Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Berkunjung


__ADS_3

Keyrani keluar dari kamar setelah berganti pakaian dan segera turun menghampiri Ray yang sedari tadi selesai.


"Ayo" Ajak Keyrani sesampainya di ruang tamu kemudian berjalan keluar rumah menuju ke parkiran disusul oleh Ray di belakang


Keduanya pun meninggalkan kediaman Ray. Dengan Ray mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Keyrani.


Saat ini jam menunjukkan pukul 11 siang. Mengingat tadi pagi keduanya bermain basket sehingga Keyrani yang awalnya ingin pulang pagi berganti menjadi siang.


Hari ini hari minggu, jadi keduanya tidak memiliki jadwal apapun di kampus.


Tak berselang lama, keduanya tiba di rumah Keyrani. Karena jarak rumah keduanya bisa dibilang dekat karena hanya membutuhkan waktu 20 menit saja dengan kecepatan sedang.


Keyrani turun dari mobil diikuti oleh Ray "ayo masuk" Ajak Keyrani "Mengapa aku merasa seolah membawa pacar untuk diperkenalkan" Ujar Keyrani iseng


Lagi-lagi Ray menyentil dahi Keyrani berusaha menghentikannya berbicara sembarangan "Lagi-lagi berbicara sembarangan" Tegur nya kemudian


"Sstt..  Kebiasaan banget deh" Ringis Keyrani memegang jidatnya meski sebenarnya sentilan Ray bukan termasuk sentilan yang keras


Tanpa berlama-lama lagi keduanya kemudian masuk ke dalam rumah. Yang kemudian di sambut oleh saudara tiri Keyrani yang sedari tadi menunggunya pulang.


"Kamu pulang? Dari mana saja kamu?" Tanya Devi setelah melihat Keyrani masuk


Tanpa menghiraukan nya, Keyrani berjalan ke arah ruang tamu diikuti oleh Ray dari belakang .


"Keyy.. " Teriak Devi saat Keyrani tidak memperdulikan nya dan memilih berjalan menuju ruang tamu namun segera tertahan setelah melihat Ray


"Tunggu sebentar, biar aku membuatkanmu minuman" Ujar Keyrani kemudian meninggalkan Ray di ruang tamu


Devi berjalan menghampiri Ray kemudian duduk tepat di hadapannya.


"Perkenalkan saya Devi saudara Keyrani" Ujar Devi dengan senyum sembari menatap Ray


"Ray" Ujar Ray singkat dengan wajah datarnya


"Bukankah kamu dosen baru itu?" Tanya Devi mengingat kembali


"Iya"


"Kebetulan aku juga kuliah disana, tapi dengan jurusan yang berbeda dengan Keyrani" Sambungnya lagi mencoba mencari perhatian


"Tidak ada yang bertanya tentangmu. Jadi berhenti membahas dirimu disini"  Selah Keyrani datang sembari membawa nampan berisi minuman dan beberapa cemilan kemudian menaruhnya di meja dan duduk tepat di samping Ray


"Kau.. " Geram Devi namun segera ditahannya karena kehadiran Ray

__ADS_1


"Aku pikir sebentar lagi dia akan meledak" Bisik Ray tepat ditelinga Keyrani membuatnya tersenyum mengejek


Tak berselang lama, ayah Keyrani turun dari tangga kemudian menghampiri ketiganya.


"Ayah.. Keyrani pulang" Ujar Devi memberitahu ayahnya


"Dari mana saja kamu?" Tanya Ayah Keyrani


Namun sebelum Keyrani menjawabnya, Dengan sigap Ray mengulurkan tangannya menyela pembicaraan.


"Maaf menyela, Aku Ray, teman sekaligus dosen Keyrani di kampus"


"Dosen?"


"Iya. Kemarin bukannya kami tidak ingin mengabari tapi karena sudah terlalu malam kami mengurungkan nya karena takutnya akan mengganggu istirahat Om"


"Kalian bersama tadi malam?" Sela Devi bertanya


"Benar, kemarin aku meminta Keyrani menemaniku menghadiri pesta ulang tahun" Jawab Ray sebelum terjadi salah paham


"Kalian bersama seperti ini, bukankah akan tidak bagus jika dilihat orang lain mengingat identitas kalian sebagai dosen dan mahasiswa" Ujar Ayah Keyrani


"Di dalam kampus saya memang seorang dosen. Tapi ketika berada di luar kampus, saya tidak menggunakan identitas sebagai dosen melainkan teman Keyrani"


"Itu benar sekali. Dalam pertemanan tidak memandang status, gender dan pastinya usia" Ujar Keyrani iseng dengan menekankan kata usia


"Sudahlah, ayo duduk" Ujar Ayah Keyrani mempersilahkan


Ketiganya duduk kembali di kursi, dengan Devi yang kini memasang wajah iri dan cemburu melihat keakraban Keyrani dan Ray.


"Usia mu masih begitu muda tapi mengapa memilih menjadi dosen?"


"Pertanyaan ini juga ditanyakan oleh Keyrani, tapi aku menjadi memilih dosen karena memiliki alasan khusus" Jawab Ray


"Bagaimana dengan keluargamu?" Tanya Ayah Keyrani kembali seolah menginterogasi calon menantu


"Kedua orang tuaku meninggal, sejak kecil aku diurus oleh tanteku, jika Om sedikit mengenal dunia fashion mungkin Om mengenal tanteku, Kanza Alisbha" Jawab Ray sedikit menyombongkan keluarganya


"Kanza Alisbha?" Ujar Ayah Keyrani seolah tidak asing dengan nama tersebut


"Bukankah dia seorang fashion desainer yang terkenal itu?" Selah Devi saat mendengar namanya Kanza. Karena Kanza Alisbha merupakan salah satu desainer terkemuka dalam negeri yang telah beberapa kali memamerkan hasil karyanya di luar negeri khususnya di peragaan busana New York Fashion Week.


Begitu pun dengan Keyrani yang tampak kaget, namun bukan karena tante Ray. Hal ini sudah tidak membuatnya kaget mengingat Ray yang juga merupakan pemilik dari perusahaan JJ Group. Tapi Keyrani karena Ray merupakan seorang anak yatim piatu.

__ADS_1


"Jadi karena ini dia tinggal sendiri dan bahkan di rumahnya sama sekali tidak ada foto keluarga" Batin Keyrani mengingat kembali


"Benar sekali, tanteku seorang fashion desainer"


"Jadi kemarin kalian menghadiri perayaan ulang tahunnya?" Tanya Devi sedikit iri


"Iya. Itu benar sekali. Kemarin kami menghadiri perayaan ulang tahunnya" Jawab Keyrani antusias dan merasa puas melihat saudara tirinya iri dengannya


"Sebaiknya kita hentikan disini saja, Karena Ray masih punya urusan yang harus diselesaikan" Sambung Keyrani memegang lengan Ray membuatnya berdiri


"Kalau begitu saya pamit Om" Pamit Ray kepada Ayah Keyrani


"Iya. Hati-hati dijalan" Balas Ayah Keyrani yang masih bingung harus bereaksi seperti apa


"Aku keluar mengantarnya" Ujar Keyrani kemudian menarik Ray keluar dari rumahnya


"Mengapa sepertinya kamu mengusir ku?" Tanya Ray


"Jika kamu tinggal lebih lama, akan ada lebih banyak pertanyaan lagi. Jadi sebaiknya kamu pulang saja" Jawab Keyrani


"Kenapa? Aku tidak keberatan"


"Kamu tidak keberatan, tapi aku yang keberatan" Ujar Keyrani kemudian mendorong pelan tubuh Ray untuk masuk ke dalam mobil


Ray menghela nafasnya pasrah kemudian masuk ke dalam mobil. Begitupun dengan Keyrani yang kini berbalik. Namun belum sempat kakinya melangkah masuk Ray segera menghentikannya.


"Key" Panggil Ray sembari membuka kaca jendela mobilnya "Besok aku akan menjemputmu" Ujarnya kemudian menutup kembali kaca mobilnya tanpa mendengar balasan Keyrani


"Huh.. Dasar seenaknya" Gerutu Keyrani memperhatikan kepergian Ray kemudian berbalik masuk ke dalam rumah kembali


"Key.. " Panggil Ayah Keyrani saat melihat Keyrani berjalan menuju tangga


"Kenapa Pa?" Tanya Keyrani berbalik


"Kamu beneran hanya berteman dengannya?"


"Iya. Kami hanya berteman" Jawab Keyrani


"Papa tidak akan melarang kamu berhubungan dengannya, hanya saja perhatikan sikap kamu jangan sampai menyinggung nya" Ujar Ayah Keyrani menasehati


"Papa tidak perlu khawatir karena Aku tidak pernah bertindak tanpa memikirkannya terlebih dahulu, tidak seperti seseorang yang tidak pernah menggunakan otaknya" Ujar Keyrani menyindir Devi yang sedari tadi berdiri di belakang ayahnya


"Kamu..!" Geram Devi menunjuk Keyrani karena yakin orang yang disindir nya pasti dirinya

__ADS_1


Keyrani memutar bola matanya kemudian segera menaiki tangga tanpa memperdulikan saudara tirinya. Begitu pun ayahnya yang memilih kembali ke kamarnya meninggalkan Devi sendiri.


"Awas kamu, tunggu sampai Ibu pulang. Aku akan memberimu pelajaran" Ujar Devi geram karena tidak bisa membalas. Hanya bisa menunggu kepulangan ibunya dari luar negeri yang saat ini tengah berlibur di Swiss.


__ADS_2