
Sesuai janji tadi siang, Keyrani saat ini duduk di kursi dekat parkiran menunggu kedatangan Rian sembari memainkan ponselnya.
"Key.." Panggil Rian dari arah belakang Keyrani membuatnya menoleh dan mematikan ponselnya "Dari tadi?" Tanyanya kemudian
"Nggak. Baru datang kok" Jawab Keyrani kemudian berdiri
Sementara Rian kini menaiki motornya dan menyalakan mesinnya "Ayo" Ujar Rian menyuruh Keyrani naik
Tanpa ber lama-lama Keyrani segera naik ke motor sembari memegang pundak Rian. Tapi beda lagi kalau motor matic, Keyrani tidak perlu memegang pundak juga bisa naik. Tapi ini kasus lain karena motor Rian adalah Motor trail jadi untuk perempuan seperti Keyrani akan sulit baginya untuk naik sendiri tanpa berpegangan pada orang lain.
Setelah dirasa oke, Rian segera melajukan motornya meninggalkan kampus dan masuk ke jalan raya.
Sementara itu dari sisi lain parkiran, terdapat sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan keduanya.
"Kenapa mereka bareng?" Gumam Aaron yang sedari tadi di parkiran berniat untuk pulang namun terhenti saat sorot matanya tanpa sengaja melihat Rian dan Keyrani bersama
Kecurigaan Aaron perlahan bertambah, mengingat sejak di kantin tadi dirinya sudah dibuat penasaran dengan sikap keduanya yang tampak akrab.
"Apa mungkin Rian menyukai Keyrani? Atau jangan-jangan mereka pacaran?" Tebak Aaron kebingungan kemudian mengacak-acak rambutnya karena bingung harus bersikap apa jika ternyata Rian juga menyukai Gadis yang disukainya.
Hingga kemudian seseorang dari arah belakang Aaron tiba-tiba menjitak kepalanya membuatnya dengan cepat menoleh "Lisa" Ujarnya kesal sembari memegang kepalanya
"Bengong mulu kerjanya, kesambet setan tau rasa kamu" Celetuk Lisa sembari terkekeh
"Apasih. Suka banget gangguin orang" Risih Aaron
"Salahkan dirimu yang mudah diganggu" Balas Lisa
"Serah deh, Aku mau balik" Tutur Aaron kemudian naik ke atas motornya
Namun belum sempat dirinya melajukan motornya, Lisa sudah naik dengan anteng nya di atas motor.
"Ngapain kamu?" Tanya Aaron berbalik
__ADS_1
"Anterin Aku balik" Pinta Lisa
"Nggada.. Nggada... Turun sana" Ujar Aaron menggoyang kan motornya
Namun tentunya tidak digubris oleh Lisa karena saat ini tangan Lisa dengan erat melingkar di pinggang Aaron
"Anterin. Jahat bener sama teman sendiri" Celetuk Lisa tidak mau kalah
Aaron menghela nafasnya pasrah melihat tingkah Lisa yang nyebelinnya minta ampun dan dengan terpaksa ia memutuskan mengantar Lisa pulang kerumah.
"Lepasin gih, nggak bisa nafas nih" Keluh Aaron karena tangan Lisa yang terlalu erat
Lisa hanya melonggarkan pelukannya tanpa berniat melepasnya "Segini cukup" Ujarnya kemudian bersandar pada punggung Aaron
"Serah deh serah, capek ngomong sama kamu. Nggak ada habisnya" Ujar Aaron pasrah dan kembali fokus melajukan motornya
...***...
Di sisi lain motor Rian kini perlahan memasuki parkiran bengkel J'One milik Jeri. Keyrani segera turun dan melepas helm dari kepalanya.
"Jer.. " Panggil Keyrani karena tak kunjung mendapati Jeri
"Iya" Teriak Jeri yang ternyata saat ini berada di dalam toilet
"Ishh.. Dasar jorok" Imbuh Keyrani kemudian meletakkan tasnya berjalan menuju motornya yang kini terlihat lain dengan penampilan barunya
Sementara Rian hanya manggut-manggut mengakui model baru motor Keyrani "Sepertinya kamu benar-benar move on dari dunia balapan" Tutur Rian karena motor Keyrani yang saat ini tidak cocok untuk digunakan balapan
"Tentu saja. Aku sudah cukup menikmatinya saat SMP" sahut Keyrani yang kini menaiki motornya
"Keren kan?" Sela Jeri yang baru saja keluar dari toilet dengan wajah yang masih basah
"Lumayan" Iseng Keyrani membuat Jeri mendelik kesal karena hasil karyanya hanya dibilang lumayan "Bercanda. Mukanya ngga usah di manyungin kek gitu" Sambung Keyrani
__ADS_1
"Huh.. Dasar bocah. Buruan gih coba" Tutur Jeri masih dengan wajah kesalnya
"Iya-iya. Ini baru mau dinyalain" Ujar Keyrani segera menyalakan motornya berniat mencobanya di jalanan
Tanpa ber lama-lama lagi, Keyrani segera melajukan motornya keluar dari bengkel memasuki jalan raya.
"Hhhuuuuhhh" Teriak Keyrani kegirangan di atas motor sembari melepas tangan kirinya. Karena setelah di modifikasi, motor Keyrani jadi lebih nyaman melaju di aspal ketimbang motor cross kemarin yang memang diperuntukkan untuk jalan yang bertanah
Karena terlalu girang, Keyrani memasuki jalan besar yang mana saat ini polisi tengah berdiri di depan lampu merah sembari memeriksa surat-surat pengemudi yang lewat.
Dengan cepat Keyrani segera menghentikan motornya karena dirinya saat ini tidak membawa surat apapun.
"Dasar bodoh kamu Keyrani" Gerutu Keyrani memukul jidatnya karena mau tak mau harus berurusan dengan polisi mengingat jalan yang dilewatinya saat ini merupakan jalan satu arah jadi tidak ada gunanya meski dirinya ingin memutar balik.
Dengan terpaksa Keyrani memarkir motornya di dekat lampu lalu lintas kemudian meraih ponselnya untuk menghubungi Jeri. Setelah salah satu polisi menghampirinya dan meminta surat-surat nya yang mana Keyrani sama sekali tidak membawanya begitupun dengan dompetnya yang tadi disimpannya di bengkel Jeri.
"Halo Jer.. Buruan ke Jl. Sudirman. Aku ditilang nih" Ujar Keyrani saat Jeri mengangkat panggilannya
"Wah Parah kamu Key. Yang nyuruh kamu kesitu siapa" Ujar Jeri geram dengan Keyrani
"Marahnya ditunda dulu. Buruan kesini" Pinta Keyrani segera memutus panggilannya sebelum Jeri semakin memarahinya
Tak berselang lama kemudian, Jeri tiba di lampu merah Jl. Sudirman dengan wajah kusut dan segera turun dari motornya menghampiri Keyrani yang sedari tadi cengengesan nggak jelas.
Tanpa menghiraukan Keyrani, Jeri segera menghampiri polisi tersebut "Maaf Pak, Saya mau tebus motor teman saya" Ujar Jeri sembari menunjuk ke arah Keyrani
"Harus buru-buru kabur nih Aku" Gerutu Keyrani melihat ke arah Jeri yang kini mengeluarkan uang untuk menebus motornya masih dengan wajah ketusnya dan rambut yang terlihat acak-acakan
Setelah dirasa selesai, Keyrani menaikkan stan kaki motornya berniat pergi diam-diam dengan mendorong motornya (hehehe) sebelum Jeri menghujani nya dengan berbagai ocehannya seperti yang dilakukannya selama di SMP dulu.
"Keyrani" Panggil Jeri yang kini berbalik ingin menghampiri Keyrani namun ternyata orang yang ingin dihampiri nya sudah berada jauh dari lampu lalu lintas sembari mendorong motornya
Keyrani yang sadar akan panggilan Jeri segera menaiki motornya dan melajukannya meninggalkan Jeri yang kini menggaruk gusar kepalanya karena ulahnya. Sebelum pergi Keyrani tak lupa tersenyum sembari berteriak Terima kasih kepada Jeri yang telah membayar uang tilangnya.
__ADS_1
Jeri menghela nafasnya pasrah sembari menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Keyrani yang masih saja seperti dulu dan tidak pernah berubah.
"Sabar Jer.. Sabar.. Sudah biasa" Tutur Jeri mengusap dadanya meredam emosi kemudian menaiki motornya berniat kembali ke bengkel karena Ia yakin Keyrani tidak akan kembali ke bengkel karena takut Jeri marah.