
Setelah berbicara dengan Ray tadi, Keyrani naik ke kamarnya diikuti oleh Alana yang juga ikut dengannya.
Keduanya duduk di sofa, sembari menunggu Bi Lastri mengganti seprai Keyrani. Mengingat Keyrani baru saja terkena demam sehingga tidak mungkin bagi Alana untuk tidur di kasur yang dipenuhi keringatnya.
"Apa aku boleh bertanya?" Tanya Alana sedikit sungkan
"Hm? Boleh.. " Jawab Keyrani
"Sudah berapa lama kalian berpacaran?"
"Baru beberapa bulan. Tapi kami sudah mengenal sejak lama"
"Sejak lama?"
"Iya. Aku dan Ray sudah mengenal sejak berumur 10 tahun. Dia teman masa kecil aku" Jawab Keyrani santai
"Ternyata mereka teman masa kecil. Jadi ternyata benar, alasan Ray selalu menolakku karena ia memang sudah menyukai Keyrani sejak kecil" Batin Alana terdiam tidak bertanya kembali
Dari sejak ia menyatakan perasaannya, Ray sudah menegaskan kepadanya jika ia memiliki seseorang di hatinya. Tapi Alana selalu berfikir jika hal itu hanyalah alasan yang dibuat Ray untuk menolaknya. Namun setelah mendengar jawaban Keyrani, Alana tersadar itu bukan hanya sebuah alasan tapi tapi fakta yang sebenarnya.
"Maafkan aku" Ujar Alana lirih
"Hmm? Kenapa?" Tanya Keyrani tidak mengerti dengan Alana yang tiba-tiba meminta maaf
"Aku salah karena membuat hubungan kalian renggang. Dari sejak sebelum aku datang, aku sudah tahu kalau Ray punya pacar. Tapi aku tetap kekeh ingin datang menemuinya dan berharap ia akan memutuskannya" Ujar Alana mengungkapkan yang sebenarnya
"Bahkan saat aku pertama kali datang, aku sengaja membuat perhatian Ray teralihkan padaku sepenuhnya. Aku minta maaf, aku menyukainya tapi sepertinya aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk bisa memilikinya" Sambung Alana lirih
Keyrani terdiam menatap Alana, bingung harus bereaksi seperti apa. Keyrani memang tidak menyukai keberadaan Alana yang memang memecah perhatian Ray, tapi di sisi lain ia mengagumi sifat Alana yang bersedia jujur akan apa yang dirasakannya.
"Bagaimana dengan sekarang?"
"Aku memang berniat merebutnya pada awalnya, tapi sekarang aku benar-benar tidak melakukannya lagi. Aku akan berusaha untuk bisa melupakan Ray. Aku janji padamu" Ujar Alana dengan polosnya
"Sebenarnya itu terserah kamu. Karena aku tahu, melupakan seseorang itu tidak semudah yang dipikirkan" Ujar Keyrani menepuk bahu Alana
"Tapi aku akan tetap berusaha" Imbuh Alana
"Baiklah, jika itu maumu" Balas Keyrani tersenyum singkat
...***...
Di sisi lain, di ruang tamu Ray dan Jeri tengah duduk berhadapan. Ada ketenangan diantara keduanya.
__ADS_1
"Jadi... Dia siapa?" Tanya Jeri to the point sembari menatap Ray tajam saat yang lainnya pergi meninggalkan Ray dan Jeri di ruang tamu berdua
"Bisa dibilang dia anak dari seseorang yang kuanggap sebagai guru" Jawab Ray berterus terang
Jeri belum merespon, tatapannya masih sama. Menatap tajam ke arah Ray sebagai tanda dirinya masih belum puas dengan penjelasan Ray.
"Aku sudah berjanji pada ayahnya akan selalu menjaganya di sisiku. Aku tahu, aku tidak seharusnya menyimpan seseorang di sisiku disaat aku berhubungan dengan Keyrani. Tapi aku tidak bisa begitu saja tidak perduli padanya" Ujar Ray menjelaskan
"Tapi sepertinya dia menaruh hati padamu" Ujar Jeri
"Aku tahu. Tapi aku hanya menganggapnya sebagai adik saja. Kamu tahu, aku sangat mencintai Keyrani. Aku tidak mungkin menyukai orang lain selain Keyrani"
"Aku tidak akan ikut campur, selama Keyrani tidak masalah. Tapi kamu harus ingat, sekali kamu meyakiti Keyrani. Orang pertama yang berurusan denganmu adalah aku" Ujar Jeri dengan nada serius
"Itu tidak akan pernah terjadi" Balas Ray penuh yakin
"Siapa yang tahu, hati wanita itu rapuh. Sekuat apapun ia didepanmu, ia tetap seorang wanita. Tidak ada seorang pun wanita yang suka meihat kekasihnya bersama dengan wanita lain" Ujar Jeri memperingati kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan pergi berniat ke lantai atas
Dengan Ray yang kini duduk bersidekap memikirkan perkataan Jeri barusan.
...***...
Jeri menatap jam di tangannya yang kini menunjukkan pukul 10 malam. Ia yang tadinya berniat ke kamar, mengurungkan niatnya dan berbelok ke arah kamar Keyrani.
Jeri mengetuk pintu kamar Keyrani dengan harapan Keyrani belum tertidur karena ia saat ini benar-benar tidak ingin tidur.
"Key.. Kamu sudah tidur?" Panggil Jeri kemudian
Bersamaan dengan itu, pintu kamar kemudian terbuka memperlihatkan Keyrani dengan pakaian piamanya.
"Kamu mau tidur?" Tanya Jeri
"Belum. Kenapa?" Jawab Keyrani menggelengkan kepalanya
"Mau berbincang denganku?" Tanya Jeri menawarkan
"Hmm... Baiklah" Ujar Keyrani mengangguk singkat
Keyrani kemudian masuk mengambil hoodie untuk digunakannya jika saja cuaca di luar dingin.
"Tidurlah lebih dahulu, aku akan keluar dengan Jeri" Ujar Keyrani pada Alana agar dirinya tidak menunggu Keyrani
Seteh mengucapkan itu, Keyrani kembali keuar dari kamar menghanpiri Jeri.
__ADS_1
"Oh iya, Ray dimana kak?" Tanya Keyrani sembari menuruni tangga dan memperhatikan sekitar
"Tadi di ruang tamu" Jawab Jeri melihat ke ruang tamu yang saat ini sudah kosong sebelum akhirnya berbelok ke arah kolam renang
"Kamu akan tetap disini?" Tanya Keyrani sembari duduk bersandar di kursi dekat kolam renang begitupun dengan Jeri
"Hmm, akan aku pikirkan kembali" Jawab Jeri karena mempertimbangkan keberadaan Alana
"Tapi mungkin lebih baik aku pindah" Ujar Jeri kemudian "Tapi kalau aku pindah, aku tidak akan bisa mengawasimu lagi" Sambung Jeri memeluk Keyrani dari samping
"Apa sih, aku itu sudah dewasa. Bukan anak kecil lagi yang perlu di awasi" Imbuh Keyrani tidak Terima
"Kamu tidak ingin pindah denganku?"
"Tidak. Aku akan tetap disini" Jawab Keyrani yakin dengan keputusannya
"Dasar bucin. Lagi pula, kalian ini belum menikah jadi seharusnya kalian belum bisa satu rumah" Ujar Jeri tiba-tiba membuat Keyrani sontak menatap ke arahnya
"Benar kan. Sampai saat ini, tidak ada tanda-tanda Ray akan melamarmu. Dan lagi ia membiarkan wanita lain tinggal di disini. Aku tidak setuju" Sambung Jeri geram
"Tapi kalau aku ikut pindah denganmu, aku tidak akan bisa mengetahui apa yang mereka lakukan. Jadi aku akan tetap disini" Balas Keyrani dengan semua alasannya
"Kamu yakin?" Tanya Jeri sekali lagi yang hanya di angguki oleh Keyrani
"Oh iya. Bagaimana dengan anting-anting ini? Mengapa aku tidak bisa membukanya?" Tanya Keyrani teringat akan anting pemberian Jeri
"Oh ini, kamu pakai saja. Ini adalah anting milik ibumu sekaligus lambang keluarga Bryn"
"Keluarga Bryn?"
"Iya. Bisa dibilanh anting ini khusus diturunkan pada seseorang yang nantinya akan menjadi pewaris keluarga Bryn"
"Kalau begitu kenapa memasangnya padaku?"
"Karena sekarang kamu adalah pemilik anting ini"
"Bukankah kamu bilang ini khusus untuk pewaris keluarga Bryn" Tanya Keyrani yang semakin kebingungan
"Iya. Dan kamu adalah pewaris satu-satunya keluarga Bryn saat ini"
Mendengar jawaban Jeri membuat Keyrani seketika tertegun bingung harus bereaksi seperti apa dengan semua yang dikatakan Jeri saat ini.
"Kamu tidak perlu khawatir, ada aku. Dan aku tidak akan membiarkan apa yang terjadi pada ibumu terulang kepadamu" Ujar Jeri menenangkan sembari mengusap kepala Keyrani
__ADS_1
Keyrani hanya terdiam bingung. Berbagai pertanyaan kini berputar di kepalanya. Namun tidak ada satupun yang sempat ia tanyakan pada Jeri saat itu juga.