
Ray berdiri di dekat jendela, memperhatikan letusan kembang api yang kini memenuhi langit malam. Semua orang tengah merayakan malam tahun baru mereka bersama orang-orang terkasih. Sementara dirinya hanya menatap pilu langit malam yang kini berwarna.
Sunyi. Mungkin itulah yang terjadi pada rumahnya saat ini. Tidak ada satupun yang berani merayakan malam pergantian tahun ini. Mereka memilih berdiam diri di kamar tanpa saling menyapa, karena suasana hati Ray yang benar-benar rusak beberapa minggu ini.
Hingga kemudian sebuah notif pesan masuk di ponsel Ray.
Ting...
Seketika Ray segera meletakkan gelas wine yang sedari tadi dipegangnya dan meraih ponselnya yang kini menampilkan sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenali.
"Hopkins Hospital, Baltimore" Baca Ray pada pesan tersebut
Tak butuh waktu lama bagi dirinya untuk mengetahui maksud dari pesan tersebut. Dengan segera ia menghubungi asistennya Jhon.
"Siapkan helicopter sekarang, kita akan ke Negara S" Pinta Ray saat panggilannya terhubung
"Baik Tuan" Balas Jhon kemudian
Ray mematikan panggilan telponnya kemudian segera bersiap menuju ke alamat tersebut dengan mengendarai helicopter pribadinya agar bisa tiba lebih cepat.
...***...
Ray kini berada di atas heli bersama dengan Jhon. Selama di perjalanan, Ray panik dan cemas karena pesan itu hanya berisi alamat bukan keadaan Keyrani.
Tak berselang lama kemudian, helicopter yang dikendarai keduanya kini tiba di atas sebuah gedung pencakar langit yang tak lain adalah gedung Hopkins Hospital. Tujuan dari Ray yang merupakan salah satu Rumah Sakit terbesar di Negara S yang memang sudah terkenal akan pengobatannya.
Ray memang sudah menduganya, bahwa Keyrani akan di bawah ke salah satu RS terkemuka yang salah satunya adalah rimas sakit ini. Namun karena Jeri menghapus semua informasi masuk mereka membuat Ray kewalahan menentukannya.
Segera setelah Ray turun dari helicopter, sorot matanya menangkap sosok pria yang saat ini berdiri tak jauh dari tempatnya berada sembari menghisap rokok di tangannya.
"Turunlah" Perintah Ray pada Jhon karena berniat menghampiri sosok pria itu yang diyakininya merupakan Jeri
__ADS_1
"Baik Tuan" Balas Jhon kemudian segera beranjak pergi meninggalkan Ray
Sementara Ray kini berjalan menuju ke arah pria tersebut dengan langkah terburu-buru.
"Cepat juga kamu" Tutur Jeri berbalik sembari mematikan rokoknya dan melemparnya ke sembarang arah
"Keyrani dimana?" Tanya Ray langsung
"Ini bahkan belum cukup 1 bulan sejak kalian berpisah dan kamu sudah terlihat memgenaskan seperti ini" Sindir Jeri saat melihat wajah Ray yang masih terlihat pucat dan pastinya mengurus
"Bagaimana bisa aku hidup tenang. Disaat orang yang aku cintai, orang yang kedatangannya kuharapkan dari dulu kini terbaring lemah di rumah sakit yang aku bahkan tidak tahu dimana dia sekarang"
"Key mengalami koma" Ujar Jeri yang sontak membuat Ray kaget
"Ko..ma?"
"Iya. Sebenarnya aku tidak ingin memberitahukannya padamu. Tapi Dokter yang menanganinya menyarankanku untuk membawamu menemui Keyrani. Mungkin dia akan cepat sadar jika yang menemaninya adalah orang yang dicintainya" Jawab Jeri
"Dimana? Key ada dimana sekarang?" Tanya Ray sedikit tertatih
Keduanya kini berjalan menyusuri sebuah lorong yang terlihat begitu sepi seolah disengaja, karena di beberapa tempat terdapat satu orang pengawal yang mengawasi.
Hingga kemudian keduanya tiba di salah satu ruangan VIP yang juga di jaga oleh dua orang pengawal di depan pintu.
"Masuklah" Pinta Jeri kemudian berjalan berbalik meninggalkan Ray yang kini memasuki ruangan
Sejak awal Jeri memang tidak punya niatan untuk memisahkan Ray dan Keyrani. Dirinya hanya dibutakan emosi sesaat karena apa yang menimpa Keyrani.
Sesuai dengan perjanjian keduanya di awal, Jeri akan membawa Keyrani sementara Ray yang akan membalas orang-orang tersebut. Namun siapa sangka, Ray justru hanya membuat perusahaan Ayah Keyrani bangkrut tanpa melakukan apapun padanya. Ini diluar dari keinginan Jeri, ia menginginkan lebih khususnya ibu dan saudara tiri Keyrani. Ia tidak akan melepaskan keduanya begitu saja.
Sementara itu di sisi lain, Ray yang kini memasuki ruangan. Mendapati gadis kesayangannya terbaring lemah dengan berbagai alat-alat ditubuhnya yang pastinya membantu kelangsungan hidupnya.
__ADS_1
"Key.. " Ujar Ray lirih saat tiba di dekat Keyrani tak sanggup menatap wajah gadisnya yang terbaring lemah tak berdaya
"Bangun Key hm.." Ray memegang erat tangan Keyrani dengan air mata yang kini mengalir
Sesak. Dadanya terasa sesak seolah ada batu yang menghimpitnya "Bangun Key. Aku belum siap berpisah denganmu. Jangan menghukumku seperti ini" Tutur Ray terisak
Hingga tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan Jeri yang kini menghampiri keduanya. Awalnya Jeri hanya terdiam, hingga kemudian Ia membuka pembicaraan.
"Sepertinya benar yang dikatakan dokter" Ujar Jeri kemudian mengusap mata Keyranj yang ternyata meneteskan air mata
Ray yang sedari tadi menunduk sembari memegang tangannya tidak menyadarinya sama sekali bahwa gadisnya itu meneteskan air mata.
"Key.. Kamu mendengarku" Tutur Ray beralih memegang wajah Keyrani namun tidak ada respon sama sekali yang ditunjukkan oleh Keyrani
"Kamu tahu, seseorang yang berada dalam kondisi koma terkadang bisa mendengar suara orang-orang yang berharga baginya. Mungkin ini lah alasan mengapa Dokter menyuruhku membawamu kesini" Ujar Jeri yang memang sudah membahas masalah ini dengan Dokter
"Besok aku akan pergi. Keyrani aku titip padamu" Sambung Jeri kemudian
"Kemana kau akan pergi?" Tanya Ray kemudian menatap Jeri
"Mungkin kamu belum tahu begitu pun dengan Keyrani. Tapi aku memiliki ikatan darah dengan Keyrani"
"Apa maksudmu?" Heran Ray mengeryitkan dahinya
"Keyrani adalah keponakanku yang artinya Ibu Keyrani adalah kakak kandungku. Aku selama ini tinggal di sisinya bukan tanpa sebab" Jelas Jeri
"Tapi kenapa kamu menyembunyikannya?" Tanya Ray bingung karena Keyrani sama sekali tidak mengetahui tentang keluarga ibunya
"Bukankah kita sama. Kamu menyembunyikan identitas kamu begitu pun denganku. Tapi bedanya Keyrani sudah mengetahui tentangmu, namun tidak denganku" Jawab Jeri semakin membuat Ray bingung
"Kita memiliki alasan yang sama. Jika kamu ingin membalas dendam, maka aku ingin menyembunyikan Keyrani. Aku tidak ingin Keluarga ku tahu akan keberadaanya. Sudah cukup aku menanggung pahitnya kehilangan saudara kandung ku. Aku tidak ingin merasakannya untuk yang kedua kalinya lagi" Ujar Jeri sedikit terisak mengingat saudaranya Kristina yang pergi setelah mengalami kecelakaan tepat ketika dirinya berniat menemui keduanya
__ADS_1
Ray semakin dibuat bingung dengan perkataan Jeri. Sebenarnya siapa identitas keluarganya hingga membuatnya begitu ingin menyembunyikan identitas Keyrani dan apa yang terjadi antara Ibu Keyrani dengan keluarganya.
Jika berkaitan dengan Jeri, Ray sudah mengetahuinya. Namanya sudah lama di kenal di dunia gelap yang juga dimasuki oleh Ray sejak kuliah dulu.