Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Move On


__ADS_3

"Key... " Panggil Ray dengan suara beratnya berusaha membangunkan Keyrani


"Hmm.. " Gumam Keyrani tak langsung membuka kedua matanya


"Ini sudah jam 5 subuh" Ujar Ray memeriksa jam lewat ponselnya


Semalam Ray memang berjanji akan membangunkan Keyranj tepat pukul 5 pagi, karena Keyrani meninggalkan Alana sendiri di kamar.


Keyrani perlahan membuka kedua matanya yang masih terasa begitu berat.


"Jadi? Mau ke sebelah atau tetap disini bersamaku?" Tanya Ray kembali


"Ngghhh.. Aku akan kesebelah" Putus Keyrani tanpa berfikir lagi


Karena sejak malam tadi, Ray sudah merampas waktu tidurnya yang berharga. Meski Keyrani akui, itu karena ulahnya sendiri yang menggoda Ray. Dan berakhir dengan Ray menghabiskan waktu di kamar mandi.


Keyrani kemudian bangkit dari tidurnya, ia menghela nafasnya pasrah kemudian turun dari kasur.


"Aku pergi, tidurlah kembali" Ujar Keyrani mengecup pelan jidat Ray yang masih berbaring di kasur


Setelah memberikan Ray kecupan singkat, Keyrani lalu berjalan keluar dari kamar dengan langkah linglung karena kedua matanya belum benar-benar terbuka.


"Sepertinya dia masih tidur" Gumam Keyrani pelan saat masuk ke dalam kamarnya yang masih gelap karena Alana mematikan lampunya


Keyrani lalu membaringkan tubuhnya di kasur dengan pelan jika saja gerakannya tiba-tiba membangunkan Alana.


Tak butuh waktu lama baginya untuk kembali tertidur, karena nyatanya Keyrani saat ini sudah kehilangan kesadaran dan kembali tidur pulas.


Namun diuar perkiraan Keyrani, Alana justru terbangun dan tersadar saat Keyrani masuk ke dalam kamarnya.


Sejak semalam, Alana sudah menunggu Keyrani meski dengan lampu yang sengaja ia matikan. Bahkan disaat Keyrani membuka pintu kamar semalam bersama dengan Ray, Alana sadar akan hal itu namun tetap bersikap seolah ia tertidur.


Tidak ada alasan baginya untuk mengganggu keduanya atau menghentikan Keyrani. Karena ia beranggapan Keyrani akan kembali ke kamar. Namun diluar dugaannya Keyrani justru menghabiskan waktu semalam di kamar Ray.


Sekali lagi Alana disadarkan akan posisinya di hati Ray yang bukan siapa-siapa. Hal ini semakin membuatnya menguatkan tekat untuk move on dari Ray.


Melihat Keyrani tertidur pulas, Alana memutuskan bangun dan keluar dari kamar dengan pelan. Ia berniat ke dapur karena ia sama sekali sudah tidak mengantuk lagi.


Setibanya di dapur, Alana langsung membuka kulkas dan mengambil botol air disana kemudian duduk di meja makan. Alana meneguk air yang diambilnya tadi, lalu mengeluarkan ponsel dari sakunya.

__ADS_1


Alana membuka galeri ponselnya, yang berisi berbagai foto Ray yang diambilnya diam-diam selama Ray berada di rumahnya dulu.


"Seharusnya aku menyerah dari sejak ia menolakku" Gumam Alana menscrol satu per satu foto tersebut


Hingga kemudian ia menekan icon sampah di layar ponselnya, menghapus satu per satu foto tersebut.


Gerakannya berhenti saat sebuah foto muncul memperlihatkan ia dan Ray dalam satu foto yang sama.


"Hhhhuhhh... " Alana menghela nafasnya dengan tangan naik memukul dadanya yang terasa sesak


Dan pada akhirnya ia memilih untuk tidak menghapus satu foto itu dan membiarkannya tetap di galeri.


...***...


Pagi harinya, jam di dinding menunjukkan pukul 9 saat Keyrani perlahan membuka matanya. Keyrani bangun terduduk dengan tangan naik mengucek matanya.


"Kamu bangun.. " Tutur Alana yang kini duduk di depan cermin dengan handuk melilit di kepalanya karena baru saja mandi


"Iya" Jawab Keyrani dengan suara serak


Ia kemudian meraih air dari meja di sampingnya dan meminumnya untuk melepas dahaganya. Setelah itu, ia turun dari kasur dan melenggang masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya.


"Astaga... " Ujar Keyrani kaget saat melihat begitu banyak bekas cu***g di lehernya karena ulah Ray semalam


"Dia pasti melihatnya tadi.. " Gerutu Keyrani memukul kepalanya membayangkan saat Alana melihat bekas-bekas ini dan beranggapan yang tidak-tidak akan dirinya


"Key.. " Panggil Alana mengetuk pintu kamar mandi


"Iya.. " Jawab Keyrani gelagapan


"Kak Jeri mencarimu" Ujar Alana kemudian


"Ah iya, katakan padanya aku akan turun setelah mandi" Jawab Keyrani kemudian


Setelah dirasa Alana pergi, Keyrani kemudian membuka satu per satu pakaiannya dan bersiap untuk mandi.


...***...


15 menit kemudian..

__ADS_1


Keyrani keluar dari kamar mandi dengan mengenakan piyama yang memang sengaja ia simpan di lemari dalam kamar mandi jika sewaktu-waktu ia membutuhkannya.


"Untunglah dia tidak ada.. " Ujar Keyrani saat dirinya tidak mendapati Alana di kamar


Dengan cepat ia segera berlari ke meja rias dan mengambil concealernya untuk menutupi bekas yang ada di lehernya. Setelah itu menggerakkan rambutnya untuk menutupi bekas yang ada di leher bagian belakang jika saja ada dan ia tidak melihatnya.


"Udah nggak ada kan?" Gumam Keyrani memperhatikan dengan seksama penampilannya


Setelah dirasanya baik. Keyrani segera berlari keluar dari kamar dan turun menemui Jeri yang sudah sedari tadi menunggunya.


"Kamu kenapa pake piyama?" Tanya Jeri saat melihat penampilan Keyrani


"Emang kenapa?" Tanya Keyrani balik tidak mengerti


"Bukannya kamu janji mau nemenin aku" Jawab Jeri geram


"Aahhh... Aku lupa" Ujar Keyrani menepuk jidatnya karena lupa akan janjinya pada Jeri untuk menemaninya ke rumah yang baru ia beli


"Dasar anak ini.. " Gerutu Jeri geram karena sedari tadi ia sudah menunggu Keyrani dan sekarang ia mengatakan lupa..


"Oke.. Oke.. Aku naik ganti sekarang. 10 menit.." Bujuk Keyrani segera berbalik berlari kembali ke kamarnya


Jeri hanya menggeleng kepala pasrah melihat tingkah Keyrani yang sedari dulu selalu membuatnya kesal.


Sementara Keyrani kini mengganti pakaiannya dengan cepat sebelum Jeri naik memarahinya karena terlalu lama.


"Bisa-bisanya aku lupa, ini semua gara-gara Ray yang meninggalkan terlalu banyak bekas di leherku" Gerutu Keyrani merutuki dirinya termasuk Ray karena ulahnya semalam


Keyrani hanya memakai sunscreen di wajahnya di tambah dengan lipbalm agar bibirnya tidak kering. Karena ia terlalu malas untuk memakai make up.


Setelah itu ia segera berlari keluar kamar. Namun beberapa detik kemudian, ia kembali masuk ke dalam kamar sembari memukul jidatnya karena melupakan tasnya.


"Dompet, HP, hand sanitizer... Lengkap.. " Ujar Keyranj memeriksa isi tasya kemudian segera berlari kembali keluar dari kamarnya


"Kamu mau kemana?" Tanya Ray tiba-tiba saat dirinya dan Keyrani tanpa sengaja berpapasan saat keliar dari kamar


"Aku ada janji sama Jeri" Jawab Keyrani


"Tunggu.. Janji?" Tanya Ray menahan langkah Keyrani

__ADS_1


"Nanti aku jelasin kalau aku pulang, sekarang aku harus pergi Oke.. " Tutur Keyrani kemudian mengecup pipi kanan Ray sebelum akhirnya turun ke bawah menemui Jeri


Ray hanya pasrah melihat keduanya dari atas lantai dua. Sementara Keyrani dan Jeri kini melenggang keluar dari rumah, dengan Jeri yang masih memasang wajah kusam karena kesel setelah dibuat menunggu oleh Keyrani.


__ADS_2