
Sama seperti Ray yang saat ini khawatir dan bingung ke mana perginya Keyrani, Aaron juga dibuat bertanya-tanya. Selama ini, ia memang menyukai Keyrani tapi selama itu pula Lisa selalu berada di dekatnya dan bahkan menghiburnya dikala sedih.
Namun sekarang, Lisa justru pergi karena ulahnya yang tidak bertanggung jawab itu. Ia mencuri ciuman pertama seorang gadis tanpa berniat menjelaskan dan meluruskan semuanya dan memilih untuk menghindarinya.
"Dasar brengsek.." Umpat Aaron pada dirinya sendiri dengan raut wajah gusar
"Makanya jadi cowok harus punya rasa tanggung jawab sama cewek" Tegur Rian tiba-tiba datang dan duduk di depan Aaron
"Selama ini kamu menyukai Keyrani. Mungkin karena itulah kamu bingung dengan diri kamu sendiri dan selalu berfikir bahwa perasaan kamu cuma untuk Keyrani" Sambung Rian memberi pencerahan
"Maksud kamu?" Tanya Aaron bingung dan tidak mengerti dengan maksud Rian
"Dasar bodoh. Bukannya sudah jelas, kamu punya perasaan sama Lisa. Sangat tidak mungkin bagi seseorang mencium seorang gadis kalau bukan karena cinta, terutama karena kamu dalam keadaan sadar bukan mabuk" Imbuh Rian geram dengan cara berfikir Aaron yang lambat
Aaron terdiam. Perkataan Rian kini jelas di pikirannya. Dari sejak Lisa mengobatinya, ia memang merasakan sesuatu yang lain dari dirinya.
"Apa iya aku menyukai Lisa?" Batin Aaron terdiam semakin memikirkannya
"Sebaiknya kamu bicarakan dengan Lisa. Kamu paham kan cinta sepihak itu benar-benar menyakitkan" Ujar Rian terakhir sebelum akhirnya bangkit menepuk pundak Aaron dan berjalan pergi meninggalkannya
Aaron tahu jelas perasaan itu. Aaron tahu bagaimana dirinya saat tahu jika ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. Rasanya benar-benar menyakitkan, khususnya karena Aaron telah memendam perasaannya selama bertahun-tahun.
...***...
Setelah menasehati Aaron tadi Rian kembali ke rumah karena ia sudah tidak memiliki jadwal perkuliahan lagi.
Sebelum tiba di kamarnya, Aaron bertemu dengan Alana yang baru saja menuruni tangga. Aaron tidak perduli, bahkan menatapnya saja tidak ia lakukan. Pandangannya lurus memperhatikan jalannya tanpa menoleh sedikit pun.
"Mengapa kamu begitu cuek padaku?" Tanya Alana memulai pembicaraan karena sejak kedatangannya Rian sama sekali tidak menyapanya atau berbicara kepadanya
Rian menghentikan langkahnya. Berbalik menatap Alana "Aku tanya padamu. Apa alasan mu datang ke negara ini?" Tanya Rian berjalan mendekat pada Alana
"Karena Ray?" Tanya Rian sebelum Alana menjawabnya
"Kamu pasti sadar kan, Keyrani dan Ray berpacaran. Jadi untuk apa kamu mencoba mendekati Ray lagi?" Ujar Rian mengintimidasi membuat mata Alana sedikit bergetar karena tatapan tajamnya
__ADS_1
"Kenapa kalau mereka berpacaran. Aku lebih dahulu mengenal Ray dan Ray masih punya tanggung jawab untuk menjagaku di sisinya" Balas Alana tidak terima
"Ternyata kamu tidak tahu apa-apa mengenai Ray dan Keyrani" Ujar Rian memperlihatkan smirk merendahkan
"Apa maksud kamu?" Tanya Alana muai geram dan kesal
Namun sebelum Rian menjawabnya "Apa yang terjadi?" Tanya Ray tiba-tiba menyela pembicaraan dan berjalan menghampiri keduanya
"Ray.. " Ujar Alana tersenyum saat Ray tiba
"Ccckkk... " Decak Rian sebelum akhirnya berbalik pergi meninggalkan keduanya dengan raut wajah kesal
"Apa yang terjadi?" Tanya Ray pada Alana setelah melihat raut wajah kesal Rian
"Aku tidak tahu. Aku hanya menyapanya tapi dia terlihat begitu tidak menyukaiku" Ujar Alana tidak perduli
"Aku akan berbicara dengannya" Ujar Ray melepas rangkulan Alana pada lengannya kemudian naik menghampiri Rian di kamarnya
Alana menatap punggung Ray "Apa ada yang tidak aku ketahui?" Gumam Alana curiga
...***...
"Ada apa?" Tanya Rian dengan nada tajam
"Apa yang kamu katakan pada Alana?" Tanya Ray menghampiri Rian
"Aku tidak mengatakan apa-apa" Jawab Rian kemudian menatap Ray tajam "Kenapa? Kakak berani membuatnya tinggal di rumah ini jadi kenapa Kakak tidak mengatakannya jika Kakak dan Keyrani sudah mengenal dari sejak dia bertemu dengan Kakak"
Ray terdiam...
"Asak Kakak tahu, perasaanku pada Keyrani sampai detik ini tidak pernah berkurang atau memudar sedikitpun. Bahkan semakin aku mengenalnya, Aku semakin menyukainya hingga aku berniat merebutnya darimu" Seru Rian emosional masih dengan sorotan mata tajamnya
"Rian..!" Tegur Ray tidak suka dengan apa yang baru saja dikatakan Rian
"Kenapa? Kakak bahkan tidak memikirkan perasaan Keyrani. Sekuat apapun Keyrani di mata Kakak. Dia tetaplah seorang perempuan dan hati seorang perempuan itu lemah. Kakak tidak akan pernah bisa melihat air mata yang ia keluarkan karena melihat Kakak bersama dengan perempuan lain" Ujar Rian dengan nafas yang mulai menggebu
__ADS_1
"Bahkan meskipun Keyrani tidak memperlihatkan kesedihannya, seharusnya Kakak bisa mengerti dan paham. Tidak ada satu orang pun perempuan yang rela melihat orang yang dicintainya bersama dengan perempuan lain" Sambung Riang kesal kemudian berjalan pergi meninggalkan Ray yang kini tertegun mematung di tempatnya
Kata-kata Rian benar-benar menusuk dan tepat sasaran. Selama ini, ia bahkan selalu membatasi Keyrani bertemu dengan pria lain selain dirinya. Namun sekarang, Ia dengan teganya membawa seorang gadis lain tinggal di rumah ini. Membuat perhatiannya pada Keyrani menjadi terbagi. Ray tahu itu, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa begitu saja mengabaikan keberadaan Alana di rumah itu atau bahkan mengusirnya keluar.
...***...
Masih seperti kemarin, Keyrani kini berada di kafe yang ia datangi kemarin karena malam tadi, Ia sudah membuat janji dengan Sean untuk bertemu dengan Keyrani di kafe.
Pelayan datang membawa nampan yang berisi dua minuman yang dipesan Keyrani. Hingga tak berselang lama kemudian, lonceng kafe berbunyi menandakan seseorang membuka pintu kafe yang ternyata adalah Sean.
Sean kemudian menghampiri Keyrani tepat di meja keduanya saling bertemu.
"Selamat Pagi" Sapa Sean berbahas Indonesia membuat Keyrani menautkan alisnya heran
"Do you know Indonesian language? (Kamu tahu berbahasa Indonesia?) " Tanya Keyrani
"I just learned it (aku baru saja mempelajarinya)" Jawab Sean tersenyum bangga karena sejak kemarin ia sengaja mempelajari bahasa Indonesia untuk bisa berbicara dengan Keyrani meski Keyrani fasih berbahasa Inggris
"You're serious? But Why? (Kamu serius? Tapi kenapa?" Tanya Keyrani tidak mengerti alasan Sean
"no special reason. I just want to learn your language and also this is a new cardlock for your room (tidak ada alasan khusus. aku hanya ingin mempelajari bahasamu dan juga ini cardlock baru untuk kamar kamu) " Jawab Sean kemudian menyerahkan cardlock tersebut
"Ohh..thank you. How much should I pay? (Oh.. Terima kasih. Berapa yang harus aku bayar?) " Tanya Keyrani karena pastinya ia harus membayar ganti rugi karena menghilangkan fasilitas hotel
"no. you don't have to pay for it. I've taken care of everything (tidak. Kamu tidak perlu membayarnya. Aku sudah mengurus semuanya) " Tolak Sean
"Can not. You can't abuse your position as manager just because we know each other (Tidak bisa. Kamu tidak boleh menyalahgunakan posisimu sebagai manager hanya karena kita saling kenal) " Ujar Keyrani kekeh karena merasa bersalah
Sean tertawa kecil mendengar penuturan Keyrani.
"Why are you laughing? (Kenapa kamu tertawa?) " Tanya Keyrani bingung
"you are really cute (kamu sungguh menggemaskan)" Ujar Sean masih tersenyum "pay me something else, okay? (Bayar aku dengan sesuatu yang lain, setuju?)" Sambung Sean kemudian
"What? (Apa?) " Tanya keyrani sebelum menyetujui
__ADS_1
"free up your time for me for a little night (kosongkan waktumu untukku sebentar malam) " Jawab Sean
Keyrani berfikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk mengiyakan ajakan Sean "Ok" Ujar Keyrani meski diliputi rasa penasaran