
Sejak kedatangan Rian di rumah tersebut, Keyrani memutuskan untuk tidur di kamar semula. Ray yang sedari awal tidak setuju, beberapa kali diam-diam masuk ke kamar Keyrani saat tengah malam. Keyrani hanya membiarkannya, karena percuma saja bagi dirinya untuk berdebat dengan Ray.
Keyrani merentangkan kedua tangannya saat bangun di pagi hari, sembari menoleh ke samping yang mana Ray sudah tidak ada. Karena seperti biasa, Ray akan kembali ke kamarnya saat pagi buta.
Keyrani turun ke dapur, sembari mengedarkan pandangannya sesekali mencari Ray atau pun Rian karena rumah tampak sepi.
"Kamu masak?" Tanya Keyrani saat pandangannya tertuju pada Rian yang saat ini tengah sibuk di dapur
"Iya" Jawab Rian singkat masih dengan tangan yang sibuk memotong sayuran
"Wah.. Sepertinya kamu berpengalaman" Puji Keyrani takjub dengan kemampuan memotong Rian yang cepat dan pastinya tepat
"Aku pernah mengambil kursus memasak" Ujar Rian
"Oh ya?"
"Iya. Selain hobi motor, aku ini termasuk orang yang hobi berada di dapur" Tutur Rian
"Benar-benar berbanding terbalik denganku. Meski aku menyukai motor, aku benar-benar payah jika berurusan dengan memasak" Tutur Keyrani karena selama ini dirinya belum pernah memasak karena terlalu menyukai fast food maupun junk food yang bisa dibilang instan dan tidak merepotkan
"Apa mungkin ini gen? Selain kamu Ray juga pintar memasak" Sambung Keyrani
Rian terdiam sejenak hingga akhirnya dia menjawab "Mungkin saja" Jawabnya singkat
"Kamu tidak ingin mengendarai motor lagi?" Tanya Rian mengalihkan pembicaraan
"Aku mau. Tapi Ray masih melarangku untuk mengendarainya sendiri" Jawab Keyrani sembari memainkan gelas yang sedari tadi dipegangnya
"Mau mengendarainya denganku?" Tawar Rian kemudian
"Ray kemana?"
"Sepertinya dia keluar beberapa saat yang lalu"
"Kalau begitu, Aku mau" Ujar Keyrani setuju karena Ray sedang tidak berada di rumah
"Aku siap-siap dulu" Ujar Keyrani segera berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian begitu pun dengan Rian yang kini memanggil Bi Lastri untuk melanjutkan masakannya
Tak berselang lama kemudian keduanya telah selesai dan kini sudah berada di parkiran. Keyrani segera memakai helmnya dan naik ke atas motor Rian.
"Kita kemana?" Tanya Keyrani saat berada di atas motor
__ADS_1
"Terserah kamu saja" Jawab Rian
"Kalau begitu keliling saja" Ujar Keyrani terkekeh karena keduanya sama sekali tidak memiliki tujuan
"Baiklah" Balas Rian kemudian menyalakan dan melajukan motornya keluar dari pekarangan rumah Ray dan masuk ke jalan raya
Sesuai keinginan Keyrani, Rian benar-benar hanya berputar-putar di sekitar area Bundaran Bambu Runcing yang masih sepi karena masih pagi dan para penjual pinggir jalan tidak menjajakkan jajanan pada saat siang hari dan hanya pada malam hari.
Beberapa kali Keyrani merentangkan salah satu tangannya menikmati udara pagi yang masih begitu segar karena belum bercampur dengan polusi yang dihasilkan oleh kendaraan lainnya.
...***...
Sementara itu di sisi lain, Ray yang baru saja tiba di rumah sibuk mencari keberadaan Keyrani yang tak kunjung didapatinya.
Ray mencoba menghubungi ponselnya namun ternyata Keyrani tidak membawa ponselnya dan menaruhnya di kamar.
"Keyrani kemana Bi?" Tanya Ray menghampiri Bi Lastri yang masih berada di dapur
"Tadi keluar Tuan, bersama dengan Den Rian" Jawab Bi Lastri
Rahang Ray seketika mengeras. Nafasnya memburu mendengar jawaban Bi Lastri, kemudian beranjak pergi dan naik ke kamarnya.
Perasaan Ray tidak tenang. Dirinya beberapa kali mondar mandir di kamar. Mengecek ke luar jendela jika sewaktu-waktu keduanya pulang.
Hingga tak berselang lama kemudian, bunyi motor mulai terdengar dari arah parkiran. Ray segera melirik ke arah luar dari jendela kamar tak berniat untuk keluar menghampiri Keyrani karena perasaannya yang sedari tadi bercampur antara khawatir, takut, dan juga kesal.
Khawatir jika terjadi sesuatu dengan Keyrani, Takut jika sewaktu-waktu kejadian yang sama terulang lagi, dan pastinya Kesal karena Rian berani mengajak Keyrani keluar dan itu dengan mengendarai motor.
Sementara itu, Keyrani yang baru saja turun dari motor dan menanggalkan helmnya dibuat kaget dengan mobil Ray yang sudah ada depan rumah.
"Mampus" Gumam Keyrani menggigit bibirnya karena yakin Ray pasti akan memarahinya karena keluar tanpa sepengetahuan dirinya
"Aku duluan" Ujar Keyrani memukul pelan pundak Rian kemudian segera berlari masuk ke dalam rumah mencari keberadaan Ray
"Bi.. Ray dimana?" Tanya Keyrani saat tiba di dapur
"Di atas Non, sepertinya suasana hatinya kurang baik" Jawab Bi Lastri semakin membuat Keyrani panik
"Kalau gitu aku naik Bi" Tutur Keyrani sebelum pergi berlari naik ke atas untuk menghampiri Ray
Setibanya di pintu kamar Ray, Keyrani menghela nafasnya panjang sebelum akhirnya membuka pintu tersebut, memperlihatkan Ray yang kini duduk di meja kerjanya dengan posisi menghadap ke dinding.
__ADS_1
"Ray.. " Panggil Keyrani ragu-ragu
"..... " Tidak ada jawaban yang diterimanya
"Ray.. " Panggilnya kembali
"..... " Masih tidak ada jawaban sama sekali
Keyrani menghela nafasnya kasar karena tak kunjung mendapat respon dari Ray.
"Yaudah, diem aja terus. Aku mau pergi" Ujar Keyrani berenggut kesal dan berbalik berniat keluar dari kamar
Namun sebelum dirinya keluar dari kamar, Ray bangkit dari duduknya kemudian memeluk erat tubuh Keyrani dari arah belakang.
Keyrani terdiam. Membiarkan Ray memeluknya. Dirinya tahu jika perasaan kekasihnya saat ini tidak menentu karena dirinya.
"Maaf" Ujar Keyrani kemudian sembari mengelus rambut Ray
Namun masih seperti tadi, Ray hanya diam tidak berniat membalas Keyrani dan hanya mempererat pelukannya.
"Udah ah.. Capek ngomong sama orang bisu" Ujar Keyrani melepas tangan Ray dari pinggangnya karena kesal
Namun dengan cepat Ray kembali menarik dirinya masuk ke dalam dekapannya.
"Nggak bisa nafas Ray.. " Keluh Keyrani karena Ray memeluknya dari depan "Ray" Panggilnya kembali kemudian mencubit perut Ray karena tingkahnya yang menyebalkan
"Bukannya kamu sudah janji" Tutur Ray pada akhirnya
"Aku janjinya tidak akan naik motor sendiri" Ujar Keyrani mencari alasan
"Kalau gitu, janji sekarang" Balas Ray
Keyrani menghela nafasnya singkat "Iya. Aku janji. Sekarang nggak marah lagi kan?" Tanya Keyrani menangkup wajah Ray
"Nggak. Aku masih marah. Kamu berani keluar bareng laki-laki lain" Ujar Ray cemberut
"Aku biar kata keluar sama Rian juga nggak akan pindah hati Ray" Jelas Keyrani karena memang dirinya hanya menganggap Rian sebagai sahabat
"Aku tahu. Tapi tetap saja, aku nggak suka kamu bareng dia"
"Hahhh... Oke. Kalau itu mau kamu, aku akan jaga jarak sama Rian. Sekarang udahin ngambeknya kek bocah tau" Timpal Keyrani pasrah menuruti keinginan Ray
__ADS_1
Ray hanya mengangguk kemudian memeluk Keyrani kembali, berharap jika Keyrani tetap berada di sisinya.