Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Maaf?


__ADS_3

Jam di dinding menunjukkan pukul 8 pagi saat Keyrani membuka kedua matanya yang terasa begitu berat karena efek menangis tadi malam.


Keyrani langsung mengedarkan pandangannya saat dirinya tidak mendapati Ray di dekatnya.


"Kemana dia pagi-pagi begini?" Gumam Keyrani karena tidak mendapati Ray di kamar sembari bangun terduduk


Setelah dirasanya baikan, Keyrani turun dari kasur kemudian berjalan ke kamar mandi untuk sekedar membilas wajahnya dan menyikat gigi.


Setelah selesai, Keyrani keluar dari kamar mandi kemudian berjalan ke arah lemari dan mengeluarkan kopernya. Karena ia sudah setuju untuk pulang dengan Ray. Meski dengan semua yang telah terjadi malam tadi.


Tak butuh waktu lama bagi Keyrani untuk mengemas pakaiannya karena ia hanya membawa beberapa helai pakaian saja. Hingga kemudian, bel pintu kamarnya tiba-tiba berbunyi.


Ting...


Keyrani segera berjalan membuka pintu, yang ia yakini bukan Ray karena Ray tidak akan membunyikan bel dan langsung masuk ke dalam.


"Ternyata kalian.. " Ujar Keyrani setelah mendapati Lisa dan Rani di depan kamarnya


"Kenapa jika itu kami? Apa kamu berharap orang lain yang datang? Atau jangan-jangan kamu mengharapkan Sean yang datang?" Tebak Lisa mengada-ngada membuat Keyrani sontak menoleh dengan mata melotot padanya


"Jika Ray mendengarnya ia pasti akan marah, sudah cukup dengan semua kecemburuan nya, aku sudah lelah. Jadi hentikan membahas Sean" Ujar Keyrani sembari menghela nafasnya


"Apa ada yang terjadi?" Tanya Lisa kemudian


Keyrani mengangguk kemudian duduk di kasur diikuti oleh Rani dan Lisa yang kini menopang dagu siap mendengar cerita Keyrani.


"Dia benar-benar cemburu dengan Sean. Ini berbeda dengan yang sebelumnya. Ray seolah kehilangan kontrol akan dirinya. Padahal aku sudah menjelaskannya aku dengan Sean tidak memiliki hubungan apapun" Jawab Keyrani menceritakan


"Kalau menurut aku, wajar jika Pak Ray cemburu dengan Sean. Siapa sih yang rela pacar mereka dapat perhatian berlebih dari laki-laki lain, apalagi jika orang tersebut juga menyukai pacarnya" Timpal Rani mencoba mengerti perasaan Ray


"Aku tahu. Wajar baginya untuk cemburu sama seperti aku, tapi aku tidak suka jika rasa cemburu itu justru membuatnya kehilangan kontrol akan dirinya" Balas Keyrani


"Kalau aku rada setuju dengan ucapan Rani. Wajar jika Pak Ray cemburu" Celetuk Rani memegang dagunya


"Kalian ini di pihak siapa sih.. " Geram Keyrani berenggut

__ADS_1


"Bukan begitu, lagian kamu terlalu dekat dengan Sean. Dan lagi kamu belum menceritakan soal kamu bertemu dengan Sean. Apa yang kalian lakukan?" Tanya Lisa mengingat-ngingat kembali kejadian tempo hari


"Bener banget. Malam itu bukannya kamu bilang ketemu Sean yah?"


"Oh.. Aku hanya ingin berpamitan jadi aku mengajaknya bertemu. Itu saja.. " Jawab Keyrani singkat


Mendengar jawaban Keyrani Lisa memicingkan matanya seolah belum puas dengan jawaban singkat Keyrani.


"Dia memintaku memeluknya, jadi aku memeluknya balik. Itu saja. Setelah itu kami hanya berbincang. Puas" Ujar Keyrani menjelaskan apa yang terjadi


"Demi apa? Kalian berpelukan?" Tanya Lisa kaget yang hanya diangguki oleh Keyrani


"Ini kalau Pak Ray tahu bukannya dia akan marah?" Ujar Rani membayangkan


"Makanya nggak usah bilang. Aku peluk dia juga cuma sebagai tanda perpisahan, nggak lebih. Jadi kalian nggak usah berpikiran berlebih" Imbuh Keyrani memperingatkan


"Lagian aku tidak pernah berpikir sekalipun untuk menyukai orang lain selain Ray. Aku bahkan takut untuk kehilangan dia, bagaimana bisa aku berfikir untuk menyukai orang lain" Sambung Keyrani kemudian


Mendengar penuturan Keyrani, Lisa dan Rani segera memeluk Keyrani. Khususnya Lisa yang sudah sejak lama mengenal Keyrani dan tahu akan apa yang dialaminya selama ini.


Meski ia tidak pernah mengatakannya, tapi selama ini ia selalu bersyukur akan kehadiran Ray di hidup Keyrani. Karena setelah kehadirannya Keyrani menjadi lebih terbuka dan pastinya lebih menggantungkan dirinya pada orang lain.


...***...


Sejak kepergian Ray, hanya satu yang bisa dilakukan oleh Alana yakni memasak. Mencoba berbagai macam menu makanan yang belum pernah ia masak sebelumnya.


"Rian.. " Panggil Alana tiba-tiba saat Rian masuk ke dalam rumah melalui pintu yang mengarah ke taman belakang


Rian kemudian menoleh dengan raut wajah datarnya sembari mengelap keringatnya yang kini bercucuran setelah berolahraga.


"Aku hanya ingin menawarkanmu makanan" Ujar Alana menyodorkan makanan yang dibuatnya


Rian kemudian menatap makanan tersebut kemudian meraihnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Alana. Kemudian melanjutkan langkahnya naik ke kamarnya.


"Mengapa dia begitu dingin, bahkan es batu tidak sedingin itu" Gumam Alana memperhatikan kepergian Rian kemudian beralih pada masakannya kembali

__ADS_1


Selama keduanya tinggal bersama. Keduanya tidak pernah berbicara sama sekali karena Rian tidak pernah membuka mulutnya ketika berada di dekat Alana dan hanya memasang wajah temboknya.


Meski pun sesekali Alana akan menawarkan masakannya karena tidak ingin jika makanan itu terbuang begitu saja.


...***...


Setelah sesi curhat tadi, Rani dan Lisa kembali ke kamar mereka untuk membereskan pakaian mereka. Sementara Keyrani memilih untuk mandi karena ia sudah selesai membereskan pakaiannya.


Keyrani masih berada di kamar mandi, saat Ray masuk ke dalam kamar dengan tubuh yang berkeringat setelah menghabiskan waktunya jogging di sekitar hotel untuk sekedar menjernihkan pikirannya.


Pintu kamar mandi kemudian terbuka, memperlihatkan Keyrani yang kini dibalut baju mandi dan handuk melilit di kepalanya.


"Kamu sudah pulang.. " Ujar Keyrani saat melihat Ray


"Iya. Aku akan mandi sekarang" Jawab Ray menghampiri Keyrani dan mengecup pela keningnya sebelum akhirnya masuk ke dalam kamar mandi


Setelah Ray masuk, Keyrani segera mengambil pakaian yang memang sudah dipisahkan nya tadi untuk ia pakai.


Beberapa saat kemudian, Ray keluar dari kamar mandi masih dengan handuk melilit di tubuhnya. Ia kemudian berjalan ke arah Keyrani yang kini duduk di meja rias sembari mengeringkan rambutnya yang basah.


"Biar aku" Ujar Ray meraih hairdryer tersebut kemudian membantu Keyrani mengeringkan rambutnya


Keduanya terdiam cukup lama, dengan Keyrani yang kini menatap Ray dari cermin.


Sadar akan tatapan Keyrani, Ray mematikan hairdryer tersebut dan menaruhnya di meja. Kemudian mengalungkan tangannya di leher Keyrani dengan kepala bersandar di pundaknya.


"Maafkan aku.. " Ujar Ray menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Keyrani


"Apa?"


"Soal semalam, aku benar-benar salah" Ujar Ray mengungkit masalah semalam


"Sudahlah. Aku sudah tidak memikirkannya lagi" Jawab Keyrani karena ia memang sudah tidak terlalu memikirkannya meski ia akui ia benci melihat Ray bersikap seperti itu


"Aku tidak akan melakukannya lagi" Ujar Ray kembali sembari mencium leher Keyranj

__ADS_1


"Hmm.. " Angguk Keyrani mengusap rambut Ray "Apa kamu akan terus seperti ini? Tidak ingin berpakaian?" Sambung Keyrani mulai geli karena perlakuan Ray di lehernya yang merupakan salah satu area sensitif nya


"Aku ingin seperti ini sebentar" Jawab Ray semakin bersikap manja di bahu Keyrani


__ADS_2