
"Jadi bagaimana selanjutnya? Kamu ingin pindah atau tetap di rumah yang sekarang?" Tanya Keyrani yang kini berbaring di pangkuan Ray
Sementara Ray yang sedari tadi mengelus rambut Keyrani, menunduk menatap wajah Keyrani "Aku tidak tahu, aku belum memikirkannya" Jawab Ray bingung karena selama ini dirinya belum pernah memikirkannya
Belum lagi, kehidupannya di rumah yang sekarang sudah lebih baik. Meski degan keberadaan dua orang yang terkadang membuatnya cemburu jika terlalu dekat dan akrab dengan Keyrani. Tapi setidaknya dengan kehadiran keduanya, Keyrani menjadi lebih sering tersenyum.
"Mungkin aku akan membiarkannya sementara waktu untuk aku renovasi. Setelah itu baru aku pikirkan kembali" Ujar Ray kemudian karena di sebagian rumah itu tidak sesuai dengan keinginannya karena ibu tirinya teah merubah sebagian besar dari rumah itu
"Terserah kamu" Sahut Keyrani sembari bangkit dari pangkuan Ray
"Kamu mau kemana?" Cegah Ray
"Aku lapar" Jawab Keyrani memelas sembari memegang perutnya yang kini keroncongan karena belum pernah ia isi, khususnya setelah permainan basket yang dilakukannya pagi tadi dengan Ray
"Ahh.. Aku lupa kalau kita belum sarapan" Ujar Ray tersadar dan ikut bangkit "Kalau begitu ayo keluar. Sekalian makan siang, karena sekarang sudah jam 11 siang" Balas Ray
"Iya" Balas Keyrani sembari mengangguk
Ray mengambil jaket dan kunci mobilnya yang tadi diletakkannya di meja kemudian beranjak keluar sembari merangkul pundak Keyrani.
...***...
Selama perkuliahan berlangsung, Rani terdiam menatap lurus ke depan dengan sorot mata kosong.
"Rani... " Panggil Keyrani pelan da setengah berbisik
Tak kunjung mendapat balasan, Keyrani kembali memanggil Rani dengan menyenggol kakinya pelan.
"Rani... " Panggilnya kembali
"Aahh.. Iya" Jawab Keyrani kaget dan menoleh ke arah Keyrani
"Kamu kenapa? Dari tadi aku perhatiin kamu melamun terus, ada masalah?" Tanya Keyrani sedikit bingung karena Rani tidak seperti biasanya yang selalu semangat dalam mengikuti perkuliahan
"Tidak ada apa-apa. Kamu kenapa memanggilku?" Jawab Rani dan kembali bertanya pada Keyrani
"Tinta pulpen aku habis, pinjam pulpen kamu" Jawab Keyrani
"Oh. Tunggu" Rani segera meraih tas pulpennya kemudian menyerahkan stau pulpen kepada Keyrani
__ADS_1
Setelah mengambilnya Keyrani hanya mengangkat bahunya tidak perduli kemudian kembali memperhatikan materi perkuliahan. Begitu pun dengn Rani yang kini membuyarkan lamunannya dan kembali fokus pada materi.
...***...
Tak berselang lama, perkuliahan berakhir. Keyrani maupun Rani kini berada di kantin kampus. Dan lagi-lagi, Rani melamun dengan makanan yang sedari tadi diaduk nya.
"Cerita deh kamu kenapa? Dari tadi melamun mulu kerjanya. Itu bakso kalau nggak mau di makan biar aku yang makan" Tanya Keyrani ikut merasa bingung
Rani menghela nafasnya singkat "Menurut kamu, aku dan Aaron benar-benar tidak punya kesempatan yah?" Tanya Rani pada akhirnya
Sontak Keyrani mengangkat wajahnya menatap Rani, dirinya baru saja teringat akan Lisa yang juga menyukai Aaron.
"Kenapa kamu berfikir begitu?" Bukannya menjawab Keyrani justru bertanya balik karena dirinya bingung harus menjawab apa
"Hhmm, entahlah. Aku juga bingung" Jawab Rani lirih
Flashback On
Pagi ini, Rani yang baru saja tiba di kampus dan berniat keluar dari mobilnya tiba-tiba berhenti saat pandangannya tanpa sengaja tertuju pada Aaron yang baru saja tiba dengan seorang gadis yang tak lain adalah Lisa.
"Lisa?" Gumam Rani masih memperhatikan keduanya yang tampak begitu dekat dan akrab
"Lisa.. Lisa... " Panggil Aaron menyenggol lengan Lisa karena ternyata gadis itu tertidur dalam keadaan memeluknya dari belakang
Tak kunjung mendapat respon, Aaron kembali memanggil Lisa dengan suara yang ditinggikan "Lisa"
"Hahh.. Apa?" Kaget Lisa sontak terbangun dan hampir terjatuh membuat Aaron segera menangkap tubuhnya
"Mengapa jantungku berdetak begitu cepat seperti ini" Batin Lisa bertatapan dengan Aaron yang kini menahan tubuhnya agar tidak jatuh dari motor
"Yahh.. Apa yang kamu lakukan. Pinggang ku benar-benar sakit menahanmu" Keluh Aaron yang kini merasakan sakit di pinggangnya karena menahan Lisa bersamaan dengan motornya
Dengan cepat Lisa menggelengkan kepalanya untuk membuyarkan lamunannya dan segera memperbaiki posisinya yang saat ini hampir jatuh.
"Waahh.. Mengapa kamu begitu berat. Rasanya punggungku akan patah karena menahanmu" Omel Aaron saat turun dari motor
"Yah... Aku tidak seberat itu" Protes Lisa tidak terima dan menjitak kepala Aaron sebelum akhirnya berlari pergi meninggalkannya ssebelum Aaron kesal dan kembali menjitak kepalanya
"Akkhh.. Yaahhh.. " Geram Aaron mengusap kepalanya dan berniat membalasnya namun belum sempat karena kini Lisa sudah berlari pergi meninggalkannya
__ADS_1
"Awas kamu.." Omel Aaron kemudian beranjak pergi menuju ke kelasnya
Sementara itu, Rani yang sedari tadi memperhatikan keduanya mengerutkan dahinya bingung sekaligus cemburu melihat kedekatan keduanya. Khususnya saat Lisa melingkarkan tangannya di pinggang Aaron.
Namun mengingat hubungan pertemanan mereka, Rani segera membuyarkan lamunannya dan keluar dari mobil sebelum dirinya terlambat masuk kelas.
Flashback Off
Keyrani yang sedari tadi sudah jenuh menegur Rani yang juga sedari tadi melamun, pasrah dan melanjutkan makannya.
Hingga beberapa saat kemudian, Lisa datang sembari menggebrak meja keduanya.
Bruukk...
"Yahhh.. Kaget tau" Tegur Keyrani hampir tersedak bakso yang dikunyahnya
"Yah maaf, lagian aku liatin dari tadi diam mulu jadi aku coba isengin" Ujar Lisa tidak merasa bersalah kemudian duduk di dekat Keyrani
Lisa yang melihat Rani kurang bersemangat, menyenggol lengan Keyrani sembari menunjuk Rani.
Keyrani yang mengerti akan maksud dari Lisa terdiam sejenak bingung harus menjawab apa, karena jika tebakannya benar, alasan Rani melamun sedari tadi karena melihat kedekatan Lisa dan juga Aaron. Sehingga pada akhirnya Keyrani hanya mengangkat bahunya seolah tidak mengerti.
"Kalau gitu kalian lanjut makan, aku mau pesan dulu" Ujar Lisa bangkit kembali dari duduknya untuk memesan makannya
"Hmm.. " Gumam Keyrani kembali melanjutkan makannya
Beberapa saat kemudian..
Lisa kembali ke meja keduanya, yang kini ditemani Aaron dan juga Rian. Karena ketiganya bertemu saat memesan makanan.
Rani yang menyadari kedatangan Aaron, seketika menoleh ke sampingnya karena kini Aaron duduk di dekat nya berhadapan dengan Lisa.
Keyrani yang menyadari tatapan Rani yang bergantian menatap Aaron dan juga Lisa menghela nafasnya pelan, dirinya benar-benar dibuat bingung dengan circle pertemanannya ini.
"Kenapa? Kamu ada masalah?" Tanya Rian saat melihat Keyrani menghela nafasnya
"Tidak, hanya saja aku bingung harus bagaimana" Jawab Keyrani tidak jelas karena saat ini dirinya benar-benar dilema
Bagaimana jika kedua sahabatnya marah kepadanya karena tidak memberitahu perasaan keduanya, mengingat Rani maupun Lisa sudah menceritakan tentang perasaan mereka kepada Aaron. Sementara Aaron yang menjadi penyebab semua ini, masih tidak tahu dan sadar akan perasaan keduanya yang entah apakah Aaron masih menaruh rasa padanya atau sudah tidak lagi.
__ADS_1