
Setelah mengisi perut, keduanya segera beranjak pergi meninggalkan kafe menuju ke Bioskop.
Keyrani mengecek daftar film yang tayang hari ini melalui ponselnya "Apa yang harus kita tonton?" Tanya Keyrani bingung menentukan filmnya
"Terserah kamu" Tutur Ray tidak perduli dengan jenis filmnya
"Kalau begitu aku akan memilih ini saja" Cetus Keyrani mengklik salah satu film kemudian memilih cemilan agar memudahkan mereka dan tidak perlu antri lagi
Tak berselang lama kemudian keduanya tiba di bioskop. Setelah mengambil pop corn dan minuman yang di pesannya tadi, Keduanya masuk ke dalam bioskop dan duduk di kursi yang berada di tengah.
Tubuh Ray merinding, tidak menyangka dengan pilihan film Keyrani yang ternyata bergenre horor. Yang merupakan genre yang sangat tidak disukainya. Ia lebih memilih melihat psycho ketimbang yang berbau horor seperti itu.
Hingga tiba-tiba tangan Keyrani reflek menutup mata Ray saat layar memperlihatkan pemeran utama wanita membuka bajunya dan tengah berse****h dengan pria secara bergantian. Seolah tidak rela jika Ray melihat adegan seperti itu.
Hal ini sontak membuat Ray mengerutkan keningnya karena dirinya sempat melihat adegan tersebut sekilas dan segera menutup mata Keyrani juga karena adegan tidak senonoh itu "Bukan cuma aku yang harus menutup mata" Bisik Ray tidak Terima
Setelah dirasa berlalu keduanya melepas tangan masing-masing dan kembali fokus ke layar sembari mengunyah pop corn yang di pesannya tadi.
Adegan berlanjut saat pemeran utama wanita kerasukan dan tiba-tiba memperlihatkan wajah mengerikannya di layar membuat beberapa orang histeris kaget begitu pun Ray yang kini menelungkupkan wajahnya pada bahu Keyrani takut.
Keyrani terkekeh pelan melihat sikap Ray yang ternyata tidak bisa menonton horor. Meski sebenarnya film yang dipilihnya memang berbeda dengan film horor yang biasanya di nontonnya. Film ini terlihat begitu nyata karena berisi film dalam film. Seolah menonton film dokumenter namun bergenre horor. Tidak heran jika film The Medium ini menjadi mendapat penghargaan utama sebagai Best Of Bucheon karena menampilkan dokumenter yang dibalut dengan degan exorcisme yang dibalut dengan horor sinematic.
Tangan Keyrani naik mengusap kepala Ray kemudian mengecupnya pelan kemudian kembali fokus menatap layar. Sementara Ray yang tadinya merasa takut, menoleh ke arah Keyrani "Itu terlalu singkat. Bagaimana jika sekali lagi?" Pintanya yang sontak membuat Keyrani membulatkan matanya tidak percaya dengan pendengarannya.
"Hushh.. Orang-orang memperhatikan" Senggol Keyrani
Mendengar hal tersebut Ray menoleh ke arah sekitarnya yang justru bertolak belakang dengan apa yang dikatakan oleh Keyrani "Tidak ada yang memperhatikan, mereka sibuk dengan urusan masing-masing" Imbuh Ray
Keyrani kemudian menoleh, sontak matanya membulat kaget saat melihat pemandangan di sekitarnya. Semuanya berpasangan dan saling berpelukan. Mungkin ini lah alasan memilih menonton film horor saat kencan.
__ADS_1
Keyrani kembali menoleh ke arah Ray yang sudah memperlihatkan wajah memelasnya. Sudut bibir Keyrani naik kemudian mendekatkan wajahnya namun belum sempat bibirnya bersentuhan dengan Ray, ia sudah menarik kepalanya menggoda Ray dan kembali memperhatikan layar sembari mengusap kepala Ray.
Melihat hal tersebut Ray berdecak kecewa "Ccckkk... "
"Kenapa kamu berdecak?" Tanya Keyrani menoleh ke arahnya
"Sebagai ungkapan kecewa" Jawab Ray menoleh ke samping
Keyrani tersenyum gemes dengan tingkah kekasihnya itu kemudian menoleh ke arahnya. Dan memutuskan mengecup bibir Ray sesuai permintaannya namun belum sempat ia melepasnya Ray sudah memegang tengkuknya tidak membiarkan Keyrani melepas pautannya dengan tangan yang lainnya naik memegang bagian belakang kepala Keyrani dan semakin memperdalam ciumannya.
"Aackk.. " Ringis Ray tiba-tiba melepas pautannya dan memegang bibirnya yang digigit oleh Keyrani karena tidak membiarkannya bernafas
"Rasakan" Ucap Keyrani puas dengan nafas yang masih menggebu
"Dasar tidak romantis" Gerutu Ray menyilangkan tangannya di pinggang membuat Keyrani reflek mencubit pahanya sembari menggelengkan kepala
"Kamu tahu? Terakhir kali kita kesini kamu meninggalkanku duduk sendirian disana. Membuatku iri dengan pasangan lain yang terlihat begitu romantis dengan pasangannya. Tapi siapa yang sangka aku kembali ke tempat ini lagi dengan status sebagai pacar kamu" Tutur Keyrani saat berjalan melewati kursi tempat duduknya dulu saat datang ke Mall pertama kali dengan Ray kemudian meraih tangan Ray menggenggamnya erat sama seperti yang diinginkannya dulu
Raut wajah Ray seketika berubah. Sudut bibirnya perlahan naik ke atas. Namun belum sempat tangannya ia naikkan merangkul pundak Keyrani. Keyrani tiba-tiba saja berbalik dan bersembunyi di belakangnya.
"Ada apa?" Tanya Ray bingung sembari memutar wajahnya
"Ada mahasiswa lain disana. Bagaimana ini?" Tanya Keyrani bingung karena tiba-tiba melihat mahasiswa satu kelasnya juga berada di Mall itu. Mengingat hubungan keduanya yang berstatus dosen dan mahasiswa akan tidak baik jika sampai ketahuan khususnya di saat seperti ini, saat Keyrani masih menjadi perbincangan karena kedua sahabatnya itu.
Ray kemudian berbalik dan melihat ke arah yang ditunjuk Keyrani. Dan benar saja, tak jauh dari tempat keduanya terdapat mahasiswa lain yang berada dalam satu kelas yang sama dengan Keyrani.
Melihat hal tersebut, tangan Ray naik memeluk tubuh Keyrani membawanya ke dalam dekapanannya. Sebuah ide tiba-tiba melesat di pikiran Ray.
Dengan iseng Ray membungkus tubuh Keyrani dengan menggunakan jaket nya dan menarik resleting nya ke atas.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Keyrani saat tiba-tiba Ray menarik resleting jaket nya membuat keduanya secara tidak langsung berpelukan karena wajah Keyrani tepat menempel pada dada bidang milik Ray
"Kamu disini saja" Ujar Ray sedikit terkekeh melihat Keyrani yang begitu menggemaskan
"Nggak bisa nafas" Keluh Keyrani sembari memukul pelan dada Ray
Namun tersangka utama justru tetap diam tanpa berniat membuka resleting jaket nya. Hingga membuat Keyrani dengan geram mencubit dadanya itu, barulah Ray membuka kembali resleting nya.
"Haahhh... Kalau aku mati kehabisan nafas gimana" Tutur Keyrani menghela nafasnya panjang
"Nggak akan. Karena separuh nafasmu ada di aku" Tutur Ray iseng berniat bercanda namun..
PLAK...
Sebuah pukulan mendarat tepat dibelakang kepalanya.
"Kenapa dipukul?" Tanya Ray memegang kepalanya
"Habis gemesh banget, jadi pengen tabok" Timpal Keyrani puas sembari mengusap tangannya
Sementara Ray yang tadinya berniat mengambil kesempatan dalam kesempitan kini memasang wajah cemberut nya karena ide yang dipikirkannya justru membuatnya mendapat sebuah tabokan di kepalanya.
"Gini nih kalau punya pacar bar-bar, harus di sabarin" Gumam Ray mengusap dadanya
"Bar-bar?" Imbuh Keyrani yang ternyata mendengar gumaman Ray sembari menoleh dengan alis yang naik sebelah
Melihat hal itu Ray kemudian tersenyum memperlihatkan gigi putihnya yang tersusun rapi sembari memikirkan alasan yang tepat untuk menyanggahnya "hmm... Nggak itu tadi aku bilang mereka sudah pergi" Balas Ray sembari menatap ke arah mahasiswa tersebut yang memang sudah pergi sedari tadi
"Sebaiknya kita juga pergi" Sambung Ray segera merangkul pundak Keyrani berusaha mengalihkan perhatiannya
__ADS_1