
Kebetulan ada yang minta visualnya, jadi sebelum masuk ke cerita, Yuk kenalan dulu sama visual versi autor :
Ray
Keyrani
Rian
Aaron
Lisa
Rani
Jeri
Sean
Alana
__ADS_1
Dafa
...° Happy Reading °...
...🥀🥀🥀...
"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Keyrani
"Aku tidak tahu" Jawab Rani bingung karena dirinya tidak bisa memprediksi bagaimana reaksinya nanti saat bertemu Lisa dan Aaron
"Mungkin aku akan menyibukkan diri untuk mengalihkan perhatianku" Sambung Rani mencari solusi karena dirinya memang akan sibuk mengingat ia telah melewatkan beberapa kelas begitu pun dengan Keyrani yang tampak tidak memperdulikak kelas yang dilewatkan nya
Ddrrrttt... Ddrrrttt..
Ponsel Keyrani tiba-tiba berdering. Dengan cepat ia meraihnya di saku bajunya. Keyrani segera menjawab panggilan tersebut saat melihat nama Ray tertera di layar ponselnya.
"Aku di bawah" Ujar Ray saat panggilan terhubung
"Di bawah?" Tanya Keyrani bingung
"Iya. Aku di depan rumah Rani sekarang" Jawab Ray yang sontak membuat Keyrani bangkit dari tidurnya dan memeriksa dari jendela kamar Rani
Dan benar saja, Ray saat ini berdiri di depan rumah Rani.
"Pak Ray?" Ucap Rani kaget saat ikut melihat ke luar jendela
"Maaf, aku tidak bisa tinggal menemanimu" Ujar Keyrani lirih sembari menepuk pundak Rani
"Iya tidak masalah. Sebaiknya kamu segera turun, jangan membiarkan Pak Ray menunggu terlalu lama" Balas Rani mendorong tubuh Keyrani agar berjalan dengan cepat
"Tidak perlu mengantarku, aku bisa sendiri" Ujar Keyrani menghentikan Rani menuruni tangga
"Baiklah. Kamu hati-hati" Balas Rani kemudian berdiri di dekat tangga hingga Keyrani keluar dari rumah
Keyrani segera menghampiri Ray yang kini berdiri bersandar di samping mobilnya menunggu kedatangannya.
"Bukannya sudah kukatakan, biar Jhon yang menjemputku" Ujar Keyrani saat tiba di dekat Ray
"Kenapa kalau aku?" Tanya Ray mengerutkan dahinya
"Aku pikir kamu akan lelah jika berkendara setiap hari" Jawab Keyrani penuh perhatian
"Tidak akan. Aku tidak pernah merasa lelah jika itu berhubungan denganmu" Ujar Ray mengecup kening Keyrani
Setelah itu, keduanya masuk ke dalam mobil. Yang tanpa disadari keduanya, Rani kembali menatap keduanya dari balik jendela kamarnya.
"Mengapa kisah cintaku tidak seromantis kisah cinta kalian dan justru berakhir tragis seperti ini" Gumam Rani membandingkan dirinya
Cinta pertamanya berakhir begitu saja tanpa sempat ia ungkapkan bahkan sebelum ia sempat memperjuangkannya.
...***...
Mobil yang dikendarai Ray perlahan memaski pekarangan rumahnya setelah berkendara selama hampir 20 menit lamanya.
"Mau bermain basket?" Tanya Ray sebelum turun dari mobil
Keyrani memiringkan kepalanya dengan alis terangkat sebelah "baiklah" Jawab Keyrani dengan smirk di wajahnya
Keduanya kemudian turun dari mobil dan berjalan menuju ke lapangan basket.
__ADS_1
Suasana tampak sunyi saat keduanya tiba di taman belakang, hanya ada satu lampu yang menerangi lapangan basket membuat disekitarnya semakin gelap mengingat waktu saat ini adalah malam hari.
Tanpa mengganti pakaian, keduanya bermain basket seperti yang selama ini mereka lakukan. Hilir angin yang menerpa kulit seakan tidak berpengaruh karena keduanya larut dalam permainan masing-masing.
Keyrani masih sama seperti dulu, lincah dan tangkas meski dirinya pernah mengalami kecelakaan hal itu seolah tidak berpengaruh akan keahliannya bermain basket.
"Jadi apa yang terjadi dengan Rani? Tidak biasanya kamu datang mengunjunginya langsung" Tanya Ray sembari berusaha merebut bola di tangan Keyrani
"Lisa dan Aaron berpacaran" Jawab Keyrani tanpa mengurangi fokusnya
"Jadi? Apa yang salah dengan mereka?" Tanya Ray dengan alis bertaut
"Bukankah aku pernah mengatakannya, Rani menyukai Aaron" Jawab Keyrani sebelum akhirnya melempar bola ke arah Ring
"Ternyata cinta segitiga" Ujar Ray santai sembari meraih bola karena kini gilirannya
Namun belum sempat Ray mendrible bola tersebut, Keyrani sudah terduduk di lapangan sembari mengatur nafasnya yang kini tidak beraturan.
"Sudah cukup, aku lelah" Ujar Keyrani
Melihat Keyrani, Ray dengan sigap melempar bola yang dipegangnya ke ring kemudian duduk di dekat Keyrani.
Keduanya terdiam sejenak sembari memperhatikan langit malam yang saat itu dipenuhi oleh tebaran bintang-bintang.
"Key.. "
"Hmm.. "
"Janji padaku, jika suatu saat nanti kamu merasa kesal, marah, ataupun kecewa terhadapku. Aku mohon katakan padaku, jangan menghilang begitu saja" Pinta Ray lirih
"Hmm.. Aku janji" Balas Keyrani menyanggupinya
"Karena kamu sudah berjanji, kamu tidak boleh mengingkarinya" Ujar Ray menggenggam erat tangan Keyrani
"Iya.. Sekarang ayo masuk" Pinta Keyrani bangkit dari duduknya diikuti oleh Ray
Keduanya kemudian masuk kedalam rumah dengan Ray yang masih menggenggam tangan Keyrani.
Sesaat setelah Keyrani masuk kedalam rumah, pandangannya tiba-tiba teralihkan pada kolam renang dekat tangga. Sebuah ide seketika muncul di benaknya.
Dengan smirk di wajahnya, Keyrani menarik tubuh Ray dengan paksa dan mendorongnya masuk ke dalam kolam renang.
"Keyy... " Teriak Ray sesaat setelah dirinya masuk kedalam air
"Hahahahahaa... "
Melihat Keyrani tertawa, Ray segera naik ke atas dan ikut menarik Keyrani turun ke bawah bersamanya.
"Hahahahha... " Kini giliran Ray yang ikut menertawai Keyrani
Hingga sepersekian detik kemudian, keduanya tertawa bersamaan melihat tingkat jahil masing-masing.
Karena terlanjur masuk ke dalam kolam, keduanya memutuskan untuk berenang beberapa saat mengingat keduanya baru saja bermain basket dan tubuh masing-masing di penuhi keringat.
"Kamu ingat pertama kali kamu mengungkapkan identitasmu adalah di tempat ini" Ujar Keyrani mengingat Ray mengungkapkan segalanya
"Kalau aku tidak mengatakannya hari itu, entah apa yang akan terjadi saat ini" Sambung Keyrani
"Jika kamu tidak mengatakannya, mungkin kita tidak akan sampai di tahap ini" Balas Ray kemudian perlahan mendekatkan tubuhnya pada Keyrani
Tangannya turun memegang pinggang Keyrani membuat tubuh keduanya hampir tidak berjarak. Kening keduanya perlahan menyatu diiringi deru nafas yang perlahan menggebu. Keduanya saling bertatapan hingga sepersekian detik kemudian bibir keduanya bersentuhan.
Dengan perlahan Ray mulai menggerakkan bibirnya dan ******* bibir Keyrani, dengan tangan kanan naik memegang tengkuk Keyrani yang semakin memperdalam ciuman keduanya.
Keduanya larut dalam emosi masing-masing, hingga kemudian keduanya turun ke dalam air tanpa melepas pautan masing-masing. Hanya ada suara gelembung air yang terdengar mengikuti permainan yang keduanya yang salam sekali tidak mengendur meski berada di dalam air.
Bersamaan dengan itu, Alana yang baru saja turun ke bawah dan berniat ke dapur tiba-tiba menghentikan langkahnya dan menatap ke arah kolam. Meski sedikit samar, ia bisa dengan jelas menebak jika terdapat dua orang yang kini sedang berciuman di dalam kolam yang mana kedua orang itu tidak lain adalah Keyrani dan Ray.
Sekali lagi Alana, harus menelan pahitnya rasa sakit. Meski ia sudah tahu akan hubungan keduanya, tetap saja ia tidak bisa begitu saja melepaskan Ray, pria yang sudah selama bertahun-tahun ini ia cintai.
__ADS_1