
"Kamu sudah bangun?" Tanya Jeri saat tiba di dapur dan mendapati Keyrani makan di meja makan
"Hmm.. " Gumam Keyrani tidak bisa menjawab karena makanan yang dikunyah nya
"Yang lain belum bangun?" Tanya Keyrani setelah menelan kunyahan nya
"Belum.. " Jawab Jeri menggeleng singkat
"Ngomong-ngomong, semalam tidur dimana?" Tanya Keyrani dengan maksud tersembunyi
"Hmm.. Aku di kamar depan.. " Jawab Jeri gugup
"Hmmm.. " Gumam Keyrani mengangguk dengan smirk di wajahnya
Jeri yang melihat ekspresi Keyrani seketika tersadar, jika Keyrani pasti menyadarinya. Ia kemudian duduk di depan Keyrani dan menatapnya.
"Kamu tahu?" Tanya Jeri to the point
"Iya.. " Jawab Keyrani mengangguk pelan membuat Jeri menunduk sembari memijat keningnya karena tidak ada rahasia yang bisa ia sembunyikan dari Keyrani
Keyrani tersenyum singkat kemudian menyingkirkan makanannya "jadi sejak kapan?" Tanya Keyrani penasaran
"Semalam.. " Jawab Jeri singkat
"Hah? Semalam?" Keyrani kebingungan sekaligus kaget mendengar jawaban Jeri
"Iya.. Tapi pastinya baru tadi pagi" Jawab Jeri dengan suara yang perlahan
"Hah? Tadi? Bukannya semalam.. Kalian?" Keyrani berdiri dari kursinya dengan tangan di meja kaget dengan apa yang baru saja di dengarnya
"Duduk.. " Ucap Jeri menenangkan Keyrani karena suaranya yang terlalu keras
"Serius nih? Jadi bagaimana?" Keyrani kemudian mendekat dan duduk di samping Jeri dengan raut wajah penasaran
"Aku akan bertanggung jawab" Jawab Jeri yakin
"Wah.. Aku benar-benar kaget semalam, butuh waktu lama bagiku untuk tahu bahwa itu kamu dan Rani. Tapi yah.. Aku senang untuk kalian berdua" Ujar Keyrani kemudian
"Tapi sejak kapan? Aku belum pernah melihat kalian berhubungan sebelumnya" Tanya Keyrani kembali
"Selain di rumah waktu itu, aku pernah bertemu dengannya beberapa kali di kampus. Aku pikir dia lucu" Jawab Jeri mengingat-ngingat kembali momen kebersamaannya dengan Rani membuat Keyrani yang saat ini mendengarnya merasa mual mendengar ucapan menggelikan dari Jeri yang selama ini tidak pernah ia dengar
"Ouhh.. Ini bukan Jeri yang aku kenal" Imbuh Keyrani memicingkan matanya
__ADS_1
"Kamu juga bukan Keyrani yang aku kenal dulu" Protes Jeri tidak terima
Mendengar hal itu, keduanya bertatapan sejenak kemudian tertawa terbahak-bahak karena keduanya mengalami hal yang sama satu sama lain.
"Aku benar-benar tidak menyangka kalau aku akan berubah setelah berpacaran dengan Ray" Ujar Keyrani menertawai dirinya sendiri begitu pun dengan Jeri
"Gambaran diriku di masa depan.. " Ucap Jeri memperkirakan karena dulu dirinya juga sama seperti itu
...***...
Keyrani kembali ke kamarnya setelah menghabiskan cukup banyak waktu di dapur mengobrol dengan Jeri. Ia langsung bergegas masuk ke kamar mandi untuk mandi karena sejak pagi tadi sebelum Keyrani ke dapur Ray sudah berangkat ke kampus.
20 menit kemudian...
Keyrani keluar dari kamar lengkap dengan pakaian kampusnya. Keyrani berjalan naik ke lantai atas untuk mengecek keadaan yang lainnya yang menurutnya masih tepar di kasur karena efek mabuk semalam.
Tok.. Tok.. Tok..
Keyrani mengetuk pintu kamar pertama yang merupakan kamar Alana, kemudian membuka pintu sedikit dan mengintip ke dalam.
"Sepertinya dia di kamar mandi.. " Ujar Keyrani saat dirinya tidak menemukan siapa-siapa di kamar namun mendengar suara air mengalir dari kamar mandi
Keyrani kembali menutup pintu, dan beralih ke kamar yang lainnya. Ia kembali mengetuk pintu kamar sebelum membukanya.
"Oppss sorry.. " Ujar Keyrani menutup mulutnya karena mendapati Rian tengah memakai bajunya saat ia membuka pintu kamar secara tiba-tiba
"Tau gitu aku gak mampir di sebelah tadi.. " Ujar Keyrani menghela nafasnya membuat Rian sontak melihatnya dengan dahi berkerut
"Bercanda.. Oke?" Imbuh Keyrani cepat sbari duduk di kasur
"Ngapain kamu?" Tanya Dafa
"Duduk.. Apa lagi?"
Dafa menghela nafasnya geram "Maksud aku, kamu ngapain masuk. Ini tuh kamar cowok dan aku masih belum mandi" Ujar Dafa dengan nada geram
"Yaudah, sana mandi" Jawab Keyrani santai sembari mempersilahkan
"Wah.. Parah nih anak.. " Timpal Dafa sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam kamar mandi sembari membawa masuk pakaiannya
Sementara Keyrani hanya tersenyum jahil. Karena dirinya tahu betul maksud perkataan Dafa, namun ia sengaja bersikap cuek seperti itu.
"Kamu mau ke kampus?" Tanya Rian setelah memperhatikan penampilan Keyrani yang sudah lengkap
__ADS_1
"Iya. Makanya aku kemari, mau nebeng sama kamu" Jawab Keyrani
"Yaudah.. Ayo.. " Ajak Rian yang sudah selesai
"Yang lainnya gimana?"
"Biarin aja, nanti juga nyusul" Jawab Rian tidak terlalu perduli
Keyrani kemudian bangkit dan berjalan ke kamar mandi "Dafa... " Panggil Keyrani sembari mengetuk pintu kamar mandi
"Iya.. " Balas Dafa dari dalam dengan suara menggema
"Kamu mau ke kampus kan?"
"Iya"
"Kalau gitu bareng Alana yah. Kunci mobil Rani aku taroh di meja, Rani nggak ke kampus. Jadi mobilnya kamu yang pakai" Teriak Keyrani lalu berbalik kembali tanpa mendengar jawaban dari Dafa
"Rani nggak ke kampus?" Tanya Rian
"Nggak. Dia ada urusan" Jawab Keyrani menyembunyikannya karena permintaan dari Jeri yang masih belum ingin jika yang lainnya tahu
...***...
Setibanya di kampus, Rian dan Keyrani berpisah di parkiran. Karena Rian ada kuliah khusus sementara jadwal Keyrani masih setengah jam lagi.
Untuk itu Keyrani memutuskan untuk ke ruangan Ray karena ia tidak ingin duduk di kantin sendiri selama setengah jam.
Tanpa mengetuk pintu, Keyrani langsung menerobos masuk ke dalam ruangan seperti yang biasa di lakukannya.
"Sepertinya dia masih ada kelas, kalau gitu aku istirahat disini" Ucap Keyrani sembari melempar tubuhnya ke sofa untuk istirahat sejenak
Tak lupa Keyrani memasang alarm, jika saja dirinya kelepasan dan malah ketiduran dan tidak menghadiri kelas lagi.
Beberapa saat setelah Keyrani tertidur, pintu ruangan terbuka menampakkan Ray yang masuk dengan membawa notebook di tangannya.
Ray berjalan masuk secara perlahan saat mendapati Keyrani tertidur di sofa agar ia tidak membangunkannya. Ia kemudian menghampiri Keyrani dan memberinya kecupan singkat di dahi.
Setelah itu, Ray duduk di sofa sebelah dan membuka laptopnya. Karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukannya, karena ia bukan hanya sebagai seorang dosen tapi juga seorang ceo di perusahaannya sendiri.
Tak berselang lama kemudian, alarm yang dipasang Keyrani tiba-tiba berbunyi. Ray pun segera meraih ponsel Keyrani lalu mematikan alarm tersebut.
"Key.." Panggil Ray pelan sembari mengusap wajah Keyrani untuk membangunkannya
__ADS_1
"Key.. " Panggilnya sekali lagi namun ia karena ia masih tidak mendapat respon. Ray memilih untuk tidak membangunkannya
Sementara dirinya kembali fokus pada pekerjaan di laptopnya karena ia masih harus menghadiri rapat yang dilakukannya secara online dengan karyawan di perusahaannya karena ia hanya perlu mengawasi saja sehingga kehadirannya tidak terlalu diperlukan selama ada Jhon yang hadir sebagai asistennya.