
Setelah mengisengi Ray, Keyrani kembali tertidur di kasur mengingat waktu saat ini sudah pukul 10 dan malam semakin larut.
Setelah beberapa saat, pintu kamar mandi kembali terbuka memperlihatkan Ray masih dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Kali ini, Ray menuju ke lemari untuk mengambil pakaian dan mengenakannya sembari menatap wajah Keyrani lekat yang saat ini sudah tertidur pulas.
Setelah selesai, Ray kembali naik ke kasur dan berbaring di samping Keyrani sembari memeluknya dari samping. Tidak seperti tadi, kali ini Ray memilih tidur dan tidak mengganggu Keyrani lagi.
Di sisi lain, Rian yang tadinya ditinggal Keyrani di meja makan kini kembali berada di kolam renang. Pandangannya lurus menatap pantulan dirinya dari dalam air.
Hingga kemudian, sebuah suara langkah kaki perlahan mendekat ke arahnya.
"Aku pikir siapa? Ternyata kamu" Sahut Jeri dari belakang sembari memegang bahu Rian kemudian duduk di dekatnya
"Kak.. " Sambut Rian
"Apa yang kamu lakukan tengah malam begini?" Tanya Jeri kemudian
Rian tersenyum kecut. Ia bahkan tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Beberapa hari terakhir ini, ia menjadi lebih pendiam dan sering melamun.
"Mengapa tidak mencoba melepasnya?" Tanya Jeri
"Bagaimana caranya Kak? Bahkan meskipun aku tahu akhirnya akan menyakitkan, aku tetap tidak bisa melepasnya dan justru memilih untuk tinggal di sekitarnya" Jawab Rian lirih
"Aku sudah berusaha untuk tidak mencintainya, tapi aku tidak pernah menyangka jika ternyata rasa cinta yang aku rasakan ini justru begitu besar hingga membuatku kewalahan menerima kenyataannya" Lanjut Rian dramatis
Jeri terdiam. Ia bisa mengerti perasaan Rian. Bohong jika dirinya tidak mengetahui perasaan Rian sedari dulu. Sorot matanya dengan jelas memperlihatkan rasa cinta yang begitu besar pada Keyrani.
"Sejak kecil aku tidak pernah sekali pun iri dengan Ray bahkan dengan semua pencapaiannya selama ini. Tapi kali ini, aku benar-benar merasa iri dengannya. Harta dan Ketenaran bisa aku cari dan usahakan. Tapi Key? Aku tidak yakin apa aku masih bisa mencintai seseorang lagi setelahnya" Ujar Rian sedikit terisak
Jeri merangkul bahu Rian, sedikit mencoba menghiburnya "Aku merasa senang, karena selain diriku, ada dua orang yang benar-benar sayang sama Keyrani. Aku tahu ini akan menyakitkan buatmu, tapi aku berharap kamu bisa tetap berada di sisi Keyrani dan selalu melindunginya" Ujar Jeri memohon karena ia tidak tahu apakah di masa depan ia bisa tetap berada di dekat Keyrani atau tidak
Keduanya berbincang cukup lama sebelum akhirnya memutuskan masuk ke dalam rumah karena suhu malam yang semakin dingin.
__ADS_1
...***...
Keesokan harinya, seperti biasa Keyrani kini berada di kelas menscroll ponselnya sembari menunggu kedatangan mahasiswa yang lainnya.
"Ngapain fokus banget aku lihat? Dari tadi aku panggil nggak nyahut-nyahut" Ujar Rani saat tiba di meja dan melirik ke ponsel Keyrani yang sedari tadi dilihatnya
"Konser?" Ujar Rani
"Hmm.. BTS mau ngadain konser" Sahut Keyrani pada akhirnya
"BTS? Bukannya kamu Exo-L?" Tanya Rani heran karena selama ini Keyrani tidak pernah membahas idol lain selain EXO
Keyrani menghela nafasnya pasrah "Emang iya, aku Exo-L. Tapi sebagian member EXO lagi wamil dan satu lagi ada di China. Makanya untuk mengisi kegabutan, yah mantengin idol lain" Jawab Keyrani
"Nggak ngerti aku.... " Timpal Rani kemudian mengeluarkan bukunya bersikap tidak perduli karena jika bukan karena Keyrani Ia juga tidak akan mengenal yang namanya Kpop
"Nggak asik.. " Imbuh Keyrani kembali fokus pada ponselnya
Namun tak berselang lama kemudian, ponsel Keyrani tiba-tiba bergetar. Dengan sigap Keyrani meraihnya kembali, yang ternyata merupakan balasan dari chat Keyrani yang meminta Jeri untuk menjemputnya sepulang kuliah nanti.
...***...
Sekitar pukul 2 siang, Jeri sudah berada di parkiran kampus menunggu kedatangan Keyrani. Hingga kemudian sebuah notif pesan masuk di ponselnya membuatnya seketika mengerutkan dahinya sedikti geram.
Yang mana, Keyrani memintanya untuk tidak menjemputnya lagi karena Ray sudah terlebih dahulu membawa Keyrani pergi.
"Sepertinya aku harus mempertimbangkan kembali hubungan Keyrani dengannya, Ia bahkan tidak memberikan aku waktu bersama dengan Key" Ujar Jeri geram dengan sikap Ray yang ia yakini cemburu jika Keyrani bersama dengan pria lain
Dengan raut wajah terpaksa, Jeri melajukan kembali motornya keluar dari kampus menuju ke jalan raya. Yang mana selama di perjalanan, dirinya tidak berhenti merutuki Ray karena membuatnya terlihat begitu menyedihkan.
Hingga kemudian sorot matanya tiba-tiba menangkap sosok gadis yang tak asing baginya sedang berada di pinggir jalan yang sepertinya mobilnya mogok.
__ADS_1
Jeri menepikan motornya di depan mobil tersebut dan turun menghampirinya untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Apa yang terjadi?" Tanyanya kemudian
Gadis itu menoleh "Kak Jeri?" Ucap Rani sedikit kaget karena ia masih sedikit malu jika bertemu dengan Jeri setelah kejadian memalukan di kamar Keyrani yang hingga saat ini masih begitu melekat di pikirannya
"Mogok?" Tanya Jeri menunjuk mobil Rani
"Iya Kak. Tadi tiba-tiba mogok, jadi bingung harus bagaimana" Jawab Rani
"Biar aku lihat" Ujar Jeri memeriksa mesin mobil Rani
Setelah beberapa saat Jeri menutup kembali mobil Rani "Aku mobil kamu rusak" Ujar Jeri kemudian
"Jadi aku harus bagaimana?" Tanya Rani sedikit panik karena selama ia menggunakan mobil tersebut, ia memang jarang mengecek mesinnya
"Kalau kamu berkenan, bengkel aku dekat dari sini. Nanti aku suruh orang lain untuk mengambil mobil kamu" Ujar Jeri karena kebetulan bengkelnya tidak terlalu jauh
"Kalau begitu maaf merepotkan Kak" Ujar Rani sedikit sungkan menerima pertolongan Jeri
"Tidak perlu sungkan. Oh iya, Kamu pulangnya bagaimana? Mau ku antar?" Ujar Jeri menawarkan diri
Rani berfikir sejenak sembari memperhatikan jalanan yang sepertinya akan sulit baginya mendapatkan taksi di jam segini sehingga pada akhirnya ia menyetujui tawaran Jeri "Kalau tidak merepotkan Kak" Ujar Rani
"Tidak. Ayo!" Ajak Jeri menyerahkan helm yang tadinya ia bawa untuk Keyrani
"Bentar Kak" Celetuk Rani berlari ke arah mobilnya dan mengambil tasnya. Sebelum akhirnya menghampiri Jeri kembali sembari mengenakan helm yang tadi di terimanya.
"Sudah?" Tanya Jeri sedikit menoleh yang kemudian di angguki oleh Rani "Pegangan" Pinta Jeri tanpa sadar menarik tangan Rani agar memegang pinggangnya
"Mampus.. " Batin Jeri merutuki dirinya sendiri karena selama ini, Ia selalu menarik tangan Keyrani melingkar di pinggangnya hingga membuatnya ikut reflek menarik tangan Rani
__ADS_1
Rani yang sedikit kaget dengan perlakuan Jeri awalnya sedikit enggan untuk mengeratkan tangannya, namun ketika Jeri melajukan motornya, sontak tangan Rani seketika menggenggam erat jaket Jeri kaget karena Jeri melajukannya lebih cepat dari yang diperkirakannya.