
Keyrani bersama yang lainnya tengah berada di ruang tamu membahas keberangkatan mereka saat Jeri datang. Setelah mendengar kabar tersebut.
"Jer.. " Panggil Keyrani saat Jeri memasuki rumah
"Kalian benar-benar berangkat besok? Tapi kenapa? Bukankah itu terlalu terburu-buru" Ujar Jeri sedikit tidak setuju jika keberngkatannya mendadak seperti ini sementara yang info yang ia dapat pernikahan akan dilaksanakan seminggu lagi yanga rtinya mereka masih memiliki banyak waktu untuk bersiap-siap.
"Bagaimana dengan Ray? Dia setuju?" Tanya Jeri kembali
Keyrani mengangguk pasti, karena tadi dirinya sudah mendiskusikan hal ini dengan Ray.
Jeri menhembuskan nafasnya pelan namun kasar, lalu menarik tangan Keyrani menjauh dari yang lainnya.
"Apa yang terjadi? Sepertinya Kak Jeri tidak setuju?" Timpal Lisa penuh heran
Namun tidak ada yang menjawab dan hanya mengangkat bahu tidak mengerti.
Sementara itu, Jeri yang menarik tangan Keyrani berhenti saat keduanya tiba di kamar Keyrani.
"Kenapa menarikku?" Tanya Keyrani heran
"Apa kamu tidak bisa menundanya? Maksudku kenapa harus mendadak seperti ini?" Tanya Jeri kembali
"Ini tidak mendadak Jer. Aku sudah menghubungi Sean dan dia mau kita berangkat satu minggu sebelum acara" Ujar Keyrani menjelaskan
"Tapi kenapa? Kenapa harus 1 minggu sebelum acara? Tidak ada alasan bagi dirimu untuk hadir secepat itu" Tanya Jeri seolah merasa ada yang aneh
"Maksud kamu?" Tanya Keyrani mengerutkan dahinya tidak mengerti
"Aku merasa aneh saja, mengapa dia menyuruhmu datang 1 minggu sebelum acara. Bukankah itu terserah kamu. Tidak ada alasan bagi dirinya untuk mendesakmu, mengingat kamu disini hanya sebagai tamu tidak lebih"
"Dia tidak mendesakku Jer. Sean memang menyuruhku datang satu minggu sebelum acara, tapi dia sama sekali tidak mendesakku. Semua tergantung diriku dan aku memutuskan untuk datang mengikuti kemauannya" Ujar Keyrani menjelaskannya dengan pasti
Jeri terdiam. Bagaimana pun ia bertanya, Keyrani pasti akan tetap berangkat besok. Jeri memilih diam dan mengikuti keinginannya untuk saat ini.
"Baiklah. Tapi aku mau, selama berada disana. Semua fasilitas termasuk hotel aku yang mengurusnya" Tekan Jeri
"Ok. Terserah kamu. Aku akan menurutinya" Balas Keyrani tersenyum semringah karena Jeri menyetujui keinginannya
__ADS_1
"Kalau begitu ayo keluar, kita masih harus mempersiapkan semuanya" Ujar Keyrani antusias sembari menarik lengan Jeri keluar dari kamar dan menghampiri yang lainnya
"Semuanya terserah kamu. Aku akan ke atas untuk berganti pakaian" Ujar Jeri kemudian berjalan menaiki tangga
Sementara Keyrani hanya mengangguk kemudian menghampiri yang lainnya dengan raut wajah senangnya.
"Bagaimana? Apa Kak Jeri setuju?" Tanya Rian bangkit dari duduknya
"Iya dia sudah setuju" Jawab Keyrani
"Yes.. Kalau begitu kita harus segera siap-siap" Celetuk Lisa begitu antusias "aku benar-benar tidak sabar bertemu dengan Sean" Sambung Lisa seolah kagum dengan sosok Sean
"Kenapa kamu terlihat begitu antusias seperti ini?" Tanya Aaron mulai risih
"Hmmm.. Aku benar-benar tidak sabar bertemu dengannya" Balas Lisa tanpa sadar jika Aaron tengah merasa cemburu
"Terserah.. Aku tidak perduli" Imbuh Aaron lalu melekang pergi meninggalkan yang lainnya dan naik ke lantai atas
"Kenapa? " Tanya Lisa dengan ketidakpekaannya
"Dia cemburu.. " Ujar Dafa menjitak kening Lisa lalu berlari pergi sebelum Lisa membalasnya dengan sebuah pukulan di kepala
"Yaaaakkk.. " Teriak Lisa mengusap keningnya yang kini memerah dan menatap kesal kepergian Dafa
Sembari mengusap dahinya, Lisa berjalan naik menghampiri Aaron di kamarnya setelah mendengar ucapan Dafa tadi.
...***...
Sementara itu, Jeri yang tadinya naik ke lantai atas untuk berganti pakaian kini keluar dari kamar mandi setelah berganti. Mengingat Rani masih berada di kamar tersebut meski tanpa sepengetahuan yang lainnya selain Keyrani dan Ray karena belum ada yang bertemu dengannya sejak tadi.
"Kamu kenapa?" Tanya Rani melihat raut wajah Jeri yang seolah memiliki masalah
"Tidak hanya saja.. Aku masih tidak setuju dengan keberangkatan besok" Ujar Jeri masih risau
"Tidak setuju?" Rani mengerutkan dahinya bingung kemudian menghampiri Jeri dan duduk di sofa dekatnya.
Jeri mengangguk pelan kemudian menatap Rani serius "Bukankah kamu ikut dengan Keyrani ke negara K? Apa ada yang aneh tentang nya?"
__ADS_1
"Aneh? Siapa? Sean?" Tanya Rani memastikan pertanyaan Jeri
Jeri lalu mengangguk mengiyakan
"Tidak ada. Tapi satu hal yang aku tahu, Sean menaruh hati pada Keyrani. Dia bahkan bertengkar dengan Ray karena hal ini" Jawab Rani mulai menjelaskan
"Bukankah aneh dia tiba-tiba ingin menikah?" Tanya Jeri dengan semua kecurigaannya
"Aneh. Karena jika itu aku, aku tidak mungkin bisa melupakan seseorang hanya dalam waktu tidak lebih dari sebulan dan bahkan bersiap menikah. Tapi di sisi lain, aku bisa mengerti. Karena percuma saja mempertahankan perasaan yang sudah jelas tidak akan bisa kita miliki" Lirih Rani seketika terbesit perasaannya yang dulu dipendam untuk Aaron
Jeri menghela nafasnya panjang sembari bersandar pada sofa dengan tangan kanan naik memijit keningnya.
"Sudah lah, kamu tidak perlu khawatir. Sean orangnya baik dan bertanggung jawab. Jika bukan karena dia, kami pasti kesulitan selama disana" Ujar Rani berusaha menenangkan Jeri yang sedari tadi dipenuhi rasa khawatir
Meski hal ini hanyalah pikirannya seorang tapi tetap saja ia akan tetap merasa khawatir jika itu berhubungan dengan Keyrani.
"Oh iya.. Bukankah yang harus kamu khawatirkan itu tentang kita. Sejak tadi aku tidak keluar kamar dan menemui yang lain. Karena bingung harus berkata apa" Ujar Rani mengganti topik pembahasan
"Katakan saja kita sudah berpacaran" Jawab Jeri kembali memperbaiki posisinya
"Tapi aku harus mulai dari mana? Aku tidak mungkin mengatakan kita sudah tidur bukan.. " Lirih Rani kebingungan karena jika ia memberitahu yang lain, mereka akan terus bertanya padanya dengan rinci hingga ia menjawab nya
"Katakan saja, aku yang mengejarmu. Dan kita baru jadian setelah aku kembali dari negara S" Ujar Jeri membuat alasan
"Sudahlah, kamu tidak perlu khawatir. Aku yang akan menjelaskannya nanti" Ujar Jeri menenangkan sembari memegang tangan Rani
Hingga kemudian, pembicaraan keduanya terhenti saat pintu kamar diketuk dari luar.
Jeri yang berniat berdiri membukanya tertahan saat Rani menghentikannya "biar aku, mungkin itu Keyrani karena dia baru saja menghubungiku" Ujar Rani sembari berjalan menuju pintu
Namun berapa terkejutnya ia, ketika pintu di bukannya dan bukannya mendapati Keyrani. Ia justru mendapati Rian berdiri di depan pintu.
"Rian?"
"Rani? Apa yang kamu lakukan disini? Kak Jeri?" Tanya Rian penasaran sembari mengintip ke dalam dan menatap Jeri meminta penjelasan
Rani menepuj jidatnya kemudian segera menarik lengan Rian masuk kedalam kamar sebelum yang lainnya datang.
__ADS_1