Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Amarah Ray


__ADS_3

Setelah perkelahian nya tadi dengan Sean. Ray kembali ke kamar dengan bibir yang kini memar karena pukulan dari Sean tadi.


Ray tidak perduli, ia sama sekali tidak merasakan sakit akan memar itu. Karena rasa sakit yang saat ini dirasakannya adalah sakit karena kekasihnya menjadi incaran pria lain.


Ray tiba di kamar kemudian masuk dan berjalan ke kamar mandi untuk memeriksa lukanya sebentar. Namun, sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi. Keyrani yang tadinya menatap layar ponselnya berganti menatap wajah Ray tepat saat Ray masuk ke dalam kamar.


"Apa yang terjadi dengan wajahmu?" Tanya Keyrani khawatir segera menghampiri Ray yang kini berjalan masuk ke kamar mandi


Tidak mendapat jawaban dari Ray, Keyrani ikut mengekorinya masuk ke dalam kamar mandi masih dengan pertanyaan yang sama.


"Ray, apa yang terjadi dengan wajahmu? Kamu berkelahi? Dengan siapa? Kenapa kamu diam saja, aku bertanya padamu. Ray..!" Tanya Keyrani  meninggikan suaranya karena Ray sama sekali tidak menjawabnya apalagi menoleh padanya


Ray mematikan air kemudian menoleh pada Keyrani yang saat ini menatapnya dengan raut wajah khawatirnya.


Pikiran Ray seketika kosong. Ia benar-benar tidak bisa membayangkan jika Keyranj bersama dengan orang lain. Bahkan membayangkannya sudah membuat tubuhnya bergetar, rasa takut kian menyelimuti dirinya sendiri.


Tanpa mengucap sepatah kata ataupun menjawab pertanyaan Keyrani. Tangan Ray dengan cepat mengangkat tubuh Keyrani ala bridal style keluar dari kamar mandi.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Keyrani mencoba berontak sembari memukul dada Ray


"Ray.. Akhhh.." Ucap Keyrani kembali bersamaan dengan Ray yang kini merebahkan tubuhnya dengan kasar ke kasur


Tanpa memperdulikan Keyrani sama sekali, Ray menindih tubuh Keyrani dan mencium bibirnya dengan paksa.


"Hmmppphhh... " Dengan sekuat tenaga Keyrani mencoba berontak dan mendorong tubuh Ray


Namun tetap saja, Ray tidak bergeming sama sekali dan masih berada di posisi yang sama.


"Hhmppphh... Rayhhh.. " Sekali lagi Keyrani mencoba mendorong tubuh Ray dengan sekuat tenaganya hingga bibir keduanya berpisah karena Keyrani tidak dibiarkan bernafas oleh Ray

__ADS_1


Tak berhenti begitu saja, kali ini bukan b**ir Keyrani. Ray berpindah pada telinga Keyrani kemudian turun ke leher Keyrani. Hingga tiba-tiba tangan Ray dengan paksa melepas piama yang dikenakan oleh Keyrani, menyisahkan pakaian dalamnya.


"Tidak Ray... Apa yang ingin kamu lakukan.. " Ucap Keyrani mulai panik


"Ray.. " Teriak Keyrani kaget tepat saat salah satu tangan Ray berhenti di gun****nnya.


Tubuh Keyrani bergetar hebat. Tidak menyangka dengan apa yang Ray perbuat padanya saat ini, yang bahkan selama mereka pacaran tidak pernah sama sekali mereka lakukan.


"Aku mohon berhenti Ray.. " Pinta Keyrani lirih saat Ray tidak memperdulikan nya dan sibuk menggerayangi tubuhnya


Air mata Keyrani perlahan turun, ia yang tadinya berusaha memberontak kini diam tidak berdaya.


Ray yang sadar akan tubuh Keyrani yang bergetar tiba-tiba menghentikan gerakannya.


"Key.. " Ucap Ray tertegun kaget saat melihat raut wajah tidak berdaya yang diperlihatkan oleh Keyrani saat ini


"Key.. Maafkan aku. Aku terbawa emosi sesaat" Ujar Ray menyesali perbuatannya


Keyrani kemudian bangun dari tidurnya sembari menarik selimut untuk menutupi dirinya karena piamanya sudah rusak karena ulah Ray.


Keyrani berjalan kemudian duduk di sofa dekat jendela sembari menelungkupkan kepalanya diantara kedua kakinya. Yang sepertinya ia sedang menangis.


"Kamu bukan Ray yang aku kenal dulu. Ray yang dulu tidak akan pernah menyakitiku seperti ini.. " Ucap Keyrani menggelengkan kepalanya dengan air mata yang tak terbendung lagi


"Key... Tolong maafkan aku. Aku benar-benar marah saat tahu kamu bertemu dengan Sean di belakangku. Maafkan aku Key.. " Ujar Ray dengan suara bergetar sembari menghampiri Keyrani dan berlutut di depannya


"Berapa kali Ray? Berapa kali harus aku katakan, aku dengan Sean tidak memiliki hubungan apapun selain hubungan pertemanan, tidak lebih dan tidak akan pernah lebih dari itu" Ujar Keyrani menekankan kembali masih dengan kepala yang menunduk di antara kedua kakinya


"Tapi dia menyukaimu" Balas Ray

__ADS_1


"Tapi aku tidak menyukainya, aku menyukaimu. Seharusnya kamu bisa mempercayaiku Ray. Bukannya berburuk sangka seperti ini. Aku capek Ray, setiap saat kita selalu bertengkar hanya karena masalah kepercayaan" Ujar Keyrani lirih


Entah sudah berapa kali keduanya bertengkar hanya karena masalah yang sama. Masih dengan ego dan rasa cemburu yang dirasakan masing-masing.


"Aku tahu kalian hanya berteman. Tapi hatiku selalu gelisah dan cemas jika sewaktu-waktu perasaanmu benar-benar berubah karena mendapat perhatian yang berlebih dari orang lain"


"Aku tidak semudah itu untuk jatuh cinta. Jika semudah itu, sejak awal aku pasti sudah berpaling darimu karena bukan hanya Sean saja yang perhatian padaku. Rian bahkan lebih perhatian lagi padaku. Jadi aku mohon, ini terakhir kalinya kamu bersikap seperti ini padaku" Pinta Keyrani memohon sembari mengangkat kepalanya menatap Ray karena tidak suka dengan sikap Ray yang seperti ini


"Maafkan aku.. " Hanya kata maaf yang bisa dikatakan oleh Ray saat ini


Ray benar-benar menyesal dengan apa yang baru saja diperbuatnya pada Keyrani. Perbuatan yang menurutnya benar-benar brengsek meski tidak sampai merebut kep*******an Keyrani.


Ray kemudian naik dan duduk di samping Keyrani. Kemudian memeluk tubuh Keyrani erat. Ray bisa dengan jelas merasakan bahwa Keyrani masih kaget dengan apa yang diperbuatnya, karena tubuhnya masih bergetar hingga saat ini.


"Maafkan aku" Ujar Ray sekali lagi sembari menempel jidatnya pada jidat Keyrani


Keyrani hanya mengangguk pelan. Karena ia tahu Ray berada dalam pengaruh alkohol setelah ia mencium aroma tubuh Ray, hingga ia berani nekat berbuat seperti ini padanya.


...***...


Keyrani kini tertidur di atas kasur, dengan Ray yang kini masih berdiri di dekat jendela sembari menatap wajah sembab Keyrani karena ulahnya barusan.


Ray benar-benar merindukan saat-saat ia bersama dengan Keyrani tanpa rasa cemburu atau bahkan rasa curiga yang menghantui diri masing-masing.


"Mengapa begitu banyak orang yang masuk dalam hubungan ini Key.. " Gumam Ray lirih


Selama ini ia tidak pernah setidak tenang ini saat Keyrani dekat dengan seorang pria. Ia bahkan sering membiarkan Rian bersama dengan Keyrani yang sudah jelas memiliki perasaan pada Keyrani, namun entah kenapa kali ini ia merasa berbeda akan kehadiran Sean.


Sean yang tiba-tiba saja hadir dengan semua perhatian berlebih nya pada Keyrani. Khususnya setelah Ray mendengar ucapan Sean yang ia tahu pasti ditujukan pada Keyrani saat mereka berada di Wahana. Dan ia tidak menyukai itu, karena Sean yang baru saja mengenal Keyrani bertindak seolah ia sudah benar-benar mengenalnya.

__ADS_1


__ADS_2