
Setelah menghabiskan waktu di Namsan Tower, Ray dan Keyrani kembali ke hotel mengingat keduanya akan kembali ke Negara X malam itu. Ray sengaja memilih malam hari karena ia ingin mengajak Keyrani ke Namsan Tower sebelum kembali.
Jhon sudah berada dan menunggu di hotel sebelum keduanya tiba dengan mobil jemputan yang kini terparkir di depan hotel.
"Kamu dari mana?" Tanya Lisa menghampiri Keyrani
"Namsan Tower" Jawab Keyrani
"Punya pacar pengertian kayak Pak Ray rasanya gimana?" Tanya Lisa iseng sembari menyenggol lengan Keyrani
"Mau dengar?" Tanya Keyrani ikut iseng
Dengan cepat Lisa menutup telinganya sembari menggelengkan kepalanya. Karena ia yakin, jika mendengar jawaban Keyrani jiwa kejombloannya akan semakin meronta.
"Makanya cari pacar, jomblo mulu" Sindir Keyrani
Lisa menghela nafasnya sembari duduk di kasur "kalau aku jadi kamu juga gak bakal jomblo, orang tiap hari dikelilingi cowok. Lah aku, satu pun gak ada tuh" Ujar Lisa meratapi nasibnya
"Bagaimana dengan Aaron?" Tanya Keyrani karena saat itu Rani tidak bersama mereka dan tengah sibuk mengatur koper mereka bersama dengan Ray dan Jhon
"Aku tidak tahu dan aku tidak perduli dengannya.. " Jawab Lisa masih kesal dengan Aaron yang tidak bertanggung jawab
"Bagaimana jika dia juga menyukaimu?" Tanya Keyrani berandai-andai
"Hmm... Tapi kayaknya ngga mungkin deh" Ujar Lisa mengingat Aaron yang masih sering meng stalker akun IG Keyrani
"Yah kita kan gak tau isi hati seseorang bagaimana" Imbuh Keyrani
"Aaaaaahhh.. Gak tau. Ingat dia jadi bikin mood aku jadi jelek" Ujar Lisa dengan suara yang ditinggikan sembari menangis semua pikiran tentang Aaron yang kini memenuhi otaknya
Keyrani hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum melihat tingkah Lisa.
"Key.. " Panggil Sean tiba-tiba masuk ke dalam kamar Keyrani yang memang keduanya tidak menutup pintu kamar
"Sean?" Sahut Keyrani kaget melihat Sean
Sementara Lisa kini memicingkan matanya melihat keduanya "kalau begitu kalian bisa mengobrol, biar aku turun membantu Rani" Ujarnya kemudian sembari mengedipkan matanya menggoda Keyrani
"Key.. " Panggil Sean
"Hmm.. " Gumam Keyrani
__ADS_1
"Aku menyukaimu" Ujar Sean tiba-tiba membuat Keyrani menghentikan gerakannya dan berbalik menatap Sean yang saat ini berdiri di sampingnya
"Aku mengatakan ini tidak bermaksud apa-apa tapi sepertinya aku akan menyesal jika tidak mengatakan hal ini padamu" Ujar Sean segera setelah melihat ekspresi Keyrani
"Aku tahu kamu menyukaiku" Ujar Keyrani tiba-tiba
"Kamu tahu?" Tanya Sean
"Iya" Jawab Keyrani mengangguk
Keyrani bukan gadis yang polos yang bisa tidak tahu jika seseorang menaruh rasa padanya khususnya Sean yang memang memiliki sikap berlebih padanya.
"Bukannya aku ingin berpura-pura tidak tahu dan memanfaaatkannya tapi aku suka hubungan kita yang seperti ini" Ujar Keyranj berterus terang
"Maafkan aku.. " Ujar Sean tiba-tiba sembari menunduk
"Untuk apa? Kamu tidak salah apa-apa. Justru aku yang seharusnya meminta maaf" Sela Keyrani
"Kalau begitu kita tetap bersahabat kan?" Tanya Sean karena tidak ingin jika Keyrania menjauhinya karena perasaanya
"Tentu saja" Balas Keyrani tersenyum
Meski ada perasaan sakit yang dirasakannya karena cinta sepihak. Sean tetap merasa lega setelah mengungkapkannya. Meski diakhiri dengan hubungan persahabatan saja.
...***...
"Di kamar, sebentar lagi dia akan turun" Jawab Lisa
Ray hanya mengangguk pelan kemudian kembali masuk ke dalam mobil sembari menunggu Jhon dan yang lainnya selesai menyusun barang-barang mereka.
Hingga tak berselang lama kemudian, Keyrani keluar dari pintu masuk hotel yang juga diikuti oleh Sean di sampingnya. Keduanya tampak sedang berbincang dengan senyum di wajah masing-masing.
Ray yang memperhatikannya segera turun dari mobil berniat menghampiri keduanya. Namun belum sempat Ray menghampiri keduanya, Sean tiba-tiba saja memeluk Keyrani dan mengecup keningnya singkat membuat Ray sontak berlari ke arah keduanya.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ray ketus dan mendorong tubuh Sean menjauh dari Keyrani
"Salam perpisahan" Ujar Sean santai dengan smirk di wajahnya
"Ray.. " Tegur Keyrani mencoba menenangkan Ray
"Kalau begitu hati-hati, aku akan sering-sering menghubungimu" Ujar Sean sengaja mengucapkannya lantang berniat mengisengi Ray
__ADS_1
"Iya" Balas Keyrani tersenyum sebelum akhirnya menarik lengan Ray masuk ke dalam mobIl kembali sebelum terjadi hal yang tidak diinginkannya
"Apa-apaan dengan ciuman tadi?" Tanya Ray kesal
"Ciuman? Itu bukan ciuman, dia hanya mengecup kenignku. Hanya itu. Lagi pula kita tidak akan bertemu jadi biarkan saja. Oke?" Jawab Keyrani membujuk Ray sembari menyandarkan kepalanya di lengan Ray
Sementara itu, Lisa dan Rani yang menjadi saksi bisu kejadian tadi hanya bisa terdiam meski keduanya benar-benar ingin berteriak histeris karena kejadian tadi.
...***...
Setelah menghabiskan waktu selama 7 jam di perjalanan. Meraka akhirnya tiba kembali di negara X.
"Aku kembali" Batin Keyrani setelah turun dari mobil kemudian menatap lirih rumah Ray sembari menghela nafasnya pelan
"Ayo masuk" Ajak Ray merangkul bahunya
Keduanya kemudian masuk ke dalam rumah diikuti Lisa dan Rani dari belakang sementara Jhon dan yang lainnya sibuk mengurus barang-barang mereka.
Namun sebelum keempatnya menaiki tangga, Alana yang sadar akan kedatangan mereka segera menghampiri mereka dan sontak memeluk Ray.
"Kamu pulang, kenapa tidak memberitahuku terlebih dahulu" Ujar Alana girang sembari bergelantungan di leher Ray
"Kalau begitu kami akan naik lebih dahulu" Ujar Keyrani dengan nada datar kemudian naik ke atas diikuti Lisa dan Rani yang menatap sinis ke arah Alana yang baru mereka temui
"Kamu hanya akan melihatnya?" Tanya Lisa protes saat ketiganya tiba di kamar
"Biarkan saja" Ujar Keyrani pasrah seolah sudah bisa menebak
"Aku yang baru saja melihatnya sudah ikut kesal. Sekarang aku mengerti kenapa kamu marah" Ujar Rani memeluk tubuh Keyrani
"Aku tidak apa-apa, aku akan cepat terbiasa. Mungkin? " Ujar Keyrani tidak yakin dengan apa yang dikatakannya
"Ray baru saja merasa cemburu karena Sean mengecup kenignmu dan sekarang giliran dia bersama gadis lain. Apa ini yang dimaksud karma?" Ejek Lisa mengaitkan keduanya
"Benar saja, aku baru saja memikirkannya dan kamu sudah mengatakannya" Balas Keyrani karena memikirkan hal yang sama dengan Lisa
"Haahh... " Keyrani menghela nafasnya panjang kemudian merebahkan tubuhnya di kasur
"Berhenti memikirkannya, istirahatlah untuk sekarang" Ujar Rani mencoba memahaminya yang hanya diangguki oleh Keyrani yang kini berbaring
Di sisi lain, Ray yang sadar akan perubahan ekspresi Keyrani segera melepas pelukan Alana.
__ADS_1
"Maaf, aku reflek memelukmu karena terlalu senang kamu kembali" Ujar Alana paham
"Tidak masalah, aku akan menjelaskannya nanti" Ujar Ray menghibur Alana yang tiba-tiba saja murung meratapi ulahnya yang sepertinya menyinggung Keyrani