Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Rumah Jeri 2


__ADS_3

Keyrani bersama yang lainnya kini berada di balkon rumah Jeri. Karena ini hari kepindahannya, Jeri mengadakan barbeque karena saran dari Keyrani.


Dengan Rian yang kini fokus memanggang daging, yang memang merupakan keahliannya. 


"Mau kuganti?" Tanya Alana tiba-tiba menawarkan diri karena Rian sudah sedari tadi memanggang untuk mereka


Rian menatap sisa daging yang tinggal sedikit, kemudian mengangguk menyetujui "Baiklah" Ujarnya kemudian berpindah tempat


"Hati-hati.. " Ujar Rian pelan sebelum akhirnya beranjak pergi bergabung dengan yang lainnya


"Hati-hati katanya? Bukannya dia selalu cuek denganku?" Gumam Alana bingung dengan sikap Rian yang begitu tiba-tiba, tidak seperti biasanya


Bersamaan dengan itu, Rani yang melihat hal Alana sendiri, bangkit dan menghampiri Alana "Butuh bantuan?" Tanya Rani melihat-lihat


"Tidak... Tidak... Ini tidak terlalu sulit" Jawab Alana


"Baiklah, kalau begitu aku hanya akan menemanimu disini" Ujar Rani duduk di dekat Alana "Karena aku terlalu malas dengan dua orang pria itu" Sambung Rani menyindir Dafa yang terlalu over dan Rian yang terlalu cuek


Karena Keyrani tengah berbincang dengan Jeri yang tidak mungkin bagi dirinya untuk tiba-tiba menghampiri mereka.


"Oh iya, kamu satu jurusan kan sama Rian?"


"Hmm.. " Gumam Alana mengangguk


"Kalau begitu, kamu bisa ikut dengannya ke kantin. Kami sering menghabiskan waktu disana" Ajak Rani


"Apa aku tidak mengganggu?" Tanya Alana sedikit meras kurang pantas


"Tentu saja tidak. Kamu bisa ikut dengan kami. Dulu aku juga sama sepertimu, aku mengenal mereka karena mereka juga sahabat Keyrani" Jawab Rani merasa bersyukur


"Keyrani sebaik itu.. " Ujar Alana lirih namun didengar oleh Rani


"Tentu saja. Keyrani sangat baik. Tapi asal kamu tahu, dulu Keyrani tidak seperti ini. Dulu dia benar-benar dingin dan cuek. Aku bahkan tidak berani menatap matanya. Bahkan melihatnya tersenyum tidak pernah sekalipun"


"Secuek itu?"


"Hmm.. Tapi lihatlah dia sekarang, dia benar-benar berubah. Dia lebih sering tersenyum dan tidak secuek dulu saat bertemu orang lain. Dan ini semua terjadi karena kehadiran Ray, sahabat kecilnya"


Alana mendengar penuturan Rani sembari menatap Keyrani yang saat ini tengah berbincang dengan Jeri.


"Itu benar, dia terlihat begitu bahagia" Gumam Alana membenarkan saat melihat Keyrani yang terlihat begitu bahagia


Hingga kemudian, ponsel Rani tiba-tiba bergetar.


Ddrrrrtt.... Ddrrrttt...


"Aku di depan sekarang, dari tadi aku menelpon Keyrani tapi dia tidak mengangkatnya" Ujar Lisa tepat setelah Rani mengangkat panggilannya

__ADS_1


"Tunggu disana" Jawab Rani lalu mematikan panggilannya


"Aku turun dulu menjemput Lisa dan Aaron" Imbuh Rani kemudian melenggang pergi meninggalkan Alana dan turun menghampiri Aaron dan Lisa


...***...


Lisa yang baru saja tiba di balkon, mempercepat langkahnya ke meja saat indra penciuman nya menangkap aroma yang pastinya membuatnya semakin lapar.


"Waahh.. Aku benar-benar lapar sekarang" Ujarnya saat memperhatikan makanan di meja


"Dari mana saja kalian, ini sudah jam 7 malam dan kalian baru saja tiba" Gerutu Dafa


"Tadi kami tersesat di jalan" Jawab Aaron mencari alasan yang hanya diangguki oleh Lisa


"Alasan.. " Timpal Dafa setengah tidak percaya


"Ekhemm... Karena kalian baru datang, biar aku perkenalkan ini Alana" Sela Rani memperkenalkan Alana yang sedari tadi diam menyimak pembicaraan mereka tanpa berani ikut nimbrung


"Ahh.. Aku ingat, Keyrani pernah mengatakannya. Kenalin aku Lisa dan ini Aaron" Ujar Lisa mengingat kembali sembari memperkenalkan dirinya dan Aaron


"Oh iya, Keyrani mana?" Tanya Lisa kemudian karena tidak mendapati Keyrani


"Itu disana.. " Ujar Dafa menunjuk Keyrani yang saat ini masih di tempat yang sama di sudut balkon duduk bersama dengan Jeri


"Keyy... Buruan kesini, aku lapar" Teriak Lisa tanpa basa-basi membuat yang lainnya hanya bisa menatapnya heran


"Baru saja.. " Jawabnya


"Kalian mau minum?" Sela Jeri menawarkan minuman yang pastinya bir yang sudah menjadi paket lengkap untuk barbeque


"Pasti dong kak.. " Sahut Lisa antusias


"Nggak-nggak, kamu nggak boleh minum" Cegah Aaron tidak setuju


"Kenapa? Aku sudah lama tidak minum bir"


"Itu benar, biarkan dia minum" Timpal Dafa


"Satu.. " Ujar Aaron titik membuat Lisa hanya bisa menghela nafas pasrah mengikuti keinginan kekasihnya itu


"Ehh tunggu.. Ini kenapa jadi kamu yang ngatur. Emang kalian pacaran..?" Tanya Dafa merasa aneh dengan sikap Aaron layaknya seorang pacar


"Iya kami pacaran" Jawab Aaron yang sontak membuat yang lainnya menatap tidak percaya ke arahnya termasuk Lisa yang juga ikut kaget


Namun berbeda dengan Keyrani yang hanya bisa tersenyum sementara Rani menatap Aaron penuh arti.


"Nggak salah dengar kan aku? Kalian beneran pacaran?" Tanya Dafa memastikan kembali pendengarannya

__ADS_1


"Nggak, kami memang pacaran" Jawab Aaron kembali


"Wah.. Mengapa aku merasa seolah dikhianati disini. Jadi siapa lagi yang punya pacar? Jangan bilang kalian juga punya pacar?" Tanya Dafa menunjuk Rian dan Rani bergantian


"Apasih, aku juga nggak pacar.. " Balas Rani membuat Dafa menghela nafasnya lega karena ia tidak jomblo sendiri


"Bicaranya nanti saja, sekarang ayo makan. Aku benar-benar lapar" Sela Lisa karena sudah benar-benar lapar


"Baiklah, aku akan menginterogasi kalian setelah ini" Ujar Dafa menatap keduanya intens


...***...


Hanya dalam waktu yang tidak sampai 1 jam, Lisa dan Dafa sudah berada dalam pengaruh alkohol. Aaron hanya pasrah melihat Lisa yang sedari tadi tidak menghiraukan teguran nya dan tetap meminum bir tersebut.


"Aku akan membawanya masuk, Dafa aku serahkan padamu" Ujar Aaron membantu Lisa masuk ke dalam sementara Rian membantu Dafa


"Aku juga ingin ke kamar mandi" Ujar Keyrani berniat untuk mencuci mukanya


"Aku ikut.. " Sahut Alana bangkit dari duduknya kemudian berjalan mengikuti Keyrani


Kini hanya tersisa Rani dan Jeri di balkon. Jeri yang sedari tadi berdiri di pinggir sementara Rani masih duduk diam sembari memutar-mutar gelasnya. Suasana seketika hening dan canggung karena keduanya sama sekali tidak memulai pembicaraan apapun.


Hingga kemudian, Rani bangkit dari duduknya dan ikut berdiri di dekat Jeri "Kak.. " Panggilnya


"Hmm.. " Gumam Jeri menoleh


"Aku masih belum mengucapkan Terima kasih.. " Ujar Rani


"Terima kasih?"


"Iya. Bukankah kemarin Kak Jeri memperbaiki mobilku" Ujar Rani mengingatkan kembali


"Oh soal itu,, Sama-sama" Balas Jeri singkat membuat keduanya kembali diam


Rani kembali meneguk minumannya untuk yang terakhir kalinya sebelum akhirnya ia menoleh ke arah Jeri dan menatap wajahnya lekat dari samping.


Jeri yang sadar akan hal tersebut ikut menoleh ke arah Rani. Membuat pandangan keduanya terkunci satu sama lain.


Deg..


Dalam situasi ini, Rani bisa dengan jelas mendengar debaran jantungnya yang entah karena dirinya berada di bawah pengaruh alkohol atau karena bertatapan dengan Jeri.


Tatapan Rani tiba-tiba berpindah pada bibir Jeri. Hingga sepersekian detik kemudian Rani tiba-tiba mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Jeri pelan.


Tepat setelah ia melakukannya, ia kembali disadarkan akan apa yang baru saja diperbuatnya dan langsung memundurkan wajahnya dan memalingkan nya tidak berani menatap Jeri setelah apa yang diperbuatnya barusan.


"Aahh.. Itu... " Ucap Rani gugup bingung bagaimana menjelaskannya

__ADS_1


Namun sebelum ia sempat meneruskan perkataannya, Jeri tiba-tiba meraih tengkuknya dan menciumnya balik, lebih dari apa yang baru saja di perbuat nya.


__ADS_2