
Sehabis dari kantin, Keyrani memutuskan kembali ke rumah Jeri karena ia sudah tidak memiliki kelas lain selain kelas yang baru saja di lewatkannya karena ketiduran.
Keyrani memutuskan untuk tinggal beberapa hari lagi di rumah Jeri setelah mendapat persetujuan dari Ray yang juga ikut pindah ke rumah Jeri mengikuti keinginan Keyrani.
"Jeri mana bi?" Tanya Keyrani setibanya di rumah dan hanya mendapati Bi Siti yang disibukkan dengan pekerjaannya
"Maaf non, dari tadi juga bibi nggak ada liat" Jawab Bi Siti yang memang sedari tadi tidak melihat siapapun
"Oh yaudah. Kalau gitu aku naik yah bi" Ucap Keyrani sebelum akhirnya melekang pergi meninggalkan Bi Siti
Keyrani yang sudah tiba di lantai atas, berjalan menuju ke kamar Jeri.
Tok... Tok... Tok...
Keyrani mengetuk pintu kamar beberapa kali, hingga kemudian pintu terbuka dari arah dalam kamar. Keyrani memiringkan kepalanya sembari tersenyum lebar saat melihat Rani membuka pintu kamar.
"Key.. " Sebut Rani sedikit malu
"Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Keyrani
"Tidak ada" Jawab Rani lirih
"Aku bosan, ayo keluar denganku" Ajak Keyrani
"Keluar?"
"Maksudnya di balkon" Balas Keyrani menunjuk ke arah balkon
"Baiklah" Ujar Rani sepakat kemudian keluar dari kamar dan berjalan ke balkon mengikuti Keyrani yang sudah lebih dahulu berjalan
"Jeri mana?" Tanya Keyrani
"Hmm.. Jeri?" Rani panik sekaligus paham jika Keyrani pasti sudah tahu akan apa yang terjadi dengannya sejak Keyrani menghampirinya di kamar Jeri
"Aku sudah tahu, jadi kamu tidak perlu menyembunyikannya lagi" Ucap Keyrani paham akan ekspresi Rani yang terlihat malu
Wajah Rani memerah mendengar penuturan Keyrani.
"Jadi kapan kalian akan menikah?" Tanya Keyrani kembali masih dengan pertanyaan yang membuat wajah Rani memerah
"Tidak.. Tidak.. Aku belum berpikiran ke sana" Sanggah Rani cepat
__ADS_1
"Selain itu, bukannya seharusnya kamu yang harusnya menikah lebih dahulu" Sambung Rani membahas tentang hubungan Keyrani yang sudah lama dan keduanya juga memiliki perasaan mendalam satu sama lain jadi tidak ada alasan bagi keduanya untuk menunda pernikahan
"Aku..?" Keyrani menunjuk dirinya sembari memikirkannya
"Ray memang pernah melamar ku, tapi aku belum setuju soal itu"
"Serius? Ray sudah melamar kamu?"
"Hmm.. " Angguk Keyrani "tapi hanya sekedar ucapan, tidak romantis sama sekali. Ia bahkan tidak memberiku cincin atau bunga. Bagaimana bisa itu dianggap lamaran" Sambung Keyrani memanyunkan bibirnya tidak puas
"Benar-benar tidak romantis" Imbuh Rani tertawa begitu pun dengan Keyrani
"Hmm.. Ray makin hari bukannya makin romantis malah makin posesif" Keluh Keyrani menghela nafasnya sembari menyadarkan tubuhnya
"Ngomong-ngomong... Aku harus memanggilmu apa mulai sekarang? Kakak ipar?" Tanya Keyrani mendekat ke arah Rani dengan alis terangkat
"Kakak ipar.. Apanya.. Panggil aku Rani.. " Jawab Rani terbata-bata sembari mendorong Keyrani menjauh
"Dan lagi, jangan beritahu yang lainnya. Aku masih belum siap.." Sambung Rani kembali mengingatkan
"Oh.. Padahal aku sudah bilang tadi pagi" Iseng Keyrani
"Nggak.. Nggak.. Bercanda" Timpal Keyrani sembari menarik tangan Rani untuk kembali duduk
Sementara Rani yang mendengarnya, menghela nafasnya lega sembari mengelus dadanya karena ia masih belum siap jika hubungannya ini di ketahui oleh yang lainnya.
...***...
Di sisi lain, Ray yang masih berada di ruangannya seketika menghentikan gerakannya saat pintu ruangannya tiba-tiba terbuka dari luar.
"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Ray dengan alis bertaut penuh heran melihat Jeri mendatanginya langsung di kampus
"Aku hanya datang berbincang" Jawab Jeri santai sembari duduk di sofa dengan kaki ia silang kan
"Berbincang?" Ray semakin bingung dengan maksud Jeri yang menurutnya selalu bertele-tele dalam menjelaskan maksudnya
Ray lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Jeri lalu duduk disofa satunya lagi.
"Katakan maksudmu yang sebenarnya?" Tanya Ray langsung tidak ingin membuang-buang waktunya
Jerk menghela nafasnya panjang melihat sifat ketidaksabaran yang ditunjukkan Ray saat ini.
__ADS_1
"Aku akan menikah dengan Rani" Ujar Jeri
"Hubungannya denganku?" Tanya Ray tidak mengerti
"Aku akan menikah dengan Rani, yang artinya orang tuaku akan datang. Jadi, Keyrani mau tidak mau akan bertemu dengan keduanya"
Mendengar hal itu, Raut wajah Ray seketika berubah dari yang tadinya kebingungan menjadi lebih serius setelah mengerti arah pembahasan Jeri.
"Jadi? Apa yang kamu ingin aku lakukan?" Tanya Ray serius
"Mengapa kamu begitu lamban? Seharusnya kamu tahu apa yang harus kamu lakukan" Ujar Jeri geram
"Berhenti bermain kata denganku, lebih baik katakan apa yang harus kulakukan"
"Apa kamu tidak berniat menikahi Keyrani?" Tanya Jeri mengutarakan maksud kedatangannya
Ray menghela nafasnya panjang sembari bersandar di sofa "Baru semalam aku mengatakannya pada Keyrani, tapi dia menyuruhku menunggu" Ujar Ray
"Semalam? Kapan? Mengapa aku tidak tahu?" Tanya Jeri kaget karena Keyrani sama sekali belum mengatakannya padanya bahkan setelah sesi curhat yang panjang pagi tadi
"Mengapa aku harus mengatakannya padamu" Lirih Ray tidak merasa perlu mengatakannya
"Ray.. " Tegur Jeri dengan tatapan serius
"Baiklah. Aku mengatakannya semalam, saat Keyrani membahas dirimu dan Rani yang mungkin akan segera menikah. Jadi aku langsung mengajaknya tapi dia mengatakan untuk menunggu sementara waktu" Jelas Ray
"Dasar bodoh.. Siapa pun akan menolak jika kamu mengatakannya seperti itu. Apa kamu tidak tahu bagaimana caranya bersikap romantis" Umpat Jeri sembari menasehati
"Isshh.. " Geram Ray mendengar Jeri mengatainya bodoh
"Aku tidak perduli, yang jelas dalam 1 bulan ini aku akan melamar Rani. Jadi sebelum itu dapatkan persetujuan Keyrani"
"Satu hal lagi, Ibuku saat ini sedang sakit. Jadi jika kamu tidak mendapatkan persetujuannya, aku yang akan membawa Keyrani pulang ke negara S" Tegas Jeri sebelum akhirnya bangkit dari duduknya dan melekang pergi meninggalkan Ray yang kini memasang wajah serius dengan rahang yang mengeras
Sejak awal kepergiaan Jeri ke Negara S karena satu alasan yakni ibunya yang tak lain adalah nenek dari Keyrani terbaring di rumah sakit. Membuatnya mau tidak mau pulang dan meninggalkan Keyrani yang saat itu masih dalam keadaan koma di rumah sakit.
Dan yang kedua kalinya, Jeri kembali pulang ke negara S saat kedua orang tuanya mendengar kabar mengenai Keyrani yang selama ini telah di sembunyikan oleh Ibunya.
Untuk itu, Jeri berharap kepulangannya yang selanjutnya ia akan bisa membawa Keyrani menemui Nenek dan Kakeknya. Dan jika bisa Jeri ingin jika keduanya langsung berkenalan dengan Ray tidak dengan status pacar melainkan calon suami Keyrani. Karena dengan cara itu, Keyrnai tidak akan terlalu terikat dengan bisnis keluarga jika ia sudah memiliki seorang suami.
>> Untuk beberapa hari ini mungkin author nya akan slow up 🙏 tapi author usahakan untuk tetap up jika bisa🙂 Happy Reading😊
__ADS_1