Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Mencari


__ADS_3

Sudah dua hari sejak kepergian Keyrani. Tidak ada yang mengetahuinya selain Ray dan juga Jeri. Bahkan terkait kecelakaannya keduanya sengaja menyembunyikannya rapat-rapat.


Lisa yang sudah dua hari ini menghubungi Keyrani menjadi semakin cemas. Karena ini pertama kalinya Keyrani pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Terutama karena masalah Rian dan Aaron yang belum juga usai karena kesalahpahaman keduanya.


Tak ingin berlarut dengan pikirannya sendiri, Lisa memutuskan untuk datang ke rumah Keyrani, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Ting.. Tong.. Ting.. Tong..


Lisa menekan bel pada pintu berulang kali, hingga kemudian pintu terbuka dari dalam memperlihatkan ayah Keyrani.


"Lisa bukan?" Tanya ayah Keyrani memastikan ingatannya


"Iya Om" Jawab Lisa sembari tersenyum "Keyrani ada Om? Aku mau ketemu, soalnya dua hari ini aku hubungin kok ngga bisa yah Om" Ujar Lisa


Seketika Ayah Keyrani mengerutkan keningnya. Sejak kepergian Keyrani hari itu, ia memang tidak mencarinya karena mengira Keyrani bersama dengan Ray yang selama ini sering menghabiskan waktu bersama.


"Keyrani belum pernah pulang sejak dua hari yang lalu"


"Loh? Kok bisa Om? Jadi Key dimana sekarang?" Tanya Lisa heran


"Awalnya Om ingin mencarinya tapi kata Devi, mungkin Keyrani bermalam di rumah Ray"


"Lalu Om diam saja dan nurut apa kata Devi? Gitu?" Tukas Lisa mulai tidak sopan


"Maksud kamu apa?"


"Dua hari ini, Ray juga tidak datang ke kampus. Begitu pun dengan Keyrani. Bahkan ponselnya tidak pernah aktif sekalipun" Balas Lisa


Ayah Keyrani sontak menutup mulutnya kaget mendengar perkataan Lisa "Kamu punya kontak Ray?" Tanya kemudian dengan raut wajah yang perlahan khawatir


Sementara Lisa kini menghubungi ketua kelas Keyrani untuk meminta nomor dosennya itu. Tak berselang lama, Lisa mendapat kiriman nomor. Dan dengan cepat segera menghubunginya.


"Nomor yang ada tuju tidak dapat.... "

__ADS_1


Lisa mematikan panggilannya, ada yang aneh disini. Keyrani tidak mungkin pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Lisa segera berbalik berniat untuk pergi namun tiba-tiba di cegah oleh ayah Keyrani.


"Kamu mau kemana? Bagaimana dengan Keyrani?"


"Key menghilang dan Om bahkan tidak tahu dan berusaha mencarinya. Jadi untuk apa saya harus memberitahu Om" Jawab Lisa sinis kemudian segera pergi meninggalkan ayah Keyrani yang kini mematung di tempatnya menyesali keputusannya yang tidak menghentikan anaknya itu pergi dalam keadaan seperti itu.


Berbagai pertanyaan kini mulai memenuhi pikirannya. Hingga kemudian ponselnya tiba-tiba berdering.


"Sebaiknya Bapak segera datang ke perusahaan, semua investor menarik semua investasi mereka" Sahut orang tersebut dari seberang saat panggilan terhubung


"Apa?" Ayah Keyrani kaget dan segera mematikan ponselnya dan dengan langkah terburu-buru segera berjalan masuk ke mobilnya menuju perusahaannya


Sementara itu di sisi lain, Lisa yang baru saja pergi dari rumah Keyrani memutuskan untuk mendatangi rumah Ray. Perasaannya gelisah dan tidak tenang jika dirinya belum bertemu dengan Keyrani.


"Ray ada bi?" Tanya Lisa pada Bi Lastri saat pintu rumah di buka


Wajah Bi Lastri sedikit ragu-ragu dan bingung harus berkata apa. Hingga kemudian Jhon yang baru saja turun dari ruangan Ray menyela pembicaraan keduanya


"Ray dimana? Aku ingin bertemu dengannya"


"Tuan saat ini tidak bisa diganggu. Sebaiknya kamu kembali saja" Jawab Jhon


"Tidak. Aku tidak akan pulang sebelum bertemu dengannya. Aku ingin mencari Keyrani" Ujar Lisa segera berlari menuju ke lantai dua mencari Keyrani


Lisa membuka pintu kamar yang dulu pernah di tempatinya dengan Keyrani namun nihil. Kamar itu bersih dan rapi menunjukkan tidak ada orang yang memakainya.


Sementara Jhon yang baru saja kecolongan, segera menghentikan langkah Lisa dan berusaha menariknya turun kembali ke bawah.


"Apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganku. Aku ingin mencari Keyrani" Rontok Lisa sembari berusaha melepas genggaman Jhon yang begitu kuat dari tangannya


"Maaf Nona, sebaiknya kamu pulang. Karena Keyrani tidak berada di rumah ini" Ujar Jhon


"Tidak mau.. Aku akan pulang setelah bertemu dengan Ray.. " Ujar Keyrani berpegangan pada tangga sekuat tenaganya

__ADS_1


"Hentikan" Keduanya seketika berhenti setelah mendengar suara bariton itu.


Keduanya berbalik dan mendapati Ray yang kini berdiri di depan kamarnya. Jhon menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke arahnya. Karena dari sejak dua hari yang lalu, ia seolah melihat Ray yang dulu. Ray yang penuh akan rasa benci dan amarah.


Sementara Lisa, dengan sigap berdiri dan menghampiri Ray "Key dimana?" Tanyanya langsung


Ray mengangkat tangannya kepada Jhon menyuruhnya untuk pergi.


"Masuklah" Pintanya kemudian pada Lisa dan kembali masuk ke ruangannya


"Jadi dimana Keyrani?" Tanya Lisa kembali setelah berada di dalam ruang kerja Ray


"Berhenti mencarinya, karena sekeras apapun kamu mencarinya, kamu tidak akan pernah bisa menemukannya" Jawab Ray duduk di kursinya masih dengan raut wajah dinginnya


"Apa maksud kamu?" Tanya Lisa mulai kebingungan


"Keyrani mengalami kecelakaan" Jawab Ray yang sontak membuat Lisa berdiri dari duduknya dengan wajah panik "Aku tidak ingin disela. Jadi sekarang duduk kembali dan dengar baik-baik" Imbuh Ray dengan penuh penekanan


Dengan terpaksa Lisa kembali duduk sesuai permintaan Ray. Jantung berdetak tak karuan saat mendengar kata kecelakaan.


"Aku hanya memberitahukan hal ini kepadamu. Untuk seterusnya tetaplah berpura-pura tidak mengetahuinya hingga Keyrani kembali. Dan kamu tidak perlu khawatir, karena saat ini Keyrani tengah ditangani oleh orang-orang yang sudah profesional pada bidangnya"


"Jadi dimana dia sekarang? Biarkan aku bertemu" Sahut Lisa dengan mata berkaca-kaca karena khawatir


"Jika aku tahu, aku tidak akan berada disini dihadapanmu" Ujar Ray lirih karena dirinya sama sekali tidak di beritahu kemana Jeri membawa Keyrani


Selama dua hari ini, Ray sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk melacak keberadaan mereka. Namun tentunya mereka tidak mendapatkan apa-apa. Semua tindakan Jeri bersih dan tidak menyisahkan apapun membuat Ray semakin kelimpungan.


"Satu hal lagi, Aku mau saat Keyrani pulang nanti semua masalahnya di kampus sudah ditangani. Termasuk kedua bocah pembuat masalah itu" Sambung Ray mengarah pada Aaron dan Rian yang juga belum berdamai dan menyelesaikan kesalahpahaman mereka


"Aku akan menyelesaikannya" Jawab Lisa kemudian berdiri dari duduknya tak ingin meneruskan pembicaraan ini lagi. Karena dirinya sudah paham akan inti dari semua ini. Sekeras apapun dirinya ingin bertemu akan tetap percuma. Jika pria yang di hadapannya ini bahkan tidak bisa menemui Keyrani. Bagaimana dengannya? Yang hanya seorang mahasiswa biasa.


Lisa kemudian berjalan keluar meninggalkan Ray yang sedari tadi hanya duduk tanpa mengalihkan pandangannya sekali pun. Hanya dengan mendengar suaranya, Lisa bisa paham bahwa pria dihadapannya ini tengah menahan amarahnya.

__ADS_1


__ADS_2