Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Pegawai Baru


__ADS_3

Setelah sesi curhat tadi, kini keduanya sibuk mengutak-atik mesin motor Keyrani.


Keyrani bukan hanya tahu mengendarai saja, tapi Ia juga paham mengenai mesin-mesin motor dan mobil mengingat sejak SMP Ia selalu memperhatikan Jeri memperbaiki motor ataupun mobil di bengkel tersebut.


Tak berselang lama, sebuah motor trail masuk ke dalam bengkel. Dan berhenti tepat di samping mobil Jeri di parkiran bengkel. Ia kemudian turun dari motor sembari membuka helmnya dan menaruhnya di atas motor.


Keyrani yang awalnya tertarik dengan motor yang digunakannya, terperanjak kaget saat pria tersebut menanggalkan helm di kepalanya.


"Rian?" Lirih Keyrani memperhatikannya kembali


Pria itu kemudian berjalan menghampiri Jeri dan Keyrani yang kini berdiri "Dia yang Aku maksud kemarin. Namanya Rian" Ujar Jeri memperkenalkan Rian kepada Keyrani


"Aku tahu" Ujar Keyrani karena Pria yang berdiri di depannya ini merupakan teman yang diperkenalkan Aaron beberapa hari yang lalu


"Kalian kenal?"


"Iya Kak" Jawab Rian yang kini memperhatikan Keyrani yang masih bengong di hadapannya


"Kalau begitu Aku tidak perlu lagi memperkenalkan kalian" Ujar Jeri santai kemudian kembali berjongkok mengutak-atik motor Keyrani


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Rian kemudian


"Oh, Aku ingin memodifikasi motorku. Sudah lama sejak Aku menggunakannya" Jawab Keyrani melihat ke arah motornya


"Ternyata kamu mengendarai motor juga" Ujarnya memperhatikan motor Keyrani meski dengan wajah datarnya


"Bukan hanya mengendarai, Dia itu pembalap waktu SMP" Sela Jeri iseng mengingat Keyrani yang dulu


"Jerr.. " Ujar Keyrani berenggut sembari memajukan bibirnya


"Aku bahkan masih ingat, saat Kamu pertama kali datang ke bengkel ini. Dengan menggunakan celana cargo dengan rambut yang dikepang dan mengendari motor trail milikmu" Ujar Jeri mengingat kembali masa lalunya


"Dan Kamu memarahiku karena ternyata belum memiliki SIM" Lanjut Keyrani antusias


"Tapi percuma kan, Kamunya ngeyel dan ujung-ujungnya curhat masalah keluarga hahaha" Lanjut Jeri yang juga antusias sembari tertawa


Ray hanya tersenyum melihat tingkah keduanya yang begitu bahagia membahas kenangan masa lalu mereka.


"Tadi dia senyum kan?" Tanya Keyrani kepada Jeri saat kedua sorot matanya menangkap momen saat Rian tersenyum


"Iya. Aku juga melihatnya" Jawab Jeri memperhatikan wajah Rian yang kini membali datar seolah tidak pernah tersenyum "Kamu sudah 1 minggu bekerja denganku tapi belum pernah sekalipun memperlihatkan senyumanmu" Heran Jeri

__ADS_1


"Sepertinya Aku harus membeli lotre hari ini" Ujar Keyrani membuat keduanya berbalik bingung kearahnya


"Ngapain beli lotre?" Tanya Jeri


"Seorang pria datar dan kaku seperti dia tiba-tiba tersenyum. Bukankah itu sesuatu hal yang langka" Ujar Keyrani menjelaskan


Mendengar penuturan Keyrani, Rian hanya menggeleng kepalanya tidak mengerti dengan jalan pikirannya. Kemudian pergi meninggalkan keduanya sebelum pembahasan keduanya semakin melenceng.


"Sudahlah" Ujar Jeri pasrah kemudian kembali fokus pada motor Keyrani


Sementara Keyrani yang melihat kepergian Rian segera menghampirinya "Tunggu sebentar, ini jaket kamu kan?" Tanya Keyrani mengeluarkan Jaket dari tasnya kemudian menyodorkannya pada Rian


"Iya" Jawabnya kemudian meraih jaket tersebut


"Terima kasih" Ujar Keyrani kemudian


"Tidak masalah" Jawab Rian kemudian duduk di kursi mengingat belum ada pelanggan di bengkel


Sementara Keyrani kembali menghampiri Jeri yang sedari tadi sibuk "Bagaimana? Bisa kan?" Tanya Keyrani


"Bisa tapi kamu harus menunggu, karena aku tidak memiliki body kit yang kamu mau"


"Baiklah, terserah kamu saja" Ujar Keyrani sembari memperhatikan motornya. Motor yang dulunya sering digunakan balapan, kini akan dimodifikasi menjadi Supermoto.


"Awalnya Aku menolak, tapi saat dia mengatakan ingin belajar dan mempelajari lebih dalam tentang mesin, Aku menyetujuinya. Dan lagi orangnya begitu rajin dan hasil kerjanya rapi" Jawab Jeri memuji Rian


"Kalau begitu angkat Aku juga sebagai pegawaimu" Usul Keyrani mengangkat alisnya sebelah


Jeri menghela nafasnya "Tidak bisa. Kamu bisa datang dan bermain atau apapun disini tapi kalau untuk menjadi pegawai tidak bisa" Tegas Jeri


"Nggak asik. Ini sudah ke seratus kalinya Aku memintamu dan Kamu masih menolakku" Ujar Keyrani berengguk


"Key...! Kamu itu seorang perempuan nggak pantas kerja begini walaupun hanya sekedar menyalurkan hobi" Ujar Jeri yang kini sudah memasang wajah serius menatap wajah Keyrani


"Baiklah.. Baiklah.. Senyum dong" Ujar Keyrani menarik kedua pipi Jeri agar menampilkan senyumnya


Meski tanpa ikatan darah sekalipun, Keyrani sudah menganggap Jeri layaknya seorang saudara kandung. Bahkan saat dirinya masih SMA tak jarang bagi Jeri datang ke sekolah mewakili orang tua Keyrani saat dirinya terkena masalah.


Tanpa terasa waktu berlalu dengan cepat. Jam di dinding kini menunjukkan pukul 9 malam. Sementara Keyrani masih sibuk berkutat dengan motornya.


Jeri pun menghampiri Keyrani "Pulang lah Key, ini sudah jam 9 malam" Pinta Jeri

__ADS_1


Keyrani kemudian berdiri dan menuju ke wastafek untuk mencuci tangannya "Kamu akan mengantarku kan?" Tanya Keyrani karena motornya masih belum bisa digunakan


"Masih ada yang harus kukerjakan. Hmm.. Bagaimana dengan Rian?" Ujar Jeri mengusulkan Rian karena dirinya masih harus membereskan beberapa hal


"Rian?"


"Tunggu sebentar, biar aku bertanya padanya" Ujar Jeri kemudian menghampiri Rian yang saat ini tengah bersiap di ruangan


"Rian" Panggil Jeri membuat Rian menoleh ke arahnya "Bisa bantu aku?" Tanya Jeri kemudian


"Bantu apa kak?"


"Antar Keyrani pulang, Aku tidak sempat mengantarnya" Jawab Jeri sembari menunjuk ke arah Keyrani


"Baiklah" Ujar Rian menyetujui


Keduanya kemudian keluar menghampiri Keyrani "Dia akan mengantarmu" Ujar Jeri kepada Keyrani


Sementara Rian segera berjalan menuju parkiran mengambil motornya "Ayo" Ajaknya kemudian saat tiba di depan keduanya


"Aku pulang kak" Pamit Keyrani kemudian naik ke atas motor


"Hati-hati" Pinta Jeri pada Rian sembari memegang lengan Rian


"Iya kak" Balas Rian sebelum akhirnya melajukan motornya meninggalkan Jeri dan memasuki jalan raya


Keyrani yang duduk di belakang sesekali membawa tangannya ke samping merasakan angin malam yang menerpa tubuhnya.


"Kamu sudah makan?" Tanya Rian sedikit menoleh ke belakang


"Belum" Jawab Keyrani yang memang sedari tadi belum makan


"Mau mampir sebentar?" Ajak Rian


"Terserah kamu" Teriak Keyrani agar bisa didengar oleh Rian


Setelah mendapat persetujuan dari Keyrani, Rian kembali mempercepat laju motornya kemudian singgah di salah satu warung makan yang berada di pinggir jalan.


Keduanya kemudian turun dari motor dan masuk ke dalam. Keyrani memutuskan duduk lebih dahulu sembari menunggu Rian memesan makanannya.


"Rasanya seperti de Javu" Batin Keyrani mengingat kembali saat dirinya makan bersama Ray yang juga belum terlalu kenal saat itu. Ditambah keduanya sama-sama memiliki wajah kaku dan dingin.

__ADS_1


Tak berselang lama Rian datang sembari membawa nampan berisi pesanan mereka dan menaruhnya di meja. Keduanya pun terdiam dan hanyut dalam pikiran masing-masing sembari menyantap makanan mereka.


__ADS_2