Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Gembok Cinta


__ADS_3

Keyrani dan Ray yang tadinya menaiki wahana bianglala tak kunjung turun dan mungkin tidak berniat untuk turun.


Lisa, Rani dan Sean yang sedari tadi menunggu keduanya kini dibuat lelah karena terlalu lama menunggu keduanya.


Hingga kemudian sebuah notif pesan masuk di ponsel Lisa yang tak lain berasal dari Keyrani yang membalas pesannya.


"Kalian pergi saja, aku akan tinggal dengan Ray sebentar lagi" Isi pesan Keyrani


Lisa menghela nafasnya setelah membaca pesan Keyrani, khususnya setelah ketiganya menunggu Keyrani selama hampir 1 jam.


"Key menyuruh kita pergi lebih dahulu" Ujar Lisa sembari memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya


"Bagaimana dengannya?" Tanya Sean


"Sepertinya dia tidak akan pergi ke Namsan Tower, dia menyuruh kita untuk pergi tanpa dirinya" Jawab Lisa


Hati Sean pilu mendengar ucapan Lisa. Ia benar-benar ingin jika Keyrani ikut dengan mereka ke Namsan Tower. Tapi ia tidak punya pilihan lain, karena ia yakin Keyrani pastinya lebih mendengarkan Ray ketimbang dirinya yang hanya sebatas teman saja.


"Kalau begitu ayo, aku akan membawa kalian kesana" Ujar Sean pada akhirnya meski dengan raut wajah tersenyum yang dipaksakan nya


"Aku pikir kamu tidak akan mau kesana jika tidak ada Keyrani" Ujar Lisa yang ternyata sedikit peka akan apa yang dirasakan Sean


Namun tetap saja, Sean akan dengan senang hati mengantar keduanya. Karena ia sudah menganggap keduanya sebagai temannya. Jadi tidak ada masalah jika bersama keduanya.


"Mengapa tidak? Dengan atau tanpa Keyrani kita akan tetap kesana" Balas Rian


"Kalau begitu ayo cepat pergi. Aku benar-benar sudah tidak tahan dengan suhu dingin ini" Imbuh Rani mengusap kedua tangannya bersamaan sembari beberapa kali meniupnya untuk memberi rasa hangat


Ketiganya kemudian segera berjalan kembali ke parkiran tempat mobil Sean di parkir.


...***...

__ADS_1


Di sisi lain Ray dan Keyrani yang sedari tadi menaiki biang lala masih dengan posisi yang sama. Dimana Ray masih memeluknya dan menyandarkan kepalanya di bahu sebelah kanan Keyrani.


Sejak tadi keduanya terdiam sembari memperhatikan cahaya terik matahari yang kini perlahan menghilang digantikan oleh gelapnya malam.


"Kamu tidak berniat merubah posisi kamu? Bahuku sudah mulai keram" Ujar Keyrani dengan suara yang sedikit berat


Ray kemudian mengangkat kepalanya dan kembali ke posisinya semula yakni berhadapan dengan Keyrani.


Keduanya bertatapan namun saling terlarut dalam pikiran masing-masing.


Seperti apapun Keyrani memikirkannya, semuanya bermula dari sejak ia memutuskan pergi karena terlalu terbakar cemburu akan Ray yang terlalu perhatian pada Alana.


"Jadi semuanya berawal karena aku? Tapi bukankah wajar bagiku merasa cemburu dan marah karena melihat pacarku perhatian pada gadis lain" Batin Keyrani bertanya dan menjawab sendiri pertanyaannya


"Apa yang kamu pikirkan? Kamu tidak berniat untuk pergi dariku lagi kan?" Tanya Ray menatap Keyrani lurus


Jika dulu Ray selalu bisa menebak jalan pikiran Keyrani, namun sekarang ia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan Keyrani atau bahkan apa yang diinginkannya.


Seketika Ray menunduk mendengar penuturan Keyrani "Maafkan aku, jika dari awal aku menceritakan tentang Alana. Kita tidak akan berakhir seperti ini" Ucap Ray penuh penyesalan


"Tapi aku benar bersungguh-sungguh saat aku mengatakan aku tidak menyukainya dan hanya menganggapnya sebagai adik tidak lebih. Kamu harus percaya itu" Sambung Ray kembali meyakinkan Keyrani


"Aku tahu Ray. Aku percaya kamu tidak menyukai Alana" Ujar Keyrani "Tapi aku tidak mempercayai perasaanku sendiri, aku terlalu marah dan cemburu melihatmu dengannya. Aku tidak bisa menahannya Ray" Lanjut Keyrani dalam hati


"Tapi ada satu hal yang belum aku beritahukan padamu" Ucap Ray sedikit ragu


"Apa?"


"Alana akan melanjutkan kuliahnya di kampus kamu. Dia sudah aku daftarkan sebelum aku berangkat kesini" Ujar Ray yang sontak membuat Keyrani tertegun


Keyrani pikir Alana tidak akan menetap lama di rumah Ray. Namun ternyata pemikirannya salah, Alana justru masuk ke kampus yang sama dengannya.

__ADS_1


Dengan kata lain, Keyrani akan bertemu dengan Alana di rumah maupun di kampus. Dan ia harus siap jika nantinya melihat Ray bersama dengan Alana. Hari-harinya dengan Ray tidak akan sama lagi karena kehadiran Alana yang sudah dianggapnya sebagai orang ketiga didalam hubungan ini.


"Key.. " Panggil Ray saat melihat Keyrani terdiam dan tidak meresponnya


"Key.. " Panggilnya sekali lagi sembari menyentuh tangan Keyrani


"Kalau kamu tidak suka, aku akan bicara pada Alana... " Tutur Ray terhenti tepat ketika Keyrani menggelengkan kepalanya


"Tidak perlu. Dia tidak mengenal siapa-siapa selain dirimu. Jadi biarkan saja dia tinggal denganmu" Potong Keyrani berusaha untuk mengerti yang dirinya bahkan tidak yakin apakah akan berakhir menjadi boomerang untuk dirinya sendiri atau tidak


"Kamu yakin? Aku tidak akan memaksamu jika kamu tidak setuju" Tanya Ray meyakinkan sekali lagi


"Iya" Ujar Keyrani pahit sembari menganggukkan kepalanya singkat


...***...


Di sisi lain, Sean bersama Rani dan Lisa kini tiba di Namsan tower yang terletak tidak begitu jauh dari tempat mereka tadi sehingga tidak memerlukan waktu hingga berjam-jam di perjalanan.


"Waahhhh... Kita harus mengambil foto disini. Tempat ini benar-benar cantik. Aku memang sering melihatnya di drama, tapi melihatnya secara langsung benar-benar seperti mimpi" Ujar Lisa antusias sembari menepuk kedua pipinya jika saja ia bermimpi


"Ini untuk kalian berdua" Ujar Sean menyerahkan gembok kepada Lisa dan Rani


Hal yang tidak boleh dilewatkan saat pergi ke Namsan Tower adalah memasang gembok.


"Oh iya. Ayo pasang disana" Ujar Lisa meraih gembok tersebut tak lupa keduanya menulis kata-kata masing yang akan digantung bersama dengan gembok tersebut


Keduanya kemudian sibuk dengan urusan masing-masing meninggalkan Sean yang kini berdiri diam memperhatikan sekitar yang saat itu dipenuhi oleh beberapa pasang kekasih yang terlihat begitu bahagia karena bisa memasang gembok dengan orang yang dicintai.


Konon katanya jika sepasang kekasih menggantungkan gembok cinta di tempat ini, maka cinta keduanya akan abadi selamanyaselamanya. Yang hingga saat ini banyak orang percaya dan mengikuti hal tersebut dan karena itu pula hal ini disebut sebagai love lock atau gembok cinta karena merupakan simbol dari cinta orang yang memasangnya.


"Sebenarnya apa yang aku harapkan?" Gumam Sean menggelengkan kepalanya karena sempat berfikir bahwa ia akan bisa memasang gembok di sana bersama dengan Keyrani mengingat selama ini Sean belum pernah sekalipun memasang gembok disana meski sudah datang beberapa kali.

__ADS_1


Meski belum pernah memasangnya, bukan berarti Sean tidak percaya. Justru karena dirinya percaya, ia benar-benar berharap bisa memasangnya dengan Keyrani suatu saat nanti.


__ADS_2