Dosenku Seorang Mafia

Dosenku Seorang Mafia
Saudara Ibu?


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Jhon melesat di jalan raya yang kini tampak lenggang. Menuju ke kediaman Ray. Selama di perjalanan, Ray termenung mengingat perkataan Keyrani sebelumnya.


Akankah dia bahagia setelah membalaskan dendamnya itu?Tentu saja jawabannya tidak. Yang dirasakan olehnya justru kehampahan, hatinya terasa kosong, tidak ada kebahagiaan sama sekali yang dirasakannya.


Selama 11 tahun ini, yang dipikirkannya hanyalah tentang balas dendam dan merebut semua miliknya. Tapi apa? Tidak ada kebahagiaan di ujungnya, yang ada hanya kehampaan. Dirinya tetap saja sendiri karena orang tuanya sudah lama pergi meninggalkannya.


Hingga tanpa Ray sadari mobil yang dikendarai Jhon kini berhenti di depan rumahnya. Sementara dirinya masih dengan pikiran-pikiran yang sedari tadi berputar di kepalanya.


Ray menghela nafasnya sejenak sebelum akhirnya turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Setibanya di dalam kamar, Ray mendapati Keyrani yang kini terlelap di atas kasur. Tanpa berganti pakaian, Ray membaringkan tubuhnya di dekat Keyrani, memeluknya dari belakang dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Keyrani.


Keyrani yang menyadari kedatangan Ray, membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Ray "Kamu pulang?" Tanya Keyrani sembari mengelus rambut Ray


Tanpa menjawab, Ray hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Keyrani dan semakin menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Keyrani.


Hingga beberapa saat kemudian....


"Kamu belum mandi?" Tanya Ray sedikit mencium aroma tubuh Keyrani yang memang belum mengganti pakaian apalagi mandi setelah bermain basket bersama Rian pagi tadi


"Belum" Jawab Keyrani santai


Dengan cepat Ray melepas pelukan dan menjauhkan dirinya dari Keyrani berniat mengisengi kekasihnya itu.


Kening Keyrani mengkerut "Cckk.. Aku tidak sebau itu... " Ujar Keyrani mengendus bajunya sebelum akhirnya memukul Ray dengan guling yang ada di dekatnya


"Aku hanya bercanda.. " Ujar Ray berniat membujuk Keyrani yang kini berenggut kesal


"Hmm... " Keyrani memalinkan wajahnya tidak perduli dengan tangan yang kini di silang kan


Ray tersenyum kemudian mendekatkan dirinya pada Keyrani, menyandarkan kepalanya pada pundak Keyrani.


"Tapi kan wajar, kamunya memang belum mandi" Ujar Ray kembali iseng


Kali ini bukan guling yang didapatnya melainkan pukulan dan cubitan pada perutnya sebelum akhirnya Keyrani bangkit dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Keyrani berbalik sejenak memperhatikan Ray yang kini tersenyum puas setelah menjahili nya, kemudian masuk ke dalam kamar mandi. Dengan pintu yang sengaja ia banting keras.


Ray hanya menggeleng kepalanya kemudian ikut bangkit untuk mengganti pakaiannya ke pakaian santainya mengingat ini hari minggu dan ia sudah tidak punya janji apapun selain bersantai di rumah.

__ADS_1


...***...


Tak berselang lama kemudian Keyrani telah selesai mandi dan kini ia keluar dari kamar, berniat untuk turun ke bawah mencari Ray yang kini sudah tidak berada di kamar.


Keyrani melangkahkan kakinya turun dari tangga, hingga kemudian pandangannya terhenti pada sosok pria yang kini duduk bersama dengan Ray maupun Rian di ruang tamu.


Seketika Keyrani mempercepat langkahnya turun dari tangga dan menghampiri ketiganya "Jeri" Panggil Keyrani senang karena selama ini sudah begitu merindukan Jeri


"Key" Sahut Jeri berdiri dari duduknya


Sementara Keyrani kini melempar tubuhnya ke pelukan Jeri "Aku sangat merindukanmu" Ujar Keyrani bergantungan di tubuh Jeri


"Aku juga" Jawab Jeri mengelus rambut Keyrani


"Ekkhheemmmm" Ray berdehem karena keduanya berpelukan begitu lama


Keyrani yang sadar segera turun dari tubuh Jeri sembari terkekeh pelan.


"Jadi katakan padaku, dari mana saja kamu? Kamu membawaku ke luar negeri tapi tepat setelah aku bangun kamu tidak ada di sampingku" Tanya Keyrani menuntut penjelasan dari pria yang selama ini disebutnya sahabat


Selama ini Ray belum pernah memberitahu Keyrani akan identitas Jeri yang merupakan adik dari Ibu kandungnya, karena ia ingin jika Jeri sendiri yang memberitahunya.


Ray yang sadar akan ekspresi Jeri yang berubah segera mengalihkan pembicaraan "Jadi apa rencanamu selanjutnya? Kembali ke bengkel?" Tanya Ray


"Belum tahu, Aku masih belum ada rencana untuk kedepannya" Jawab Jeri


"Bagaimana dengan bengkel Kak Jeri?" Sela Rian


"Aku masih belum berniat meneruskannya, jika kamu mau, kamu bisa melanjutkannya untuk sementara" Jawab Jeri


"Itu benar, bagaimana jika kamu saja yang teruskan. Aku pasti akan datang setiap hari mengunjungimu" Imbuh Keyrani antusias yang sontak mendapat tatapan tajam dari Jeri maupun Ray


"Tidak. Kamu tidak boleh mengendarai motor lagi" Cegah Ray


"Itu benar, aku tidak akan membiarkan kamu mengendarai motor lagi" Sambung Jeri


"Ini kenapa pada ngelarang gini, kan aku bilangnya mau mengunjungi Rian bukan mengendarai motor"


"Pokoknya nggak boleh. Titik. Tidak ada bantahan" Ujar Jeri kekeh dengan pendiriannya

__ADS_1


"Jeri" Sebut Keyrani berdiri dengan suara yang ditinggikan


"Keyrani" Balas Jeri dengan suara yang lebih tinggi dan mengintimidasi membuat nyali Keyrani menciut dan segera duduk kembali sembari menyilangkan tangannya


"Ini kenapa pada berantem sih" Heran Rian melihat keduanya heran karena beberapa menit yang lalu keduanya saling berpelukan


...***...


Setelah perbincangan tadi, Ray maupun Rian pergi karena permintaan Jeri yang menginginkan untuk diberikan privasi bersama dengan Keyrani yang kini memasang wajah kebingungan karena Jeri yang tampak begitu serius.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Keyrani kemudian


"Mungkin kamu akan sedikit syok dengan apa yang akan aku katakan. Tapi aku mohon, jangan marah kepadaku" Jawab Jeri


"Aku akan mempertimbangkannya" Jawab Keyrani


"Kamu tahu, kita sudah mengenal dari sejak kamu SMP. Mungkin kamu menganggapnya sebagai ketidaksengajaan, tapi yang sebenarnya aku sengaja berada di sisimu selama ini"


"Apa maksudmu?" Tanya Keyrani kini mengkerut kan keningnya


"Nama ibumu bukan hanya Kristina Aera melainkan Kristina Aera Bryn. Begitu pun dengan namaku Jeri Aldari Bryn"


"Aa..ap maksudmu? Bryn? Kamu.. Ibuku..?"


"Aku dan ibumu adalah saudara kandung. Aku adik dari Kristina, ibu kandungmu" Jawab Jeri pada akhirnya


"Tunggu.. " Ucap Keyrani berusaha mencerna kata-kata Jeri satu per satu


"Kamu.. Ibuku.. Saudara kandung?" Ujar Keyrani terbata sembari memegang pelipisnya


"Aku tahu kamu syok, tapi aku punya alasan mengapa menyembunyikannya darimu selama ini" Lanjut Jeri berusaha menjelaskan alasannya menyembunyikannya selama ini


"Key.. " Ujar Jeri memegang tangan Keyrani yang kini bangkit dari duduknya


"Biarkan aku sendiri.. " Ujar Keyrani sebelum akhirnya pergi meninggalkan Jeri yang kini menundukkan kepalanya


Sementara Keyrani kini naik ke kamarnya dengan berbagai pertanyaan berputar di kepalanya.


Marah? Kecewa? Sedih? Senang? Semuanya seolah dirasakan oleh Keyrani. Marah karena Jeri menyembunyikannya selama ini. Senang karena ternyata dirinya masih memiliki keluarga selain ayah kandungnya.

__ADS_1


Namun entahlah, Keyrani masih bingung dengan apa yang dirasakannya saat ini. Dan memilih untuk berdiam diri dan memenangkan dirinya terlebih dahulu.


__ADS_2