
Selama beberapa hari ini, Keyrani menjalani pemeriksaan secara ketat terkait tanda-tanda vitalnya seperti irama jantung, tekanan darah, laju pernapasan hingga pemantauan tekanan rongga kepala juga dilakukan dengan ketat.
Sesuai perkataannya, Ray setiap hari mendampingi dan menyemangati Keyrani agar tetap kuat dan berusaha agar bisa menggerakkan kembali tubuhnya. Dimulai dari hal terkecil terlebih dahulu seperti jari tangannya yang kini perlahan sudah bisa ia gerakkan meski masih terasa kaku.
"Sudah berapa lama aku disini?" Tanya Keyrani
"Sudah hampir 1 bulan" Jawab Ray yang kini sibuk mengupas apel di tangannya
"Selama itu, bagaimana jika aku tidak sadar" Gurau Keyrani menatap langit-langit kamar
Ray menghentikan gerakannya dan menatao tajam ke arah Keyrani "Tidak lucu" Ujarnya ketus "Berhenti bercanda seperti itu denganku. Aku tidak suka" Sambungnya kembali masih dengan nada ketusnya
Mendengar hal itu, Keyrani menoleh dengan sebuah smirk di wajahnya "Aku hanya bercanda" Ujar Keyrani sadar akan apa yang dikatakannya
"Aku tahu, tapi bercandaan kamu keterlaluan. Kamu tahu selama kamu tidak sadar, berapa banyak air mata yang sudah aku tumpahkan hanya...." Omel Ray namun segera di sela oleh Keyrani
"Aku tahu. Ini sudah yang ke sembilan puluh sembilan kali kamu mengatakan hal itu kepadaku" Keyrani memutar bola matanya bosan karena semenjak dirinya sadar Ray sudah berulang kali mengatakan hal yang sama
"Bagaimana jika sekali lagi. Nanggung sisa satu jadi seratus" Gurau Ray membuat Keyrani segera berbalik menatapnya geram
"Ray.." Tegur Keyrani berniat menjitak kepala Ray namun dirinya kembali disadarkan bahwa saat ini dia hanya bisa menggerakkan pergelangan tangan saja
Alhasil Keyrani tidak melanjutkan perkataan nya dan hanya menghela nafasnya pasrah. Ray yang menyadarinya segera menyuapi Keyrani apel yang baru saja dikupasnya itu.
"Ayo Makan Aaa.. " Tutur Ray menyuapi Keyrani, berusaha mengalihkan perhatiannya
Sebenarnya Keyrani sadar, kerap kali dirinya memasang wajah sedih, Ray akan dengan sigap mengalihkan perhatiannya. Sungguh beruntung bisa memilikinya, meski keadaanya seperti ini.
Keyrani mengunyah apel itu sembari memperhatikan wajah Ray yang terlihat begitu sendu. Ray yang dulu tidak memiliki lingkaran hitam di matanya. Tapi lihat sekarang, dia memiliki lingkaran hitam itu, bahkan wajahnya terlihat lebih kurus ketimbang dirinya yang dulu.
"Kamu makan juga" Pinta Keyrani karena tidak bisa langsung menyuapi Ray
"Ini untukmu, aku akan memakannya nanti" Jawab Ray masih menyuapi Keyrani
__ADS_1
"Kalau begitu aku tidak akan makan" Tolak Keyrani memalinkan wajahnya kesamping
"Baiklah. Aku makan" Imbuh Ray segera menggigit buah tersebut "Giliran kamu" Sambung Ray kembali menyuapi Keyrani
"Tidurlah" Pinta Ray mengusap kepala Keyrani setelah menghabiskan potongan buah tersebut
Keyrani mengangguk mengiyakan perkataan Ray kemudian menutup kedua matanya untuk istirahat.
Beberapa saat kemudian, setelah dirasa Keyrani tertidur. Ray bangkit dari duduknya kemudian berjalan ke arah jendela sembari mengeluarkan ponselnya dari saku celana.
Ray berniat menghubungi Jeri. Sejak Keyrani sadar, dirinya belum memberi kabar sama sekali kepada Jeri. Meski sedikit risih dengan kehadiran Jeri, tapi Ray tetap menganggap Jeri sebagai keluarga Keyrani. Begitu pun dengan ayah Keyrani, Ray memutuskan untuk tidak melanjutkan balas dendamnya dan hanya memberinya sedikit peringatan.
"Ada apa?" Tanya Jeri saat panggilan keduanya terhubung
"Keyrani sudah sadar" Jawab Ray berbalik menatap ke arah Keyrani yang sudah tertidur
Jeri terdiam sejenak. Samar-samar Ray mendengar suara gesekan jalan raya yang artinya Jeri saat ini menghentikan mobilnya karena kaget.
"Bagaimana kondisinya?" Tanyanya kemudian panik
Jeri menghela nafasnya berat "Tolong jaga dia selama aku tidak ada" Pinta Jeri dengan nada lirih
"Tanpa kamu beritahu, aku pasti akan melakukannya" Imbuh Ray
"Baiklah. Kabari aku jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu" Balas Jeri kemudian
"Kamu tidak perlu khawatir, tidak akan ada yang terjadi selama aku disisinya" Jawab Ray yakin
"Baiklah. Aku percaya padamu" Balas Jeri kemudian memutus sambungan telepon. Begitu pun dengan Ray yang kini berbalik ke arah Keyrani.
...***...
Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat, dengan tekat dan keinginan keras yang dimilikinya, kini Keyrani mampu menggerakkan tubuhnya. Hanya saja dirinya masih belum bisa berjalan secara normal dan masih memerlukan alat bantu jalan.
__ADS_1
Setiap hari Keyrani akan menjalani terapi fisik dengan didampingi oleh kekasihnya Ray dan juga dokter. Tak jarang bagi dirinya terjatuh. Namun mengingat Keyrani lumpuh bukan karena patah tulang melainkan gejala akibat pendarahan yang terjadi pada bagian otaknya, sehingga lambat laun Keyrani sudah bisa menggerakkan tubuhnya.
"Aku bosan menatap langit yang sama setiap hari" Ujar Keyrani menatap langit-langit ruangan "Aku ingin keluar Ray" Pinta Keyrani
"Tidak bisa" Tolak Ray tidak ingin jika kekasihnya keluar ruangan
"Ray.. Aku mohon" Bujuk Keyrani dengan raut wajah memelas
"Tapi hanya sebentar" Ujar Ray mengangkat jari telunjuknya
"Baiklah" Ujar Keyrani antusias karena diizinkan oleh Ray
Tanpa berlama-lama, Ray berdiri dan mengangkat tubuh Keyrani membawanya ke atas kursi roda kemudian mendorongnya keluar dari ruangan tersebut.
Ray membawa Keyrani naik ke Rooftop gedung tersebut sesuai keinginan Keyrani. Keyrani menghirup udara segar dalam-dalam, yang selama ini sangat dirindukan nya karena tidak pernah keluar dari ruangan tersebut.
"Akhirnya aku bisa menghirup udara segar lagi" Tutur Keyrani dengan raut wajah bahagia
Ray hanya tersenyum sembari mendorong kursi roda Keyrani menuju ke tepi memperlihatkan pemandangan dari atas gedung tersebut.
"Wah.. Aku tidak menyangka kali pertama aku datang ke negara ini dengan kondisi seperti ini" Ujar Keyrani sedikit menyesal karena tidak bisa menyaksikan keindahan negara tersebut
"Aku akan membawamu berkeliling, tapi setelah kamu sembuh" Sahut Ray
"Aku tahu kamu akan berkata seperti itu" Tebak Keyrani menoleh ke belakang karena mengerti jalan pikiran Ray
Ray membungkuk dan memeluk Keyrani dari arah belakang, menyandarkan kepalanya pada pundak Keyrani.
"Aku bisa membawamu ke tempat yang kamu inginkan, tapi berjanjilah kamu tidak akan pernah meninggalkanku lagi" Ujar Ray lirih
"Baiklah, aku janji" Balas Keyrani mengusap rambut Ray pelan
"Kamu tidak boleh berkendara sendiri lagi. Kamu boleh menjadikan ku supir. Manfaatkan aku sesukamu" Pinta Ray
__ADS_1
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan" Jawab Keyrani pasrah meski dalam hatinya Ia tidak bisa merelakan motor kesayangannya yang sudah menemaninya dari sejak SMP dulu
Mungkin Ia akan kembali membujuk Ray saat kondisinya kembali membaik agar bisa mengendarai motor lagi. Karena sekeras apapun dirinya membujuk Ray untuk saat ini, Ray akan tetap dengan keputusannya dan tidak menyetujui keinginannya.