Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Pengakuan


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti biasa Keyrani akan berangkat ke kampus bersama dengan Ray setelah cuti yang diambilnya. Namun belum sempat Ray melakukan mobilnya, keduanya tiba-tiba dikagetkan karena kedatangan Alana yang tiba-tiba masuk dan duduk di kursi belakang.


Keyrani dan Ray menoleh ke belakang menatap Alana yang masih memperbaiki posisi duduknya.


"Kenapa?" Tanya Alana sadar akan tatapan keduanya "Oh.. Ini hari pertama ku masuk ke kuliah. Jadi aku ikut dengan kalian" Ujar Alana kemudian setelah tersadar akan maksud tatapan keduanya


Mendengar hal itu, Keyrani hanya mengangguk acuh tidak perduli dan kembali memainkan ponselnya. Sementara Ray kini fokus melajukan mobilnya.


Suasana tampak canggung selama perjalanan, karena tidak ada satu pun yang membuka pembicaraan.


Hingga tanpa terasa, 20 menit telah berlalu dan mobil Ray kini berada di parkiran kampus.


Belum sempat Keyrani keluar dari mobil, Ray sudah memegang lengannya "Aku bisa meminta bantuanmu?" Tanya Ray sedikit ragu


"Hmm? Apa?" Tanya Keyrani menoleh dengan alis terangkat


"Hmm.. Aku memerlukanmu untuk membantu Alana ke jurusannya" Ujar Ray sedikit ragu jika saja Keyrani merasa tersinggung dengan permintaannya


"Baiklah" Jawab Keyrani tanpa berpikir lama


"Maaf Alana, aku tidak bisa mengantarmu karena aku memiliki jadwal lain jadi biarkan Key yang mengantarmu. Oke?" Ujar Ray kepada Alana


"Sebenarnya aku bisa sendiri.. " Ujar Alana jika saja dirinya merepotkan Keyrani


"Tidak masalah, aku juga tidak punya kelas hari ini" Ujar Keyrani karena dirinya memang tidak memiliki kelas pagi ini dan hanya berniat ke kantin untuk nongkrong bersama yang lainnya


Meski sedikit enggan, Alana akhirnya setuju dan ikut bersama dengan Keyrani menuju ke jurusannya.


"Sepertinya kita belum pernah berbicara sebelumnya" Ujar Keyrani memecah keheningan diantara keduanya


"Iya. Dan lagi maafkan aku, jika membuatmu kesal karena kehadiranku" Balas Alana lirih


"Aku tidak akan berbohong dan berpura-pura baik-baik saja. Tapi memang benar, aku merasa cemburu jika Ray dekat dengan gadis lain termasuk dirimu" Ujar Alana berterus terang dengan apa yang dirasakannya


Mendengar penuturan Keyrani, Alana menundukkan kepalanya. Ia memang menyukai Ray, tapi ia tidak pernah mempunyai keinginan untuk merebut Ray dengan cara yang salah. Tapi jika ia boleh berharap, ia benar-benar ingin jika Ray benar-benar memilihnya.


"Berhenti menundukkan kepalamu sebelum orang-orang menganggapku membulimu" Tegur Keyrani


Alana segera mengangkat kepalanya setelah mendengar penuturan Keyrani "kalau begitu bisa aku menganggapmu kakakku selama berada disini?" Tanya Alana sedikit ragu


Keyrani berfikir sejenak sebelum akhirnya menyetujui permintaan Alana "Baiklah, kamu bisa menganggapku sebagai Kakak dan jangan sungkan meminta tolong kepadaku. Dan juga kita sudah tiba di jurusanmu" Ujar Keyrani menciba bersikap lebih terbuka


"Terima kasih"

__ADS_1


"Sama-sama" Balas Keyrani menepuk pundak Alana


"Kalau begitu aku masuk" Pamit Alana sebelum akhirnya berjalan masuk meninggalkan Keyrani


Begitupun dengan Keyrani yang juga kini berbalik pergi menuju ke kantin umum.


...***...


Selama di perjalanan menuju ke kantin, Keyrani tanpa sengaja bertemu dengan Lisa yang juga baru tiba di kampus.


"Apa yang kamu lakukan sepagi ini di kampus?" Tanya Keyrani pada Lisa yang masih memasang wajah kesuh meski di pagi hari


"Aku harus mengejar kelas yang kemarin" Jawab Lisa menghela nafasnya panjang


Keyrani hanya tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya kepada Lisa. Sembari meratapi dirinya sendiri yang juga sudah beberapa kali mengambil cuti membuatnya tertinggal begitu banyak kelas.


"Pesan kan aku nasi campur" Pinta Lisa kepada Keyrani kemudian berjalan menghampiri Rani, Dafa dan Rian yang sudah tiba sedari tadi


"Huuhhh... " Sekali lagi Lisa menghela nafasnya sembari membaringkan kepalanya di meja


"Ada apa lagi dengannya?" Tanya Dafa menatap Rani


Rani hanya mengangkat kedua bahunya tidak mengerti.


"Ke Korea, Keyrani mengajak kami menonton konser" Jawab Rani


"Hanya itu? Kalian hanya menonton konser?"


"Hmm.. Kami juga mengunjungi beberapa tempat hiburan dengan bantuan Sean" Jawab Rani sekali lagi


"Sean?" Tanya Rian tiba-tiba penasaran


"Iya. Selama disana Sean yang membantu kami. Dia juga dekat dengan Keyrani"


"Dekat dengan Keyrani?"


"Iya. Mereka lumayan dekat"


Mendengar jawaban Rani, raut wajah Rian seketika berubah masam.


Hingga sesaat kemudian, Keyrani tiba di meja mereka dengan nampan ditangannya.


"Apa yang kalian bicarakan? Hmm? Kenapa raut wajahmu seperti itu?" Tanya Keyrani heran melihat raut wajah masam Rian yang terlihat begitu jelas

__ADS_1


N


amun belum sempat Rian membalas pertanyaan Keyrani, Aaron tiba-tiba menghampiri mereka dengan raut wajah tergesa-gesa.


"Lisa" Panggilnya dengan suara yang sedikit besar membuat mereka sontak menmennoleh ke arahnya


Lisa yang tadinya membaringkan kepalanya di meja ikut menatapnya bingung.


Mendapat tatapan bingung dari yang lainnya, Aaron segera menarik tangan Lisa "ikut aku" Tutup Aaron menarik Lisa keluar dari kanton membuat yang lainnya bingung khususnya Rani


"Aaron.. Kemana kamu membawaku?" Tanya Lisa bingung


Aaron hanya diam tidak menjawab pertanyaan Lisa. Hingga kemudian keduanya tiba di belakang bangunan.


"Apa yang terjadi denganmu?" Tanya Lisa sekali lagi


"Bukannya aku mengatakan, ada yang ingin ku katakan padamu" Ujar Aaron


Lisa mengerutkan dahinya bingung hingga kemudian ia mengingat perkataan Aaron semalam padanya. Sontak Lisa menepuk jidatnya karena lupa.


"Aku lupa, aku terlalu sibuk memikirkan kuliah yang aku lewatkan" Ujar Lisa


Aaron menghela nafasnyanafasnya pasrah dengan tangan berkacak pinggang.


"Jadi apa yang ingin kamu katakan padaku?" Tanya Lisa kembali


"Maafkan aku soal kejadian kemarin" Ujar Aaron pada akhirnya "Aku tahu kamu pasti kesal dengan sikap ku yang begitu egois dan tidak jelas" Sambung Aaron lirih


Lisa hanya terdiam mendengar penuturan Aaron tanpa berniat membalas.


"Sebelum kamu pergi aku benar-benar bingung dengan perasaanku, aku merasa senang saat bersamamu. Aku bahkan merasakan jantungku berdegup kencang, tapi di sisi lain pikiran akan perasaanku pada Keyrani selalu menghalangiku. Hingga kamu pergi, aku tersadar orang yang kucintai bukan lagi Keyrani melainkan kamu Lisa" Ujar Aaron mengungkapkan perasaannya


Deg..


Jantung Lisa berdetak dengan cepat mendengar penuturan Aaron yang begitu tiba-tiba.


"Apa aku bermimpi?" Batin Lisa mencubit lengannya membuatnya mengeryitkan kening karena merasa sakit


"Aku menyukaimu Lisa, kamu mau jadi pacarku?" Tanya Aaron yang kini meraih tangan Lisa dan menggengam nya erat bersamaan dengan wajah Lisa yang kini merah menahan malu karena pemgakuan yang begitu tiba-tiba


Aaron menatap mata Lisa dalam menunggu jawaban dari bibir Lisa yang tak kunjung bergerak menjawab pengakuannya.


"Jadi, apa jawabanmu?" Tanya Aaron sekali lagi tak sabar menunggu jawaban Lisa

__ADS_1


__ADS_2