Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Awal Mula


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Ray perlahan memasuki gerbang sebuah rumah bernuansa eropa dengan halaman pribadi yang luas membuatnya terlihat begitu mewah dan indah.


Sekali lagi Keyrani dibuat takjub oleh kemewahan rumah keluarga Ray setelah kemarin Ia kagum dengan rumah pribadi Ray.


"Ayo masuk" Ajak Ray kepada Keyrani sembari menggenggam tangan Keyrani yang masih sibuk memperhatikan sekitar rumah


Keduanya pun masuk ke dalam rumah yang kemudian langsung disambut oleh Kanza yang sudah sedari tadi berada di ruang tamu menunggu kedatangan keduanya.


"Kalian sudah datang" Ujar Kanza menghamoiri keduanya dan segera merangkul pundak Keyrani membawanya duduk di sofa tanpa memperdulikan keberadaan Ray


"Sepertinya Aku sudah digantikan olehmu. Bibi bahkan tidak menyapaku" Gurau Ray menghampiri keduanya


"Hm, diam kamu.  Kamu bahkan tidak pernah berkunjung jika bukan Aku yang nenyuruhmu" Balas Kanza tidak memperdulikan gurauan Ray sementara Keyrani hanya tertawa kecil melihat keduanya


"Ayo ikut Aku ke atas. Hari ini biarkan Ray yang memasak untuk kita" Pinta Kanza kemudian menuntun Keyrani menuju ke lantai dua sementara Ray hanya menghela nafasnya pasrah dan menuju ke dapur


Keyrani hanya mengikuti dengan pasrah dan lagi Ia percaya masakan Ray akan enak sama seperti kali terakhir dia mencicipi nya.


Tak berselang lama, keduanya masuk ke dalam kamar Kanza. Keyrani kemudian duduk di pinggir kasur sementara Kanza beranjak menuju ke lemarinya untuk mengambil sesuatu.


Sembari menunggu Kanza, Keyrani memperhatikan seisi kamar. Beberapa foto membuatnya sedikit tertarik. Keyrani bangkit dari duduknya dan menuju ke arah foto tersebut.


"Ini anak Tante? " Tanya Keyrani saat melihat foto yang dipajang Kanza


"Iya. Dia anak Tante. Sepertinya kamu belum pernah bertemu dengannya" Jawab Kanza menghampiri Keyrani "Sudah 2 tahun sejak dia memilih tinggal di luar"


"Di luar? Tapi kenapa? " Heran Keyrani mengingat rumah sebesar ini namun dia tetap memilih tinggal di luar


"Awalnya Aku tidak menyetujuinya, tapi dia bersikeras ingin hidup mandiri. Tante juga tidak bisa menahannya jadi Tante biarkan saja" Tutur Kanza yang kini memegang foto tersebut 


"Bukankah itu bagus untuk dirinya?"


"Kamu benar. Mungkin keputusan bagus membiarkannya berada di luar" Lirih Kanza merasa bersyukur "Tante punya album fotonya kamu ingin lihat?" Tanya Kanza sedikit antusias


"Bisa Tante" Ujar Keyrani penasaran


Dengan cepat, Kanza berjalan menuju ke meja samping tempat tidur kemudian mengambil album tersebut dari dalam laci.

__ADS_1


"Lihatlah" Pinta Kanza menyerahkan album tersebut kepada Keyrani


Keyrani dengan antusias membuka album foto tersebut. Sedikit penasaran dengan anak dari Kanza.


"Wah.. Fotonya lucu-lucu" Ujar Keyrani memperhatikan foto anak Kanza semasa kecilnya


"Benar kan" Ujar Kanza gemes dengan anaknya sendiri


Drrrrtt... Drrrrttt...


Percakapan keduanya berhenti karena ponsel milik Kanza berdering "Tunggu sebentar, biar aku mengangkatnya dulu" Ujar Kanza memperlihatkan ponselnya


Sementara Keyrani kembali melihat-lihat foto album itu. Karena Ia memang sangat menyukai anak-anak. Mengingat dirinya tidak mempunyai adik karena merupakan anak tunggal sebelum kedatangan saudara tirinya.


Tak berselang lama, Kanza kembali masuk menghampiri Keyrani yang masih memperhatikan foto-foto pada album.


"Sebaiknya Aku turun Tante, untuk membantu Ray" Ujar Keyrani segera menutup album foto tersebut


"Ehh.. Tunggu dulu" Cegat Kanza menarik lengan Keyrani "Hampir lupa Aku, ini untuk kamu" Ujar Kanza memakaikan Keyrani sebuah gelang emas


"I.. Ini apa tante?" Tanya Keyrani bingung


"Kenapa di kasih ke aku tante"


"Kamu tahu, selama ini Ray tidak pernah sekalipun menunjukkan niatnya pada perempuan lain. Aku benar-benar bersyukur saat dia memperkenalkanmu padaku"


Keyrani tertegun mendengar penuturan Kanza. Di sisi lain ia merasa senang, namun disisi lain ada rasa kecewa dalam dirinya yang kini ia rasakan.


"Tapi kan aku dan Ray belum tau bagaimana kedepannya Tan"


"Tidak masalah, kamu Terima saja pemberian tante" Ujar Kanda memaksakan keinginannya karena dia sudah sangat menyukai Keyrani


Keyrani berfikir sejenak sebelum membalas Kanza "Kalau begitu Aku Terima pemberian Tante" Ujar Keyrani memegang tangan Kanza "Aku turun dulu Tan" Ujar Keyrani pamit dan beranjak pergi menuju ke dapur menghampiri Ray


Sesampainya di dapur Keyrani duduk di kursi memperhatikan Ray memasak tanpa berniat memulai pembicaraan. Sorot matanya lurus menatap dalam ke arah Ray.


"Apa yang kalian bahas begitu lama?" Tanya Ray saat Keyrani duduk di depannya

__ADS_1


"Tante memberiku sebuah gelang" Jawab Keyrani memperlihatkan gelang tersebut


"Cukup bagus" Ujar Ray menatap ke arah gelang tersebut


"Apa yang kamu masak?"


"Gulai ayam" Jawab Ray membuka penutup panci menampilkan masakannya yang sebentar lagi akan masak


"Dia bahkan membuat masakan kesukaan aku" Batin Keyrani memperhatikan masakan tersebut


Tak berselang lama, masakan Ray selesai. Dan saat ini keduanya tengah sibuk menyiapkannya di meja. Begitu pun dengan Kanza yang kini menuruni tangga dan menghampiri keduanya.


"Wah, memang tidak perlu diragukan lagi jika Ray yang memasak" Ujar Kanza memperhatikan meja makan yang penuh


Ray hanya tersenyum berusaha sedikit merendah kemudian duduk di kursi begitupun dengan keduanya.


...***...


Setelah makan malam, Keyrani dan Ray berpamitan kepada Kanza untuk pulang. Meski awalnya Kanza menyuruh keduanya untuk tinggal, namun digagalkan oleh Ray dengan segala alasannya.


Kini keduanya berada di dalam mobil. Sedari tadi Ray memperhatikan sikap Keyrani yang tampak berbeda dari biasanya.


"Key, kamu kenapa?" Tanya Ray penasaran


"Aku tidak ingin pulang. Biarkan aku berjalan di rumahmu" Jawab Keyrani tanpa menoleh ke arah Ray


"Terserah kamu saja" Ujar Ray karena dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena dia justru merasa senang akan kehadiran Keyrani


Keyrani kemudian menyandarkan kepalanya pada jendela mobil memperhatikan para pejalan kaki yang ada di luar. Hingga kemudian Ia memejamkan matanya berusaha menenangkan hatinya yang saat ini tengah dilanda rasa kekecewaan.


Beberapa saat kemudian, keduanya tiba di kediaman Ray. Keyrani kembali membuka matanya dan segera turun dari mobil. Diikuti oleh Ray dari belakang. Tanpa berlama-lama lagi keduanya masuk ke dalam rumah.


"Masih di kamar yang sama kan?" Tanya Keyrani kepada Ray


"Iya. Kamu naik saja" Jawab Ray


"Baiklah" Uajr Keyrani kemudian beranjak pergi menuju ke lantai dua. Kamar yang dulunya pernah ia tinggali

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Keyrani segera melempar tasnya ke sembarang arah kemudian menjatuhkan tubuhnya di kasur. Ia menghela nafasnya panjang sembari memandangi langit-langit kamar.


"Jadi karena ini dia meninggalkanku saat itu" Gumam Keyrani dengan perasaan campur mengingat kembali saat Ray bersikap aneh saat berada di rumah Ibu Keyrani. Entah apakah ia harus merasa senang atau kecewa akan perbuatan Ray yang benar-benar di luar dari perkiraannya


__ADS_2