
Keesokan paginya, Ray kembali datang bersama Keyrani ke kampus. Dan seperti biasa belum ada yang mengetahui bahwa Keyrani sering diantar jemput oleh Dosennya itu termasuk soal kedekatan keduanya yang bahkan tidak diketahui oleh orang terdekat mereka.
"Pulang nanti tidak perlu mengantarku. Aku akan ke bengkel mengecek motorku" Tutur Keyrani setelah tiba di kampus
"Hm.. Jangan lupa menghubungiku" Sahut Ray sembari mematikan mesin mobilnya
"Iya. Kalau begitu aku pergi" Ujar Keyrani membuka pintu mobil
"Kamu melupakan sesuatu" Cegah Ray
"Apa?" Ujar Keyrani menoleh ke arah Ray
Ray melepas seatbeltnya dan perlahan mendekat ke arah Keyrani dan mengecup pelan bibirnya "Tanda kepemilikan kamu" Tutur Ray menggoda
"Orang lain bahkan tidak bisa melihatnya" Balas Keyrani tersenyum
"Hanya dengan melihat wajahmu, Orang-orang pasti sadar jika kamu punya pacar" Tutur Ray
"Masa iya?" Tanya Keyrani memeriksa wajahnya di cermin
"Aku bercanda" Jawab Ray mengisengi Keyrani
"Ngga lucu" Ujar Keyrani berenggut dan keluar dari mobil dan pergi meninggalkan Ray yang hanya tertawa melihat ekspresi lucu Keyrani saat kesal
Sementara Keyrani yang kini berjalan menaiki tangga kembali mengubah ekspresinya yang tadi kesal karena sesungguhnya dirinya benar-benar senang dengan perlakuan-perlakuan kecil Ray yang menurutnya begitu romantis.
"Key.." Panggil Rani mengagetkan Keyrani sembari menepuk punggungnya dari belakang
"Huuhh.." Kaget Keyrani segera memegang dadanya "Raniiii, jantungku hampir copot huhu" Ujar Keyrani memukul lengan Rani yang kini menertawai nya
"Habis di panggilin dari tadi nggak dengar-dengar. Lagi mikirin apa sih serius bener?" Tanya Rani
"Oh. Ngga ada kok" Sanggah Keyrani kembali menahan senyumnya
"Bohong banget kamu. Ngga usah ngeles lagi, dari wajah kamu sudah kelihatan dengan jelas. Rona-rona orang yang lagi kasmaran" Tutur Rani menyenggol lengan Keyrani
__ADS_1
"Huh, emang iya?" Tanya Keyrani menoleh yang kemudian diangguki oleh Rani
"Bener dong yang dibilang Ray" Batin Keyrani mengingat kembali perkataan Ray
"Padahal aku cuma asal tebak. Tapi kok kayaknya beneran yah?" Ujar Rani kembali memperhatikan wajah Keyrani yang merona
Dengan sigap Keyrani menutup wajahnya dengan kedua tangan yang kini sudah tersipu malu "Tau deh" Ujar Keyrani mempercepat langkahnya masuk ke dalam kelas. Sementara Rani hanya tertawa sembari mengikutinya dari belakang.
Selama pelajaran berlangsung, sorot mata Keyrani berfokus pada sosok pria yang saat ini tengah menjelaskan. Tangan Keyrani naik menahan dagunya, tanpa seinci pun berpaling darinya dengan seutas senyum yang sedari tadi mekar di wajahnya.
"Lama-lama mata kamu keluar gara-gara liat Pak Ray" Tegur Rani yang sedari tadi memperhatikan Keyrani yang hanya fokus pada Ray bukan pada materinya bahkan hingga perkuliahan berakhir.
"Apaan sih" Balas Keyrani menyenggol lengan Rani kemudian menutup bukunya yang terlihat bersih tanpa coretan sama sekali
"Orang kalau sudah kasmaran, di senggol dikit langsung salah tingkah" Ejek Rani menggoda Keyrani
Keyrani tidak membalas langsung nyelonong keluar dari kelas, Buru-buru meninggalkan Rani yang sedari tadi mengejeknya.
"Malah kabur" Ujar Rani segera membereskan bukunya dan beranjak keluar kelas menghampiri Keyrani yang kini berjalan menuju kantin
Sementara itu, Keyrani yang baru saja tiba di kantin bertemu dengan Rian yang saat ini tengah memesan makanannya.
"Ada itu di meja, kebiasaan kalau malas suka nyuruh-nyuruh" Keluh Rian menunjuk ke meja mereka yang sudah diisi oleh Aaron, Dafa dan pastinya Lisa yang sedari tadi heboh
"Oh.. Aku bakso yah bu sama es teh" Pesan Rani pada Ibu-ibu kantin
"Sekalian punyaku, Nasi campur plus es teh" Sela Rani menepuk pundak Keyrani kemudian pergi menghampiri ketinganya
Keyrani menghela nafasnya pasrah. Dirinya yang saat ini benar-benar berbeda dengan yang lalu " Tambah nasi campur sama es tehnya Bu" Ucap Keyrani pasrah
"Kamu nggak ke bengkel lagi?" Tanya Rian kemudian
"Rencana pulang nanti Aku mau kesana" Jawab Keyrani sembari mengunyah kacang goreng yang sudah disiapkan Ibu-ibu kantin
"Oh kalau gitu, bareng aja" Ujar Rian menawarkan diri
__ADS_1
"Padahal tadinya aku baru rencana mau nanyain kamu, tapi ternyata udah ditanya duluan. Kamu pulang jam berapa? Aku masih ada kuliah 1 jam" Tutur Keyrani
"Sama berarti, aku masih ada 1 mata kuliah. Nanti aku hubungi kalau selesai"
"Oi Rian.. Lama bener pesannya" Teriak Aaron dari arah meja yang kini tidak sabar menunggu makanannya dan memotorng pembicaraan keduanya
Rian menoleh dan menggeleng melihat tingkah sahabatnya itu kemudian meraih nampan yang berisi pesanannya begitu pun dengan Keyrani.
"Pasti capek, punya teman kelakuan bocah kayak Aaron" Ujar Keyrani bercanda
"Lumayan" Jawab Rian jujur yang kemudian disambut tawa oleh Keyrani
Aaron yang memperhatikan keduanya sedikit merasa risih, karena keduanya tertawa dan terlihat begitu akrab. Khususnya Riang selama ini tidak terlalu suka mengobrol dengan gadis lain.
Bahkan ketika keduanya tiba di meja, sorot mata Aaron masih memperhatikan keduanya. Terutama sikap Rian yang begitu perhatian hingga mengambilkan sendok untuk Keyrani.
"Itu makanan sudah di depan kamu, kenapa diangguurin sih. Tadi bukannya teriak-teriak minta makan" Tegur Lisa menyenggol lengan Aaron karena melamun
"Iya-iya ini baru mau dimakan" Balas Aaron sembari mengaduk-aduk pesanannya
Sementara itu dari arah pintu kantin, Devi masuk dan mengedarkan pandangannya mencari meja kosong. Hingga sorot matanya berhenti memperhatikan Lisa yang tampak senang bercanda dan berbagi meja yang sama dengan Keyrani.
Tanpa berfikir panjang, Devi segera berjalan menghampiri meja mereka.
"Lisa.." Panggilnya saat tiba di meja mereka
Mendengar hal itu, Lisa yang tengah bercanda dengan Aaron dengan cepat berdiri "D..devi" Ujar Lisa sedikit gugup kemudian menatap ke arah Keyrani yang saat ini juga menatanya
"Kenapa kamu kaget? Aku hanya menyapa mu saja" Ujar Devi tersenyum licik melihat tingkah gugup Lisa
"Kamu ngapain disini?" Sela Keyrani berdiri kemudian menatap ke arah Devi
"Aku nggak ada urusan sama kamu, jadi kamu diam saja. Karena aku cuma punya urusan sama dia" Balas Devi penuh penekanan
Mendengar hal itu, Keyrani menoleh ke arah Lisa yang kini memasang wajah khawatir sembari menggigit bibirnya gugup.
__ADS_1
"Kita bicara di luar" Ujar Lisa segera menarik tangan Devi keluar dari kantin meninggalkan Keyrani dan lainnya yang kini memasang wajah tidak mengerti dengan keduanya
Sementara Keyrani yang merasa khawatir dengan Lisa, segera beranjak dari tempatnya berniat mengejar keduanya. Karena dari sejak Keyrani bertemu dengan Lisa di Minimart, ia sudah sadar bahwa ada sesuatu yang terjadi di antara keduanya yang mungkin juga alasan dari Lisa menjauh darinya selama ini.