
Setelah mengetahui tentang hubungan Ray dan Keyrani, kelima sahabatnya selain Rian sudah tidak merasa canggung atau segan saat berkunjung ke rumah Ray. Seringkali di waktu kosong mereka berkumpul di kamar Keyrani meski tanpa Keyrani sekali pun. Yang entah sejak kapan kamar Keyrani menjadi basecamp mereka.
"Bi.. " Panggil Lisa saat tiba di dapur dan melihat Bi Lastri yang tengah sibuk memasak
"Iya Non" Jawab Bi Lastri menole ke arah Lisa
"Keyrani ada Bi?" Tanya Lisa kemudian
"Kayaknya nggak ada Non, tadi keluar sama Tuan" Jawab Bi Lastri kemudian kembali melanjutkan kegiatannya
"Kalau gitu aku naik yah Bi, kalau Keyrani datang. Tolong kasih tahu" Ujar Lisa
"Baik Non" Jawab Bi Lastri
Lisa kemudian naik ke atas menyusul ketiganya yang kini sudah tiba di kamar Keyrani.
Hingga kemudian...
"Aaaaaaaaaaa.... " Sebuah teriakan tiba-tiba saja terdengar memenuhi seisi rumah yang saat itu sangat sepi dan sunyi
Lisa yang mendengar hal tersebut, sontak berlari menaiki tangga menuju ke kamar.
"Ada apa.. Hhh.. " Tanya Lisa ngos-ngosan setelah berlari
"Ii...itu di kamar.. mandi.. ada.. " Jawab Rani terbata karena masih merasa syok dengan apa yang dilihatnya
"Ada apa?" Tanya Aaron ikut penasaran dan berniat masuk ke dalam kamar mandi namun segera tertahan oleh Rani
"Jangan.. masuk.. " Ujar Rani menghalangi Aaron membuat ketiganya menautkan alis bingung
Hingga kemudian, pintu kamar mandi terbuka dari dalam memperlihatkan sosok pria yang hanya di balut satu handuk saja, yang sepertinya baru saja mandi.
"Kamu siapa?" Tanya Aaron kaget
"Seharusnya aku yang bertanya kalian siapa?" Balasnya ikut menautkan alis bingung dan masih sedikit kaget
"Jeri.." Ujar Keyrani dari arah pintu membuat keempatnya menoleh ke arahnya
"Ini ada apa? Kenapa wajah kalian seperti habis melihat hantu? Dan kamu ngapain kamu di kamar mandi aku?" Tanya Keyrani ikut bingung
__ADS_1
"Mandi. Kamar mandi di kamar aku masih di renovasi" Ujar Jeri santai
Keyrani menghela nafasnya "Dari sekian banyaknya kamar mandi di rumah ini kamu tetap memilih kamar mandi ku"
"Hmm.. Kenapa? Kamar Rian terkunci begitu pun dengan Ray. Jadi aku masuk kesini. Tau-taunya saat aku mandi.. " Ujar Jeri menjeda ucapanya dan melirik ke arah Rani yang kini menutup wajahnya malu dengan apa yang baru saja dilihatnya
"Jadi.. Kamu melihatnya.." Tanya Lisa sedikit iseng
Mendengar pertanyaan Lisa, Rani semakin menutup wajahnya malu yang mungkin saat ini sudah memerah layaknya tomat.
Sementara Jeri yang juga di buat kaget ikut melarikan diri masuk ke dalam kamarnya, mengingat dirinya masih menggunakan handuk saat itu.
Sejak kepergian Jeri, Lisa masih tetap tidak berhenti tertawa dan mengisengi Rani yang masih dengan raut wajah malunya sementara yang lain hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah.
Hingga kemudian, pintu kamar terbuka memperlihatkan Rian yang baru saja tiba "Kalian kenapa?" Tanya Rian melihat raut wajah mereka yang sulit untuk di artikan
"Oh itu tadi Rani.. " Jawab Lisa melirik ke arah Rani berniat mengisengi nya lagi
"Tidak ada apa-apa" Potong Rani cepat karena tidak ingin membahasnya lagi
"Sudahlah, berhenti mengejeknya. Ayo turun" Ujar Keyrani bangkit dari duduknya begitu pun dengan yang lainnya
"Ii..iya aku turun" jawab Rani segera bangkit dari duduknya mengikuti yang lainnya
...***...
Kelimanya kini duduk di ruang tamu sembari menikmati cemilan yang sudah di siapkan oleh Bi Lastri. Hingga kemudian, Jeri yang menjadi penyebab semua ini kini menuruni tangga berniat menghampiri mereka.
Melihat hal tersebut, sontak membuat Rani kembali menundukkan kepalanya bingung harus bereaksi seperti apa.
Jeri kemudian duduk di sofa dekat Keyrani, dengan senyum yang kini terukir diwajahnya seolah tidak pernah terjadi apa-apa.
"Sepertinya aku lupa memperkenalkannya sebelumnya, dia Jeri. Om aku" Ujar Keyrani memperkenalkan Jeri
"Mengapa aku merasa begitu tua disebut om olehmu" Ujar Jeri masih belum terbiasa dengan sebutan itu
"Aku bahkan belum terbiasa menyebutmu Om. Mungkin sebaiknya kita bersahabat saja" Balas Keyrani
"Sebenarnya kalian ini Paman dan ponakan atau sahabat?" Ujar Aaron bingung mendengar penuturan keduanya
__ADS_1
"Awalnya sahabat tapi tiba-tiba dia jadi Om aku" Jawab Keyrani ikut kebingungan
"Sudahlah, anggap saja aku sahabat Keyrani" Putus Jeri
"Oh iya, biar aku perkenalkan padamu. Ini Aaron, Dafa, Lisa, dan juga Rani.. sahabat aku di kampus" Ujar Keyrani memperkenalkan keempatnya sembari menunjuk bergantian
"Hii.. " Sapa Lisa yang kemudian di sambut senyuman oleh Jeri
Sementara Rani masih sedikit malu untuk sekedar bertatapan dengan Jeri, sehingga memilih mengalihkan perhatiannya dengan memakan cemilan di meja.
"Oh iya Rian, untuk kedepannya aku sarankan untuk tidak mengunci pintu kamar kamu" Ujar Keyrani ikut mengisengi Rani
"Hmm... Ini sebenarnya ada apa?" Tanya Rian ikut bingung karena dirinya tidak ada saat kejadian tadi
"Dia tidak sengaja masuk saat aku mandi di kamar mandi Keyrani" Jawab Jeri santai membuat Keyrani sontak memukul lengannya karena terlalu jujur
Sementara Rani yang saat itu menikmati makannya, sontak terkejut hingga membuatnya tersedak.
"Uhuukk.. Uhuukk.. " Rani memukul-mukul dadanya
"Minum.. " Pinta Jeri menyodorkan air minum yang ada di depannya yang langsung di Terima oleh Rani membuat yang lainnya tersenyum mengejek
"Sejak kapan kamu gentle begini?" Bisa Keyrani menyenggol lengan Jeri
"Kebetulan tadi airnya di depan aku" Jawab Jeri masih dengan nada suara santainya karena jika yang lain yang juga tersedak ia pastinya akan melakukan hal yang sama
...***...
Sementara itu di sisi lain, Ibu tiri Ray yakni Elsa kini memutuskan keluar dari rumah tersebut mengingat hari ini merupakan hari terakhir bagi dirinya tinggal di rumah ini.
Dengan perasaan kesal dan penuh amarah, Elsa menarik kopernya keluar dari rumah. Menatap lekat-lekat rumah tersebut, Rumah yang sudah beberapa tahun ini ditinggalinya dan dirawat nya dengan sebaik-baiknya.
"Aku pastikan akan kembali ke rumah ini. Aku tidak akan membuatmu hidup bahagia" Ujar Elsa menatap ke sekitar rumah sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil
Bahkan meskipun ia keluar dari rumah tersebut. Elsa berjanji pada dirinya sendiri akan merebut kembali apa yang sudah dijaga nya selama bertahun-tahun ini.
Semua kerja keras dan perjuangannya tentunya tidak akan ia biarkan hancur begitu saja hanya karena kedatangan anak tirinya yang sudah bertahun-tahun lalu pergi dari rumah.
Selain itu, dirinya masih belum membuat perhitungan terkait anaknya Leon yang kini mendekam di penjara karena ulah yang ia yakini merupakan ulah dari Ray yang sengaja menjebak Leon. Membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima hukuman di penjara.
__ADS_1