
Keyrani dan Rani yang diantar oleh Ray ke kampus segera turun dari mobil saat ketiganya tiba di parkiran. Keduanya berpamitan pada Ray kemudian beranjak pergi terlebih dahulu meninggalkan Ray yang masih berada di dalam mobil.
"Aku duluan ke kelas" Ujar Keyrani kepada Lisa karena keduanya tidak berada dalam satu kelas yang sama meski memiliki jurusan yang sama
"Iya. Aku juga ingin ke perpustakaan mencari beberapa materi untuk kelas nanti" Ujar Lisa kemudian
Keduanya kemudian berpisah, Keyrani menaiki tangga menuju ke lantai 4 sementara Lisa tetap di lantai satu berjalan menuju ke perpustakaan.
Selama di perjalanan menuju ke kelasnya, Keyrani tidak bisa menyembunyikan senyum di wajahnya yang mana ingatan masa lalunya kembali menyeruak saat dirinya dan Lisa masih begitu dekat.
"Aku baru sadar jika wajah Keyrani terlihat begitu manis dan cantik saat tersenyum seperti itu" Bisik seorang mahasiswa kepada mahasiswa lainnya
"Kamu benar, entah ada angin apa yang membuatnya tersenyum seperti itu. Kita bahkan sudah 4 semester berada di kelas yang sama tapi dia begitu jarang memperlihatkan senyumnya" Timpal mahasiswa lainnya
Keyrani yang berjalan melewati mahasiswa lainnya berhenti tersenyum saat dirinya samar-samar mendengar namanya disebut.
"Sepertinya akhir-akhir ini aku menjadi terkenal" Batin Keyrani memiringkan kepalanya kemudian berbelok masuk ke dalam kelas
Jika biasanya dirinya duduk sendiri di belakang, kali ini Rani dengan inisiatifnya sendiri menghampiri Keyrani dan duduk di sebelahnya.
"Aku boleh duduk disini?" Tanya Rani yang kini membawa bukunya dan berdiri di dekat kursi Keyrani
"Iya, duduklah" Ujar Keyrani tidak masalah karena memang tidak ada aturan yang mengatur posisi duduk Mahasiswa
Sejak insiden Keyrani yang lupa dimasukkan ke dalam group kelas, Rani menjadi sering menyapa dan mengobrol bersama Keyrani. Jika dulu dirinya canggung dan sedikit segan dengan Keyrani, kali ini Rani jauh lebih santai jika berhadapan dengan Keyrani.
Tak berselang lama kemudian Dosen masuk ke dalam kelas. Semua mahasiswa dengan sigap memperbaiki posisi duduknya. Begitu pun dengan Keduanya yang kini mengalihkan perhatiannya kepada dosen di depan yang kini mulai menjelaskan materinya.
"Wah.. Catatan kamu benar-benar rapi" Puji Rani takjud dengan buku catatan Keyrani yang tersusun rapi tanpa adanya coretan yang tidak berarti
Keyrani hanya tersenyum singkat, meski dirinya cuek dan terkadang bodoh amat tapi jika berkaitan dengan kuliah, Keyrani selalu melakukannya dengan serius dan sepenuh hati.
Rani kembali fokus ke depan memperhatikan dosen menjelaskan setelah sedikit teralihkan oleh catatan Keyrani.
20 menit kemudian kelas berakhir. Dosen yang sedari tadi mengajar kini membereskan buku-bukunya dan bersiap keluar kelas. Begitu pun dengan para mahasiswa yang tidak sabar bangkit dari duduknya dan menunggu dosen tersebut keluar.
__ADS_1
"Mau ke kantin?" Tanya Rani berniat mengajak Keyrani ke kantin bersama
"Iya" Ujar Keyrani setuju karena sedari pagi tadi ia belum sarapan sama sekali karena memilih bermain basket bersama Ray
Keduanya kemudian berjalan beriringan menuju ke kantin. Diikuti beberapa murid dari belakang yang juga berniat ke kantin.
Setibanya dikantin, keduanya segera memesan makanan yang diinginkan. Kemudian duduk di salah satu meja yang kosong.
Hingga kemudian dari arah belakang, Lisa datang menghampiri keduanya dan duduk di dekat Keyrani sembari membawa pesanannya.
Lisa yang baru saja tiba melihat ke arah Rani sembari tersenyum kemudian mengangkat tangannya menyapa Rani "Lisa" Ujarnya memperkenalkan diri
"Rani" Sambut Rani juga menyebut namanya
Lisa yang saat ini hanya memiliki satu tujuan menyenggol lengan Keyrani yang sedari tadi fokus menyantap makannya "Ekhemm.." Lisa berdekhem memberi isyarat pada Keyrani
"Iya-iya.. Tahu aku maksud kamu" Ujar Keyrani mengerti maksud dari Lisa
Sejak turun dari mobil tadi, Lisa sudah benar-benar penasaran dengan hubungan Keyrani dan Ray. Mungkin jika keduanya tidak memiliki kelas, Lisa sudah membawa Keyrani dan menyuruhnya menceritakan semuanya dengan rinci dan jelas.
"Hah? Jangan bohong, dari yang aku lihat kalian lebih dari sekedar teman" Timpal Lisa tidak percaya dengan ucapan Keyrani begitupun dengan Rani yang sedari tadi hanya diam karena dirinya juga dibuat penasaran oleh hubungan keduanya
"Serius" Ujar Keyrani mengangkat tangannya dan membentuk huruf V "Kami cuma berteman" Sambung Keyrani
"Sejak kapan?" Tanya Lisa kembali
"Aku mengenal Ray dari sejak 11 tahun yang lalu. Hanya saja aku baru tahu akhir-akhir ini kalau dia teman masa kecilku dulu, karena kami sempat berpisah"
"Oh jadi Pak Ray yang kamu bahas kemarin" Sela Rani mengingat kembali perkataan Keyrani kemarin
"Hmm" Angguk Keyrani mengiyakan
"Kamu yakin cuma temenan?" Tanya Lisa kembali
"Iya, untuk sekarang kami temenan tapi untuk kedepannya aku ngga tau"
__ADS_1
"Jangan-jangan kamu suka?" Tebak Rani menunjuk Keyrani
"Iya. Aku memang menyukainya" Jawab Keyrani tidak mengelak
Rani mengacungkan kedua jempolnya salut dengan sifat Keyrani yang menurutnya sangat keren. Berbeda dengan dirinya yang hanya bisa memendam perasaannya pada Aaron tanpa berniat mengungkapkannya.
"Sudah kuduga, kamu akan berkata seperti itu" Ujar Lisa karena dirinya sangat mengenal sifat Keyrani yang selama ini tidak pernah berniat kontak dengan seseorang jika tidak menyukainya
Keyrani hanya tersenyum menaikkan bahu dan kedua alisnya kepada keduanya. Hingga kemudian ketiganya dikagetkan dengan kedatangan Aaron bersama kedua temannya
"Apa yang kalian bahas begitu serius?" Tanya Aaron memukul meja dan duduk di dekat Rani "Oh bukankah kamu yang bersama saudara Keyrani waktu itu" Ujar Aaron menunjuk Lisa dan mengingat kembali saat Lisa bersama dengan Devi
"Iya. Itu Aku" Jawab Lisa
"Kalian baikan?" Heran Aaron menunjuk keduanya bergantian
"Iya" Jawab Keyrani singkat
"Sepertinya banyak yang aku lewatkan" Tutur Aaron memandang keduanya yang kini terlihat begitu akrab dan sangat berbanding terbalik dengan yang kemarin
Sementara Rani yang memang memendam rasa pada Aaron tak sanggup menahan rasa senangnya karena sekali lagi dirinya duduk disamping Aaron yang sejak dari dulu memang diimpikannya.
Keyrani yang menyadari hal tersebut, menaikkan alisnya sebelah menggoda Rani yang saat ini tampak malu.
"Bagaimana jika kita membuat group" Usul Aaron tiba-tiba dengan antusias
"Group?" Timpal Lisa
"Iya. Bukankah bagus jika sesama teman memiliki group chat" Tutur Aaron
"Oh ide bagus. Ayo segera buat" Sambut Lisa kemudian setuju dengan ide Aaron
Keduanya kemudian membuat group chat dan mengundang yang lainnya, yang entah bagaimana bisa begitu akrab padahal keduanya baru saja bertemu. Mungkin ini yang dinamakan bertemu dengan seseorang yang satu frekuensi dengan kita.
Sementara Keyrani hanya bisa menggeleng pasrah dengan kelakuan keduanya. Namun berbeda dengan Rani yang kini memasang wajah cemburu melihat Lisa yang bisa dengan begitu mudahnya akrab dengan Aaron.
__ADS_1