
"Key.. " Ray memegang wajah Keyrani yang sejak tadi menunduk menahan amarahnya
"Maaf... Aku bukan bermaksud menyembunyikannya darimu" Tutur Ray kini merasa bersalah
"Jangan diam saja Key, bicara denganku" Pinta Ray memohon karena Keyrani tak kunjung membalas ucapannya
Keyrani diam, bukan karena ia marah tapi karena ia tak kuasa menatap wajah Ray setelah semua perlakuan dari Kakek dan Neneknya.
"Maaf.. " Lirih Key pelan
"Tidak... Ini bukan salahmu"
"Aku tidak menyangka jika mereka akan meminta hal seperti itu padamu. Ini salahku. Seharusnya sejak awal aku tidak setuju untuk datang ke rumah ini"
"Ini bukan salahmu. Aku bisa mengerti perasaan mereka, semua ini mereka lakukan untuk dirimu. Dengan identitas ku yang sekarang, aku hanya akan membawamu kedalam bahaya"
"Raymond!" Sebut Keyrani dengan nama lengkap Ray
Keyrani semakin emosi mendengar penuturan Ray yang seolah membenarkan perbuatan Kakek dan Neneknya.
"Pers*tan dengan semua identitas itu. Aku sama sekali tidak perduli. Aku Keyrani Theresia Putri bukan seseorang yang bisa mereka atur semau mereka. Aku bukan boneka mereka"
Ray tertegun diam melihat Keyrani meluapkan emosinya seperti itu. Sudah lama, sejak ia melihat Keyrani begitu emosi seperti itu.
"Maaf.. " Ray segera menarik Keyrani ke dalam pelukannya berusaha menenangkan gadis kecilnya itu. Ia benar-benar tidak menyangka, jika Keyrani akan semarah itu
"Jangan pernah berfikir untuk menerima tawaran mereka"
"Mereka bukan siapa-siapa bagiku, bahkan meskipun kami memiliki ikatan darah"
"Aku tahu" Jawab Ray pasrah mengikuti keinginan kekasihnya
"Istirahatlah, biar aku yang bicara dengan mereka" Pinta Ray membaringkan Keyrani di kasur
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku tidak akan mengikuti keinginan mereka. Jadi kamu tidak perlu khawatir" Ujar Ray menenangkan saat Keyrani memegang lengannya
Setelah dirasa tenang, Ray mengecup pelan kening Keyrani lalu keluar dari kamar, berjalan menghampiri yang lainnya yang masih berada di meja makan.
"Bagaimana dengan Keyrani?" Jeri segera bangkit menghampiri Ray
"Tidak perlu khawatir. Biarkan dia istirahat terlebih dahulu"
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Nenek Keyrani yang masih belum mengerti alasan kemarahan Keyrani
"Seharusnya aku yang bertanya, apa sebenarnya yang kalian lakukan. Bagaimana bisa kalian begitu egois seperti itu? Apa kalian pikir Keyrani akan mengikuti keinginan egois kalian?" Tutur Jeri seolah tidak perduli dengan lawan bicaranya yang merupakan orang tua kandungnya sendiri
"Perhatikan kata-kata kamu Jeri!" Tegur Kakek Keyrani
"Aku benar kan Pa. Bukankah sudah kukatakan, Keyrani tidak akan pernah mau mengikuti keinginan egois kalian. Memaksanya menjadi pewaris keluarga ini, sama halnya dengan kalian memutus hubungan kalian dengannya"
"Bukan hal mudah membuatnya datang ke rumah ini. Dan sekarang apa yang kalian lakukan? Ini baru dua hari dan kalian sudah memperlihatkan wajah asli kalian? Jangan lupa Ibunya adalah bukti keegoisan kalian" Tutur Jeri tajam
"Akhhh... " Nenek Keyrani tertegun mendengar penuturan Jeri, tangannya kini naik meremas dadanya yang terasa sakit dan sesak
"Lihat perbuatan kamu, tidak seharusnya kamu berbicara seperti itu didepan Ibumu" Tegur Kakek Keyrani yang kini membantu istrinya berdiri
"Maaf Pa.. Aku bukannya berniat memperparah keadaan Mama. Tapi tetap saja, aku akan tetap mengatakan hal itu. Berhenti bersikap egois. Aku tidak ingin kehilangan seseorang yang aku sayangi untuk yang kedua kalinya" Ucap Jeri lirih lalu berbalik pergi meninggalkan mereka, diikuti Rani yang sejak tadi hanya diam memperhatikan
Ray ikut berbalik pergi, kembali ke kamar untuk mengecek keadaan Keyrani. Begitupun dengan Rian dan yang lainnya yang juga ikut pergi tak ingin ikut campur dalam masalah keluarga itu. Sementara, Kakek dan Nenek Keyrani kini duduk di meja makan, merenungi semua perkataan anak laki-laki nya.
...***...
"Aku pikir kejadian seperti ini hanya terjadi di drama-drama Korea, siapa yang tahu aku akan benar-benar menyaksikannya secara langsung seperti tadi" Ucap Aaron bergidik ngeri
"Apa Keyrani akan baik-baik saja?"
"Dia akan baik-baik saja" Balas Aaron menenangkan Lisa
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku begitu bodoh, aku bahkan tidak sadar jika Keyrani tengah mengalami masalah seperti ini" Ujar Lisa merasa bersalah karena tidak menyadarinya dari semalam
"Apa yang terjadi dengan Ibu Keyrani?" Tanya Rian penasaran karena sejak mengenal Keyrani, ia sama sekali tidak pernah mengungkit soal ibunya
"Aku hanya tahu, Ibu Keyrani meninggal karena mengalami kecelakaan dengan Keyrani. Selebihnya aku tidak tahu, Keyrani tidak pernah mengungkitnya" jawab Lisa mengingat-ngingat
"Aku tahu" Sela Rani dari arah pintu kamar
Ketinganya sontak menoleh menatap ke arahnya "Bagaimana dengan Kak Jeri?" Tanya Rian khawatir
"Dia sedang berbicara dengan Pak Ray" Jawab Rani sembari masuk dan duduk di dekat Lisa
"Jadi apa yang terjadi?" Tanya Aaron penasaran
"Dari yang Jeri katakan, Ibu Keyrani kabur dari rumah karena tidak tahan dengan perlakuan orang tuanya. Ia selalu dituntut untuk menjadi sosok yang sempurna, khususnya karena ia adalah seorang pewaris"
"Pewaris? Bagaimana dengan Kak Jeri?"
"Tidak. Jeri tidak termasuk karena dia seorang laki-laki. Mereka hanya akan memilih seorang pewaris perempuan karena aturan keluarga yang mengharuskan laki-laki untuk membangun usahanya sendiri tanpa bergantung pada keluarga"
"Wooaahhhh... Untuk pertama kalinya aku merasa bersyukur karena tidak dilahirkan dalam keluarga dengan aturan kejam seperti itu" Ucap Aaron merasa lega
"Jadi karena hal ini Keyrani marah?" Tanya Rian
"Iya. Selain menginginkan Keyrani sebagai pewaris, mereka juga memaksa Pak Ray untuk melepas identitasnya karena tidak terima dengan masa lalunya. Mungkin ini alasan terbesar Keyrani begitu emosi seperti tadi"
"Aku bisa mengerti. Dengan identitas Ray, kejadian seperti kemarin bisa terjadi kapan saja dan hal itu jelas akan membahayakan Keyrani terutama jika dia benar-benar menerima posisi pewaris itu" Ujar Rian mengingat kejadian saat Keyrani di culik, yang didalangi oleh Ibu tiri Ray
"Memang tidak ada jaminan Keyrani akan tetap aman jika di sisi Ray. Tapi kembali lagi, bagi Keyrani tempat ternyaman bagi dirinya saat ini adalah di sisi Ray bukan di rumah ini" Ucap Lisa sangat mengerti jalan pikiran Keyrani mengingat dirinya sudah begitu lama mengenal Keyrani
"Jadi bagaimana dengan kita? Apa kita akan tetap di rumah ini?" Tanya Aaron
"Aku akan tetap disini. Aku pernah sekali meninggalkan Keyrani dan aku menyesalinya hingga saat ini, karena itulah aku tidak akan mengulanginya untuk yang kedua kalinya" Jawab Lisa membulatkan tekad
__ADS_1
Aaron hanya menghela nafas pasrah menerima keputusan Lisa. Karena Rian juga akan tetap tinggal mengingat ia masih memiliki perasaan pada Keyrani. Sementara Rani, ia juga tidak ingin meninggalkan Jeri yang merupakan calon suaminya.