
"Tuan ingin berkomentar apa?" Tanyanya kembali
"Cantik" Jawab Ray
"Hah? cantik?" Kaget Jhon sembari menatap Ray mencoba memastikan pendengarannya
"Iya. Cantik" Jawab RaRay yakin
Dengan segera Ray mengetik kata cantik di kolom komentar dan mengirimnya "Sudah Tuan" Ujarnya menyerahkan ponsel Ray kembali menampilkan kolom komentar yang kini terdapat komentarnya
"Kamu bisa pergi" Ujar Ray kemudian meraih ponselnya kembali
Jhon menggelengkan kepalanya tidak mengerti dengan sikap Ray yang seolah berubah. Namun juga terlihat lucu melihat Ray yang biasanya memperlihatkan wajah datar dan kaku kini menampakkan raut wajah yang kebingungan.
Sembari tertawa kecil, Jhon pergi meninggalkan Ray. Yang entah apakah akan memanggilnya atau tidak lagi.
Sementara Ray, kini memasang raut wajah puas memperhatikan komentarnya meski hanya dengan satu kata saja namun sudah membuatnya senang bukan main.
Setelah lama berkutat dengan ponselnya, Ray mematikannya dan beranjak dari tempat duduknya menuju tempat tidur karena besok pagi Ia harus menjemput Keyrani di rumahnya.
...***...
__ADS_1
Keesokan paginya, Keyrani keluar dari rumah menghampiri mobil Ray yang sudah sedari tadi tiba.
"Ayo" Ajak Keyrani kepada Ray yang berdiri di samping mobilnya sembari memainkan ponselnya hingga tidak menyadari kedatangan Keyrani
Dengan sigap, Ray mematikan ponselnya dan menyimpannya di saku. Kemudian masuk ke mobil diikuti oleh Keyrani.
Namun belum sempat Ray melajukan mobilnya, dari arah luar tampak Devi menghampiri mobil Ray berniat menghentikannya.
"Biarkan aku ikut dengan kalian" Pinta Devi membuka pintu mobil Ray
"Bukankah kamu punya mobil?" Tanya Keyrani sinis seolah tidak ingin berada dalam satu mobil yang sama dengan Devi
"Ban mobilku kempes, jadi biarkan aku ikut dengan kalian. Karena tujuan kita sama" Ujar Devi kemudian masuk tanpa mendengar persetujuan Ray yang punya mobil
Namun karena Devi sudah terlanjur masuk dan sebagai dosen yang baik. Sudah seharusnya Ray membantu mahasiswa yang meminta pertolongan meski Ia merasa risih sekali pun.
Tak ingin berlama-lama lagi, Ray menginjak pedal gas melakukan mobilnya menuju ke kampus.
"Bangunkan aku jika sudah sampai" Pinta Keyrani memperbaiki posisinya bersiap untuk tidur
Selama di perjalanan Ray hanya terdiam dan fokus mengemudikan mobilnya sementara Devi sibuk memainkan ponselnya di belakang.
"Bukankah sebaiknya kita bertukar kontak?" Tanya Devi berniat meminta nomor Ray
Ray terdiam sejenak "Tidak ada alasan bagi kita untuk bertukar kontak" Ujar Ray dingin dengan wajah datarnya menolak permintaan Devi
Keyrani yang tadinya berkata akan tidur tiba-tiba terbangun dan tertawa begitu keras.
"HAHAHAHAHAHA"
"Bukankah kamu tidur?" Tanya Ray berbalik ke arah Keyrani yang masih tertawa
"Aku memang berniat untuk tidur, tapi sedari tadi aku tidak bisa tidur jadi aku hanya bisa menutup mataku saja" Jawab Keyrani masih menertawakan Devi yang ditolak mentah-mentah oleh Ray
Sementara Devi yang baru saja mendapat penolakan hanya bisa berenggut kesal tak bisa membalas.
Tak berselang lama, mobil Ray memasuki gerbang kampus dan berhenti di parkiran. Ketiganya pun segera turun dari mobil.
"Terima kasih atas tumpangannya" Ujar Devi kepada Ray masih dengan senyuman meski baru saja ditolak oleh Ray
"Tidak masalah" Ujar Keyrani menggantikan Ray menjawabnya kemudian menarik lengan Ray pergi meninggalkan Devi yang kini memasang wajah kesal
Setelah dirasa cukup jauh dari parkiran, Keyrani melepas pegangan tangannya dan kembali tertawa.
"HAHAHAHAHA" Keynari berjongkok di tanah dan tertawa lepas
Ray hanya tersenyum melihat tingkah Keyrani yang mengerjai saudara tirinya.
"Kamu lihat kan wajahnya yang lucu karena menahan emosi haha" Ujar Keyrani "Oh.. Perutku sakit" Sambungnya memegang perutnya karena tertawa
"Berhenti tertawa atau kamu akan terlambat masuk kelas" Pinta Ray melirik ke arah jam yang kini tersisa 10 menit lagi sebelum kuliah dimulai
"Mengapa kamu baru memberitahuku. Kalau begitu aku duluan, sampai ketemu di kelas" Ujarnya kemudian berlari meninggalkan Ray
Sementara Ray hanya menggeleng kepalanya kemudian berjalan menuju ke ruangannya untuk mengambil materi sebelum ke kelas Keyrani.
__ADS_1