
Setelah perbuatannya tadi pada Lisa, Aaron buru-buru kembali ke kamarnya. Tangannya naik menggaruk gusar rambutnya. Bingung dengan apa yang baru saja di perbuat nya pada Lisa.
"Dasar bodoh.. " Gerutu Aaron memukul kepalanya atas perbuatan gilanya, sebelum akhirnya melompat ke kasur dan menutup tubuhnya dengan selimut
"Aarrgghhhh.... " Geram Aaron sekali lagi membuka selimutnya menatap langit-langit kamarnya
Di sisi lain, Lisa yang juga ikut terkejut dengan perbuatan Aaron masih terdiam mematung di tempatnya. Bingung harus bereaksi apa dengan apa yang baru saja terjadi.
"Ciuman pertamaku.. " Ujar Lisa menyentuh bibirnya
Ingatan saat bibir Aaron menempel di bibirnya masih terbayang di pikirannya. Lisa bingung sekaligus kesal karena ciuman pertamanya begitu tidak jelas seperti itu, yang entah apa karena sengaja atau tidak.
"Bisa-bisanya dia menciumku dan pergi begitu saja seperti itu" Gerutu Lisa geram dengan Aaron yang baru saja melarikan diri tanpa menjelaskan apapun padanya
Dengan raut wajah kesalnya, Lisa meraih kembali es krim yang tadi dimakannya yang kini sudah mulai mencair.
...***...
Keesokan harinya, Lisa berangkat ke kampus sendiri karena Aaron berangkat lebih dahulu ke kampus. Yang sepertinya ia menghindari Lisa dan tidak berniat menjelaskan apa yang diperbuatnya semalam.
"Dasar br*****k.. " Umpat Lisa menghentakkan kakinya keluar dari kosnya saat melihat motor Aaron yang sudah tidak berada di parkiran
Lisa berangkat ke kampus dengan mengendarai bus, masih dengan raut wajah kesalnya.
Setibanya di kampus, Lisa tidak ke kelas melainkan ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong.
"Ada apa dengan wajahmu itu?" Tanya Keyrani yang juga sudah berada di kantin sedari tadi bersama dengan Rian
"Lagi ngga mood gara-gara cowok br*****k " Ujar Lisa ketus menarik minuman Keyrani dan meneguknya
Keyrani menautkan alisnya "Cowok bre****k? Siapa? " Tanya Keyrani bingung
"Adalah pokoknya" Ujar Lisa masih belum ingin menyebutkan apa yang terjadi
"Oh iya, Aaron mana? Bukannya kalian sering bareng kalau ke kampus" Tanya Keyrani kembali
Membuat Lisa semakin mendengus kesakitan saat mendengar namanya "Nggak tau, kabur kali" Ujar Lisa masih dengan nada ketusnya membuat Keyrani maupun Rian semakin bingung dengan Lisa
Keyrani tidak melanjutkan pertanyaannya karena melihat raut wajah Lisa yang sepertinya tidak ingin membahas Aaron.
Hingga tiba-tiba Rian membuka suara saat pandangannya tiba-tiba tertuju pada pintu kantin, memperlihatkan Aaron yang tadinya ingin masuk ke kantin tiba-tiba berbalik memutar langkahnya keluar dari kantin.
"Aa.. " Ucap Rian terpotong karena Aaron sudah tidak terlihat lagi
"Kenapa?" Tanya Keyrani
"Kalau nggak salah, tadi aku lihat Aaron tapi kok dia berbalik sih?" Ujar Rian kebingungan
__ADS_1
"Berbalik" Ulang Keyrani menatap Lisa yang kini menghela nafasnya
Lisa meneguk minuman Keyrani hingga habis, menghela nafasnya panjang kemudian bangkit dari duduknya meninggalkan keduanya.
"Aku duluan" Ujar Lisa beranjak pergi
Keyrani maupun Rian hanya mengangkat bahu tidak perduli dengan dengan sikap keduanya.
Sementara Lisa yang baru saja meninggalkan Kantin, kini menghentakkan kakinya kesal menuju ke kelasnya.
"Jadi dia menghindariku. Kalau gitu, aku ikuti maumu" Gerutu Lisa kesal
...***...
"Aku pulang bersama Rian" Isi pesan Keyrani pada Ray yang kemudian di balas "Baiklah, Hati-hati" Oleh Ray karena Ray masih disibukkan dengan kegiatannya di kampus
"Ayo. Aku sudah memberitahunya" Ajak Keyrani pada Rian yang kemudian di angguki oleh Rian
"Kita mampir di bengkel terlebih dahulu" Ujar Rian sedikit menoleh dengan suara yang ditinggikan
"Untuk?" Tanya Keyrani
"Rani ingin mengambil mobilnya" Jawab Rian mempercepat laju motornya
Tak berselang lama kemudian, keduanya tiba di bengkel. Keyrani yang sudah lama belum pernah ke bengkel, tiba-tiba teringat dengan motornya yang sudah lama tidak digunakannya sejak kecelakaan.
"Tidak. Jeri yang memperbaikinya. Sejak pulang kesini, ia menghabiskan waktu di sini memperbaiki motormu" Jawab Rian
"Oh, bukannya dia tidak mengizinkanku mengendarai motor lagi" Ujar Keyrani yang kini naik ke atas motornya
"Kamu benar-benar tidak akan mengendarainya?" Tanya Rian
"Hanya untuk sekarang" Balas Keyrani menaikkan alisnya sebelah
Selama ini, Keyrani memang tidak pernah lagi mengendarai motor ataupun mobil sendiri, tapi bukan berarti dirinya akan benar-benar meninggalkan hobinya itu hanya karena larangan dari Ray maupun Jeri.
Cepat atau lambat, dirinya akan tetap kembali dan mengendarai motor lagi. Semuanya hanya masalah waktu saja.
Tak berselang lama kemudian, Rani tiba dan segera menghampiri keduanya.
"Key.. Rian.. " Panggil Rani saat tiba di dekat keduanya
"Kamu sudah datang.. " Ujar Keyrani segera turun dari motornya
"Iya" Balas Rani
"Nih.. " Ucap Rian menyodorkan kunci mobil Rani
__ADS_1
"Thanks" Ujar Rani
"Sama-sama. Tapi bukan aku yang memperbaikinya, tapi kak Jeri" Ujar Rian merasa tidak enak karena bukan dirinya yang mengerjakannya
"Kalau begitu sampaikan ucapan Terima kasih ku padanya" Ujar Rani
"Sampaikan saat dia kembali saja, dia bahkan tidak membalas pesanku" Ujar Keyrani menghela nafasnya
Semenjak kepergiannya, Jeri belum pernah membalas ataupun mengangkat jika Keyrani menghubunginya.
"Ternyata bukan cuma aku saja" Batin Rani merasa lega karena ternyata bukan cuma pesannya yang tidak dibalas
"Kalau begitu, aku duluan" Ujar Rani berpamitan kepada keduanya
"Iya. Hati-hati" Balas Keyrani yang kemudian di angguki oleh Rani sebelum akhirnya masuk kedalam mobilnya
Setelah kepergian Rani, Rian segera mengambil motornya berniat pulang bersama dengan Keyrani. Selama di perjalanan keduanya terdiam, hingga keduanya tiba di rumah.
Keyrani melepas helm yang digunakannya, hingga tiba-tiba pandangannya tertenti pada sebuah mobil yang tampak asing terparkir di parkiran.
"Ada tamu?" Gumam Keyrani memperhatikan mobil tersebut dan menoleh ke mobil Ray yang juga sudah berada di parkiran sebelum akhirnya berjalan masuk ke dalam rumah
Rian hanya acuh kemudian mengikuti Keyrani masuk ke dalam rumah sembari memutar-mutar kunci motor di jari telunjuknya.
"Bii.. " Panggil Keyrani saat memasuki rumah
"Iya Non" Sahut Bi Lastri segera menghampiri Keyrani
"Ada tamu Bi? " Tanya Keyrani penasaran
"Hmm itu Non.. " Jawab Bi Lastri sedikit gugup bingung harus menjawab apa dengan tangan menunjuk ke arah lantai dua
Keyrani memiringkan kepalanya dengan alis terangkat sebelah bingung, sebelum akhirnya beranjak pergi ke atas karena sepertinya Bi Lastri enggan memberitahunya.
Rani sedikit mempercepat langkahnya menaiki tangga. Dan mendapati pintu kamar Ray terbuka.
"Raay.. " Panggil Keyrani saat tiba di depan pintu kamar Ray
Seketika mata Keyrani bergetar, tersentak kaget dengan apa yang saat ini dilihatnya. Ray tengah berpelukam dengan seorang gadis yang terlihat asing baginya.
"Key.. " Sebut Ray saat melihat Keyrani yang kini terperanjak kaget sembari menutup mulutnya
Dengan sigap, Ray mendorong tubuh gadis tersebut menjauh dari dirinya dan berniat menghampiri Keyrani. Namun Keyrani segera berbalik pergi meninggalkan keduanya.
"Kamu kenapa?" Tanya Rian saat melihat Keyrani berlari menuruni tangga dengan dengan mata yang berkaca-kaca
Tanpa menjawab pertanyaan Rian, Keyrani segera berlari pergi meninggalkannya karena jika dirinya menjawabnya mungkin air matanya akan jatuh tak terbendung lagi.
__ADS_1