Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Terbongkar


__ADS_3

Sejak kepulangannya dari rumah Bibi Ray, Keyrani tidak bisa memejamkan matanya. Dirinya tidak bisa melupakan apa yang dilihatnya tadi. Berbagai pertanyaan kini memenuhi pikirannya.


Keyrani bangun dan berjalan menuju ke jendela kamar. Tangannya naik membuka gorden menampilkan jendela kaca membuatnya bisa dengan mudah melihat apa yang ada di luar termasuk kolam renang Ray yang berada tepat di bagian tengah rumah tersebut.


Pandangan Keyrani fokus melihat ke arah kolam memperhatikan pria yang sedari tadi mengganggu pikirannya terlihat sedang berenang. Beberapa kali Ray bolak-balik dari sisi kolam hingga kemudian Ia berhenti di pinggir kolam.


Keyrani berbalik keluar dari kamar kemudia berjalan menuju kolam tadi. Tidak ada gunanya bagi dirinya untuk memendam hal tersebut.


"Kamu belum tidur?" Tanya Ray saat Keyrani tiba di kolam


Tanpa menjawab pertanyaan Ray, Keyrani berjalan ke kolam renang kemudian turun menghampiri Ray.


"Key" Ujar Ray memperhatikan Keyrani yang kini berada tepat di hadapannya


Keyrani kembali tidak menjawab. Sorot matanya tertuju pada kalung yang melingkar pada leher Ray.


Ray yang sadar akan pandangan Keyrani segera meraih kalungnya seakan enggan memperlihatkannya.


"Kenapa?" Lirih Keyrani "Kenapa kamu berbohong" Tanya Keyrani dengan nada sedihnya


"Key" Panggil Ray dan perlahan melepas genggamannya pada kalungnya setelah mendengar penuturan Keyrani yang artinya Keyrani sudah mengetahui identitasnya. Ia kemudian menangkup wajah Keyrani "Maafkan aku" Lirih Ray sembari menyatukan keningnya pada Keyrani


"Kenapa menyembunyikannya dariku? Kenapa?" Ujar Keyrani dengan air mata yang perlahan turun "Aku selalu menunggumu, menunggumu untuk datang menghiburku, mendengar keluh kesahku. Tapi kenapa? Kenapa kamu pergi Brian" Sambung Keyrani memukul dada Ray


Flasback On

__ADS_1


Keyrani yang tengah asik melihat foto-foto anak Kanza tanpa sengaja membuat album foto tersebut terjatuh saat ingin membaliknya. Saat Keyrani meraihnya sebuah foto tiba-tiba terjatuh di lantai.


Dengan cepat Keyrani meraihnya. Namun saat dirinya membalik foto tersebut. Sebuah wajah yang sangat dirindukan nya terpanpang pada foto tersebut. Wajah yang selama 11 tahun ini selalu dirindukannya.


Dia adalah Brian Carlos Redwoof. Sahabat kecil Keyrani yang dulu pernah saling berjanji. Sekaligus orang pertama yang mematahkan janji tersebut.


Setelah kepergian Brian, Keyrani tidak pernah berhenti untuk datang ke rumah Ibunya mencari dan menunggu kedatangan Brian. Selama 1 bulan lebih Keyrani berusaha meyakinkan dirinya bahwa Brian akan kembali namun nyatanya bertahun-tahun telah berlalu dan Brian tak kunjung datang lagi sejak dihari dimana dia berjanji tidak akan meninggalkannya.


Satu nama tertulis pada foto tersebut yang tak lain adalah Raymon Parveen Thessman. Melihat nama tersebut tangan Keyrani perlahan bergetar, ingatannya kembali pada saat Ray menghentikannya meraih kalungnya pada saat berada di rumah ibunya.


Keyrani bingung harus bereaksi bagaimana. Haruskah ia senang saat mengetahui sahabat kecilnya yang selalu ditunggu nya kini berada tepat di dekatnya? Tapi kenapa yang dirasakan justru rasa kecewa? Mungkin kah ia kecewa karena dia menyembunyikan identitasnya? Entahlah, karena saat ini Keyrani hanya bingung dengan perasaannya sendiri yang kini bercampur aduk.


Flashback Off


"Maafkan aku Key.. Tolong maafkan aku. Biarkan aku menjelaskannya kepadamu" Ujar Ray memohon kemudian meraih tubuh Keyrani masuk ke dalam pelukannya


Perasaan Ray pilu mendengar penuturan Keyrani. Dirinya merasa bersalah pada sahabat kecilnya ini. Satu-satunya kata yang bisa diucapkannya saat ini hanya lah kata Maaf, Maaf, dan Maaf.


Maaf karena mengingkari janjinya! Maaf karena meninggalkannya sendiri, membuatnya menanggung semua rasa sakit! Maaf karena berbohong dan tidak jujur kepadanya!


Ray menepuk pundak Keyrani berusaha menenangkannya. Setelah dirasa Keyrani sedikit tenang Brian melepas pelukannya dan meraih tengkuk Keyrani "kita naik dulu" Pinta Ray lembut yang kemudian diangguki oleh Keyrani


Mendapat persetujuan dari Keyrani, tangan Ray turun mengangkat tubuh Keyrani. Kemudian keluar dari kolam renang dan masuk ke dalam rumah.


Tujuannya kali ini bukanlah kamar yang ditempati Keyrani melainkan kamar Brian. Selama dijalan Keyrani hanya terdiam tanpa berniat berbicara. Kepalanya sengaja dibalik menghadap ke dada Ray.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Ray tiba di kamarnya kemudian menurunkan tubuh Keyrani pada kasur. Setelah itu berjalan menuju ke kamar mandi untuk mengambil handuk.


Ray keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk di tangannya. Kemudian membungkus tubuh Keyrani yang basah dengan handuk tersebut.


Tubuh Ray jatuh berlutut di hadapan Keyrani. Kepalanya sengaja disandarkan pada paha Keyrani. Sekali lagi air mata Keyrani jatuh turun membasahi pipinya. Tubuhnya sedikit bergetar.


Menyadari hal tersebut, tangan Ray naik menghapus air mata Keyrani. Tak sanggup melihatnya menangis lagi. Hatinya sangat sakit melihat air mata yang keluar dari mata sahabatnya ini.


"Maafkan aku Key. Aku janji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi" Ujar Ray menangkup wajah Keyrani sembari menatap dalam matanya


Sekali lagi. Haruskan Keyrani percaya dengan janji itu lagi? Sebuah janji yang telah membuat hatinya patah?


"Kamu tahu, percaya pada janji seseorang adalah awal dari rasa sakit yang sebenarnya" Jawab Keyrani dengan nada datar "Aku dipatahkan oleh ayah kandungku untuk pertama kalinya. Saat kamu datang, aku benar-benar bersyukur setidaknya masih ada seseorang yang bisa menjadi tempatku pulang disaat aku merasa sakit hati karena perlakuan ayahku. Tapi kamu justru pergi begitu saja tanpa memberitahuku terlebih dahulu. Dan sekarang, kamu kembali datang berjanji tidak akan meninggalkanku? Apa yang bisa kuharapkan dari janji yang sama yang telah membuat ku patah" Ujar Keyrani


"Tidak Key.. Jangan seperti ini, aku mohon kepadamu" Ujar Ray memohon dengan air mata yang kini mengalir keluar. Tubuhnya berlutut memeluk tubuh Keyrani.


Keyrani memandang pilu tubuh pria yang kini berlutut di hadapannya dengan tubuh yang kini perlahan bergetar. "Haruskah aku memaafkannya?" Batin Keyrani tidak sanggup melihatnya menangis seperti itu


Keyrani memang kecewa tapi jauh di lubuk hatinya yang paling dalam Ia merasa senang dan bersyukur karena orang yang dicintainya saat ini tidak lain adalah sahabat kecilnya yang dulu pernah menghilang.


"Biarkan aku pergi" Pinta Keyrani kemudian berusaha melepas tangan Ray


"Tidak.. Kamu tidak boleh pergi sebelum memaafkan Aku" Ujar Ray tidak ingin melepas pelukannya


"Aku hanya ingin ke kamar mandi berganti pakaian. Kecuali jika kamu ingin melihatku sakit" Tutur Keyrani

__ADS_1


"Tidak akan pergi kan?" Tanya Ray memastikan sekali lagi yang kemudian diangguki oleh Keyrani. Kemudian perlahan melepas pelukannya pada Keyrani.


Setelah Ray melepas pelukannya, Keyrani bangkit dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Ray yang masih dalam keadaan menangis.


__ADS_2