
"Dari mana saja kamu?" Tanya Rani tepat saat Keyrani masuk kedalam kamar
"Kafe" Jawab Keyrani melepas jaket yang digunakannya karena cuaca dingin di negara tersebut
"Ini bahkan baru jam 8 pagi dan kamu sudah menghabiskan waktu di kafe" Ujar Rani menatap jam di dinding
"Nih. Cardlock baru kita. Buruan beresin barang-barang kalian kita pindah kamar" Ujar Keyrani meletakkan cardlock barunya di atas meja
Lisa yang mendengarnya sontak menghampiri Keyrani "Jangan bilang kamu ke kafe ketemu Sean?" Tebak Lisa menatap Keyrani penuh curiga
"Iya. Aku janjian buat ambil cardlock" Jawab Keyrani mengakui
"Alasan banget yah kamu. Dia bahkan bisa mengantarnya langsung ke kamar, untuk apa kalian bertemu di kafe segala. Bilang saja kalian memang berniat menghabiskan waktu bersama" Ujar Lisa tepat sasaran membuat Keyrani menatapnya heran dengan cara pikirnya yang cepat
"Stop. Mending kalian beres-beres. Aku mau mandi" Ujar Keyrani segera berjalan ke kamar mandi meninggalkan keduanya yang masih menatapnya mengejek
Keyrani masuk ke dalam kamar mandi. Tubuhnya bersandar di dinding kamar mandi. Keyrani memang membiarkan Lisa dan Rani mengejeknya, tapi sesungguhnya dari lubuk hati terdalamnya ia tidak membenarkan perbuatannya saat ini. Karena Keyrani sadar semua yang dilakukannya saat ini hanyalah sebuah pelampiasan semata.
...***...
Tak berselang lama, Keyrani telah selesai mandi dan kini mengenakan pakaiannya bersiap untuk pindah ke kamarnya yang kemarin.
Meski sebenarnya, ketiganya tidak memiliki barang apapun selain belanjaan mereka kemarin dan beberapa pasang baju yang baru saja mereka beli karena semua pakaian mereka berada di kamar yang terkunci.
Ting....
Mendengar bunyi bel pintu, Lisa segera berjalan berniat membuka pintu kamar karena Keyrani maupun Rani sibuk membereskan barang mereka.
"Sean?" Ujar Lisa saat melihat Sean kini berdiri di depan pintu dengan dua pelayan di sampingnya
"you are done? (Kalian sudah selesai?)" Tanya Sean
"Yes. We're done (Iya. Kami sudah selesai)" Jawab Lisa berbalik yang kemudian diangguki oleh keduanya
__ADS_1
"I brought two maids here, let them help you carry the things (Aku membawa dua pelayan disini, biarkan mereka yang membantu kalian membawa barang-barang itu) " Ujar Sean kemudian
"No need.. We've.. Nghh (tidak perlu.. Kami..)" Tolak Keyrani namun segera di cegah oleh Lisa yang kini menutup mulutnya
"Then thank you. Sorry to bother (Terima kasih. Maaf merepotkan) " Ujar Rani setelah mendapat lirikan dari Lisa
Kedua pelayan yang dibawa oleh Sean segera mengambil barang-barang keduanya setelah mendengar penuturan Rani.
Sementara Keyrani kini menghela nafasnya pasrah, mengikuti keinginan keduanya.
"Ayo turun.. " Ujar Lisa menarik tangan Rani berniat memberikan ruang untuk Keyrani dan Sean
"Kita seperti ini nggak papa? Bagaimana dengan pak Ray?" Tanya Rani memikirkan perasaan Ray karena Lisa sepertinya berniat membuat Keyrani dekat dengan Sean
"Aku tidak perduli denganya. Dia bahkan berani membuat Keyrani menangis" Ujar Lisa geram meski sebenarnya ia tahu apa yang dilakukannya ini percuma karena Keyrani tidak akan bisa lepas dari rasa cintanya pada Ray
Di sisi lain Keyrani yang melihat kedua sahabatnya pergi meninggalkannya hanya bisa menggeengkan kepala pasrah dengan kelakuan keduanya.
"Please be aware of the nature of both. Even sometimes I'm confused with their mindset (Tolong maklum dengan sifat keduanya. Bahkan terkadang aku pun bingung dengan pola fikir mereka) " Ujar Keyrani
...Tanpa sadar, Keyrani dan Sean kini tiba di kamar Keyrani karena keduanya terlalu asyik berbincang selama di perjalanan. ...
"Come in. See you tonight (Masuklah. Sampai ketemu malam nanti)" Ujar Sean sebelum akhirnya beranjak pergi tepat setelah Keyrani masuk ke dalam kamar
...***...
Malam harinya, Keyrani kini telah siap dengan sebuah gaun hitam yang kini melekat dengan sempurna ditubuhnya.
"Kita berdua seperti mendukung sahabat kita untuk selingkuh" Ujar Rani memperhatikan Keyrani yang sontak membuat Keyrani menatapnya
"Selingkuh! Aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Sean, berhenti berfikir yang tidak-tidak" Ujar Keyrani menunjuk keduanya bergantian
"Iya-iya. Kalian belum punya hubungan apa-apa. Tapi dia sudah berani mengajakmu ke pesta seperti ini" Imbuh Lisa ikut mengejek Keyrani
__ADS_1
Ting...
"Sepertinya dia sudah datang, aku pergi dulu" Ujar Keyrani segera berjalan ke pintu kamar tanpa menghiraukan ejekan keduanya lagi
"Dan juga berhenti mengejekku seperti itu, aku tidak punya hubungan apa-apa dengannya. Kami hanya sebatas teman. Ingat itu" Tekan Keyrani sebelum membuka pintu yang hanya diangguki keduanya tapi dengan raut wajah yang masih mengejek
"No need to rush to take him home (Tidak perlu terlalu buru-buru mengantarnya pulang) " Teriak Lisa mengedipkan satu matanya yang hanya dibalas senyuman oleh Sean dan juga pelototan dari Keyrani
Setelah itu Sean menatap Keyrani dan menekuk satu lengannya agar Keyrani menggandengnya.
Tanpa berfikir lama, Keyrani kemudian menggandeng lengan Sean. Untuk lebih memudahkannya berjalan karena ia belum terlalu terbiasa dengan heals.
"where are we actually going? (Sebenarnya kita akan pergi kemana?) " Tanya Keyrani karena Sean hanya mengatakan untuk datang ke pesta tidak lebih
"Come in first, I'll explain along the way (masuklah terlebih dahulu, aku akan menjelaskannya selama di perjalanan)" Balas Sean membatu Keyrani masuk ke dalam mobil begitu pun dengan dirinya
Setelah beberapa menit perjalanan Sean akhirnya membuat pengakuan terkait dirinya.
"actually I'm not just a manager, I'm the son of the hotel owner (Sebenarnya aku bukan hanya seorang manager. Aku adalah anak dari pemilik hotel)" Ujar Sean membuat Keyrani sontak menoleh ke arahnya kaget
Seketika Keyrani tersadar, tidak mungkin bagi Sean untuk membuatnya menempati kamar terbaik di hotel mereka dan tidak perduli dengan carslock kamar yang hilang jika Sean hanya seorang manager semata.
"And the party you are going to attend, is held to establish me as the heir to the hotel (Dan pesta yang akan kamu datangi, diadakan untuk memperkalkanku sebagi pewaris hotel tersebut) " Sambung Sean yang semakin membuat Keyrani kaget
"then why did you invite me, this party is important to you what if i mess it up? (kalau begitu kenapa kamu mengajakku, pesta ini penting untukmu bagaimana jika aku mengacaukannya?) " Tanya Keyrani cemas
"no need to worry. I just don't like it when other girls approach me, that's why I asked you to go (tidak perlu khawatir. aku hanya tidak suka jika gadis lain mendekatiku, untuk itu aku mengajakmu pergi)" Ujar Sean
Mendengar penuturan Sean, Keyrani tiba-tiba terdiam. Kejadian ini persis sama dengan apa yang pernah dialaminya dengan Ray.
"Key.. Key.. You're angry? (Kamu marah?" Tanya Sean melihat perubahan raut wajah Keyrani
"Hmm.. A little angry that you weren't honest with me from the start. But never mind, I can't possibly tell you to drop me off on the streets, right? (Hmm.. Sedikit marah karena kamu tidak jujur sejak awal padaku. Tapi sudahlah aku tidak mungkin menyuruhmu menunrunkan ku dijalanan bukan) " Jawab Keyrani kemudian dengan senyum yang sedikit ia paksakan setelah mengingat Ray
__ADS_1
"Your smile is beautiful (Senyummu cantik)" Ujar Sean tanpa sadar saat melihat senyum mereka di wajah Keyrani
Seketika wajah Keyrani memerah karena malu, ia belum pernah di puji secara langsung oleh pria lain selain Ray. Sementara Sean hanya tersenyum melihat tingkah Keyrani yang menurutnya begitu menggemaskan.