Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Rumah Orang Tua


__ADS_3

Huhhh.... Huuhhh.... Huuhhhh....


Nafas Keyrani menderu tidak beraturan. Sudah hampir 2 jam ia menghabiskan waktu di lapangan basket bersama dengan Ray yang kini juga mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


"1 ronde lagi?" Tanya Ray pada Keyrani dengan kedua tangan memegang lututnya


"Oke" Ujar Keyrani menyetujui dan kembali memantulkan bola yang ada di tangannya menuju ke ring basket secara bergantian


"Mengapa kamu begitu lincah, di umurmu yang sudah setua ini" Ujar Keyrani membelakangi Ray dengan tangan yang masih sibuk memantulkan bola berusaha mencari celah untuk melewati Ray


"Berhenti membahas umur, bahkan meskipun aku berumur 50 tahun nanti. Aku akan tetap selincah ini" Balas Ray dengan smirk nya


"Mimpi yang begitu indah" Ujar Keyrani berniat melewati Ray namun sayangnya ia gagal karena kini bola berpindah di tangan Ray


Ray yang mendapatkan bola segera memperbaiki posisinya dan berniat melakukan shoot, namun tiba-tiba dari arah belakang Keyrani justru melompat dan bergelantungan di punggung Ray berusaha mencegahnya melakukan shoot.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Ray menggoyang-goyang kan tubuhnya agar Keyrani turun


Keyrani hanya tersenyum jahil dan semakin mengeratkan pegangannya pada leher Ray.


Ray menghela nafasnya kemudian melempar bola di tangannya ke sembarang arah.


"Kenapa kamu melemparnya?" Tanya Keyrani sembari menoleh ke arah Ray dan tanpa sengaja mengecup pipi kiri Ray


Ray yang tadinya diam, menolehkan wajahnya membuatnya bertatapan dengan Keyrani. Keduanya bertatapan cukup lama dan dalam.


"Mau menikah denganku?" Tanya Ray tiba-tiba membuat Keyrani sontak melepaskan pegangannya dan terjatuh di lantai


"Aakhhh... Bokongku... " Keluh Keyrani memegang bokongnya karena terjatuh di lapangan


"Kamu tidak apa-apa? Mana yang sakit? Cepat katakan padaku?" Tanya Ray kaget sekaligus panik


"Huuuhh... Huuhhh... Bokongku sakit gara-gara kamu" Gerutu Keyrani


"Lagian kenapa kamu melepasnya?" Balas Ray geram karena dirinya tidak menahan tubuh Keyrani tadi


"Itu kan gara-gara kamu.. Ech.. Tunggu! Tadi kamu bilang apa? Menikah?" Ujar Keyrani mengingat kembali perkataan Ray yang mengajaknya untuk menikah


Seketika Ray memalinkan wajahnya ke samping, bingung dengan dirinya yang tiba-tiba saja mengatakan hal seperti itu.


"Kenapa kamu memalinkan wajahmu? Jangan bilang kamu mau menyangkalnya?" Ujar Keyrani menuntut


"Aku mengatakannya hanya untuk mengalihkan perhatianmu" Ujar Ray beralasan

__ADS_1


"Jadi kamu hanya bercanda? Kamu tidak akan menikahiku? Hah?" Tanya Keyrani kembali


"Tidak.. Bukan seperti itu.."


"Lalu apa? Jangan bilang, kamu benar-benar tidak ingin menikah denganku.. " Ucapan Keyrani terhenti saat tiba-tiba Ray mendorong tubuhnya ke lantai dan mencium bibir mungilnya


Keyrani mengangkat tangannya dan mengalunkannya pada leher Ray sembari mengikuti ciuman Ray. Keduanya saling memegang tengkuk masing-masing dan semakin memperdalam ciuman keduanya.


...***...


Setelah menghabiskan waktu di lapangan basket pagi ini. Ray mengajak Keyrani ke suatu tempat.


"Kemana kita akan pergi?" Tanya Keyrani memperhatikan jalan dari jendela mobil yang tampak asing baginya


"Nanti kamu akan tahu" Jawab Ray bersikap misterius dan tetap fokus mengemudikan mobilnya di jalan raya


Mendengar penuturan Ray, Keyrani memutuskan menyandarkan kepalanya di kursi dan memilih untuk tidur sejenak. Karena sepertinya Ray tidak akan berbagi dengannya.


Hingga tak berselang lama kemudian, mobil yang dikendarai Ray kini memasuki sebuah pekarangan rumah dan berhenti tepat di depannya.


"Key.. " Panggil Ray berusaha membangunkan Keyrani


"Hmm.. " Gumam Keyrani membuka kedua matanya secara perlahan "kita sudah tiba" Ujarnya memperhatikan di sekitar


"Kita dimana? Rumah siapa ini?" Tanya Keyrani bingung


"Ini rumah kedua orang tuaku" Jawab Ray memperhatikan rumah tersebut


Ingatan-ingatan masa lalunya bersama kedua orang tuanya kembali menyeruak di dalam pikirannya.


"Aku kembali Ma.. Pa.. " Batin Ray sebelum akhirnya melngkahkan kakinya masuk ke dalam rumah bersama dengan Keyrani


"Bagaimana dengan Ibu tirimu?" Tanya Keyrani


"Dia sudah tidak punya hak untuk tinggal di rumah ini" Jawab Ray seketika tajam


Menyadari perubahan suasana hati Ray, Keyeani segera merangkul lengannya "Ajak aku berkeliling" Pinta Keyrani mengalihkan perhatian Ray


Mungkin jika dirinya yang mengalaminya, ia pasti akan berbuat seperti yang Ray lakukan. Tapi beruntungnya dirinya, Ayahnya kini sadar dan bahkan memberikan perhatian yang tak kalah dari yang Ray lakukan selama ini. Belum lagi, kedatangan Jeri yang juga sudah dianggapnya keluarga sedari dulu. Benar-benar melengkapi kehidupannya, setidaknya untuk saat ini.


...***...


Di sisi lain di salah satu minimart dekat kampus, terlihat Aaron yang saat ini duduk di depan minimart sembari menikmati makan siangnya.

__ADS_1


"Dasar tidak setia kawan, bagaimana bisa kamu makan terlebih dahulu tanpa menungguku" Gerutu Lisa yang baru saja keluar dari minimart dengan sebuah pop mie dan cola di tangannya


"Berhenti mengoceh, aku sudah menungguku hampir 30 menit disini" Balas Aaron tidak terima


"Oh.. "


"Oh..? Aku menunggumu 30 menit dan kamu cuma bilang Oh..?" Protes Aaron menghentikan makannya dan menatap ke arah Lisa yang tampak tidak perduli


Sejak Lisa meminta Aaron mengantarnya pulang, keduanya kerap kali menghabiskan waktu di minimart tersebut. Hanya sekedar makan, yang terkadang diselingi dengan pertengkaran dan perdebatan diantara keduanya.


"Jadi bagaimana? Kamu sudah dapat?" Tanya Lisa kemudian


"Aku bahkan belum mencari" Jawab Aaron


"Hah? Jadi yang seperti apa yang kamu mau? Aku bisa merekomendasikannya jika ada yang sesuai"


"Terserah kamu. Asal dekat dari kampus aku tidak masalah" Ujar Aaron


"Kalau begitu, aku punya satu" Balas Lisa kemudian


Aaron tidak membalas dan kembali melanjutkan makannya sebelum hari semakin panas karena terik matahari.


Tak berselang lama, keduanya telah menyelesaikan makan mereka. Dan segera pergi meninggalkan minimart menuju ke suatu tempat.


"Masuklah" Ujar Lisa saat keduanya tiba di sebuah asrama yang jaraknya tidak terlalu jauh dari minimart tadi


"Tunggu... Ini bukannya kos kamu?" Tanya Aaron


"Iya. Bukannya kamu mencari kos. Yaudah aku rekomendasiin yang ini" Jawab Lisa membuka salah satu kamar yang sudah lama kosong


"Ini bukan kos putri?" Tanya Aaron melirik ke sekitar


"Bukan. Ini campuran, tapi kamu tenang saja kos ini aman karena orang-orang yang berada di kos ini sebagian besar sudah menikah" Ujar Lisa berusaha meyakinkan Aaron


Karena saat ini, Aaron tengah mencari kos karena dirinya terlalu lelah dan malas untuk bolak-balik rumah ke kampus yang jaraknya lumayan jauh.


"Kamu merekomendasikan tempat ini, pasti punya maksud lain kan?"


"Maksud lain?" Tanya Lisa kebingungan


"Iya. Pasti karena kamu mau nebeng denganku tiap hari ke kampus kan" Ujar Aaron menebak


Lisa memutar bola matanya sembari menoleh ke samping. Awalnya Ia merekomendasikan tempat itu karena tidak ingin berkeliling. Tapi setelah mendengar penuturan Aaron, alasannya untuk membuat Aaron tinggal sepertinya bertambah satu.

__ADS_1


__ADS_2