
Setelah menghabiskan waktu bersama seharian di Mall, Ray bersama Alana kini tiba di rumah.
"Bawa ke atas" Pinta Ray pada sopir sembari menyerahkan semua tas belanjaannya
"Kamu juga naiklah istirahat, pasti kamu lelah" Ujar Ray yang kemudian diangguki oleh Alana
Setelah Alana naik ke atas, Ray berjalan menuju ke dapur "Bi.. " Panggilnya kemudian
Tak berselang lama kemudian, Bi Lastri datang setelah mendengar panggilan Ray "Iya Tuan" Jawab Bi Lastri menghampiri Ray
"Keyrani mana Bi?" Tanya Ray karena melihat motor Rian sudah berada di parkiran
"Tadi ke taman belakang Tuan" Jawab Bi Lastri menunjuk ke arah pintu menuju taman dan lapangan basket
"Oh iya. Bibi bisa pergi" Ujar Ray sebelum beranjak pergi menuju ke taman belakang mencari Keyrani
Tepat setelah Ray melangkahkan kakinya keluar pintu, sorot pandangannya langsung tertuju pada lapangan basket yang memperlihatkan Keyrani yang kini memainkan bola di tangannya.
Namun sebelum Ray tiba di lapangan basket, Ray menghentikan langkah kakinya saat tiba-tiba sorot pandangannya berpindah pada Rian yang ternyata juga berada di lapangan basket. Yang mana Rian duduk di bawah ring basket memperhatikan Keyrani bermain.
Seketika dahi Ray mengkerut melihat hal itu. Khususnya wajah Rian yang terlihat begitu bahagia memperhatikan Keyrani. Dengan cepat Ray melanjutkan langkahnya, namun segera terhenti kembali saat suara Alana terdengar dari dalam rumah memanggilnya.
Dengan langkah bimbang, Ray memutar tubuhnya dan menghampiri Alana. Meninggalkan Keyrani bersama dengan Rian. Yang ternyata Keyrani melihat saat Ray berniat menghanpirinya namun tiba-tiba berpaling kembali.
"Ada apa?" Tanya Rian memperhatikan Keyrani yang tiba-tiba menghentikan gerakannya
"Tidak" Jawab Keyrani singkat kemudian melempar bolanya ke arah ring basket dengan kasarnya
Rian berdiri kemudian berlari mengambil bola tersebut dan mendriblenya menuju Keyrani "Ayo bermain sekali lagi" Pinta Rian karena sejak keduanya bermain, ia belum pernah mengalahkan Keyrani satu kali pun
Keyrani membungkukkan tubuhnya sedikit berniat menghalangi Rian. Namun tidak seperti biasanya, Rian dengan mudah melewati Keyrani dan berhasil mencetak poin membuat Keyrani berdecak kesal.
"Ada apa denganmu? ini tidak seperti dirimu yang biasanya" Tanya Rian menghampiri Keyrani kembali
Keyrani duduk di tengah lapangan, yang kemudian diikuti Rian yang kini duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Aku akan pergi" Ujar Keyrani tiba-tiba membuat Rian menatapnya kebingungan
"Maksud kamu?" Tanya Rian
"Iya. Aku akan pergi, aku tidak tahu kapan aku kembali. Jadi tidak perlu mencariku, aku akan pulang saat aku menginginkannya" Ujar Keyrani santai
"Tapi kemana?" Tanya Rian kembali
"Aku tidak akan memberitahumu" Jawab Keyrani bersikap misterius
"Tidak.. Aku tidak akan membiarkanmu pergi jika kamu tidak memberitahuku terlebih dahulu" Ujar Rian tidak terima
Kenangan masa lalunya saat Keyrani pergi dan ia sama sekali tidak mendapat kabar darinya, benar-benar masih membekas di pikirannya.
"Aku akan tetap pergi dan lagi kamu tidak perlu khawatir karena aku akan kembali, aku bukannya pergi untuk selamanya" Ujar Keyrani berusaha menenangkan kemudian bangkit dari duduknya dan menghela nafasnya panjang
"Tapi kapan?" Tanya Rian memegang tangan Keyrani
"Secret" Jawab Keyrani melepas genggaman tangan Rian dan berjalan masuk ke dalam rumah
Dengan terpaksa, Rian berhenti bertanya dan menuruti permintaan Keyrani untuk tidak bertanya lagi.
Keyrani kemudian naik ke kamarnya, namun saat ia tiba di lantai dua, ia kembali harus menahan sakit karena melihat Ray berada di kamar Alana melalui sela pintu Alana yang sedikit terbuka seolah sengaja membukanya.
"Cccckkk... " Decak Keyrani kemudian masuk ke dalam kamarnya tidak berniat memikirkan keduanya yang hanya membuat hatinya semakin sesak
Keyrani masuk ke dalam kamarnya dan langsung melempar tubuhnya ke atas kasurnya, berniat untuk tidur setelah bermain basket dengan Rian.
...***...
Setelah menemani dan membantu Alana mengatur belanjaannya, Ray keluar dari kamar Alana dan masuk ke dalam kamar Keyrani untuk mengecek apakah Keyrani sudah naik atau tidak.
"Dia tidur" Ujar Ray saat membuka pintu kamarnya kemudian kembali menutup pintu kamar Keyrani dan kembali ke kamarnya karena tidak ingin mengganggunya
Tepat setelah Ray menutup pintu kamarnya, Keyrani membuka matanya dan memegang erat selimutnya. Karena dulu, Ray tidak pernah seperti itu. Ia bahkan selalu sengaja masuk ke dalam kamarnya dan tidur di sampingnya namun Ray justru memperlihatkan sikap yang berbeda.
__ADS_1
Keyrani kemudian bangun dan melepas selimut yang dipakainya dan berjalan menuju ke lemari. Keyrani mengeluarkan kopernya dan mengambil beberapa helai pakaian yang ingin di bawahnya dan memasukkannya ke dalam koper bersama beberapa barang yang dianggapnya penting.
...***...
Keyrani menatap ke arah jam di dinding yang kini menunjukkan pukul 1 malam. Yang mana Keyrani sengaja memilih waktu itu untuk pergi, agar tidak ada yang mengetahui kepergiannya.
Dengan langkah pelan, Keyrani keluar dari rumah sembari mengangkat kopernya. Sekali lagi ia berbalik ke memperhatikan sekitar sebeum akhirnya berjalan masuk ke dalam mobil.
Setelah beberapa saat, mobil yang dikendarai Keyrani kini berhenti di salah satu minimart dekat kampusnya
"Ayo masuk" Ajak Keyrani kepala Lisa yang sudah sedari tadi menunggunya di depan minimart
Dengan sigap Lisa masuk kedalam mobil Keyrani. Keduanya berniat ke rumah Rani. Karena jika ketiganya berkumpul di kos Lisa, Aaron bisa curiga akan kepergian ketiganya.
Ketiganya menyetujui saran Keyrani yang berniat ke luar negeri menghilangkan stress karena urusan percintaan masing-masing. Meski ketiganya tidak saling menceritakan masalah masing-masing.
Setelah berkendara 15 menit, mobil Keyrani kini memasuki pekarangan rumah Rani yang tampak besar dan berhenti di depan rumah Rani.
"Ini pertama kali ku datang ke rumah Rani, ternyata dia dilahirkan dengan sendok emas" Ujar Lisa takjub karena ini baru pertamanya dia datang ke rumah Rani berbeda dengan Keyrani yang memang sudah pernah datang kesini
Tak berselang lama kemudian, pintu rumah Rani terbuka memperlihatkan Rani yang kini memghampiri keduanya.
"Ayo masuk" Ajak Rani kepada keduanya sembari meraih koper Keyranj berniat membantu
"Orang tua kamu bagaimana?" Tanya Keyrani
"Mereka tidak ada, kalian tidak perlu khawatir" Jawab Rani karena kedua orang tuanya sedang ke luar negeri untuk urusan bisnis
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi" Timpal Lisa sedikit antusias
Keyrani hanya menggeleng kepalanya melihat tingkah Lisa kemudian mengikuti Rani naik ke atas.
"Ayo naik, kamarku ada di lantai atas" Ajak Rani
"Orang tua mu tahu, jika kamu mau pergi?" Tanya Keyrani
__ADS_1
"Aku sudah meminta izin kepada mereka" Jawab Rani karena ia tidak ingin jika kedua orang tuanya khawatir