
Setelah memastikan keadaan Keyrani, Ray mengikuti permintaan Sean dan duduk dihadapannya begitu pun dengan Keyrani ikut duduk bersama keduanya.
Masih dengan raut wajah serius, Sean mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto yang menjadi alasannya melakukan semua itu.
Ray mengerutkan dahinya kesal, hanya menatap fotonya saja sudah membuat rahangnya kembali mengeras.
"Dari mana kamu mendapatkannya?" Tanya Ray
"Itu tidak penting sekarang, yang penting dia adalah orang yang membuatku melakukan semua ini" Ujar Sean mulai menjelaskan
"Apa maksudmu?"
"Aku memang mencintai Keyrani, tapi bukan berarti aku akan melakukan cara paksa untuk mendapatkannya. Tapi satu bulan yang lalu, dia tiba-tiba menghubungiku dan menawarkan kerja sama denganku. Awalnya aku menolaknya, tapi beberapa saat kemudian, ia justru mengirimkan ku foto dan video Keyrani. Yang artinya ia mengawasi Keyrani"
Sean menceritakan semuanya dengan rinci yang semakin membuat Ray emosi.
"Dari situlah, aku setuju untuk bekerja sama dengannya. Karena aku takut Keyrani akan menjadi korban. Aku hanya bertugas menculik Keyrani, selebihnya diatur olehnya. Yang artinya, targetnya tak lain adalah kamu" Tebak Sean penuh yakin
"Berpisah dengan Keyrani sudah pasti merupakan balas dendam terbaik yang diatur oleh ibu tirimu itu" Ujar Sean
Keyrani menggenggam tangan Ray berusaha menenangkannya untuk saat ini.
"Berani sekali dia melakukannya.. " Geram Ray
"Aku sudah mengatakan semuanya, sekarang terserah kamu mau berbuat apa" Ujar Sean
"Tidak. Kamu tidak bisa lolos begitu saja setelah apa yang kamu lakukan. Aku tidak perduli dengan alasan kamu, yang aku tahu kamu menculik dan berniat menyakiti Keyrani"
"Menyakiti? Sebaiknya kamu jaga ucapan kamu, karena jika kamu benar-benar menjaga Keyrani, mereka tidak mungkin memiliki kesempatan masuk dalam hidup Keyrani" Balas Sean
"Hentikan.. Bukan waktunya bagi kalian untuk bertengkar sekarang" Imbuh Keyrani menengahi keduanya
"Cih... Aku tidak perduli. Sebelum dia menyelesaikan urusannya dengan Ibu tirinya itu, kamu tidak boleh melangkah keluar dari rumah ini" Tekan Sean serius namun bermaksud baik untuk keselamatan Keyrani
"Aku tidak setuju, Keyrani tidak boleh tinggal di rumah ini bahkan untuk sedetik saja" Tekan Ray tidak setuju
"Keyrani akan tetap aman jika berada disini, jadi sekarang selesaikan urusanmu sendiri karena aku tidak akan membiarkan Keyrani pergi dengan orang yang masih belum bisa melindunginya" Kecam Sean
__ADS_1
"Kalian berdua hentikan sekarang juga.. Aku benar-benar lelah sekarang dan tidak ingin mendengar kalian bertengkar terus seperti ini. Aku tidak akan ikut dengan kalian berdua, karena Kak Jeri yang akan menjemputku. Jadi berhenti berdebat sekarang juga" Putus Keyrani setelah menghubungi Jeri beberapa saat yang lalu yang ternyata sudah berada di perjalanan menemuinya
Sementara Ray maupun Sean hanya memalingkan wajahnya tak sudi bertatap muka satu sama lainnya.
...***...
Setelah perdebatan tadi, Keyrani kembali ke kamarnya diikuti oleh Ray yang enggan berpisah dengan Keyrani. Keyrani kembali menutup matanya, sementara Ray masih tetap terjaga, manik-manik matanya fokus memperhatikan setiap inci wajah kekasihnya itu.
"Maafkan aku, kamu berada dalam bahaya karena diriku Key.. " Gumam Ray merasa bersalah sembari mengusap rambut dan kening Keyrani
"Aku janji tidak akan ada yang kedua kalinya.." Sambung Ray penuh yakin
"Hmm... Aku tahu..." Balas Keyrani yang kini setengah tersadar kemudian memeluk Ray erat
"Kamu bangun.." Ray mengecup pucuk rambut Keyrani singkat lalu balas memeluk Keyrani erat
Beberapa saat kemudian, Keyrani melonggarkan pelukannya dan menatap Ray dalam..
"Ayo kita menikah Ray... " Tutur Keyrani tiba-tiba hingga membuat Ray terperanjak kaget dengan permintaan Keyrani yang begitu tiba-tiba membuatnya seketika meragukan pendengarannya
Ray mengerutkan keningnya bingung "Apa aku salah dengar barusan? Kamu ingin kita menikah?" Tanya Ray memastikan pendengarannya
Mendengar hal itu, sudut bibir Ray seketika naik memperlihatkan wajah bahagianya karena Keyrani akhirnya bersedia menikah dengannya.
"Aku janji akan menyelesaikan semuanya dengan cepat tanpa membuat kesalahan apapun. Aku harap kamu tidak berubah pikiran lagi" Ujar Ray bahagia
"Aku tidak akan berubah pikiran lagi. Tapi sebelum itu, kamu harus menemaniku bertemu dengan keluargaku" Pinta Keyrani kemudian
Ray mengangguk mengiyakan, sejak awal baik dirinya maupun Jeri sudah memikirkan hal ini.
"Aku akan menemanimu" Ujar Ray lembut
"Sekarang tidur lah kembali.. " Pinta Ray perlahan bangkit dari tidurnya sembari memperbaiki selimut Keyrani
"Kamu ingin kemana?" Tanya Keyrani
"Aku harus menyelesaikan semua masalah yang ku sebabkan secepat mungkin, sebelum kamu benar-benar berubah pikiran" Balas Ray kemudian melenggang pergi keluar dari ruangan
__ADS_1
Sementara Keyrani hanya tersenyum kecil melihat tingkah bahagia Ray yang terpangpang dengan jelas di wajahnya.
...***...
Ray kembali turun ke lantai bawah sembari memperhatikan sekitar rumah yang terlihat sepi namun terdapat beberapa CCTV yang memonitor.
Setelah pembicaraan tadi, Sean pergi setelah Keyrani dan Ray naik ke atas dan belum kembali hingga sekarang. Bersamaan dengan itu, Jeri bersama dengan yang lainnya yang juga ikut karena merawat khawatir kini tiba di rumah tersebut.
Ray yang menyadarinya segera menghampiri mereka di depan rumah tersebut.
"Ray.. Dimana Keyrani?" Tanya Jeri setibanya di dekat Ray
"Di atas.. " Jawab Ray menunjuk ke atas
"Ayo masuk" Sambung Ray mempersilahkan mengingat Sean tidak dirumah tersebut
"Kalau begitu aku akan menghampirinya.." Ujar Lisa dan Rani tak sabar bertemu Keyrani
"Tidak.. Biarkan dia istirahat untuk saat ini, dia belum tidur sejak semalam" Cegat Ray tidak ingin membangunkan Keyrani yang baru saja tertidur
"Sean..? Dimana dia..?" Kesal Lisa
"Dia tidak ada, mungkin sebentar lagi dia kembali"
"Dasar brengs*k... " Umpat Lisa dengan tangan mengepal "Seharusnya dari awal aku tidak mempercayainya begitu saja" Sambungnya penuh emosi
"Aku titip Keyrani Kak.. Masih ada hal yang harus aku selesaikan" Pinta Ray sembari menepuk pundak Jeri
Jeri mengangguk pelan karena sudah mengerti garis besar permasalahan tersebut karena Ray sudah menjelaskannya sebagian.
"Kamu tidak perlu khawatir.." Balas Jeri yakin dengan perlindungannya
Mendengar hal itu, Ray merasa lega. Dengan bantuan Jeri, dia bisa dengan leluasa membalas perbuatan Ibu tirinya tanpa merasa khawatir.
"Oh iya.. Kalian bebas berbuat sesuka kalian di rumah ini. Anggap saja sebagai pembalasan untuk Keyrani" Ujar Ray dengan nada licik yang juga di sambut senyum licik dari Lisa dan Rani
"Serahkan pada kami.. " Imbuh Lisa yakin
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu, Ray bergegas pergi meninggalkan mereka. Sementara Jeri bergegas naik ke atas menghampiri Keyrani, mengabaikan ucapan Ray.
Dengan langkah pelan, Jeri masuk ke kamar kemudian duduk di pinggiran tempat tidur Keyrani. Jeri benar-benar merasa khawatir dan takut akan kehilangan Keyrani, setelah kehilangan kakak kandungnya yang bahkan belum sempat bertemu dengannya.