
Keesokan paginya, Lisa terbangun di kamar seorang diri karena Keyrani sudah tidak berada di sampingnya. Lisa bangkit dari tidurnya kemudian beranjak keluar dari kamar mencari keberadaan Keyrani. Ia berjalan menuruni tangga sembari memperhatikan sekitar rumah.
"Mengapa aku baru sadar, kalau rumah ini begitu besar dan mewah" Ujar Lisa takjub dan memperhatikan setiap inci rumah tersebut
Sesampainya di lantai bawah Lisa kembali fokus mencari keberadaan Keyrani. Hingga kemudian ia bertemu dengan Bi Lastri di dapur yang saat ini tengah sibuk memasak.
"Permisi.. " Ujar Lisa sedikit ragu-ragu bertanya pada Bi Lastri
"Hmm..." Gumam Bi Lastri menunjuk bingung ke arah Lisa karena tidak mengetahui namanya
"Lisa" Ujar Lisa mengerti dengan maksud Bi Lastri
"Oh.. Non Lisa lagi cari Non Keyrani yah?" Ujar nya setelah melihat Lisa
"Iya Bi. Keyrani dimana yah?" Tanya Lisa kemudian masih sedikit canggung
"Non Keyrani ada di belakang. Non Lisa bisa lewat pintu ini untuk keluar" Jawab Bi Lastri menunjuk pintu yang ada di sebelah dapur
"Terima kasih Bi" Tutur Lisa sopan sembari menundukkan kepalanya sebelum pergi meninggalkan Bi Lastri
Sekali lagi Lisa dibuat takjud dengan rumah tersebut. Bahkan halaman belakangnya begitu luas. Mungkin dirinya akan tersesat jika nekat mengelilingi rumah tersebut sendiri.
Lisa kemudian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Keyrani. Hingga kemudian, ia menemukan lapangan basket tepat di samping taman. Yang mana orang yang sedari tadi dicarinya ternyata tengah bermain basket bersama dengan dosennya sendiri.
Sejak semalam, Lisa mengurungkan niatnya untuk bertanya perihal hubungan Keyrani dan juga dosennya itu. Meski sebenarnya ia sudah benar-benar penasaran karena bukan hanya sekali atau dua kali dirinya menangkap momen keduanya bersama tapi sudah berulang kali.
Tanpa berlama-lama lagi, Lisa segera menghampiri keduanya "Key" Panggilnya kemudian saat tiba di pinggir lapangan basket
Keyrani yang tengah mendrible bola segera menghentikan gerakannya dan berpaling ke arah Lisa. Sementara Ray yang sedari tadi menghalangi Keyrani melakukan shoot segera meraih bola tersebut dan melemparnya ke ring.
"Huuu" Teriaknya girang saat bola yang dilempar nya masuk dengan mulus di ring basket sementara Keyrani hanya bisa berenggut kesal karena poinnya telah dicuri
"Sepertinya Aku mengganggu kalian" Ujar Lisa merasa tidak enak kepada keduanya
__ADS_1
"Tidak.. Tidak.. Kami juga sudah selesai bermainnya" Balas Keyrani kemudian berjalan menghampiri Lisa
Sementara itu, Ray kembali memungut bola tersebut dan membawanya ke pinggir lapangan. Kemudian meraih handuk yang ada di kursi dengan sebotol air dan menengguknya.
Keyrani dan Lisa yang menyaksikan kejadian tersebut sontak membuka mulutnya karena Ray terlihat begitu seksi dan menggoda terutama karena keringat di tubuhnya.
Ray yang sadar akan sikap keduanya berjalan ke arah Keyrani dan melempar handuk yang digunakannya tadi tepat pada wajah Keyrani. Ia tertawa kecil kemudian segera pergi meninggalkan keduanya sebelum Keyrani membalas perbuatannya.
"Ray.. " Teriak Keyrani geram dan segera mengambil handuk dari wajahnya yang merupakan handuk bekas keringat Ray
Berbeda dengan Lisa yang beberapa kali mengerjapkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan. Ray yang terkenal dingin dan kaku justru tertawa dan bahkan bersikap layaknya anak kecil di depan Keyrani
Keyrani menepuk pelan pipi Lisa yang masih saja bengong "Lisa" Panggilnya berusaha membuyarkan lamunan Lisa
"Ehh.. Sorry.. Sorry" Ujar Lisa sembari menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal
"Ayo masuk" Ajak Keyrani menggandeng tangan Lisa masuk ke dalam rumah.
Keduanya kemudian masuk dan segera menuju ke kamar untuk bersih-bersih mengingat hari ini mereka masih memiliki jadwal perkuliahan.
"Tapi aku tidak memiliki baju ganti" Jawab Lisa
"Bukankah sudah kukatakan, Aku punya banyak disini" Ujar Keyrani menggoda sembari membuka lemarinya yang memang dipenuhi pakaian
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi" Ujar Lisa kemudian masuk ke dalam kamar mandi
Sembari menunggu Lisa selesai, Keyrani meraih ponselnya dan membuka aplikasi tiktoknya. Berniat menonton video-video lucu yang kerap kali muncul di berandanya.
Hanya dengan satu aplikasi ini, Keyrani bisa menghabiskan waktunya berdiam diri seharian di rumah saja. Terutama jika dirinya membaca komentar-komentar para netizen yang bahkan terkadang lebih lucu ketimbang videonya sendiri.
"Haha.. Haha.. " Keyrani tidak bisa berhenti tertawa menonton video-video tiktok yang berisi kelakuan aneh dan lucu warga Indonesia
Hingga kemudian, Lisa keluar dari kamar mandi dan menghampiri Keyrani yang masih sibuk menscroll akun tiktoknya sembari tertawa layaknya orang gila. Hihi
__ADS_1
"Apa yang kamu lihat hingga tertawa seperti itu?" Tanya Lisa sembari mengintip ponsel Keyrani
"Aku menonton video di tiktok" Ujar Keyrani menyerahkan ponselnya masih tertawa sembari menyentuh perutnya
"Hahaha.. Apa ini? Mengapa ekspresi mereka begitu lucu" Ujar Lisa tertawa melihat video tersebut
"Iya kan hahaha.." Ujar Keyrani setuju "Sebaiknya aku segera mandi sebelum Ray memarahi kita karena begitu lama" Lanjut Keyrani kemudian berjalan masuk ke kamar mandi
Sementara Lisa, kembali meletakkan ponsel Keyrani dan berjalan menuju lemari yang ditunjukkan Keyrani tadi.
Lisa kemudian membuka lemari tersebut berniat memilih baju. Hingga kemudian ia terperangah kaget saat menarik salah satu baju yang ternyata masih lengkap dengan labelnya. Ia kemudian segera memeriksa semua baju tersebut dan semuanya masih memiliki label yang artinya Keyrani masih belum pernah mengenakannya.
Karena merasa tidak enak, Lisa kembali duduk di kursi memainkan ponsel Keyrani. Sembari menunggu Keyrani keluar dari kamar mandi.
Tak berselang lama kemudian, Keyrani keluar dari kamar mandi dan mendapati Lisa masih dengan handuk di tubuhnya.
"Mengapa kamu tidak berganti pakaian?" Tanya Keyrani heran
"Hmm, semua baju kamu masih memiliki label. Makanya aku memutuskan menunggumu"
Bukan hanya Lisa yang terkejut, Keyrani juga terkejut karena ternyata baju tersebut masih memiliki Label. Dimana dirinya memang belum pernah mengecek baju-baju tersebut selain piyama yang sering digunakannya.
Dengan pasrah Keyrani membuka lemari pakaian tersebut dan meraih salah satu pakaian untuknya "Pakai saja sesukamu" Ujar Keyrani kepada Lisa yang masih merasa tidak enak kepadanya
Tanpa berlama-lama Lisa kemudian mengambil baju dari lemari tersebut menuruti perkataan Keyrani. Sementara Keyrani kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya. Tak berselang lama Keyrani keluar dari kamar mandi, kemudian digantikan oleh Lisa.
Keduanya kemudian segera turun ke bawah setelah mengenakan pakaiannya. Dimana di ruang tamu sudah terdapat Ray dengan setelan kemeja hitam dilengkapi dasi abu-abunya.
"Ray.." Panggil Keyrani berjalan ke arahnya
"Kalian sudah selesai. Ayo berangkat" Ujar Ray kemudian bangkit dari duduknya dan beranjak keluar diikuti oleh Keyrani dan Lisa
"Apa tidak masalah, jika kita datang bersamanya ke kampus" Tanya Lisa sedikit khawatir
__ADS_1
"Tidak apa-apa, justru Aku sering berangkat dengannya" Jawab Keyrani kemudian masuk ke dalam mobil begitupun dengan Lisa yang kini berusaha menghilangkan rasa khawatirnya setelah mendengar ucapan Keyrani