
Setelah kejadian mie yang dibuat Lisa jatuh di lantai, keduanya memutuskan untuk makan malam di luar. Dan saat ini keduanya sudah berada di salah satu warung yang tak jauh dari kos keduanya.
"Nasi goreng 2 Mang, satu yang pedes, kamu?" Tanya Lisa menoleh ke arah Aaron
"Biasa" Jawabnya datar dan kembali memainkan ponselnya
"Pedes satu, Biasa satu" Ujar Lisa kepada penjualnya kemudian duduk di kursi depan Aaron
"Ngapain sih, HP mulu yang diliatin dari tadi" Ujar Lisa ketus dan merebut ponsel Aaron dari tangannya
"Lisa.. " Tegur Aaron segera meraih kembali ponselnya
Sementara Lisa yang tadinya berniat bercanda, kini memasang raut wajah bersalah karena ternyata Aaron tengah memperhatikan postingan Keyrani yang memperlihatkan dia tangan yang saling menggenggam yang pastinya adalah tangan Ray.
"Kamu masih menyukai Key?" Tanya Lisa pada akhirnya
Awalnya Aaron terdiam sembari mematikan ponselnya dan memasukkannya kembali kedalam saku hingga kemudian ia menjawab pertanyaan Lisa.
"Aku tidak tahu. Kamu tahu satu-satunya hal yang tidak bisa kita ubah sesuka hati adalah perasaan. Aku sudah menyukai Key dari sejak tingkat 1 yang artinya sudah 1 tahun lebih aku menyukainya, bukan hal mudah bagiku untuk bisa melupakannya begitu saja" Jawab Aaron sedikit sedih
Sementara Lisa yang mendengarnya sedikit tertegun, karena dirinya yang saat ini juga menaruh rasa pada Aaron.
"Aku tahu" Ujar Lisa kemudian karena dirinya yang saat ini merasakan hal yang sama dengan apa yang dialami Aaron yakni mencintai dalam diam tanpa berniat untuk mengungkapkannya
Mendengar penuturan Lisa, Aaron mengeryitkan dahinya "Bagaimana kamu tahu? Kamu bahkan tidak memiliki pacar atau pun gebetan" Tanya Aaron
"Siapa bilang akau tidak punya, aku juga memiliki orang yang aku sukai" Jawab Lisa cepat
"Siapa?" Tanya Aaron mulai kepo dan mendekatkan wajahnya
"Aku tidak akan memberitahu mu" Ujar Lisa gugup
"Dasar pelit. Entah siapa, yang begitu sial bisa disukai oleh gadis pemaksa seperti kamu.. Akkhh" Sindir Aaron yang langsung mendapat jitakan dari Lisa yang kini memasang wajah kesalnya
"Apa" Geram Lisa menatap Aaron kesal meski dalam hati ia merasa begitu kasian pada dirinya karena menyukai seseorang seperti Aaron yang jelas-jelas menyukai sahabatnya sendiri
__ADS_1
Hingga kemudian perdebatan keduanya terhenti karena makanan yang dipesan keduanya sudah tiba.
"Untung ada masnya, kalau nggak... " Gerutu Aaron mengangkat sendoknya seolah ingin membalas Lisa
Sementara Lisa sudah tidak perduli lagi, karena kini perhatiannya sudah tertuju pada nasi goreng dihadapannya. Sejak siang tadi, dirinya belum pernah makan karena terlalu malas untuk bangun dari tempat tidur. Alhasil Ia memilih menahannya dan kembali melanjutkan tidurnya karena rasa ngantuk mengalahkan rasa laparnya.
...***...
Di sisi lain, Keyrani duduk di balkon kamar Ray sembari mengunyah cemilan yang tadi sore di belinya di minimart.
Sementara Ray kini sibuk berkutat dengan laptopnya di meja kerjanya. Sudah seharian ini dirinya duduk di meja kerjanya, dengan semua pekerjaan yang masuk. Begitu pun dengan Jhon yang sedari tadi bolak balik masuk mengantar dokumen.
"Ini bahkan bukan di kantor ataupun kampus, tapi lihatlah, dia bahkan tidak pernah menoleh ke arahku bahkan ketika aku berbicara" Ujar Keyrani menoleh ke arah Ray kemudian bangkit dari duduknya nerniat meninggalkan kamar
"Kamu mau kemana?" Tanya Ray melihat Keyrani beranjak dari tempatnya
"Keluar, aku bosan di kamar" Jawab Keyrani mengeluh
"Baiklah" Ujar Ray kembali melanjutkan pekerjaannya membuat Keyrani membulatkan mata tidak percaya dengan pendengarannya
Keyrani menatap jam tangannya yang kini menunjukkan pukul 7 malam "Masih terlalu dini untuk tidur" Ujar Keyrani bingung harus berbuat apa di jam ini
Hingga kemudian, pendengarannya menangkap suara riuh air dari kolam renang "Siapa yang berenang malam-malam begini?" Tanya Keyrani pemasaran kemudian berjalan menuju ke kolam renang
"Rian?" Gumam Keyrani melihat Rian yang kini berenang bolak-balik di kolam renang sembari duduk di tempat duduk tepi kolam renang
Rian yang menyadari kedatanganya Keyrani, sontak menghentikan gerakannya dan melihat ke arah Keyrani yang kini menopang dagunya memperhatikannya.
"Key.. " Panggil Rian sembari keluar dari kolam renang menampilkan tubuhnya yang begitu kekar dan pastinya sixpack karena setiap hari Rian selalu mengisi waktunya dengan olahraga
"Wahhh... Tubuhmu benar-benar bagus" Ujar Keyrani memuji Rian dengan begitu santainya membuat Rian seketika malu dan segera meraih handuk
"Kenapa? Jangan bilang kamu malu?" Ujar Keyrani tidak merasa bersalah atau pun malu
"Siapa bilang aku malu.. " Sangkal Rian namun dengan nada suara yang gugup membuat Keyeani sedikit terkekeh karena sikap Rian yang begitu menggemaskan
__ADS_1
"Jadi mengapa kamu disini? Ray dimana?" Tanya Ria mengalihkan pembicaraan karena sebenarnya dirinya sudah benar-benar malu karena ini pertama kalinya ia bertelanjang dada di depan seorang gadis yang juga merupakan gadis yang disukainya
Keyrani menghela nafasnya panjang "lupakan tentangnya. Dia bahkan tidak menggubrisku karena terlalu fokus pada pekerjaannya" Keluh Keyrani
"Oh" Gumam Rian yang kini melap tubuhnya yang basah
"Kamu tidak berenang lagi?" Tanya Keyrani antusias karena dirinya masih ingin melihat Rian berenang
"Tidak. Saat ini aku benar-benar lapar" Jawab Rian memegang perutnya yang kini memerlukan asupan gizi setelah berenang yang menghabiskan banyak tenaganya
Mendengar penuturan Rian, seketika wajah Keyrani berseri karena sepertinya ia akan makan enak lagi.
"Kalau begitu ayo cepat.. " Ujar Keyrani antusias membuat Rian menggelenhkan kepalanya kemudian masuk ke dalam
Rian menuju ke kamarnya untuk berganti pakaian terlebih dahulu sementara Keyrani kini duduk di meja makan menunggu kedatangan Rian.
Tak berselang lama, Rian kembali dengan mengenakan pakaian santainya. Kemudian segera membuka kulkas untuk melihat persediaan mereka.
"Kenapa?" Tanya Keyrani bingung melihat Rian menutup kulkas tanpa mengeluarkan apapun
"Tidak ada bahan yang bisa aku masak, sepertinya harus ke minimart untuk belanja" Ujar Rian tidak bersemangat
"Kalau begitu ayo pergi" Imbuh Keyrani antusias sembari mendorong tubuh Rian dari belakang
"Setidaknya biarkan aku berganti celana dulu" Ujar Rian menoleh karena saat ini dirinya hanya mengenakan celana pendek
"Oh.. Baiklah" Timpal Keyrani tersadar kemudian duduk di meja makan kembali
Sementara Rian kini naik ke kamarnya untuk mengganti celana pendek yang digunakannya.
Beberapa saat kemudian, Rian kembali dengan celana yang sudah digantinya sembari memutar-mutar kunci motor yang dipegangnya.
"Ayo" Ajaknya pada Keyrani
Tanpa berlama-lama lagi keduanya segera pergi dengan mengendarai motor Rian menuju ke minimart terdekat untuk membeli keperluan memasak Rian. Meski sebenarnya dirinya benar-benar malas untuk keluar namun karena melihat Keyrani yang begitu antusias akhirnya dengan terpaksa Rian memutuskan untuk keluar dan membeli bahan-bahan tersebut.
__ADS_1