Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Ditahan


__ADS_3

Leon yang saat ini tengah dilanda rasa keputusasaan setelah videonya menyebar luas di kalangan masyarakat, kini kembali dipusingkan dengan urusan perusahaan. Yang mana selama dirinya mengelola salah satu cabang dari Perusahaan Snow Group, Ia pernah melakukan penggelapan karena utang yang harus di bayarnya.


"Apa yang kalian lakukan? Lepaskan! Aku tidak bersalah" Teriak Leon saat polisi datang ke rumahnya


"Saya harap anda bisa bekerja sama dan ikut dengan kami" Ujar Polisi yang kini memegang lengan Leon


Hingga kemudian, sebuah mobil yang tak lain adalah mobil Elsa Ibu Leon, Berhenti di depan rumah dan segera keluar menghampiri anaknya.


"Leon.. " Panggilnya "Apa yang terjadi?" Tanya Elsa sarkas


"Leon kami tangkap karena menjadi pelaku pembuat dan penyebar konten pornografi, selain itu Kami mendapat laporan bahwa Leon telah menggelapkan sejumlah uang perusahaan" Jawab polisi tersebut memperlihatkan surat penangkapan Leon


"Anda bisa datang ke kantor polisi bersama dengan pengacara anda" Sambung polisi satunya sebelum akhirnya menarik Leon masuk ke dalam mobil


"Maa.. Aku tidak mau dipenjara.. Tolong aku Ma.. " Teriak Leon saat ditarik oleh polisi


Sementara itu, Elsa kini memijit pelipisnya karena ulah dari anaknya itu. Reputasinya benar-benar dibuat jatuh oleh anaknya sendiri, yang sudah bertahun-tahun ini berusaha ia jaga.


Ddrrrttt.... Dddrrtttt...


"Ini siapa lagi yang telpon" Gerutu Elsa segera meraih ponsel yang ada di sakunya karena tiba-tiba bergetar


"Ada apa? Katakan cepat!" Hardik Elsa saat menerima panggilan telepon dari asistennya


"Para pemilik saham ingin mengadakan rapat pemegang saham karena berita tentang Leon Bu" Jawab asisten tersebut dengan suara bergetar karena takut


"Aku akan kesana" Ujar Elsa kemudian mematikan panggilan telepon dan masuk kembali ke dalam mobil dengan tergesa-gesa


Sejak berita ini keluar, dirinya sudah menduga bahwa para pemilik saham pasti akan mengadakan rapat pemegang saham, namun ia tidak menyangka bahwa rapatnya akan dilaksanakan secepat ini.

__ADS_1


Elsa memukul setir mobilnya kesal karena masalah yang datang bertubi-tubi ini. Kemudian mengatur pernapasan nya yang kini memburu sebelum akhirnya meraih ponselnya untuk menghubungi asistennya agar mencari seorang pengacara mengingat Leon kini berada di kantor polisi karena ulah yang dilakukannya.


"Carikan seorang pengacara untuk Leon" Pinta Elsa saat panggilannya terhubung dengan asistennya


"Baik Bu. Segera saya laksanakan" Ujar asisten tersebut patuh mengikuti semua permintaan dari bosnya itu


...***...


Beberapa saat kemudian, Elsa tiba di kantor dan dengan langkah terburu-buru segera menuju ke ruang rapat yang kini sudah riuh akan kehadiran para pemilik saham.


Elsa masuk ke ruang rapat. Keingnya skntak berkerut karena kursi yang selama ini digunakannya sebagai CEO perusahaan kini ditempati oleh seseorang yang tak lain adalah Ray yang kini memasang smirk di wajahnya.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Elsa sinis


Ray bangkit dari duduknya kemudian menoleh ke arah Elsa "Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kamu lakukan disini disaat putramu berada di kantor polisi"


"Apa maksudmu?" Heran Elsa menatap satu persatu pemilik saham yang kini memainkan wajahnya dari Elsa


"Kalian berniat memecatku?" Tebak Elsa


"Ternyata otakmu masih berfungsi. Kamu benar, rapat ini diadakan untuk memecat dirimu dan menunjuk CEO baru di perusahaan ini" Jawab Ray


"Kalian tidak bisa memecatku, aku masih memiliki 25% saham di perusahaan ini" Ujar Elsa penuh penekanan


"Jadi kenapa? Aku memiliki 35% saham lainnya dan jika di jumlah kan dengan saham mereka. Kami bisa dengan mudah memecatmu dari jabatan ini" Balas Ray tajam


"Selain itu, akibat perbuatan tercela dari putramu itu, saham perusahaan menjadi anjlok dan kita mengalami kerugian yang besar. Jadi tidak ada yang perlu dipertahankan lagi dari dirimu itu. Jadi sekarang, silahkan keluar dari ruangan ini" Ujar Ray mempersilahkan dengan sebuah senyum diwajahnya


Elsa terdiam sejenak, menatap satu- persatu pemilik saham yang sedari tadi mengalihkan pandangannya. Kemudian berbalik pergi meninggalkan ruangan dengan langkah yang disentakkan karena kesal.

__ADS_1


"Kita masih akan bertemu kembali" Batin Ray memperhatikan kepergian Elsa


...***...


Sementara itu di sisi lain, Leon yang kini sudah berada di penjara menggaruk gusar kepalanya di salah satu ruangan di kantor polisi tersebut. Berjalan mondar-mandir kemudian duduk kembali.


Hingga kemudian, pintu ruangan terbuka. Seorang pria dengan setelan biru navy masuk sembari membawa berkas di tangannya berisi informasi-informasi terkait Leon yang baru saja di terimanya.


"Dimana Ibuku?" Tanya Leon kepada pria paruh baya itu yang kini duduk di depan Leon


"Dia tidak datang. Mulai dari sekarang aku yang akan mengurus semua yang berkaitan denganmu" Ujar pria tersebut yang merupakan pengacara yang telah di sewa oleh Ibu Leon


"Aku bisa bebas bukan?" Tanya Leon gusar menatap pengacara di depannya yang kini sibuk membaca dokumen yang ada di depannya


"Tidak. Aku disini memang untuk membelamu, tapi berdasarkan bukti-bukti yang telah ada. Aku pikir kamu tidak akan bisa bebas. Jadi Aku hanya akan membantumu supaya hukuman kamu di penjara bisa di minimalkan" Ujar Pengacara tersebut


Leon di dakwa karena melakukan tindakan p*******i yakni pembuat dan penyebar konten p*******i dan penganiayaan anak di bawah umur. Membuatnya setidaknya akan mendapatkan hukuman paling berat 6 tahun penjara. Selain itu, terdapat juga penggelapan dana perusahaan yang dilakukan Leon sebelumnya membuat hukumannya akan semakin berat.


"Aarrgg" Geram Leon bangkit dari duduknya sembari mengacak-ngacak rambutnya yang sudah sedari tadi dilakukannya


"Aku bisa membantu mu meminimalkan hukuman penjara, tapi hanya dengan 2 tahun saja ditambah pembayaran sanksi 2 Milyar" Tutur pengacara tersebut tampak yakin karena ini bukan pertama kalinya ia mendapatkan klien dengan masalah seperti itu


"Aku tidak perduli, lakukan sesuatu. Aku tidak ingin tinggal mendekam di penjara" Ujar Leon semakin frustasi


"Baiklah. Aku akan berusaha semampuku. Untuk sementara kamu akan tetap tinggal di penjara hingga putusan keluar" Balas pengacara itu kemudian bangkit dari duduknya dengan tangan yang kini meng kancing bajunya, sebelum akhirnya beranjak pergi meninggalkan Leon yang kini duduk di kursi dengan raut wajah frustasi dan sesekali menggigit kukunya


...***...


Buat kalian yang mampir di cerita ini, Aku ucapin Terima kasih. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dibawah🤗

__ADS_1


Dan juga barang kali kalian berminat bisa mampir di cerita aku yang lain judulnya "MAKNA PERNIKAHAN" Perjodohan diantara dua anak SMA, yang mana Ceweknya takut untuk mencintai karena ayahnya dan Cowoknya trauma untuk mencintai karena pacarnya yang menikah dengan kakak kandungnya.


Happy Reading🥰


__ADS_2