
Jam di dinding menunjukkan pukul 02 malam, saat Keyrani terbangun dari tidurnya. Sejak tadi, ia memang memaksakan dirinya untuk tidur meski pada akhirnya ia memutuskan untuk bangun dari tidurnya. Berbeda dengan Lisa maupun Rani yang kini sudah begitu terlelap dalam tidur masing-masing.
Keyrani mengambil jaket bulunya dan memakainya kemudian berjalan keluar ke teras kamar dan duduk di kursi yang ada di teras.
Entah karena suasana hatinya yang sedang buruk, langit yang dipenuhi bintang-bintang terasa begitu hampa baginya.
Keyrani meraih ponselnya dan membuka galeri nya. Men scroll satu per satu foto yang diambilnya bersama dengan Ray.
"Aku merindukanmu.. " Ucap Keyrani lirih menatap sendu layar ponselnya
Meski Keyrani tidak memperlihatkannya, tidak pernah sehari pun sejak ia berada di negara itu ia tidak merindukan Ray.
Sejak berpacaran dengan Ray, paginya selalu dimulai dan diakhiri dengan Ray berada di sampingnya. Keyrani terbiasa menggantungkan dirinya pada Ray.
Kedatangannya ke negara ini memang karena ia benci melihat Ray menaruh perhatian pada orang lain tapi di sisi lain ia ingin agar dirinya menjadi seperti dulu lagi. Tidak manja dan pastinya selalu melakukan semuanya sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari orang lain.
"Keyrani yang aku kenal tidak seperti ini, bukan kah Ray sudah menjelaskannya.. " Gumam Keyrani pada dirinya sendiri yang kini mulai meneteskan air matanya
"Tapi kenapa hatiku seolah tidak terima keberadaannya, apa aku begitu egois?.. " Sambung Keyrani sembari meremas dadanya yang terasa begitu sesak
Air matanya kini jatuh tak terbendung lagi. Keyrani menangis sejadi-jadinya. Tangannya naik membungkam mulutnya agar suara tangisnya tidak terlalu kerasa dan membangunkan kedua sahabatnya.
Inilah yang selalu ditakutkan nya, ia bukan lagi Keyrani yang kuat dan tegar dalam setiap masalah. Kini ia menjadi lemah dan selalu meluapkan segalanya dengan menangis. Sebesar itulah pengaruh cinta dalam merubah diri Keyrani.
Selama berjam-jam Keyrani berada di balkon, hingga pukul 4 subuh Keyrani baru masuk ke dalam kembali. Menutup dirinya dengan selimut karena ia yakin, matanya akan terlihat sembab saat ia terbangun. Suaranya bahkan menjadi serak karena menangis.
...***...
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu kamar terbuka memperlihatkan Ray yang kini memakai kemejanya bersiap ke kampus.
"Kamu belum selesai?" Tanya Alana
"Tunggu aku dibawah, aku akan segera turun" Jawab Ray kemudian kembali masuk ke dalam kamarnya
Hari ini Ray berniat mengantar Alana ke kampus karena Alana memutuskan untuk pindah ke kampus tempat Ray mengajar. Awalnya Ray menolak keras permintaan Alana, namun pada akhirnya ia dengan terpaksa setuju karena Alana sudah mendapatkan izin dari ayahnya. Yang artinya tidak akan bisa menolak jika itu keinginan dari ayahnya Alana.
__ADS_1
Selang beberapa saat, Ray kemudian turun menghampiri Alana yang kini berdiri sesat setelah ia melihat Ray menuruni tangga.
Keduanya kemudian ke kampus dengan mengendarai mobil Ray.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Alana yang sedari tadi penasaran karena melihat raut wajah Ray yang terlihat begitu pucat
"Tidak" Jawab Ray singkat tanpa menoleh sedikit pun dan tetap fokus pada jalanan
"Apa ini karena Keyrani?" Tanya Alana kembali
Mendengar pertanyaan Alana, Ray terdiam tidak berniat menjawabnya. Sementara Alana mengartikan diam Ray sebagai jawaban iya atas pertanyaannya tadi.
"Maafkan aku, sepertinya aku membawa keretakan di hubungan kalian" Ujar Alana membuat Ray seketika menoleh ke arahnya
"Tidak ada yang retak dalam hubungan ini. Jangan pernah mengatakan hal itu lagi" Tegur Ray tidak suka dengan penuturan Alana
"Kamu bahkan bersikap dingin kepadaku" Batin Alana menatap Ray sendu sementara Ray kembali bersikap acuh
Hingga tak berselang lama kemudian, mobil Ray perlahan memasuki pekarangan kampus dan berhenti di parkiran mobil khusus dosen.
Semua kepindahannya sudah di urus oleh Ray beberapa hari yang lalu. Kedatangannya hari ini hanya untuk berkeliling dan melihat kampus barunya.
...***...
Karena tertidur pukul 4 subuh, Keyrani menghabiskan waktunya selama seharian di kasur tanpa berniat bangun sama sekali.
Beberapa kali Rani maupun Lisa membangunkannya untuk sekedar mengisi perutnya, namun Keyrani tak kunjung merespon dan mengabaikan keduanya.
"Key, ini sudah jam 3 sore dan kamu masih belum bangun" Tegur Lisa menggoyang tubuh Keyrani
"Hmmm.. " Gumam Keyrani menarik selimutnya menutupi wajahnya
"Bangun Key... " Pinta Lisa menarik selimut Keyrani kembali
"Ini sudah jam 3, ayo bangun. Kamu belum makan seharian ini" Ujar Lisa khawatir
Dengan terpaksa, Keyrani membuka kedua matanya bangun terduduk. Matanya terasa berat dan tenggorokannya sedikit sakit.
__ADS_1
"Ini kenapa muka kamu jadi bengkak gini? Bukannya tadi malam pake masker?" Tanya Lisa terheran-heran sembari memperhatikan setiap inci wajah Keyrani
"Air dong uhhuukk..uhhuukk.. " Pinta Keyrani terbatuk
Dengan sigap Lisa menuang air yang ada di meja ke dalam gelas dan menyerahkannya pada Keyrani.
"Padahal besok kita mau lihat konser, tapi lihat lah betapa hancurnya wajahmu sekarang" Imbuh Lisa mengambil cermin agar Keyrani melihat wajahnya
"Separah ini" Gumam Keyrani menatap matanya yang bengkak
"Tidak bisa, sekarang kamu mandi dulu. Lalu makan dan kita pake masker lagi" Ujar Lisa tidak terima kemudian mendorong Keyrani untuk segera masuk ke dalam kamar mandi
Dengan langkah terpaksa Keyrani masuk ke dalam kamar mandi dan berhenti di depan wastafel untuk memperhatikan wajahnya sekali lagi.
Keyrani menghela nafasnya panjang, pasrah dengan kondisi wajahnya yang sekarang. Kemudian melepas satu persatu pakaiannya dan berdiri di bawah shower.
...***...
Di sisi lain, Alana yang baru saja berkeliling di kampus kini kembali ke parkiran mobil Ray berada setelah beberapa kali mendapat bantuan dari mahasiswa yang ada disana.
Alana langsung masuk ke dalam mobil, berhubung Ray sudah berada di dalam mobil menunggu kedatangannya sedari tadi. Hingga tiba-tiba ponsel Ray tiba-tiba bergetar.
Drrtt.. Drrtt.. Drrt..
Ray segera mengangkat panggilan tersebut, saat nama Jhon tertera di layar ponselnya.
"Bagaimana? Apa ada kabar yang kamu dapat?" Tanya Ray tepat setelah ia mengangkatnya
"Kami menemukan sebuah foto yang memperlihatkan Keyrani. Tuan bisa mengeceknya, aku sudah mengirimnya lewat pesan" Jawab Jhon
Dengan cepat Ray membuka pesan yang dikirim Jhon. Seketika rahangnya mengeras saat melihat foto tersebut. Foto yang diambil oleh seseorang saat menghadiri sebuah pesta yang ternyata menangkap momen saat Keyrani bersama dengan Sean.
"Kirim alamat foto itu berasal, aku akan segera kesana" Pinta Ray kemudian menutup panggilan teleponnya dan segera menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan tinggi
Sementara itu Alana hanya bisa terdiam tidak berniat bertanya. Karena Ia tahu jika orang yang dibahas oleh Ray adalah Keyrani.
"Sepertinya ia menemukannya" Batin Alana menatap sendu ke arah luar jendela mobil
__ADS_1