Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Mall


__ADS_3

Keduanya terdiam cukup lama di perpustakaan, sibuk dengan kegiatan masing-masing.


Ray yang sedari tadi gelisah akhirnya memutuskan menutup bukunya dan menatap ke arah Keyrani yang masih fokus dengan tangan yang seakan menari diatas keyboard laptop.


"Apa yang kamu lakukan setelah ini?" Tanya Ray tiba-tiba


"Tidak ada. Kenapa?" Jawab Keyrani tanpa melihat ke arah Ray


"Temani aku ke suatu tempat" Pinta Ray


"Hm, oke" Jawab Keyrani tanpa berfikir panjang


"Kamu tidak tanya kemana? Bagaimana jika aku menculikmu?"


"Memangnya kamu akan menculik ku?" Tanya Keyrani balik


"Tidak" Jawab Ray cepat


"Nah itu dia, bukankah kita sudah berteman. Orang yang aku anggap teman berarti orang yang aku percaya" Ujar Keyrani menjelaskan "Tapi setelah aku mengetik materi-materi ini" Tanbahnya kemudian kembali mengetik materi-materinya


"Oke" Jawab Ray setuju kemudian meraih kembali bukunya tadi


1 jam kemudian...


"Zzzzttttt.... "


Tanpa sadar, Ray yang niatnya ingin membaca sembari menunggu Keyrani selesai justru tertidur dengan pulas di hadapan Keyrani.


Tak berselang berapa lama kemudian, Keyrani menutup laptopnya dengan kedua tangan naik ke atas sembari melakukan peregangan setelah hampir seharian mengetik.


Keyrani menatap ke arah Ray yang kini tertidur di hadapannya. Kedua tangannya naik menopang dagunya memperhatikan wajah Ray dengan seksama.


"Bahkan saat tertidur pun, Ia tetap mengerutkan dahinya. Tapi mengapa aku merasa dia terlihat begitu familiar?" Gumam Keyrani memperhatikan dengan lekat wajah Ray


Dahi Ray mengkerut diikuti oleh matanya yang perlahan terbuka "Mengapa kamu tidak membangunkanku" Tanyanya menyaksikan Keyrani yang telah selesai merapikan semua barangnya


"Bagaimana mungkin Aku membangunkan seseorang yang sedang tidur begitu pulasnya" Jawab Keyrani mengambil tasnya dan berdiri dari duduknya "ayo" Ajaknya kemudian


Dengan segera Ray bangkit dari duduknya dan berjalan mengikuti Keyrani yang kini berada didepannya.


"Mengapa kamu berjalan begitu cepat?"


"Kamu lupa? Ini di kampus dan kamu seorang dosen. Bagaimana bisa aku berjalan berdua denganmu"


Ray hanya mengangguk dengan sebuah smirk di wajahnya memperhatikan sikap menggemaskan Keyrani.


"Masuk ke mobilku" Pinta Ray saat melihat Keyrani berjalan menuju mobilnya dan bersiap membuka pintu mobilnya

__ADS_1


"Bagaimana dengan mobilku?" Tanya Keyrani kebingungan karena Ia juga membawa mobilnya ke kampus


"Biarkan saja, akan lebih mudah jika kita bersama" Jelas Ray


"Hm, baiklah" Ujar Keyrani kemudian mengunci kembali mobilnya dan berjalan menuju ke mobil Ray di parkiran khusus dosen


Sesampainya disana, keduanya masuk ke dalam mobil. Ray yang mengemudi, dengan segera menginjak pedal gas dan melakukan mobilnya.


"Kemana kita akan pergi?" Tanya Keyrani mulai penasaran dengan tujuan mereka


"Mall" Jawab Ray singkat


Keyrani mengerutkan dahinya bingung "Hah? Mall? Ngapain? Kamu mau shopping?" Tanya Keyrani semakin antusias


"Iya. Aku mau beli kado"


"Beli kado? Trus ngapain ajak aku?"


"Kamu dari dulu memang bawel yah?" Ujar Ray karena dihujani begitu banyak pertanyaan oleh Keyrani


"Kan aku cuma bertanya kenapa dibilang bawel" Ujar Keyrani berenggut dan bersandar di kursi sembari menyilangkan kedua tangannya


Ray hanya menggeleng kepalanya pelan kemudian kembali fokus mengemudikan mobilnya.


Tak berselang lama keduanya tiba di Mall, Ray segera memarkirkan mobilnya. Setelah itu keduanya turun dan segera berjalan masuk ke dalam Mall.


Hingga kemudian keduanya tiba di sebuah toko perhiasan terkenal. Keduanya pun masuk dengan bantuan pegawai yang ada di toko tersebut.


Ray mengedarkan pandangannya, memperhatikan semua kalung yang ada di hadapannya.


"Perlihatkan padaku yang ini" Pinta Ray menunjuk sebuah kalung dengan sebuah berlian di tengahnya


"Silahkan Tuan. Kalung ini merupakan keluaran terbaru toko kami" Ujar Pegawai tersebut menjelaskan


"Baiklah. Berikan aku satu" Pinta Ray mengeluarkan kartu black cardnya yang merupakan kartu tanpa batas dan bisa Ia gunakan sesuka hati


"Woohhh... " Goda Keyrani memperhatikan kartu Black Card tersebut


Ray berbalik menatapnya sembari mengerutkan keningnya bingung namun hanya disambut sebuah senyuman oleh Keyrani.


"Entah wanita mana yang bisa mendapatkan hadiah dari pria kaku ini. Sungguh beruntung" Gumam Keyrani memperhatikan Ray yang terlihat fokus dengan kalungnya


Tak berselang lama, pegawai tersebut datang menghampiri dengan kalung sudah dibungkus rapi. Ray segera meraihnya kemudian menarik Keyrani keluar.


"Sebenarnya tidak ada gunanya membawaku, aku bahkan tidak membantunya dalam memilih kado. Aku patung.. Hanya sebuah patung.." Gumam Keyrani mengikuti langkah Ray "Ouuh" Ringis Keyrani saat kepalanya membentur punggung Ray yang tiba-tiba berhenti didepannya


"Duduk disini dulu" Pinta Ray mendudukkan tubuh Keyrani di kursi

__ADS_1


"Hah?" Bingung Keyrani


"Tunggu disini, aku segera kembali" Ujar Ray kemudian beranjak pergi meninggalkan Keyrani yang kebingungan dengan sifatnya.


Keyrani menghela nafasnya panjang "Aku Dimana? Dengan siapa?" Ujar Keyrani bersenandung kemudian kembali menghela nafasnya


Sembari menunggu Ray yang entah kemana, Keyrani memainkan kakinya dan sesekali mengedarkan pandangannya memperhatikan orang-orang yang lalu lalang dihadapannya.


"Benar-benar iri melihat mereka" Keluh Keyrani memperhatikan pasangan yang ada di sana "Sementara aku? Bukannya bareng pasangan malah bareng dosen yang super dingin kaku dan nggak peka" Keluh nya lagi sembari menghela nafasnya sekali lagi


Karena terlalu fokus memperhatikan orang lain, Keyrani tidak menyadari kedatangan Ray yang sudah berdiri di dekatnya.


"Siapa yang ngga peka?" Tanya Ray


"Woohhh.. Sejak kapan kamu disini? Bikin kaget tahu" Ujar Keyrani segera bangkit dari duduknya karena kaget


"Dari sejak kamu mengatakan aku dingin... " Jawab Ray namun segera dibungkam oleh Keyrani sembari menutup mulutnya


"Oke.. Oke.. Ngga usah dilanjut lagi. Aku salah..." Ujar Keyrani menghentikan Ray


"Nih" Ujar Ray menyodorkan Es Krim yang baru saja dilihatnya "Tadi aku toilet kebetulan lewat depan penjual es krim. Jadi sekalian beli" 


Dengan sigap Keyrani meraihnya dengan wajah yang senang "Kok kamu tahu rasa kesukaan ku Strowbery" Tanya Keyrani sembari melahap es krim nya


"Oh, aku asal pilih. Taunya kamu beneran suka" Jawab Ray mencari alasan


"Gitu" Lirih Keyrani percaya dan kembali fokus pada es krim nya


Tanpa berlama-lama lagi, Keduanya pun beranjak dari tempatnya menuju pintu keluar. Dengan Keyrani yang masih sibuk melahap es krim nya.


Sesampainya di parkiran, mereka segera masuk ke dalam mobil kemudian mengenakan seatbelt. Ray melajukan mobilnya menuju ke rumah Keyrani.


"Kemana aku harus mengantarmu?" Tanya Ray


"Ke kampus, mobilku disana"


"Maksudku ke rumah ayahmu atau ibumu?"


"Hah? Mobilku bagaimana?"


"Biarkan saja, besok aku akan menjemputmu lagi. Jarak ke kampus dari sini lumayan jauh"


"Hmmm.. " Keyrani berfikir sejenak "kalau begitu rumah ayahku saja" Putusnya kemudian


Setelah itu, Ray menginjak pedal gas mobilnya semakin mempercepat laju mobilnya menuju ke rumah ayah Keyrani.


Tak berselang lama mobil yang dikendarai Ray kini berhenti di depan gerbang rumah Keyrani "Besok jam 8 aku akan datang menjemputmu" Ujar Ray sebelum Keyrani turun dari mobil

__ADS_1


"Siap" Jawab Keyrani mengangguk kemudian turun dari mobil begitupun dengan Ray yang langsung melajukan kembali mobilnya setelah Keyrani turun


__ADS_2