
Langkah Keyrani terhenti, saat dirinya tanpa sengaja mendengar suara Ray dari balik pintu tersebut. Dengan pelan, ia melepas genggaman tangannya dari gagang pintu berniat mendengar apa yang terjadi.
"Kamu harus melepas identitas kamu!" Tutur Kakek Keyrani dengan nada tegasnya membuat Keyrani yang mendengarnya sontak menutup mulutnya tidak percaya
"Kamu memang bisa membuatnya bahagia, kamu bisa memberikan segalanya untuknya. Tapi satu hal yang tidak bisa kami terima yaitu masa lalu kamu. Kamu memiliki terlalu banyak musuh, keamanan Keyrani terancam. Untuk itu, kami akan merestui hubungan kalian, jika kamu bersedia melepas identitas kamu dan masuk ke dalam keluarga ini dengan identitas yang baru" Ujar Kakek Keyrani menjelaskan niatnya
"Maafkan keegoisan kami nak.. Jujur saja, umurku sudah tidak lama lagi. Satu-satunya keinginanku saat ini adalah Keyrani bisa menerima posisi pewaris keluarga ini" Sambung Nenek Keyrani
Ray terdiam sejenak, apa yang dikatakan Kakek Keyrani memang sedikit mengguncang pikirannya. Semua yang dikatakannya benar, ia memang memiliki banyak musuh sama halnya seperti Ibu tirinya yang juga menargetkan Keyrani kemarin.
"Biarkan aku mempertimbangkannya terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban" Jawab Ray meminta waktu untuk memikirkan semuanya
Keyrani yang mendengar dari balik pintu, segera berbalik pergi setelah mendengar jawaban Ray.
Selama beberapa hari ini, baik Kakek maupun Neneknya selalu bersikap baik dan menutupi semuanya. Keduanya sama sekali tidak memperlihatkan tanda-tanda penolakan pada Ray.
Keyrani yang awalnya berfikir semuanya baik-baik saja kini mulai mempertanyakan semua sifat mereka selama beberapa hari ini. Semuanya hanya palsu. Senyum yang ia lihat selama ini hanya palsu. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Keyrani saat ini.
Keyrani tidak kembali ke kamar. Ia memilih menghampiri Jeri yang menjadi penyebab ia bisa mendengar hal ini.
"Jer.. " Dengan cepat Keyrani berlari memeluk Jeri, air mata yang sedari tertahan kini menetes tak terbendung
"Kamu mendengarnya?" Tanya Jeri seolah dirinya sudah menebak semua ini
Beberapa saat yang lalu, Keyrani menghampiri Jeri karena terlalu bosan sendiri di kamar. Ray menghilang sejak pagi, sementara Lisa dan yang lainnya memutuskan keluar membeli sesuatu. Membuat Keyrani menghabiskan waktunya sendiri di kamar.
Tanpa rasa curiga sama sekali, Keyrani dengan senang hati menuruti permintaan Jeri untuk datang ke ruangan tersebut untuk mengambil ponsel Jeri yang katanya tertinggal. Yang ternyata hanya alasan Jeri, agar ia bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Mereka meminta Ray melepas identitasnya Jer, apa selama ini mereka hanya berpura-pura saja" Tutur Keyrani
"Maafkan aku Key.. Tapi memang ini yang terjadi. Sejak awal aku sudah memprediksi semua ini, Ray tidak mungkin bisa begitu saja mendapat restu dari mereka dengan masa lalu yang seperti itu" Ujar Jeri menjelaskan
"Jadi kenapa kamu melakukannya? Bukankah seharusnya kamu tidak membawaku ke rumah ini Jer" Ujar Keyrani mulai histeris dan menyesali perbuatannya datang ke rumah ini
__ADS_1
"Aku tidak punya pilihan Key.. Cepat atau lambat kamu akan bertemu mereka. Dan lagi, Nenek kamu sakit"
Mendengar hal itu, Keyrani lalu mengusap air matanya "Aku tidak perduli lagi.. Tidak ada siapapun yang boleh ikut campur dalam hubunganku dengan Ray. Kamu tahu bagaimana sifat aku" Imbuh Keyrani sebelum akhirnya pergi meninggalkan Jeri yang kini hanya bisa menghela nafasnya pasrah
...***...
Sejak kejadian siang tadi, Keyrani jadi sedikit murung dan kurang bersemangat. Sebisa mungkin, Keyrani berusaha menghindari berbicara dengan Ray dan yang lainnya karena saat ini ia masih belum bisa mengontrol emosinya.
Seperti saat ini, Keyrani masih tetap diam memainkan sendoknya. Pikirannya masih terbayang kejadian tadi. Rasa kecewa benar-benar memenuhi dirinya saat ini. Sama halnya dengan Jeri yang beberapa kali melirik ke arah Keyrani.
"Key.. " Panggil Lisa namun tidak ada respon
"Key.. " Panggilnya lagi
"Key.. " Kali ini giliran Rani yang berada tepat di samping Keyrani
"Hmmm... Ada apa?" Tanya Keyrani tersadar
"Kamu kenapa? Dari tadi aku panggil" Tanya Lisa mulai merasa curiga
"Biar aku melihatnya" Imbuh Ray ikut bangkit mengikuti Keyrani
"Apa sebenarnya yang terjadi?" Tanya Lisa semakin penasaran
"Tidak perlu khawatir. Keyrani memang hanya sedikit lelah saja. Biarkan ia istirahat hari ini" Ujar Jeri berusaha menenangkan
...***...
Sementara itu, Ray yang menghampiri Keyrani di kamar ikut berbaring di sampingnya nya dan memeluk Keyrani dari belakang.
"Ada apa Key?" Tanya Ray pelan
Keyrani diam tidak menjawab pertanyaan Ray. Seolah dirinya akan benar-benar meledak jika membuka mulutnya.
__ADS_1
"Key.. " Panggil Ray sembari mencoba membalik Keyrani menghadap dirinya
"Key.. " Panggil Ray sekali lagi
Pada akhirnya Keyrani membuka kedua matanya, menatap manik-manik mata Ray.
"Apa yang terjadi? Hmm? Katakan padaku? " Tanya Ray masih mencari tahu
"Aku hanya sedikit lelah Ray.. " Jawab Keyrani masih berusaha mengalihkannya
Mendengar jawaban Keyrani, Ray tidak berhenti bertanya. Berapa kali pun ia bertanya, Keyrani sepertinya akan tetap bungkam.
Hingga beberapa saat kemudian, saat Keyrani masih berada didalam dekapan Ray. Dengan nada pelan Ray samar-samar nendengar suara Keyrani.
"Jangan pernah menyembunyikan apapun dariku Ray" Ujar Keyrani pelan
Cukup dengan satu kalimat ini, Ray seketika tersadar akan alasan dari diamnya Keyrani. Ia tahu semua yang terjadi, semua pembicaraan antara ia dan Kakek Neneknya.
"Maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyembunyikannya darimu" Ujar Ray ikut terbuka
"Tidak perlu memikirkannya lagi. Aku tidak pernah setuju menjadi pewaris keluarga ini. Tidak ada dari kita yang akan berkorban. Kamu tidak akan melepas identitas kamu. Katakan itu pada mereka" Tutur Keyrani tegas
...***...
Setelah makan malam tadi, Jeri ikut menghilang sama seperti Ray dan Keyrani. Yang mana, Jeri saat ini sudah berada di ruangan kerja bersama dengan ayahnya yang masih sibuk dengan beberapa dokumen.
"Pada akhirnya, Ayah benar-benar melakukannya" Ujar Jeri
"Apa maksud kamu?" Tanya Ayah Jeri menghentikan aktivitasnya dan menatap anaknya
"Ayah tahu apa yang aku bicarakan. Jadi tidak perlu membahasnya panjang lebar. Yang harus Ayah ingat, ikatan darah antara kalian dan Keyrani sama sekali tidak berarti di matanya. Jadi berhenti menyudutkan mereka" Ujar Jeri mengingatkan
"Kamu tahu?"
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak tahu jalan pikiran ayahku sendiri. Baru beberapa hari sejak kalian bertemu dan kalian dengan begitu egoisnya berusaha menghalangi hubungan mereka. Bagaimana itu mungkin, hubungan beberapa hari ini bisa menggantikan hubungan bertahun-tahun mereka. Berhenti membuatku tertawa. Aku tidak akan pernah membiarkan Ayah mengatur hidup Keyrani" Tutur Jeri dengan smirk nya sebelum beranjak pergi meninggalkan Ayahnya yang kini diam membisu tanpa perlawanan