
Beberapa hari berlalu, Keyrani dan yang lainnya memutuskan kembali ke hotel semula. Begitu pula dengan Sean yang juga memutuskan kembali ke rumah bertemu kedua orang tuanya.
Pernikahan yang disebut Sean bukanlah kebohongan belaka. Sejak awal, kedua orang tuanya sudah merencanakan pernikahan tersebut. Namun karena kejadian ini, calon istrinya kembali mempertanyakan keseriusannya.
Meski perasaannya hanya tertuju pada Keyrani, Sean tidak ingin menyia-nyiakan seorang wanita yang tulus mencintainya hanya karena obsesinya itu. Untuk itu, kali ini giliran Sean yang akan memperjuangkannya. Berusaha memperbaiki kesalahannya dan mencoba mengikhlaskan perasaannya pada Keyrani.
...***...
"Kamu benar-benar akan pergi?" Tanya Ray pada Alana yang kini merapikan pakaiannya kedalam koper
Setelah tiba di hotel, Alana memberitahu Ray bahwa ia akan kembali ke negaranya dan bertemu dengan ayahnya.
"Iya. Aku merindukan ayahku. Tidak perlu khawatir. Karena aku pasti akan kembali, lagi pula aku cukup senang berada disini" Ujar Alana merasa bersyukur karena bisa bertemu dengan Keyrani dan yang lainnya
"Baiklah.. Kamu hati-hati dijalan" Ujar Ray memeluk Alana untuk terakhir kalinya
Bagaimana pun, Alana sudah dianggapnya sebagai adiknya dan sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga dan melindunginya.
Meski keinginannya untuk memiliki Ray tidak terkabul, Alana tetap bersyukur bisa memiliki teman-teman seperti Keyrani dan yang lainnya. Tidak pernah sekalipun Alana mendapat perlakuan tidak mengenakkan dari mereka, yang ada mereka justru memperlakukannha sebagai keluarga.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Alana dan Ray segera menuju ke luar karena mobil jemputan Alana sudah menunggu sejak tadi. Begitu pun dengan yang lainnya, yang kini menunggu Alana untuk saling berpamitan.
"Kabari aku kalau kamu sudah tiba" Pinta Keyrani memeluk Alana
"Terima kasih Key.. Aku senang bisa mengenalmu" Ujar Alana balas memeluk erat Keyrani membuat Lisa dan Rani ikut memeluk keduanya
"Sudah cukup pelukannya, pesawat tidak akan menunggu kalian selesai" Tegur Aaron iseng membuat Lisa mencubit pinggangnya
"Kalau begitu aku pamit pergi" Ujar Alana untuk terakhir kalinya sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil
Untuk terakhir kalinya, dari balik kaca mobil Alana tanpa sengaja menatap Rian yang sejak tadi tidak mengucapkan sepatah kata pun, yang mungkin karena kepribadian dingin yang dimilikinya.
Pendapatnya masi sama sejak pertama kali ia mengenalnya. Ia masih seseorang yang dingin dan tegas namun terlihat di sisi lain ia adalah sosok yang begitu peka dan perhatian pada orang yang dicintainya.
...***...
Setelah kepergian Alana, Keyrani dan yang lainnya juga berangkat ke rumah keluarga Bryn.
__ADS_1
Kabar akan kedatangannya, dengan cepat menyebar luas di keluarganya. Jeri yang awalnya berniat merahasiakannya, kini merasa menyesal telah membocorkannya mengingat Keyrani sudah pasti akan menjadi calon pewaris keluarganya.
"Wahh.. Ini benar-benar keluarga kamu Key?" Tanya Lisa melongo tidak percaya jika sahabatnya ini seorang Sultan
"Sepertinya.. " Ujar Keyrani tidak yakin setelah melihat informasi yang ditemukan oleh Lisa di google
Selama ini Jeri belum pernah secara spesifik menceritakan tentang keluarganya. Satu-satunya yang menjadi titik fokus Jeri adalah ia tidak ingin Keyrani menanggung beban sebagai pewaris Keluarga Bryn dengan terpaksa.
Jeri tidak pernah sekalipun mengungkit tentang banyaknya kekayaan atau seberapa berpengaruh nya Keluarga Bryn. Meski sebenarnya Keyrani tidak terlalu perduli, karena ia bukan tipe orang yang memandang kekayaan.
...***...
Selama di perjalanan Keyrani tak berhenti menghela nafasnya gugup. Ray yang menyadarinya hanya bisa menggenggam tangannya berusaha menenangkannya.
Bukan hanya Keyrani, terdapat juga Rani yang sejak tadi diam berusaha mengatur perasaanya karena sebentar lagi, ia akan bertemu dengan calon mertuanya.
"Jangan khawatir, ada aku" Ujar Jeri menenangkan Rani sama seperti yang dilakukan Ray
Tak berselang lama setelah Jeri mengucapkannya, mobil yang membawa mereka perlahan memasuki sebuah pekarangan rumah yang terlihat begitu luas. Yang tak berbeda jauh dengan rumah Ray namun pekarangan ini masih tetap lebih luas ketimbang rumah Ray.
"Ini lebih terlihat seperti kastil... " Ujar Lisa melongo kagum
Bukan hanya itu, tepat setelah mereka turun dari mobil pelayan dengan cepat berbaris dan menyambut kedatangan mereka. Di tengah-tengah itu berdiri seorang wanita paruh baya yang terlihat seperti ketua dari pelayan tersebut.
Dengan senyum hangat, ia menyambut kedatangan mereka terutama saat melihat Jeri.
"Tuan dan Nyonya menunggu di ruang tamu, tuan" Ujar wanita tersebut setengah membungkuk
"Kalian ke kamar terlebih dahulu" Pinta Jeri kepada yang lainnya selain Keyrani
"Ikut denganku Key.. "
"Tunggu.. " Cegat Ray
"Tidak perlu khawatir. Selama ada aku tidak akan ada yang terjadi" Ujar Jeri yakin
"Aku ke kamar duluan kalau begitu" Ujar Ray memeluk Keyrani singkat sebelum akhirnya Jeri membawa Keyrani ke sisi lain dari rumah untuk bertemu dengan Kakek dan Neneknya
__ADS_1
...***...
Jeri membawa Keyrani masuk ke ruangan dengan arahan dari wanita tadi. Yang mana Kakek dan Nenek Keyrani sudah berada di dalam menunggu kedatangan keduanya.
"Ma.. Pa... " Sapa Jeri kemudian
Keduanya bangkit berdiri, khususnya Nenek Keyrani yang langsung menghampiri Keyrani dan memeluknya erat.
"Keyrani? Ini Nenek nak.. " Ucapnya seolah tidak percaya bisa bertemu dengan cucunya
Keyrani bingung harus bereaksi seperti apa. Semuanya masih terasa abu-abu untuk dirinya.
"Iya. Aku Keyrani nek.. " Ucap Keyrani balas memeluk Neneknya
"Kamu benar-benar mirip dengan Ibumu" Tutur Nenek Keyrani setelah memperhatikan wajah Keyrani yang langsung mengingatkannya pada Kristin, Ibu Keyrani
"Kita bicara sambil duduk Ma.. " Ujar Jeri menuntun keduanya duduk
"Bagaimana kabarmu selama ini? Kamu pasti kesulitan" Ujar Nenek Keyrani masih menggenggam tangan Keyrani enggan untuk berpisah
"Aku baik-baik saja Nek. Lagi pula aku punya banyak orang yang peduli pada ku" Jawab Keyrani jujur karena ia selama ini memang tidak pernah merasa kekurangan meski tanpa kehadiran Ibunya
"Ekheemm.. " Jeri sengaja berdehem untuk menghentikan pembicaraan mereka, terutama karena ia lebih ingin membahas terkait Pernikahannya
"Bagaimana jika kita membahas tentangku dulu" Usul Jeri mengutarakan maksud dan tujuannya pulang ke rumah
"Apa kamu tidak bisa bersabar sedikit.. Kami baru saja bertemu dengan cucu kami dan kamu sudah menyela" Protes Kakek Keyrani
"Urusanku ini juga tidak kalah pentingnya" Balas Jeri tak ingin kalah
"Lagi pula bukan hanya aku yang ingin menikah.. Keyrani juga akan menikah" Ujar Jeri membuat keduanya kaget tidak percaya
"Apa maksud kamu? Bukankah Keyrani masih kuliah? Bagaimana bisa ia menikah?" Imbuh Nenek Keyrani
"Itu benar Nek. Aku memang setuju untuk menikah. Karena itu lah aku bersedia pulang bersama Jeri" Ujar Keyrani membenarkan hal tersebut
Mendengar penuturan Keyrani, Kakek dan Neneknya sontak berpandangan seolah menunjukkan reaksi tidak setuju akan keputusan tersebut.
__ADS_1