Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Hati Yang Terluka


__ADS_3

Setelah kepergian ayah tiri Lisa. Keyrani membantu Lisa berjalan menuju ke Minimart tempatnya tadi dan menyuruhnya duduk sebentar sembari menunggunya masuk kedalam Minimart untuk membeli kompress untuknya.


Tak berselang lama, Keyrani kembali menghampiri Lisa dengan sebuah kompress di tangannya. Ia kemudian menempelkannya pada pipi Lisa yang kini mulai leban karena tamparan keras yang dilayangkan oleh Ayah tirinya.


Lisa menundukkan kepalanya tak sanggup menatap ke arah Keyrani yang saat ini sibuk mengompress pipinya. Air matanya yang sedari tadi berusaha ia tahan kini perlahan keluar tanpa bisa ia kontrol.


Tubuh Lisa perlahan bergetar karena dirinya menahan untuk mengeluarkan suara tangisnya. Keyrani yang sadar, hanya bisa menepuk pundak Lisa berusaha menenangkan.


"Menangis lah" Ujar Keyrani membuat Lisa menoleh ke arahnya dan kemudian memeluk erat tubuh Keyrani. Lisa menangis sejadi-jadinya di bahu Keyrani.


Keyrani hanya terdiam sembari menepuk pundak Lisa berusaha menenangkan. Karena percuma bagi dirinya bertanya saat ini karena masalah seperti keluarga bukanlah sesuatu yang bisa dengan mudah diungkapkan. Bahkan meskipun kata-kata sudah berada di ujung lidah sekalipun semuanya akan tetap kalah jika air mata suda mendahului.


Bukan kata-kata penyemangat yang dibutuhkan Lisa saat ini. Melainkan sebuah pundak yang bisa digunakannya untuk bersandar dan mencurahkan semua air matanya yang selama ini ditahannya. Karena sejatinya satu pelukan saja akan lebih berarti dari 1000 kata penyemangat. 


Lisa yang sedari tadi menangis perlahan mengatur suasanan hatinya kemudian melepas pelukannya pada Keyrani.


"Maafkan Aku. Aku tidak seharusnya melibatkanmu dalam urusan keluargaku hiks..hiks.. " Tutur Lisa sembari mengusap air matanya yang masih tetap mengalir


"It's Okay" Balas Lisa tidak masalah dan justru merasa bersyukur karena bisa melihat kejadian itu. Karena jika tidak entah apa yang akan terjadi pada Lisa


Lisa menarik nafas berusaha mengatur pernapasan nya yang tersengal karena menangis.


"Ikutlah pulang bersamaku" Pinta Keyrani khawatir jika membiarkan Lisa pulang ke rumahnya


"Tidak bisa. Aku tidak bisa bertemu dengan Devi" Ujar Lisa menolak seolah ada sesuatu yang terjadi dengannya dan Devi


Keyrani mengerutkan keningnya sedikit tidak mengerti dengan perkataan Lisa yang tidak ingin bertemu dengan Devi.


"Hmm..  Tunggu sebentar" Ujar Keyrani kemudian meraih ponselnya di saku kemudian menghubungi seseorang


"Halo" Sapa Keyrani saat orang dari seberang mengangkat telponnya yang tak lain adalah Ray


"Ada apa Key? Perut kamu sakit lagi?" Jawab Ray yang langsung panik karena Keyrani menghubunginya tengah malam begini

__ADS_1


"Tidak.. Tidak.. Aku ingin meminta bantuanmu"  Sangkal Keyrani cepat sebelum Ray semakin khawatir


"Apa?"


"Tolong jemput aku di Minimarket dekat rumahku" Ujar Keyrani


"Tunggu aku" Jawab Ray kemudian mematikan panggilan telponnya


Sementara Keyrani segera menyimpan kembali ponselnya kemudian berbalik ke arah Lisa yang kini sudah semakin membaik.


"Kita akan ke rumah temanku" Ujar Keyrani tanpa memberitahu identitas Ray karena bisa saja Lisa akan menolak ajakannya kembali


Keduanya kemudian terdiam sembari menunggu kedagangan Ray. Tidak ada yang memulai pembicaraan, suasana terasa sedikit canggung diantara keduanya. Khususnya Lisa yang sedikit merasa malu setelah Keyrani melihat perilaku ayah tirinya terhadap dirinya.


Tak berselang lama mobil sedan hitam milik Ray tiba di depan Minimarket. Dengan cepat Ray segera turun dari mobil menghampiri Keyrani dengan wajah paniknya.


"Kamu tidak apa-apa kan?" Ujar Ray khawtair sembari memeriksa  tubuh Keyrani dari ujung kaki sampai ujung rambut


"Ray.. Aku tidak apa-apa" Ujar Keyrani memegang lengan Ray


"Oh, bukannya kamu yang di UKS siang tadi" Ujar Ray mengingat kembali mahasiswa yang membantu Keyrani


"Jadi kamu yang membantuku" Sela Keyrani merasa bersyukur karena ternyata tebakannya benar


"Iya. Aku mendapati mu pingsan di toilet. Makanya aku membawamu ke UKS" Tutur Lisa menjelaskan kejadian siang tadi


"Terima kasih" Ujar Keyrani memegang tangan Lisa bersyukur


"Bicaranya dilanjut nanti, ayo masuk ke mobil" Sela Ray menghentikan pembicaraan keduanya kemudian menuntun keduanya masuk ke dalam mobil


Tanpa berlama-lama keduanya masuk ke dalam mobil. Sementara Ray duduk di depan mengingat dirinya harus menyetir.


...***...

__ADS_1


Tak berselang lama kemudian ketiganya tiba dirumah Ray. Keyrani segera menuntun Rani masuk ke dalam rumah dan naik ke lantai dua tanpa menunggu Ray yang masih berada di luar memarkir mobilnya di parkiran.


"Sebaiknya kamu berganti pakaian terlebih dahulu" Pinta Keyrani setelah keduanya tiba di kamar karena pakaian yang dikenakan Rani terlihat begitu kotor karena terjatuh tadi


"Aku tidak membawa baju ganti" Jawab Rani


"Aku punya banyak disini, kamu bisa memakainya sesukamu" Ujar Keyrani berjalan menuju lemari dan memperlihatkan isi lemari yang dipenuhi dengan piyama


Rani kemudian berjalan ke arah Keyrani dan meraih salah satu piyama di lemari tersebut.


"Berganti lah, aku akan menunggu mu di bawah" Tutur Keyrani kemudian beranjak pergi meninggalkan Lisa dan menuju ke ruang tamu menghampiri Ray


Sementara itu, Lisa menuruti perkataan Keyrani dan segera mengganti pakaiannya dan sesekali memperhatikan sekitar kamar. Rasa sedihnya seolah kalah akan rasa penasaran nya akan hubungan Keyrani dengan Ray yang tampak begitu dekat.


Beberapa saat kemudian, Lisa yang selesai berganti segera keluar dari kamar mencari keberadaan Keyrani. Lisa terhenti sejenak di tangga saat pandangan matanya memperhatikan Keyrani dan juga Ray yang saat ini tengah duduk bersama di ruang tamu sembari bergurau.


"Apa mungkin mereka berpacaran?" Batin Lisa penasaran karena keduanya terlihat begitu serasi


Tak ingin terlalu memikirkannya, Lisa segera menuruni tangga dan menghampiri keduanya.


"Kamu sudah selesai" Ujar Keyrani bangkit saat melihat Lisa kemudian menghampirinya dan menariknya duduk di kursi


"Saya minta maaf jika merepotkan Pak Ray" Tutur Lisa sedikit tidak nyaman


"Tidak perlu memanggilku Pak selama diluar kampus" Ujar Ray mengoreksi panggilan Lisa yang hanya diangguki oleh Keyrani yang sedari awal memang tidak pernah memanggilnya Pak  "Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa kalian berada di luar tengah malam begini? Khususnya kamu?" Ujar Ray geram sembar menunjuk ke arah Keyrani yang tengah sibuk memakan buah di depannya


Keyrani menghentikan kunyahan nya kemudian menatap ke arah Ray sembari tersenyum "Tadi aku sedikit lapar, jadi memutuskan keluar mencari makan di minimarket" Jawab Keyrani menjelaskan


"Mengapa tidak memberitahu ku" Ujar Ray menjentik jidat Keyrani


"Sshh.." Ringis Keyrani memegang jidatnya "Seakan-akan kamu akan membawanya untukku jika aku memintamu" Ujar Keyrani memanyunkan bibirnya


"Aku memang akan mengantarnya jika kamu memberitahuku" Balas Ray

__ADS_1


"Oh" Respon Keyrani sedikit iseng meski sebenarnya ia benar-benar merasa senang karena Ray yang begitu perhatian kepadanya


Diam-diam Lisa yang memperhatikan keduanya tersenyum gemas dengan tingkah kduanya yang begitu lucu.


__ADS_2