
Keyrani :
"Pulang nanti tidak perlu mengantarku"
^^^Ray :^^^
^^^"Kenapa?"^^^
Keyrani :
"Kamu lupa? Aku masih memiliki mobil di parkiran"
^^^Ray: ^^^
^^^Oh. Baiklah^^^
Setelah balasan terakhir Ray, Keyrani mematikan ponselnya, memasukkannya ke dalam saku celananya. Kemudian berjalan menuju parkiran tempat mobilnya berada. Yang sudah beberapa hari ini ditinggalin nya.
"Sepertinya aku harus membawa mu ke tempat pencucian mobil" Ujar Keyrani menyentuh mobilnya yang sedikit berdebu hanya karena tidak digunakan beberapa hari
Keyrani masuk ke dalam mobil dan mengubah tujuannya menuju ke bengkel. Ia melajukan mobilnya di jalan raya yang tampak ramai oleh pengendara lainnya.
Tak berselang lama mobil yang dikendarai Keyrani perlahan memasuki sebuah bengkel yang sudah menjadi langganannya.
Keyrani turun dari mobil kemudian menghampiri pegawai yang ada disana.
"Jer" Panggil Keyrani menghampiri Jeri yang saat itu tengah berbaring di bawah satu mobil sembari memutar-mutar kunci yang dipegangnya.
"Oh Key.. Tumben kamu datang" Sambut Jeri melihat kedatangan Keyrani
"Aku ingin cuci mobil" Ujar Keyrani menunjuk mobilnya
"Tunggu.. " Ujar Jeri kemudian keluar dari bawah mobil "Ayo masuk, biar nanti aku menyuruh orang lain mengurusnya" Sambutnya mempersilahkan Keyrani masuk kedalam ruangan
Keyrani pun masuk ke dalam ruangan yang pastinya sudah tidak asing lagi baginya mengingat dulu ia sering menghabiskan waktunya di bengkel tersebut.
"Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?" Tanya Jeri sembari menuangkan air di gelas dan menyerahkannya pada Keyrani
"Cukup baik" Jawab Keyrani santai "Bagaimana denganmu?"
"Lumayan, hanya saja akhir-akhir ini bengkel menjadi sepi" Keluh Jeri memperhatikan bengkelnya
__ADS_1
"Bagaimana bisa?"
"Beberapa orang memilih menggunakan cuci robot ketimbang pencucian manual seperti disini"
"Wajar saja karena lebih praktis dan cepat. Jadi bagaimana sekarang?"
"Yah.. Meski sepi tapi setidaknya masih ada yang datang. Hanya saja untuk sementara, aku akan lebih fokus ke service mobil"
"Bukankah seharusnya kamu lebih fokus untuk mencari pendamping" Ujar Keyrani iseng
Di umurnya yang masih 25 tahun, Jeri masih menyandang status jomblo akut. Karena sejak putus dengan mantannya saat SMA ia sudah tidak pernah lagi mempunyai pacar.
"Dasar menyebalkan" Geram Jeri namun hanya dibalas tawa oleh Keyrani "Dan lagi berhenti mengejekku, yang jomblo bukan cuma Aku saja tapi Kamu juga" Sambungnya mengingatkan Keyrani akan status jomblonya
Double Kill...
"Sudah lah, sesama jomblo tidak boleh saling menyindir haha" Ujar Keyrani sembari tertawa begitu pun dengan Jeri
"Istirahat lah disini, Aku akan melanjutkan pekerjaanku" Ujar Jeri kemudian pergi meninggalkan Keyrani di ruangan
Sembari menunggu mobilnya selesai di cuci, Keyrani memperbaiki posisinya dan bersiap untuk tidur di sofa.
Sudah menjadi kebiasaan bagi Keyrani untuk datang ke bengkel Jeri untuk tidur. Keduanya kenal dari sejak Keyrani SMP dan sering datang ke bengkel Jeri untuk memodifikasi motornya. Karena dari sejak SMP dulu Keyrani termasuk anak motor. Hal ini menjadi hobi Keyrani sejak SMP sebagai pelampiasan rasa kesalnya ketika berada di rumah yang selalu terasa sesak baginya.
Keyrani keluar mencari Jeri sembari membawa jaket tadi "Jer" Panggil Keyrani
Jeri berbalik kemudian menghampiri Keyrani "Kamu bangun?" Tanya Jeri yang kemudian di angguki oleh Keyrani
"Mobil aku sudah kan?" Tanya Keyrani kemudian
"Iya, ini kuncinya" Jawab Jeri sembari menyerahkan kunci mobil Keyrani
"Thanks jaketnya" Ujar Keyrani menyerahkan jaket tersebut
"Ini bukan jaket Aku" Ujar Jeri memperhatikan jaket tersebut
"Jadi ini jaket siapa?" Tanya Keyrani kebingungan karena sejak kedatangannya Ia sama sekali tidak melihat orang lain selain Jeri
"Oh, mungkin jaket pegawai baru aku. Dia baru seminggu kerja disini" Ujar Jeri mengingat-ngingat jaket tersebut
"Oh, kalau gitu Aku bawa jaketnya. Besok biar aku kesini lagi sekalian ucapin Terima kasih" Ujar Keyrani
__ADS_1
"Terserah kamu. Tapi besok datangnya jam 5 soalnya dia masih kuliah jadi jam kerjanya mulai dari jam 5 sore sampai jam 9 malam"
"Dia ada dong, kan baru jam 7 ini" Ujar Keyrani memperhatikan kembali jam tanganya
"Tidak. Tadi sore dia izin pulang. Katanya ada acara keluarga"
"Oh, yasudah. Besok Aku datang lagi, kebetulan motor aku sudah berdebu di rumah karena tidak pernah digunakan" Ujar Keyrani kemudian beranjak pergi menuju mobilnya
Keyrani menyentuh mobilnya yang kini bersih dan mengkilat kemudian masuk kedalam mobil dan melajukan nya menuju ke jalan raya yang tampak ramai oleh pengendara lain.
...***...
Tak berselang lama, mobil Keyrani perlahan memasuki gerbang rumah dan menuju ke garasi mobil untuk memarkir mobilnya.
Keyrani turun dari mobil, memperhatikan salah satu mobil yang tampak tidak asing baginya.
"Bukankah seharusnya satu minggu lagi?" Ujar Keyrani seolah tidak terima sembari memijat pelipisnya karena mobil yang baru saja dilihatnya merupakan mobil dari Ibu tirinya yang baru saja tiba dari luar negeri
Baru saja Keyrani melangkahkan kakinya di pintu masuk, sebuah suara dengan lantang memanggil namanya.
"Keyrani.." Panggil Ibu tiri Keyrani kemudian menghampiri Keyrani dan menariknya ke ruang tamu untuk bergabung dengan Devi dan ayahnya "Mama punya oleh-oleh untukmu" Ujarnya kemudian menyerahkan sebuah tas belanjaan kepada Keyrani
"Dasar muka dua" Batin Keyrani dan dengan terpaksa menerima hadiah tersebut
"Ayo dibuka" Pintanya kemudian
Keyrani membukanya dan mengeluarkannya dari tas belanjaan yang ternyata merupakan sebuah dress berwarna merah dengan bentuk sederhana membentuk A-line.
"Kamu suka kan?" Tanyanya dengan senyum palsu di wajahnya
"Iya. Makasih Ma" Jawab Keyrani terpaksa karena Ayahnya menyaksikan keduanya
Sementara Devi yang sedari tidak peduli dan sibuk memperhatikan hadiah yang diberikan ibunya.
"Kalau begitu Aku naik dulu, untuk membersihkan diri" Ujar Keyrani mencari alasan untuk melarikan diri dari tempat tersebut
Keyrani beranjak pergi meninggalkan ketiganya sembari membawa baju tersebut. Di tengah perjalanannya menuju lantai dua, Keyrani berhenti ditangga dan memperhatikan ketiganya yang saat ini tengah tertawa dengan begitu bahagia layaknya keluarga yang harmonis.
"Aku senang bisa melihat Papa tertawa lepas seperti itu, tapi mengapa hatiku terasa sesak" Batin Keyrani memegang dadanya sebelum akhirnya memutuskan melanjutkan langkahnya yang terhenti
Sesampainya di kamar, Keyrani melempar baju pemberian ibu tirinya ke kasur dan berjalan menuju ke kamar mandi.
__ADS_1
Tanpa melepas semua pakaiannya, Keyrani menghidupkan shower dan berdiri di bawahnya. Membuat seluruh pakaian maupun tubuhnya basah karena air.
"Bukankah aku sudah terbiasa, tapi mengapa dadaku terasa sakit dan sesak" Ujar Keyrani memukul dadanya dengan air mata yang perlahan keluar bercampur dengan air dari shower. Hingga kemudian tubuhnya perlahan jatuh tersungkur di lantai kamar mandi.