Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Kepergok


__ADS_3

Pintu ruangan terbuka menampilkan Ray yang kini membawa kotak bekal dengan sebotol air minum. Keyrani yang tersadar segera bangun dan memperbaiki duduknya di sofa.


"Makanlah dulu, kamu pasti belum makan kan sedari pagi" Pinta Ray membuka kotak bekal tersebut yang ternyata berisi bakso yang dibelinya di kantin.


Maklum saja, karena Keyrani sangat menyukai makanan tersebut. Yang bahkan seolah tidak berpengaruh pada tubuh Keyrani yang masih ramping dan tidak menunjukkan tanda-tanda kebulatan seperti bakso yang dimakannya tiap hari.


"Ini kamu dapat dari mana kotak bekalnya?" Tanya Keyrani penasaran


"Dari Ibu kantin. Aku lihat nganggur jadi Aku pinjam sekalian" Jawab Daren


"Oh. Yaudah buruan suapin.. Aaaa" Pinta Keyrani manja sembari membuka mulutnya


Melihat itu Ray hanya tersenyum kemudian memotong bakso tersebut menjadi potongan kecil sebelum akhirnya menyuapi Keyrani sesuai permintaan kekasihnya itu.


"Oh iya kamu tidak mengajar?" Tanya Keyrani dengan pipi yang kembang kempis karena mengunyah makanan


"Sudah aku batalkan" Jawab Ray santai


"Hah? Kapan? Kok bisa?"


"Tadi pas keluar ke kantin, Sekalian aku hubungi ketua tingkat kamu untuk hari ini kelas dibatalkan"


Melihat Keyrani bersedih dan tidak bersemangat Ray memutuskan untuk membatalkan kelasnya dan memilih menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Yang sudah pasti tidak akan datang ke kelas dan memilih untuk bolos. Untuk itu, Ray memilih jalan pintasnya dengan membatalkan kelas dan memindahkannya ke lain hari.


Resiko jadi mahasiswa, karena jika sewaktu sekolah dulu Guru tidak masuk berarti tidak akan ada kata ganti hari tersebut. Berbeda dengan dosen yang terkadang seenak jidatnya mengganti jadwalnya sesuai keinginan dan kesibukannya.


"Daritadi aku lihat kamu tidak semangat dan murung terus. Jadi lebih baik kita pulang saja" Sambung Ray


"Hmm.. Yaudah deh" Putus Keyrani setelah berfikir sejenak kemudian menyandarkan kepalanya pada lengan Ray


Dirinya merasa bersyukur karena dirinya yang dulu selalu sendiri tanpa sandaran saat  ia merasa sedih. Namun berbeda untuk saat ini karena ia sudah memiliki Ray yang selalu memperhatikannya bahkan sebelum Ia membuka mulutnya, Ray sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Benar - benar seorang kekasih yang peka dan perhatian..


Keduanya kini meninggalkan kampus dan sudah berada di dalam mobil Ray. Hingga kemudian ponsel Keyrani tiba-tiba saja berbunyi.


Drrtt... Drrtt..

__ADS_1


Keyrani segera meraihnya dan mengangkat panggilan yang tak lain dari Lisa.


"Ada apa?" Tanya Keyrani sembari menempelkan benda pipih itu di telinganya


"Kamu dimana? Rian dan Aaron bagaimana? Aku baru tiba di kampus dan sudah dikagetkan dengan kabar ini" Ujar Lisa panik


"Tadi Aku lihat Rani menghampiri Aaron. Kalau Rian, aku tinggal di UKS" Balas Keyrani


"Hah? Kenapa ditinggal? Dan apa ini? Kalian pacaran? " Ujar Lisa dengan semua pertanyaannya setelah melihat video yang tersebar di forum sekolah


"Aku dan Rian sama sekali tidak berpacaran. Murni hanya berteman saja" Tukas Keyrani menghela nafasnya karena kesalahpahaman itu


"Jadi kamu dimana sekarang?"


"Pulang. Besok Aku jelasin semuanya. Bye" Tutur Keyrani sebelum akhirnya memutuskan panggilan secara sepihak


"Pacaran?" Sela Ray menoleh ke arah Keyrani saat mendengar percakapan tadi


"Ahh... Aku belum jelasin?" Tanya Keyrani mengingat kembali saat dirinya menghampiri Ray


"Kenapa berhenti?"


"Kamu jelasin dulu" Pinta Rian


"Di rumah aja yah, kita pulang dulu" Bujuk Keyrani memegang lengan Ray


Dengan terpaksa, Ray kembali melakukan mobilnya dengan kecepatan yang lebih cepat dari yang sebelumnya.


Tak berselang lama kemudian, mobil Ray perlahan memasuki kediamannya dan berhenti tepat di depan rumah. Keyrani segera turun begitu pun dengan Ray yang langsung merangkul bahu Keyrani masuk ke dalam rumah.


"Jadi sekarang jelaskan padaku" Pinta Ray saat keduanya duduk di sofa ruang tamu dengan Keyrani bersandar pada bahu Ray


"Sebenarnya aku juga bingung. Aku benar-benar syok saat tahu bahwa keduanya berkelahi karena mereka menyukaiku. Aku benar-benar tidak tahu, karena selama ini aku hanya menganggap keduanya teman tidak lebih" Jawab Keyrani


Kening Ray mengeryit mendengar kekasihnya jadi rebutan teman-temannya.

__ADS_1


"Bagaimana ini? Aku bingung bagaimana harus bereaksi saat bertemu ketiganya"


"Tiga?" Kaget Rian menoleh ke arah Keyrani


"Iya. Tiga orang. Bukan hanya Rian dan Aaron tapi juga Rani. Dia menyukai Aaron dan pasti dia benar-benar kecewa padaku karena ternyata pria yang disukainya justru menyukaiku"


Ray menghela nafasnya sembari mengusap dadanya karena tadinya ia berfikir ada 3 orang yang memperebutkan pacarnya ini.


"Mereka bertengkar tanpa mencari tahu perasaan mu yang sebenarnya. Benar-benar anak muda yang berpikiran pendek" Cetus Ray


"Jadi aku harus bagaimana?" Keyrani bingung harus berbuat apa. Ia benar-benar tidak rela jika persahabatan mereka harus hancur karena perasaan sepihak keduanya


"Saat ini cukup biarkan saja keduanya hingga emosi keduanya sedikit mereda, mereka bukan anak kecil lagi yang harus diajar bagaimana bersikap. Dan berhenti menyalahkan dirimu sendiri, ini bukan salah mu atau salah siapapun" Tutur Ray menangkup wajah Keyrani memandangnya lekat


Keyrani kemudian mengangguk menyetujui usulan Ray "Dan juga berhenti memikirkan orang lain saat bersama denganku" Sambung Ray sedikit risih saat Keyrani membahas pria lain dari bibir mungilnya itu


Seutas senyum tiba-tiba terukir di wajah Keyrani saat tersadar akan arah pandangan Ray yang sedari tadi tertuju pada bibirnya "Kenapa? Hmm?" Tanya Keyrani iseng sembari mengangkat salah satu alisnya menggoda Ray yang kini memutar matanya kesamping dengan senyum yang sengaja ditahannya


Hingga sepersekian detik kemudian, Ray kembali menatap wajah Keyrani dan meraih tengkuknya. Menyatukan jidatnya membuat hidung keduanya bersentuhan. Deruh nafas keduanya terdengar begitu jelas. Membuat Keyrani reflek menutup kedua matanya seolah paham.


"Karena kamu sudah tahu. Aku tidak akan sungkan lagi" Tutur Ray sebelum akhirnya menyatukan bibirnya dengan bibir mungil Keyrani yang sedari tadi mengalihkan perhatiannya


Bibir keduanya bertaut dengan sempurna. Dengan Keyrani yang perlahan bergerak mengiringi bibir Ray.


Keyrani mengalunkan tangannya pada pundak Ray. Sementara Ray masih memegang tengkuk Keyrani menikmati ciuman mereka yang santai dan nikmat.


Hingga kemudian keduanya melepas ciuman mereka dan saling bertatapan dengan nafas yang masih sedikit menggebu.


Pandangan Ray masih tidak bisa lepas dari bibir Keyrani yang kini mengilap dan basah karena ciuman tadi. Seolah belum puas, Ray kembali mendorong tubuh Keyrani jatuh di sofa dan segera ******* bibir Keyrani intens dan lebih ganas dari sebelumnya.


"Mmmmhhhpp.. " Keyrani memukul dada bidang milik Ray karena kehabisan nafas


Namun betapa terkejutnya dirinya saat mendapati Bi Lastri berdiri dengan telapak tangan menutup wajahnya terkejut karena ulah keduanya. Kemudian berjalan menjauh dari keduanya seolah tidak melihat apapun.


Dengan sigap, Keyrani mendorong tubuh Ray menjauh darinya. Dan segera menutup wajahnya yang kini sudah memerah karena malu. Sementara Ray hanya tersenyum usil melihat tingkah Keyrani meski dalam hati ada rasa kesal karena tiba-tiba diganggu.

__ADS_1


Salah sendiri kissnya di ruang tamu😆 Resiko pacaran nggak ingat tempat..


__ADS_2